APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta yang dinantikan

Cinta yang dinantikan

Hidup Anggun Nirmala hancur saat sang ayah menjadikannya jaminan untuk melunasi hutang. Di tengah keputusasaan, seorang pria misterius muncul menyelamatkannya dari nasib buruk. Merasa berhutang budi, Anggun bersumpah akan melakukan apa pun demi membalas kebaikan penyelamat yang tak ia kenal itu. Namun, komitmen tersebut langsung diuji saat sang pria mengajukan satu permintaan tak terduga yang membuat Anggun terdiam seribu bahasa. Akankah ia sanggup memenuhinya?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Bagaimana kalo aku meminta tubuhmu sebagai imbalannya?"

Tubuhku? Apa maksudnya? Jika seperti ini, bukankah dia sama saja dengan para laki-laki yang mencoba melecehkanku!

Anggun mematung sejenak, dirinya merasa seperti keluar dari mulut harimau dan masuk ke mulut buaya.

Elgar kemudian tertawa ketika melihat reaksi Anggun setelah mendengar ucapannya. "Aku pulang sekarang. Selamat malam."

"Tunggu."

Elgar menghentikan langkah kakinya ketika baru saja melangkah karena mendengar suara Anggun.

Anggun baru menyadari jika rambutnya basah, tercium aroma segar dari tubuhnya yang menguar. Tidak hanya itu, pakaiannya yang saat ini dia kenakan juga berbeda.

Baju siapa ini?

"Siapa yang mengganti pakaianku, dan ... rambutku basah. Apa yang terjadi padaku?"

"Tubuhmu bau alkohol dan bajumu kotor. Jadi, aku membersihkannya agar tidurmu nyenyak."

Apa? Apakah dia benar-benar melakukan itu? Itu artinya ...

Anggun memalingkan wajahnya dari Elgar, rasa malu sekaligus merinding seketika merayap di tubuhnya.

"Bukan aku yang melakukannya," reaksi Anggun yang tadi panik seketika berubah mendengar perkataan Elgar. "Di rumah ini ada dua pelayan, mereka berdua yang melakukan itu. Kalo butuh apa-apa, katakan saja pada mereka."

Anggun seketika merasa lega karena dirinya tidak sendirian di rumah itu. Tetapi Anggun masih memikirkan banyak hal, terlebih ucapan Elgar yang terdengar Blak-blakan. Anggun merasa ragu apakah laki-laki yang menolongnya itu benar-benar baik?

Anggun kembali mencoba memejamkan matanya setelah Elgar pergi. Tetapi tidak bisa, badannya justru terasa segar setelah bangun tidur dengan rambut basah serta aroma tubuhnya yang harum, aroma mahal yang belum pernah Anggun rasakan.

Malam ini, Anggun mungkin merasa aman, tapi besok, kemana Anggun akan pulang, jika tempat yang dia sebut rumah saja tidak aman untuknya.

Sementara itu, di kediaman keluarga Aditara.

"Darimana saja kamu, Elgar? Kenapa jam segini baru pulang?" tanya William, Papa Elgar yang duduk di ruang tamu, sengaja menunggu kedatangan putranya.

"Apa itu penting? Sejak kapan anda ingin tahu urusan saya?" jawab Elgar tanpa rasa hormat.

"Berhenti memanggil saya dengan sebutan anda. Saya ini Papa kamu."

"Semua orang juga tahu jika anda Papa saya, jadi tidak perlu diperjelas."

Elgar segera masuk ke kamar tanpa peduli dengan papanya yang belum selesai bicara. Tidak hanya kali ini, Elgar dan papanya memang tidak akur.

----------

Malam yang sunyi dan tenang ahirnya berakhir. Langit yang biru semakin terlihat jelas, bersamaan dengan sinar matahari yang menembus jendela.

"Hai, selamat pagi."

Sapa Elgar, yang pagi ini kembali datang menemui Anggun.

Anggun menoleh ke arah suara. "Pagi."

Elgar mendekat ke arah Anggun, meraih rambutnya yang panjang, tergerai bebas dengan aroma sampo yang menguar.

Disaat seperti ini, Anggun merasa takut ketika lelaki di hadapannya menatapnya penuh arti. Anggun masih ragu dengan kebaikan Elgar yang sudah menolongnya.

"Ada apa? Apakah aku membuatmu takut?" Elgar menyadari jika Anggun merasa tidak nyaman berada di dekatnya, sejak semalam.

Elgar tidak pernah melihat ekspresi Anggun pada wanita kebanyakan, wanita yang biasa bersamanya. Dia yang biasa digoda dengan sikap centil para wanita, tapi tidak dengan saat ini.

"Anggun, lihat aku!"

Elgar mengangkat dagu Anggun agar menatap wajahnya. Elgar berusaha memancing, seberapa kuat Anggun menahan rayuannya. Memangnya, wanita mana yang akan menolak rayuan dari lelaki setampan Elgar.

"Aku mohon jangan, jangan lakukan apapun padaku!" mohon Anggun ketika Elgar mendekatkan wajahnya tanpa jarak.

Elgar ahirnya tahu, jika Anggun benar-benar berbeda dengan wanita-wanita yang ada di dekatnya. Ketakutan pada diri Anggun semakin terlihat jelas diiringi dengan tubuhnya yang gemeter dan tanganya yang terasa dingin.

"Jangan takut, aku tidak akan memakanmu."

Anggun membuka matanya dengan perlahan, mata yang tadi sempat dia pejamkan untuk mengurangi rasa takutnya. Sekarang, Anggun memberanikan diri untuk menatap mata Elgar.

"Ya, seperti itu," bisik Elgar ketika Anggun mulai mengontrol rasa takutnya.

Elgar menggandeng tangan Anggun untuk keluar, mengajaknya sarapan. Setelah ini Elgar akan membiarkan Anggun pergi dari rumahnya.

"Di mana rumahmu?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bangkit dari Kematian Palsuku
8.7
Sepuluh tahun pernikahan dikhianati saat Mahendra berselingkuh dengan Kiana. Setelah disiksa hingga cacat permanen akibat ulah mereka, aku dibiarkan sekarat dalam kecelakaan tragis. Dibantu Prakoso, aku memalsukan kematian di sebuah kebakaran demi memulai hidup baru sebagai pelatih balap legendaris di luar negeri. Tiga tahun berlalu, aku telah sukses dan berada di puncak karier. Tiba-tiba, Mahendra muncul dengan penuh penyesalan dan memohon kesempatan kedua.
Sampul Novel Diperas Mafia Tengil
8.6
Hidup Rania penuh cobaan, mulai dari gagal menikah hingga diceraikan karena tak punya anak lelaki. Saat ingin berhenti menjadi asisten pribadi, ia justru diperas oleh bosnya yang seorang mafia, Radin. Namun, Radin malah melindungi Rania dan putrinya dari gangguan sang mantan suami. Sikap kontradiktif ini membuat Rania bingung akan niat asli Radin. Ternyata, Radin menyimpan rahasia besar tentang masa lalu mereka yang menjadi alasan di balik kebaikannya.
Sampul Novel Gairah Liar Sang Mantan
8.2
Kejadian tak terduga menimpaku saat kakek melakukan tindakan nekat di dalam kamar. Di bawah ancaman agar tidak membangunkan adik, aku terjebak dalam situasi yang membingungkan sekaligus menggelisahkan. Sentuhan dan bisikannya membuatku kehilangan kendali hingga tubuhku terasa lemas tak berdaya. Saat kakek melancarkan aksinya lebih jauh dengan melucuti pakaianku, tiba-tiba lampu kamar menyala. Sebuah rahasia besar terancam terbongkar dalam keheningan malam itu.
Sampul Novel My Bastard Boss
8.3
Hidup Nayra hancur saat sang mantan kekasih menyerahkannya kepada pria asing. Lima tahun berlalu, ia justru terjebak bekerja untuk Xabiru, atasan yang ternyata adalah sosok yang merusaknya di masa lalu. Kini, Xabiru menuntut hak atas putri mereka, sementara Chrisyan kembali memohon ampun. Terjepit di antara dendam dan luka lama, haruskah Nayra memaafkan mereka atau membalas sakit hatinya? Kebenaran kelam lima tahun silam kini mulai terungkap.
Sampul Novel Not Friend's With Benefit
8.3
Fernanda terjebak dalam hubungan fisik tanpa cinta bersama Daniel selama dua tahun. Meski Daniel tulus mencintainya, Fernanda justru menutup hati akibat trauma kegagalan pertunangan di masa lalu. Di tengah tekanan sosial dan ambisinya membahagiakan orang tua, ia mengabaikan kasih sayang Daniel. Namun, sebuah situasi pelik akhirnya menyadarkan Fernanda akan arti kehadiran Daniel. Ini adalah kisah perjuangan wanita tangguh menyembuhkan luka jiwa dan menemukan cinta sejati.
Sampul Novel Pemuas Para Tetangga
9.3
Selamat datang di sebuah lingkungan perumahan yang tampak tenang namun menyimpan rahasia menggoda di balik pintu-pintunya. Di sini, interaksi antar penghuni bukan sekadar tegur sapa biasa. Kisah ini menyoroti jalinan romansa modern yang provokatif dan berani di antara para tetangga yang telah dewasa. Setiap pertemuan menjadi awal dari dinamika hubungan yang penuh gairah, mengeksplorasi sisi lain kehidupan bertetangga yang jauh dari kesan konvensional.