APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dicerai suami karena mandul

Dicerai suami karena mandul

Safina ingin merayakan hari jadi pernikahan mereka dengan memberi kado spesial bagi Reza. Namun, rencana indah itu hancur saat ia memergoki sang suami sedang berselingkuh di rumah mereka. Tanpa rasa penyesalan, Reza justru memilih untuk mengakhiri rumah tangga mereka. Ia menceraikan Safina dengan alasan dingin bahwa istrinya mandul dan tidak bisa memberikan anak. Kini, Safina harus menghadapi kenyataan pahit atas pengkhianatan yang sangat kejam tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

Safina masih terduduk di lantai kamar, tubuhnya gemetar, pandangannya kosong menatap pintu yang baru saja ditutup Reza dengan kasar. Suara tawa Dita masih terdengar sayup di telinganya, seperti duri yang terus menusuk hati. Perasaan hancur dan marah bercampur menjadi satu, tetapi di sela-sela itu ada ketidakpercayaan. Tiga tahun pernikahan yang ia bangun dengan cinta dan pengorbanan kini seolah tak berarti apa-apa.

Butuh waktu beberapa menit sebelum Safina berhasil mengumpulkan kekuatan untuk bangkit. Ia berjalan tertatih keluar kamar, melewati koridor yang terasa lebih sunyi dan dingin dari biasanya. Di tangga, ia berhenti sejenak, memejamkan mata dan mengambil napas panjang. Tidak ada gunanya menangis di depan Reza lagi. Jika ia menginginkan perceraian, maka ia akan memberikannya. Tetapi tidak dengan mudah.

Hari Pertama Tanpa Cinta

Pagi berikutnya, Safina memulai harinya dengan perasaan yang lebih berat daripada sebelumnya. Ia menghabiskan malam di sofa ruang tamu, tidak sanggup tidur di kamar yang kini terasa penuh dengan pengkhianatan. Begitu matahari mulai menyinari ruangan, ia menguatkan diri untuk menghadapi kenyataan.

Telepon pertama yang ia lakukan adalah kepada pengacaranya, Raka, teman lama yang sudah seperti saudara. Safina tahu, jika ada satu orang yang bisa membantunya melalui ini, itu adalah Raka.

"Safina, kamu yakin mau melangkah sejauh ini?" suara Raka terdengar tenang, meskipun ia bisa merasakan kegelisahan di baliknya.

"Dia sudah menghancurkan semuanya, Ka," jawab Safina dengan suara serak. "Aku tidak akan membiarkannya pergi begitu saja tanpa tanggung jawab."

Raka menghela napas panjang. "Oke, aku akan urus semuanya. Tapi, ini tidak akan mudah, terutama jika dia menolak kerja sama."

"Dia tidak punya pilihan," kata Safina tegas, meskipun air matanya kembali mengalir.

Pertemuan dengan Reza

Tiga hari kemudian, Safina dan Reza duduk berhadapan di ruang tamu rumah mereka. Di antara mereka, Raka duduk dengan map berisi dokumen perceraian. Wajah Reza tampak tenang, bahkan terlalu santai, sementara Safina berusaha keras menahan emosinya.

"Jadi, semua ini sudah kamu persiapkan?" tanya Reza, melirik dokumen di depan Raka.

"Ya," jawab Safina singkat. "Aku hanya ingin semuanya selesai."

Reza menyeringai, seolah merasa menang. "Bagus kalau kamu setuju. Aku juga tidak ingin memperpanjang."

Raka menatap Reza dengan tajam. "Tapi, Reza, kamu tahu kan ada kewajiban yang harus kamu penuhi setelah perceraian ini? Rumah, aset bersama, dan juga kompensasi untuk Safina."

Reza mendengus. "Kompensasi? Untuk apa? Kami tidak punya anak, dan dia bisa hidup sendiri. Dia kan mandiri."

Safina mengepalkan tangannya di bawah meja. "Aku mandiri, tapi itu tidak berarti kamu bisa lepas tangan begitu saja. Aku sudah mendukungmu selama ini, bahkan saat karirmu hancur dulu."

Reza terdiam sejenak, tetapi kemudian tertawa kecil. "Baiklah, aku akan memberikan bagian yang wajar. Tapi jangan harap aku menyerahkan rumah ini. Aku dan Dita akan tinggal di sini."

Ucapan itu seperti menampar Safina. "Rumah ini? Rumah yang kita bangun bersama? Reza, kamu tidak punya hati."

"Sudah cukup," potong Raka, mencoba meredakan ketegangan. "Reza, jika kamu tidak mau kerja sama, kami akan membawa ini ke pengadilan."

Reza menatap Raka dengan tatapan tajam. "Bawa saja. Aku tidak takut."

Proses Hukum Dimulai

Dua minggu berikutnya adalah mimpi buruk bagi Safina. Reza dan pengacaranya mencoba segala cara untuk mempersulit proses perceraian. Mereka mengajukan keberatan atas pembagian aset, menolak memberikan kompensasi yang layak, dan bahkan mencoba mencoreng nama baik Safina di depan hakim.

"Dia wanita yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya," ujar Reza saat sidang pertama. "Dia tidak peduli dengan pernikahan kami, apalagi soal punya anak."

Safina hampir tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia bangkit dari kursinya, menatap Reza dengan mata yang penuh amarah. "Aku tidak peduli? Aku yang selama ini bekerja keras untuk membayar tagihanmu, mendukung impianmu, dan sekarang kamu menyalahkanku?"

Hakim mengetukkan palu, meminta ketenangan. "Ny. Safina, harap duduk kembali. Tuan Reza, lanjutkan tanpa menyerang secara pribadi."

Raka memegang tangan Safina, mencoba menenangkannya. "Tenang, Fin. Kita akan menang."

Kemenangan yang Pahit

Proses perceraian berlangsung selama tiga bulan penuh tekanan. Pada akhirnya, hakim memutuskan bahwa Safina berhak atas setengah dari aset mereka, termasuk rumah yang selama ini mereka tinggali. Namun, Reza tetap tidak mau menyerah.

"Ambil semuanya," kata Reza di luar ruang sidang. "Tapi ingat ini, Safina. Kamu tidak akan pernah bahagia tanpa aku."

Safina menatapnya dengan dingin, sesuatu yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. "Aku mungkin tidak bahagia sekarang, Reza. Tapi setidaknya aku bebas dari pria sepertimu."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bidadari di dalam Rumahku
7.9
Kehidupan harmonis Kinan sebagai wanita karier sekaligus ibu seketika hancur saat sang suami meminta izin untuk poligami. Alasan yang diberikan sangat menyayat hati; suaminya mendambakan sosok istri salehah yang mampu membimbingnya secara spiritual, sebuah sindiran tajam bagi Kinan. Terjebak dalam rasa tidak percaya dan luka mendalam, Kinan kini harus menghadapi kenyataan pahit berbagi kasih. Mampukah ia bertahan menjalani hari bersama madu di rumahnya sendiri?
Sampul Novel Duda Kuat
9.7
Dalam setahun, Satria telah menikah tujuh kali, namun semua istrinya meminta cerai. Mereka tidak sanggup menghadapi stamina ranjang Satria yang luar biasa, di mana ia menuntut pelayanan tujuh kali sehari. Fenomena aneh ini membuat Satria bertanya-tanya tentang kondisinya. Apakah kekuatan fisik yang berlebihan ini merupakan efek samping dari obat misterius pemberian almarhum kakeknya saat ia masih sekolah? Sekuel dari kisah Kepincut Janda Tetangga.
Sampul Novel Gadis Milik Tentara Arogan
9.3
Amore Acresia terpaksa pulang ke Kudus akibat pandemi global saat menempuh studi di Los Angeles. Namun, kepulangannya berujung petaka ketika ia tak sengaja menabrak Alexander Yudha, seorang tentara arogan yang sedang bertugas. Ponsel Alex hancur terlindas mobil akibat insiden itu, memicu kemarahan sang prajurit yang menuntut pertanggungjawaban penuh dari Acre. Meski berawal dari konflik tajam, benih asmara mulai tumbuh di antara mereka sebelum tugas memisahkan keduanya.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa khusus pembaca 21 tahun ke atas ini mengeksplorasi sisi tersembunyi kehidupan yang jarang terungkap. Di balik topeng kesucian, tersimpan luka, dilema, dan kerinduan yang kompleks. Melalui narasi yang realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan jati diri di tengah kegelapan demi menemukan titik cahaya. Sebuah hiburan penuh makna tentang pencarian makna hidup dan cinta yang tidak selamanya berjalan lurus, memberikan perspektif baru bagi pembacanya.
Sampul Novel Istri Kontrak CEO Galak!
9.8
Leora Adhisti, putri ceria Prayoga Alexander, harus menghadapi kenyataan pahit saat bisnis keluarganya di New York hancur total. Demi membiayai operasi sang ayah, gadis berusia 20 tahun yang ceroboh ini terpaksa mengambil langkah ekstrem. Ia terjebak dalam kesepakatan pernikahan kontrak dengan Adnan Nicholas, miliarder tampan yang dikenal angkuh dan dingin. Mampukah Leora bertahan menghadapi sikap kejam Adnan yang dijuluki Mr. Devil di tengah kemelut hidupnya?
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.