APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Palsu Dalam Pernikahan Kontrak

Cinta Palsu Dalam Pernikahan Kontrak

Aruna Larasati terjebak dalam pernikahan kontrak demi menyelamatkan keluarga. Lima tahun ia berkorban, namun Gavin Nugraha hanya menganggapnya bayangan. Kehadiran Elvira, cinta masa lalu Gavin, merenggut perhatian suami dan anak yang Aruna besarkan. Di tengah pengkhianatan dan harapan yang hancur, Aruna akhirnya memilih untuk bebas. Akankah ia mampu bangkit merebut kembali hidupnya, atau justru terpuruk dalam takdir yang kejam? Sebuah kisah haru tentang harga diri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aruna POV:

Elvira melangkah anggun ke arahku, senyumnya yang biasa kini berubah menjadi seringai penuh kemenangan.

"Maaf, Aruna. Aku tidak tahu ini tempat parkirmu," katanya, suaranya manis seperti madu tapi tatapannya tajam. "Aku hanya ingin Arkana senang."

Sebelum aku sempat menjawab, Gavin sudah menyela. "Aruna sudah tahu. Dia tidak akan keberatan."

Matanya menyiratkan peringatan, sebuah pesan yang jelas: Jangan membuat masalah.

Arkana, yang duduk di kursi belakang mobil Elvira, menjulurkan kepalanya.

"Tante Elvira tidak salah, Mama Aruna. Mama selalu membosankan. Tante Elvira lebih seru!"

Kata-kata itu menghantamku seperti bongkahan es. Membosankan? Anak yang kubesarkan dengan sepenuh hati memanggilku membosankan?

Aku memejamkan mata sesaat, mencoba menahan rasa sakit yang menusuk. Aku ingat bagaimana aku menghabiskan berjam-jam bermain dengannya, membaca buku cerita, dan membuatkan makanan kesukaannya.

Aku adalah orang yang menemaninya saat demam, yang mengajarinya membaca. Sekarang, semua itu menguap begitu saja.

Gavin menatapku dengan tatapan aneh. Mungkin ia menyadari betapa dalam kata-kata Arkana melukaiku.

"Elvira akan menginap di sini malam ini," kata Gavin, nadanya memerintah. "Kamarnya di lantai atas, di samping kamar Arkana."

Jantungku berdebar kencang. Elvira akan menginap?

"Papa, ini bagus! Tante Elvira bisa membacakan cerita pengantar tidur untukku!" Arkana berseru riang.

"Tentu saja, sayang," Elvira membelai rambut Arkana. "Tante akan membacakan cerita terlucu untukmu."

Gavin tiba-tiba tampak linglung, seolah baru menyadari bahwa dia belum memberitahuku tentang ini.

"Elvira hanya akan menginap sementara, sampai dia menemukan apartemennya sendiri," jelas Gavin, mencoba terdengar meyakinkan. "Dia butuh tempat untuk tinggal."

"Aku tidak masalah," kataku, suaraku terdengar jauh dan asing di telingaku sendiri.

Aku tidak masalah. Tidak ada yang masalah lagi bagiku. Aku hanya ingin semua ini berakhir.

Gavin menatapku lagi, kali ini dengan ekspresi tak percaya. Dia mungkin mengharapkan teriakan, atau setidaknya air mata.

Tapi aku tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan.

"Oh, Gavin, aku bisa menginap di hotel saja. Aku tidak ingin merepotkan Aruna," Elvira berkata, dengan nada pura-pura bersalah.

"Tidak perlu," Arkana menyela, "Tante Elvira adalah temanku! Papa, Tante Elvira lebih baik daripada Mama Aruna. Mama Aruna tidak pernah mengerti apa yang aku mau."

"Arkana!" Gavin membentaknya. Itu adalah pertama kalinya dia membentak Arkana di depan Elvira.

Arkana hanya cemberut. "Tapi itu benar, Papa! Tante Elvira tahu apa yang kusuka."

"Dia benar, Gavin," Elvira tersenyum penuh arti padaku. "Aku rasa Arkana juga tahu siapa yang lebih cocok di rumah ini."

Gavin menghela napas. "Sudahlah. Elvira, ayo masuk. Arkana, bawa Tante Elvira ke kamarmu."

Mereka bertiga masuk ke dalam, meninggalkanku sendirian di depan pintu.

"Aruna," Gavin berbalik. "Tolong ambilkan tas Elvira dari bagasi."

Aku menatapnya. Mataku kosong. Aku tidak ingin melakukan ini. Menjadi pelayan untuk wanita yang menggantikanku? Itu terlalu menyakitkan.

"Aku tidak enak badan," kataku, suaraku serak.

Gavin terkejut. Dia tidak pernah mendengarku menolak permintaannya.

"Ada apa denganmu?" tanyanya, ada sedikit nada khawatir di suaranya. "Kau terlihat sangat pucat."

Aku tidak menjawab. Aku hanya menatapnya. Dia pasti melihat sesuatu di mataku, semacam kepasrahan yang membuatnya mengerutkan kening.

"Baiklah, aku akan meminta pelayan untuk mengambilnya," katanya, nadanya sedikit melunak. "Tapi kau harus ikut masuk."

Aku tidak punya pilihan. Aku mengangguk pelan.

Aku mengambil tas Elvira dan membawanya ke dalam. Arkana berlari menghampiri Elvira, tangannya memegang sebuah kotak kecil berwarna biru.

"Tante Elvira, ini untukmu! Hadiah dari Arkana!" serunya, matanya berbinar.

Elvira mengambil kotak itu, terkejut. "Oh, Arkana, ini apa?"

"Buka saja!"

Elvira membuka kotak itu. Di dalamnya ada sebuah kalung perak dengan liontin berbentuk hati kecil.

Aku kenal kalung itu. Itu adalah kalung yang kubelikan untuk Arkana saat dia mulai sekolah. Kutuliskan namanya di belakang liontin, sebuah pengingat bahwa aku akan selalu bersamanya. Kuberikan padanya sebagai jimat keberuntungan, agar dia selalu merasa kuat dan percaya diri.

"Ini... ini cantik sekali, Arkana," Elvira berkata, tapi matanya melirikku sekilas.

Aku merasakan jantungku mencelos. Kalung itu. Itu adalah simbol ikatan kami. Tapi sekarang, itu ada di tangan Elvira.

"Mama Aruna yang memberikannya padaku," kata Arkana. "Tapi aku tidak menyukainya. Jadi aku memberikannya padamu. Tante Elvira pasti lebih menyukainya."

Rasa sakit itu begitu dalam, tak terlukiskan. Kalung itu adalah harapanku, keberanianku, cinta tak bersyaratku.

Aku menatap Arkana. Anak yang kubesarkan, yang kuberi semua cintaku, dengan mudahnya membuang hadiah dariku pada wanita lain.

Gavin menatapku, matanya dipenuhi rasa bersalah. Tapi sudah terlambat.

"Arkana, itu tidak sopan," Gavin menegur, suaranya rendah. "Kalung itu pemberian Mama Aruna."

"Tapi aku tidak mau! Ini norak! Tante Elvira lebih cantik, jadi dia harus punya kalung yang cantik."

"Tidak apa-apa, Gavin," kataku, suaraku datar. "Arkana benar. Dia tidak menyukainya. Itu bukan apa-apa."

Aku berbalik dan berjalan menuju kamarku. Aku tidak ingin melihat mereka lagi.

Gavin menatapku, matanya dipenuhi kebingungan. Dia tidak mengerti. Dia tidak akan pernah mengerti.

Aku menutup pintu kamarku. Aku bersandar di pintu, air mata mengalir membasahi pipiku.

Seminggu lagi. Hanya seminggu lagi.

Aku hanya perlu bertahan seminggu lagi, dan semua ini akan berakhir.

Aku akan bebas. Bebas dari rasa sakit ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Meninggalkan Tunanganku di Pesta Pernikahan
9.0
Jake berpaling pada Elsie, gadis yang ia sponsori, hingga merusak hubungan kami. Meski Jake sempat memilihku dan mengusir Elsie, insiden tenggelamnya gadis itu di hari pertunangan kami mengubah segalanya. Jake panik dan menyalahkanku, bahkan menyebut Elsie sebagai masa depannya. Saat dia melepaskan tanganku demi mengejar wanita itu, aku menyadari cinta ini telah usai. Tak ada alasan bagiku untuk tetap bertahan di pesta pernikahan yang hampa ini.
Sampul Novel CATATAN SENJA
8.9
Senja Abhinaya menganggap Langit Ananta sebagai sosok yang selalu ada namun pasti akan pergi. Sebaliknya, Langit melihat Senja bak keindahan sesaat yang akan kembali pada waktu yang tepat. Meski memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang, semesta justru mempertemukan mereka secara tidak sengaja. Inilah kisah perjalanan takdir antara Langit dan Senja, sebuah romansa masa muda yang disaksikan oleh semesta dalam jalinan rencana Tuhan yang tak terduga.
Sampul Novel Di Mana Sayap Tumbuh
8.9
Sekuel The Maid and the Young Heir ini mengikuti Amelia, kini seorang ibu yang menjaga rahasia kelam. Saat Luciano berjuang mempertahankan keluarga, masa lalu kembali mengancam. Putra sulung mereka, Gabriel, dipenuhi tanda tanya, sementara Isabelita menghadapi bahaya di perantauan. Di tengah ancaman balas dendam musuh lama, Amelia harus memutuskan apa yang perlu dikorbankan demi keselamatan orang terkasih. Sebuah kisah tentang cinta dan keberanian untuk melepaskan.
Sampul Novel Ditakdirkan untuk Pria Terkaya di Dunia
8.1
Dikhianati tunangan saat hamil membuat Livia nyaris tewas hingga terpaksa kabur. Lima tahun kemudian, ia kembali dan menyelamatkan seorang bocah yang ternyata putra miliarder terkaya. Pria itu kini melindunginya, menghancurkan para musuh, hingga membungkam saudari jahat Livia dengan pengakuan mengejutkan tentang pernikahan rahasia mereka selama lima tahun. Livia yang bingung kini harus menghadapi rayuan sang suami misterius yang menginginkan anak kedua.
Sampul Novel Berhantu: Pengejaran Tanpa Henti dari Kekasihnya yang Kejam
8.8
Tujuh tahun Claudia habiskan demi mencintai Eddie, berharap kesetiaannya berbalas. Namun, pengabdian itu hanya berujung sia-sia. Usai hubungan mereka berakhir, Claudia pergi dengan tenang tanpa menuntut apa pun. Siapa sangka, di hari pernikahannya dengan pria lain, Eddie muncul dalam kemarahan besar. Dengan tatapan liar penuh obsesi, Eddie memprovokasi sang mempelai pria dan menegaskan bahwa dialah yang pertama kali memiliki Claudia.
Sampul Novel Jadilah Milikku, Nona Sekretaris
8.9
Julian Evans, CEO tampan nan kaya, menghadapi satu penolakan besar dari sekretarisnya sendiri, Mia Sanders. Meski saling mencintai, Mia yang merupakan anak pelayan keluarga Evans memilih memendam rasa demi balas budi dan status sosial. Ia menganggap hubungan mereka mustahil. Namun, Julian tidak menyerah dan menantang keraguan Mia untuk membuktikan keseriusannya. Mampukah kegigihan Julian meluluhkan hati Mia dan meyakinkannya bahwa cinta mereka layak diperjuangkan?