APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel CINTA LINA

CINTA LINA

Dalam kisah romansa modern yang penuh emosi ini, Lina harus menghadapi kenyataan pahit saat dirinya terjebak dalam sebuah perjodohan yang tidak pernah ia inginkan sebelumnya. Di tengah tekanan tradisi keluarga yang begitu kuat, ia berusaha mencari makna cinta sejati di balik ikatan pernikahan yang dipaksakan. Akankah komitmen yang bermula dari rencana orang tua ini berubah menjadi perasaan tulus, atau justru menjadi beban yang menghancurkan kebahagiaannya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Saat itu aku melihat ke arah langit yang begitu indah dan cuaca yang masih sejuk . Namun

Semakin siang semakin berubah cuacanya . Asap tahu tetangga yang saat itu muncul dan menembus ke rumahku yap tentu saja pagi-pagi sudah ada yang memasak . Saat itu para pekerja mulai memasak tahu jadi tentu saja asap itu terasa sangat ke rumahku. Aku bergegas untuk masuk ke rumah saat itu . Mamah yang saat itu melihatku dan bertanya.

"eh tumben nak udah bangun padahal baru saja mamah mau bangunin kamu ke kamar ternyata ada disini ya habis apa ini emang nya diluar" kata mamah

"enggak habis apa-apa mah pengin diluar aja cuacanya seger aja gitu " kata lina

"em gitu ya, yasudah makan dulu gih mama sudah siapkan nasi goreng kesukaan kamu nggak terlalu pedes mamah takit kamu sakit perut kalau makan pedes-pedes jadi mamah bikin yang biasa-biasa saja" kata mamah

"yaudah mah nggak apa-apa toh aku juga nggak terlalu suka pedes banget kok mah udah perlahan ngehindari yang pedes banget sih mah" jawab lina

"oh gitu yasukur lah kalau begitu " kata mamah

"mah aku mau makan sekarang mah aku lapar" katanya lina

"iya sebentar ibu siapkan piringnya dulu setelah itu kamu siap-siap berangkat sekolah ya karena kalau nanti nanti keburu kesiangan nak" kata mamah

"iya mah orang biasanya aja cepet mah nggak kaya biasanya mamah ngomong terus nih" jawab lina

"iya kan siapa tahu mamah ngingetin saja nak biar nggak kesiangan karena telat , kamu berangkat sama siapa terus" kata mamah sembari membawa piring yang mau di taruh di meja makan tersebut.

"iya udah iya mah lina ngerti kan lina juga udah ngerti ngatur waktu nya bagaimana , mamah gitu selalu ngomong terus " kata lina

Mamah pun mengambil nasi nya untuk lina sembari bilang

"iyaudah syukur kalau Bisa ngatur wajktu,, yaudah"

"aku berangkat sendirian mah nggak tahu kayanya temen nya aku juga nggak mampir yaudah lah orang biasa sendiri sih aku mah" kata lina

"yasudah sendiri ataupun ada teman nya yang penting berangkat terus aja kan emang lagi sekolah kamu yang semangat" kata mamah

"iya mah iya pasti aku semangat kok" jawab lina

Begitu jawaban lina tentang sekolah . Kata mamah dan papah nya lina harus tetap bersemangat dengan keadaan apapun itu roda pasti berputar juga nggak terus menerus kita diatas .

Lagi enak nya makan tiba tiba papah pun menyalami mamah dan hanya untuk minum.

"mah, aku berangkat dulu ya keburu kesiangan" kata papah

"hlo ini mamah udah masakin pah" kata mamah

"udah iya papah tahu mah gampang nanti beli aja disana" jawab papah

"beli pah? Mamah bawain bekal tunggu ya pah" kata mamah

"udah nggak usah ini buru buru mah" sembari menyalami mamah.

Mamah pun bersalaman dengan papah sembari berangkat dinas .

"hmm padahal aku sudah masakin nasi goreng buat papah tapi papah begitu apa salah aku ya, mungkin apa aku bangunnya kurang pagi ya salahku juga kali sabar aja sabar" kata mamah dalam hati sembari berdiam.

"maaah? Mamah?" lina pun memanggil mamah saat itu yang sedang asik menyantap masakan mamah

"maah? Kok diem aja ,Maaah" kata lina

"eh iya nak iya, kenapa nak" jawab mamah

"kan lina nanya mah kenapa mamah kok bengong? Mamah pasti marah ya papah langsung berangkat nggak makan dulu masakan mamah, padahal mamah udah sempetin masak buat papah kan mah?" kata lina

"enggak, bukan gitu nak" jawab mamah

"udah lah mah kalaupun iya juga nggak apa apa jujur sama diri sendiri dan juga aku mah , ya mungkin emang papah lagi buru buru kan biasanya emang nggak begitu mah jangan dipikirin berlebihan ya mah" kata lina

"enggak, yaudah iya nak nggak gitu juga nggak biasa nya saja papahmu seperti itu , iya itu yang mamah takutkan saja" kata mamah

"iya mah sabar yah, nggak apa apa kok papah seperti itu toh nggak akan sering sepertinya yang lina lihat ,yaudah mah lina berangkat sekolah dulu ya keburu siang soalnya ya biar lina nggak kesiangan aja si " kata lina setelah melihat papah berperilaku seperti itu

"yasudah nak hati-hati ya berangkatnya " kata mamah

Lina pun bersalaman dengan mamahnya karena papahnya sudah berangkat duluan . Biasanya papahnya yang mengantarkan lina sekolah namun kali ini lina pun menggunakan angkot. Berjalan dengan sendirian seperti orang yang tak tahu arah. Padahal tahu kemana arahnya pergi yaitu ke sekolah . Lina namun sembari menggerutu tentunya .

"hmm rasanya beda sekali aku berangkat sekolah padahal ada mobil untuk berangkat kesekolah tujuanku namun kenapa tak bisa mungkin bagi mereka enak melihat aku yang punya mobil " kata lina saat itu sembari berjalan sendiri.

Bagaimana bisa teman berkata enak jadi aku kenyataannya tidak yang seperti aku bayangkan dengan perkataan mereka tentunya namun kali ini berbeda .mereka bahkan melihatku menggunakan angkot yang pada saat itu di dalam angkot juga ada teman kelasku namun tak begitu akrab.

Akupun ikut terdiam karena teman kelasku juga diam hanya melihat dengan tatapannya tak berbicara ke aku sedikitpun. Lalu setelah sampai ke sekolahku aku pun turun dan berjalan tepat di gerbang saat aku mulai memasuki nya ada temanku yang melihatku turun dari angkot

"eeeh lina turun dari mana itu? Angkot? Eh iya bener angkot yah?" kata temanku

"iya . Emang kenapa aku pakai angkot ada apa emang sih kalian kaget lihat aku pakai angkot atau bagaimana?" kata lina

"iya nggak gitu maksudnya kita biasa liat kamu pakai mobil lah tahu-tahu pakai angkot kan gimana gitu" kata teman

"ya soalnya emang papah aku lagi buru-buru berangkat kerja jadi ya gitu aku harus pakai angkot sih mau gimana lagi" kata lina

"emm gitu yah emangnya nggak ada mobil lagi selain mobil papah kamu? Apa emang cuma satu punya nya?" kata teman nya

Tak seperti biasanya lina yang menggunakan angkot pun temannya seperti tak menyukainya karena bau dengan penuh desak desakan .

"emang nggak ada cuma satu sih itu pun buat kepentingan bolak balik nua papah aku ya mau gimana lagi ngomong-ngomong kamu naik apa tadi" kata ku saat itu

"emmm.. Aku pakai mobil biasa lah mobil soalnya panas bamget mobil kan ada ac nya jadi ya bisa buat ngadem kalau angkot mah masih panas manah desak desakan nggak karuan aku nggak suka aja si " kata teman

"yaudah si kalau nggak suka tinggal diem aja nggak usah ngomong apa-apa toh aku tadi pakai angkot juga biasa aja nggak kenapa napa" kata lina

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Yang Suci
8.9
Hinaan kejam Brenden menghancurkan perasaan Corinna hingga tak tersisa. Setelah bertahun-tahun memendam luka emosional, Corinna akhirnya menyerah dan berharap mereka tidak pernah dipertemukan oleh takdir. Keputusan itu memutus hubungan mereka selamanya. Namun, setelah kepergian Corinna, Brenden justru terjebak dalam penyesalan mendalam. Ia menderita insomnia dan terus merindukan kehangatan wanita yang dulu ia remehkan, kini ia baru menyadari arti kehilangan.
Sampul Novel Ena-Ena 21+
8.4
Ena-Ena 21+ menyajikan antologi cerita pendek romantis yang mengeksplorasi beragam dinamika hubungan dewasa. Mulai dari romansa penuh kuasa antara CEO dan pengusaha, hingga kisah emosional yang melibatkan janda, duda, serta konflik antara mertua dan menantu. Dengan latar profesi yang luas seperti tentara, dokter, hingga satpam, setiap narasi dirancang untuk memuaskan fantasi pembaca melalui alur yang memikat. Nikmati setiap jalinan kisah cinta yang unik dan mendalam.
Sampul Novel I LOVE YOU PAK PENGHULU
9.8
Pertemuan tak terduga dengan penghulu tampan di pernikahan kakaknya membuat gadis ini jatuh hati. Meski pria itu memiliki kepribadian yang sangat dingin dan tidak acuh, ia sama sekali tidak merasa gentar. Berbagai rayuan manis terus ia lancarkan demi meluluhkan hati sang penghulu yang beku layaknya gunung es. Akankah kegigihan dan segala gombalannya berhasil meruntuhkan tembok ketidakpedulian pria rupawan tersebut agar mau membuka diri padanya?
Sampul Novel Istriku selingkuh
9.5
Bagaimanakah perasaan dan tindakan yang harus aku ambil saat menghadapi kenyataan pahit bahwa istri yang sangat kucintai telah mengkhianati janji suci pernikahan kami? Kepercayaan yang telah lama kubangun kini hancur berkeping-keping setelah mengetahui dia berselingkuh di belakangku. Di tengah badai emosi dan rasa sakit yang mendalam, aku dipaksa untuk menentukan langkah selanjutnya bagi masa depan hubungan kami yang kini berada di ujung tanduk.
Sampul Novel Jalan Jodoh Sang Koki
8.1
Max, koki ternama, mendadak jadi buronan setelah masakannya tak sengaja menewaskan perdana menteri. Saat pelarian, jiwanya berpindah ke tubuh seorang wanita yang tenggelam di lokasi berbeda. Dalam raga barunya, Max justru jatuh cinta pada Wulan, sahabat dari Nadia. Begitu berhasil kembali ke tubuh aslinya, Max bertekad mencari dan menikahi Wulan. Namun, meyakinkan wanita itu bukanlah perkara mudah. Akankah cinta sang koki berakhir manis?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.