APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Terlarang Sang Janda

Cinta Terlarang Sang Janda

Rio Darmawan adalah CEO muda sukses yang jenuh dengan tekanan perjodohan dari orang tuanya. Selama ini ia selalu menolak setiap calon pilihan keluarga karena merasa tidak ada yang serasi. Namun, pendiriannya goyah setelah bertemu Denanda Kusuma, seorang ibu tunggal yang tangguh dan memikat. Meski mendapat tentangan keras dari keluarganya, Rio bertekad memperjuangkan cintanya pada Denanda. Kini ia terjebak dalam dilema antara mengikuti kata hati atau patuh pada kewajiban keluarga.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dulu, Rio pernah bertemu dengan Cherry saat pesta di kapal pesiar milik mantan kekasihnya. Saat itu, dia menemani Cherry yang terpisah dari sang mama. Namun, waktu telah berlalu begitu cepat, dan dia sendiri tidak terlalu memperhatikan wajah atau panggilan yang pernah dia dengar saat itu. Sehingga, Rio tidak mengingat bocah yang saat ini dia bawa ke rumah sakit. Toh, pada saat itu, dia hanya membantu saja, jadi tidak ada keinginannya untuk mengingat orang tersebut.

"Bagaimana kondisinya, Dok?" tanya Rio setelah wanita berjas putih itu selesai memeriksa Cherry.

“Kondisinya baik, tak ada yang perlu dikhawatirkan," jelas dokter tersebut.

Rio bisa bernapas lega karena orang yang hampir dia tabrak masih baik-baik saja. Dia mengucapkan terima kasih kepada dokter itu dan mengurus segala biayanya. Lalu kembali menemui Cherry yang dia tinggalkan di ruang tunggu.

"Rumahmu di mana? Biar aku antar pulang," tanya Rio. Sebagai orang yang hampir mencelakai Cherry, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk memastikan bocah itu selamat sampai tempat tinggalnya. Dia tak ingin jika terjadi hal buruk dan dirinya yang disalahkan suatu saat nanti.

"Tidak perlu, Tuan. Aku bisa sendiri," tolak Cherry. Ia ingat pesan mamanya agar tak mudah percaya jika diajak oleh orang asing untuk menghindari penculikan anak kecil atau menunjukkan tempat tinggalnya agar tak ada orang jahat yang hendak berniat buruk ke apartemennya.

Rio terkekeh gemas dengan bocah setinggi perutnya itu. Wajah Cherry terlihat memancarkan rasa sedikit takut. "Aku bukan penculik, tenang saja." Tangannya mengambil dompet dan mengeluarkan sebuah kartu nama. “Ini identitasku, kau bisa mencari segala informasi tentangku di internet," tuturnya agar Cherry percaya dengannya.

Cherry mengambil kertas berisi informasi Rio. Dia sendiri juga sudah lupa dengan sosok pria baik hati yang pernah menolongnya tersebut. Namanya juga anak kecil, jika bertemu sekali belum tentu teringat terus. Apa lagi pertemuan mereka hanya sebentar pada saat itu. Ditambah tak ada kesan mendalam ketika kejadian yang terjadi hampir dua tahun silam.

"Tuan Rio Darmawan?" tanya Cherry setelah membaca kartu nama itu.

"Ya, apakah kau sudah percaya jika aku bukan orang jahat?" Rio balik bertanya. Dia memperlihatkan layar ponselnya berisi artikel tentangnya. “Baca ini jika kau masih kurang percaya denganku."

Cherry menganggukkan kepala yakin. Tapi belum mengucapkan persetujuannya untuk diantarkan pulang.

"Langit sudah mulai gelap, bagaimana jika di luar sana kau justru bertemu orang jahat sungguhan? Aku yang bertanggung jawab di sini karena yang membawamu kemari adalah aku," jelas Rio. Urusannya bisa semakin runyam jika membiarkan Cherry pulang sendirian.

"Apartemen Kencana Loka." Akhirnya, Cherry pun menyebutkan tempat tinggalnya. Dia percaya dengan Rio, sehingga dengan suka rela mengikuti CEO DR Group itu ke parkiran dan masuk ke dalam mobil mewah setelah dipersilahkan oleh pria itu.

Kendaraan roda empat itu mulai melaju menyusuri jalanan Kota Jakarta, dan Rio bahkan melupakan kencan butanya dengan Dita Andini.

"Tuan," panggil Cherry.

"Jangan panggil aku seperti itu terus. Aku bukan majikanmu. Kau bisa memanggil namaku saja, Rio, atau uncle juga boleh," tegur Rio yang merasa kurang nyaman dengan panggilan yang diberikan oleh Cherry.

"Uncle, ada telepon dari orang tuamu," ujar Cherry yang melihat layar pada interior mobil canggih itu menunjukkan nama "mommy".

"Kau di mana?! Dita sudah menunggumu di restoran sejak satu jam yang lalu, jangan mempermalukan mommy, Rio!" ujar Mommy Anggi dengan kesal.

Baru saja diangkat, Rio langsung mendapatkan omelan dari Mommy Anggi. "Iya, Mom. Ini sedang di jalan, tadi ada keperluan mendesak," jelasnya.

"Bagus, jangan meninggalkan dia seperti wanita yang lainnya," pinta Mommy Anggi.

"Hm...." Rio malas menanggapi permintaan mommynya. Sikapnya nanti tergantung bagaimana orang yang akan dia temui. Panggilan pun diputus oleh Mommy Anggi. Rio langsung melirik ke arah Cherry yang ternyata sedari tadi memperhatikan percakapannya.

"Jangan ditiru, ya. Berbicara dengan berteriak itu tak bagus. Selain membuang banyak tenaga, itu juga tak sopan. Jika bisa lembut, untuk apa menggunakan emosi."

Rio berusaha menasehati Cherry. Walaupun bukan anaknya, tapi ia akan merasa bersalah jika perbuatan mommynya yang berteriak padanya akan ditiru anak kecil yang saat ini berada di dalam mobilnya. Anak seumuran Cherry masih butuh pengarahan dari orang yang lebih tua agar tak terjerumus pada suatu hal yang salah. Rio memberikan usapan lembut pada puncak kepala Cherry layaknya seorang ayah.

"Kita ke restoran sebentar, ya? Uncle ada janji bertemu orang, sekaligus kau bisa makan juga di sana."

"Tidak perlu, nanti mama mencariku jika pulang terlalu larut," tolak Cherry. "Turunkan aku saja di sini, uncle," pintanya kemudian.

Rio melihat GPS yang ditunjukkan pada layar mobilnya. Jarak restoran yang akan dia tuju lebih dekat dengan lokasinya saat ini dibandingkan apartemen tempat tinggal Cherry.

"Kau hapal nomor telepon mamamu?" tanya Rio.

"Tidak," balas Cherry dengan menggelengkan kepalanya.

Rio menghela napasnya. "Lain kali, kau harus hapal nomor orang terdekatmu agar bisa menghubungi mereka disaat genting ataupun membutuhkan bantuan," nasihatnya lagi.

Pria itu tak memiliki hubungan darah dengan Cherry, tapi sudah menasehati berkali-kali seperti orang tua bocah itu saja.

"Ya, uncle."

"Oke, sekarang kita ke tempat yang akan aku tuju terlebih dahulu, ya? Nanti kalau sampai apartemenmu, aku akan bantu menjelaskan pada mamamu." Rio berusaha membujuk Cherry agar mau ikut bersamanya. Ia begitu lembut dalam bertutur kata.

"Baik, uncle."

Kendaraan roda empat itu pun melaju dengan kecepatan sedang. Sepuluh menit saja Rio sudah sampai di gedung yang mewah tempat Dita sudah menunggu kedatangan Rio.

"Ayo, turun. Tinggalkan saja tasmu di sini," ajak Rio. Ia hendak membukakan pintu untuk Cherry, tapi bocah itu sudah keluar sendiri. Tangan Rio menggandeng Cherry layaknya pasangan ayah dan anak. Keduanya masuk ke dalam restoran.

Rio menyapu seluruh ruangan, mencari seorang wanita bernama Dita Andini. Ia memandangi ponselnya yang memperlihatkan foto wanita itu untuk memastikan orang yang akan dia hampiri benar atau tidak. Dan kaki itu mengayun ke arah meja yang berada di dekat dinding kaca.

"Maaf, terlambat. Aku harus mengurus sesuatu," ujar Rio, membuat Dita mendongak dengan wajah yang berbinar. Sedangkan Rio justru terkejut melihat wajah wanita yang menjadi teman kencannya. Kenapa wajahnya seperti baru saja ditonjok orang, gumamnya dalam hati.

Dita menggunakan blush on yang begitu merona ditambah lipstik merah menyala. Tapi Rio mencoba diam tak menghina wanita tersebut karena tak ingin melukai hati orang lain.

"Tak apa, aku juga baru menunggu sebentar." Dita mencoba untuk tak menunjukkan rasa kesal. Dia harus terlihat baik di hadapan Rio yang langsung membuatnya terpesona pada pandangan pertama.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akibat Cinta Semalam dengan CEO
9.7
Pasca mutasi ke kantor pusat, Jeanne terjerat skandal satu malam dengan CEO barunya tepat saat ia masih terikat hubungan asmara. Nasib malang kian memuncak ketika terungkap bahwa bos tersebut adalah Alan Rasya Purnama, sepupu dari mantan kekasihnya sendiri. Kini, Jeanne terjebak dalam situasi pelik karena Alan mendadak sangat terobsesi untuk menguasai seluruh aspek hidupnya, mulai dari raga hingga jiwanya, tanpa memberikan celah untuk Jeanne melarikan diri.
Sampul Novel Biaya Pengkhianatan
8.2
Tujuh tahun silam, Lorna yang merupakan pewaris hartawan menjadi penyelamat saat bisnis Rhett di ambang kehancuran. Berkat dukungan total Lorna, Rhett berhasil bangkit hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Namun, di tengah suasana romantis malam pengantin mereka, kebahagiaan itu sirna seketika. Rhett secara tak terduga menunjukkan sebuah kontrak misterius yang mengungkap motif tersembunyi di balik pernikahan manis mereka selama ini.
Sampul Novel Cinta yang Membara: Tidak Bisa Melupakanmu
8.1
Diana, seorang yatim piatu, berhasil menikahi pria paling berkuasa di kota meski tanpa landasan cinta. Setelah tiga tahun, kehamilannya justru disambut dengan surat perceraian karena kesalahpahaman tentang kesetiaan masing-masing. Saat Diana bersiap pergi, sang suami justru berubah pikiran dan menyatakan perasaan aslinya. Kini Diana terjebak dalam dilema antara benci dan kasih sayang. Haruskah ia bertahan demi masa depan anaknya atau pergi selamanya?
Sampul Novel Gadis Cantik Milik Mafia
8.8
Sephi, gadis gigih yang diusir bibinya akibat fitnah kejam, berusaha bangkit demi mengubah nasib. Takdir mempertemukannya dengan Aldo, CEO dingin sekaligus pemimpin kriminal berpengaruh di Eropa, saat wawancara kerja. Aldo yang tak tersentuh dan hanya peduli pada keponakannya, mulai merasakan getaran cinta pertama melihat ketulusan Sephi. Akankah pesona Sephi meluluhkan hati sang mafia yang kaku? Simak kisah penuh ketegangan dan perubahan hidup yang tak terduga.
Sampul Novel JandA
9.4
Aline Anderson memimpin penerbitan terbesar di kotanya, namun ketidakhadirannya membuat kestabilan perusahaan goyah. Saat ia kembali memegang kendali, ancaman muncul dari penulis emasnya yang ingin menarik karya secara mendadak. Keputusan ini membawa bisnis Aline ke jurang kebangkrutan. Kini, Aline harus menghadapi kerugian besar sekaligus fakta mengejutkan mengenai identitas asli sang penulis di tengah badai konflik yang mulai bermunculan satu per satu.
Sampul Novel Jangan Lari Sayangku
9.1
Sanny Chandra mengira pernikahannya dengan Jordan Wijaya hanyalah kontrak sementara yang berakhir dengan perceraian. Namun, setelah menikah, Jordan yang semula dingin berubah menjadi suami yang sangat posesif dan memanjakan istrinya. Sanny terjebak saat Jordan melanggar janji dengan menuntut kewajiban batin hingga ia hamil. Saat Sanny menagih janji cerai dan surat kontrak yang dirobek, Jordan dengan tegas menolak melepaskan istri yang telah ia dapatkan.