APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dinodai Calon Kakak Ipar

Dinodai Calon Kakak Ipar

Hidupku hancur setelah calon kakak iparku sendiri menodai kesucianku tepat sebelum hari pernikahan. Alih-alih dibela, aku justru difitnah sebagai penggoda dan diusir dari keluarga. Demi bertahan hidup, aku terpaksa menjual diri kepada pria kaya raya. Bertahun-tahun berlalu, tak disangka pria brengsek itu muncul kembali sebagai pelangganku. Ia bahkan menyewaku secara eksklusif selama sebulan penuh. Apa sebenarnya rencana licik yang ia siapkan kali ini?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Berapa tarif kamu semalam?”

Aku terkekeh mendengar pertanyaan klasik yang tidak perlu kujawab. Jelas-jelas di awal dia sudah tahu hargaku. Kenapa masih bertanya?

“Berapa, ya? Yang pasti, tidak sebanyak uang yang diberikan pada istri-istri mereka,” jawabku manja, menampilkan senyum terbaik untuk menyenangkannya. Sudah menjadi keharusan bagi wanita penggoda sepertiku untuk membuat klien bahagia.

Sayangnya, klien kali ini sedikit berbeda. Dia orang yang pernah menghancurkan hidupku. Orang yang sudah merenggut kesucianku, juga orang yang menjadi penyebab hancurnya pernikahanku dengan adiknya, dua minggu sebelum ijab kabul berlangsung.

“Kenapa tanya? Kamu mau bayar aku berapa?” Kukedipkan sebelah mata, mendekat ke arahnya dan meletakkan tangan di salah satu bahunya. Aroma parfum yang kupakai pastilah sampai di hidung mancungnya.

“Berapa yang harus kubayar supaya kamu bebas dari tempat prostitusi ini?”

Tawaku mengudara.

“Aku udah bebas, kok. Kamu lihat, tangan atau kakiku nggak ada yang ikat, kan?”

“Bukan itu. Kamu berhenti dari pekerjaan ini. Kita nikah.”

“Nikah?”

Tawaku lebih keras dari sebelumnya, memenuhi ruangan dengan cahaya temaram dan lilin-lilin aroma terapi yang berjajar di lantai.

Kulihat rahangnya mengerat, dengan jari-jari yang tergenggam rapat. Jelas dia berusaha meredam gemuruh di dalam dadanya, juga keinginan liar sebagai seorang pria dewasa yang tengah digoda wanita dengan gaun terbuka.

Aku tahu, aku berhasil menggodanya, terlihat dari jakun yang naik turun dengan cepat. Bahkan, suaranya ikut tercekat. Cukup mengasyikkan menyiksa pria yang paling kubenci di dunia.

“Sayang, aku dibayar buat menuhin kebutuhan biologis kamu, bukan buat ngobrol hal-hal bulshit soal pernikahan. Kalau kamu mau nikah, cari gadis baik-baik di luar sana. Bukan aku.”

“Sera, ini serius. Semua kesalahanku di masa lalu—”

“Stop it!” Aku semakin mendekat ke arahnya, menempelkan jari telunjuk tepat di bibirnya.

“Kamu nggak harus jelasin apa pun, karena aku nggak mau dengar itu. Masa lalu udah berlalu. Buat apa dibahas lagi? Nggak ada gunanya. Buang-buang waktu aja.”

“Ra!”

Kali ini aku harus membekap mulutnya, mencegah kalimat lain terlontar dari sana. Meski hatiku jijik luar biasa bersentuhan dengannya, tapi aku masih bisa berpura-pura sebagai wanita manja di hadapan klienku ini.

“Baby, you want me or not?” tanyaku dengan tatapan menggoda, menjatuhkan harga diriku sendiri sebagai seorang wanita demi pekerjaan yang banyak dipandang rendah oleh orang-orang di luar sana.

Kulihat wajahnya memerah, entah menahan marah atau menyembunyikan gairah. Dengan cepat dia merogoh saku celana, mengambil sepuluh lembar uang ratusan ribu dan meletakkannya di meja dengan kasar.

Debam pintu menjadi tanda perpisahan kami malam ini. Dia pergi begitu saja, tak peduli aku belum memberikan layanan khusus padanya. Sama seperti sebelumnya, dia memintaku berhenti dari pekerjaan hina ini dan menjadi istrinya.

Sayangnya, itu hal yang mustahil. Bagaimana mungkin aku bisa melupakan semuanya? Luka yang membuatku terjebak dalam lingkaran setan ini.

Ingatanku kembali pada memori buruk malam itu. Dialah penyebab kehancuran hidupku. Pria asing kedua yang kupercaya, ternyata memiliki siasat busuk di dalam hatinya.

“Ra, Dika minta aku antar kamu buat fitting gaun pengantin,” ucap iblis berwujud manusia yang menghampiri saat aku keluar dari toko bunga tempatku bekerja. Langit senja membiaskan cahaya oranye di angkasa. Satu keindahan yang paling kusuka.

“Fitting gaun pengantin? Kan harusnya besok, Mas. Bukan hari ini.”

“Nggak tahu. Kamu lihat sendiri chat-nya.”

Meski awalnya ragu, aku meraih ponsel itu. Memang benar ada pesan yang memintanya mengantarku ke butik langganan keluarga mereka.

“Masih nggak percaya?”

“Bukan gitu, Mas. Soalnya—”

“Kamu telepon Dika atau Mama. Tanya mereka, aku bohong atau nggak.”

“Maaf. Aku ... aku percaya, kok.”

Entah bodoh atau terdorong rasa tidak enak semata, aku menurut saja, masuk ke dalam mobilnya tanpa bertanya apa-apa.

Sepanjang perjalanan, aku bahkan tidak berani buka suara. Hanya sesekali memandang keluar jendela, juga jam tangan yang melingkar di lengan kiriku. Pria itu memang beberapa kali mengantar-jemputku saat Dika sedang sibuk dengan urusannya.

Langit semakin gelap saat aku menyadari kalau jalan yang kami lalui semakin sepi. Aku belum pernah melewatinya. 

“Mas Rian, ini kita nyasarkah, Mas?”

Aku memberanikan diri bertanya saat kulihat titik GPS di ponsel justru semakin jauh dari tujuan kami. Rasa gugup melanda, membuat rasa takut memenuhi dada.

Pria itu tetap bungkam, bahkan menambah kecepatan mobil yang membuatku mencengkeram hand grip di atas pintu. Dia seolah ingin menerbangkan mobilnya.

"Mas, berhenti! Aku mau turun!" ucapku dengan suara gemetar. Namun, hanya deru kendaraan yang terdengar. Tetap tak ada jawaban.

“Mas, ini kita mau ke mana?"

“Senang-senang,” jawabnya singkat. Kulihat senyum miring di bibirnya, bersama cengkeraman tangan yang semakin erat menggenggam kemudi.

“Kamu jangan gila! Istighfar, Mas. Aku calon adik ipar kamu.”

“Justru karena itu kamu, Ra. Kamu yang paling tepat kujadikan senjata."

Kali ini tawanya membahana, membuatku semakin yakin kalau ada yang tidak beres dengan isi kepalanya.

“Mas, kita pulang sekarang!”

Namun, mobil itu tetap melaju, tidak peduli dengan protesku. Berbagai doa kulantunkan dalam dada, berharap tidak akan ada hal-hal tak terduga nantinya.

Sayang sekali, yang terjadi justru sebaliknya. Dia membawaku ke sebuah vila yang gelap gulita. Decit rem terdengar memekakkan telinga, bersama kendaraan roda empat yang terhenti seketika. Sosok pria 178 cm itu keluar dari mobil, membanting pintunya sekuat tenaga.

Ini satu-satunya kesempatanku melarikan diri.

Aku segera mengambil langkah seribu, berusaha menjauhi pria yang kini melangkah memutari bagian depan mobil jeep-nya.

“Mau lari ke mana kamu?”

Dia menangkap tanganku, membuat langkahku terhenti seketika. Dia menyeretku untuk mengikutinya.

Aku terus meronta, berteriak sambil memukuli punggungnya. Namun, kedua telinganya tak lagi berfungsi. Dia dibutakan oleh kemarahan yang tidak kuketahui sebabnya.

Entah setan apa yang telah merasukinya. Dia mengangkat tubuhku seperti karung beras dan membawaku masuk ke salah satu kamar. Dengan kasar, menghempas tubuhku begitu saja.

Di tengah hujan lebat yang mengguyur vila, dia melecehkan harga diriku, mengambil mahkota paling berharga yang ku jaga untuk suamiku nantinya. Dia menikmati sesuatu yang bukan haknya dengan wajah tanpa dosa, bahkan tertawa bangga.

Aku menangis tergugu mengingat kejadian menyesakkan itu. Dia sumber malapetaka yang sudah melemparkanku ke dalam jurang nestapa, memberiku status gadis terhina dan terusir dari keluarga. 

Sekuat apa pun berpura-pura tegar, aku lunglai juga. Kakiku melemah, tidak bisa menahan bobot tubuhku sendiri. Bulir-bulir air mata menetes tanpa diminta. Dadaku terasa sesak. Rasanya, aku ingin amnesia. Melupakan semuanya.

Luka ini Adrian Mahendra Hutama penyebabnya. Sembuhkah jika aku menikam jantungnya?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alexandra Mata-mata sang CEO
9.1
Alexandra Johnson terjerat dalam kontrak rumit yang memaksa dirinya menjadi mata-mata untuk mengawasi seorang CEO ternama. Namun, sebuah insiden tidak terduga justru mengubah segalanya dan membuat nasib Alexa kini terjepit di antara dominasi dua CEO sekaligus. Terperangkap dalam situasi yang penuh risiko, ia harus menghadapi kendali dua pria berkuasa tersebut sembari menavigasi intrik dunia bisnis yang berbahaya dan penuh dengan tekanan emosional.
Sampul Novel Cinta Terlarang Sang Janda
8.7
Rio Darmawan adalah CEO muda sukses yang jenuh dengan tekanan perjodohan dari orang tuanya. Selama ini ia selalu menolak setiap calon pilihan keluarga karena merasa tidak ada yang serasi. Namun, pendiriannya goyah setelah bertemu Denanda Kusuma, seorang ibu tunggal yang tangguh dan memikat. Meski mendapat tentangan keras dari keluarganya, Rio bertekad memperjuangkan cintanya pada Denanda. Kini ia terjebak dalam dilema antara mengikuti kata hati atau patuh pada kewajiban keluarga.
Sampul Novel Dendam di Balik Cinta
8.8
Pasca kehancuran bisnis keluarga, aku memilih menikahi Kade Mitchell dan meninggalkan Jase Mitchell yang menangis pilu. Empat tahun berlalu, Kade wafat. Ibu tirinya, Katie Fuller, tega mengusirku dan anakku dari rumah. Terdesak tanpa perlindungan, aku terpaksa mendatangi Jase yang menyambutku dengan nada menggoda. Di balik keputusasaan ini, aku menyusun rencana untuk merebut kembali warisan yang dicuri Katie melalui tangan anaknya sendiri.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel Hanya Istri Kedua
9.3
Demi menyelamatkan ayahnya dari jeratan kebangkrutan, Anyelir terpaksa mengubur mimpinya sedalam mungkin. Ia setuju menjadi istri kedua bagi Serkan Alvaro, seorang pebisnis muda berdarah dingin yang sangat populer. Di balik bantuan finansial yang diberikan, motif Serkan menikahi Anyelir masih menjadi misteri besar. Kini, Anyelir harus menghadapi kerasnya kehidupan rumah tangga yang penuh tanda tanya. Akankah pernikahan ini memberikan kebahagiaan baginya?
Sampul Novel Kontrak Cinta - Love Contract
7.8
Demi melunasi utang dan membiayai pengobatan sang ayah, Mahesa rela menunda skripsinya untuk bekerja sebagai pelayan kelab malam. Di sana, ia bertemu wanita mabuk yang baru saja patah hati. Tak disangka, wanita itu tiba-tiba menawarkan pernikahan kontrak sebagai solusi finansial bagi Mahesa. Meski sempat ragu, Mahesa akhirnya menerima tawaran tersebut demi keluarganya. Kini, dimulailah kehidupan penuh sandiwara antara Mahesa dan istri barunya tersebut.