APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Disangka miskin diperantauan

Disangka miskin diperantauan

Sisil dan orang tuanya terus-menerus dikucilkan serta dianggap rendah oleh keluarga besar mereka. Karena dipandang miskin, ia dilarang terlibat dalam urusan keluarga. Tak tahan dihina, Sisil bertekad mengubah nasib dan mengangkat derajat orang tuanya di mata dunia. Ia memulai langkah besar untuk membuktikan kesuksesannya sekaligus membalas rasa sakit hati terhadap mereka yang dulu meremehkannya. Perjuangan Sisil pun dimulai demi sebuah harga diri.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ya tetap saja kamu menyusahkanku Anas, kamu pikir setiap kamu meminjam, aku tinggal memetik uang dari pohon?" ujar wak Jeni tidak mau kalah.

"Ya sudah kalau misalkan teteh tidak mau meminjamkan, tidak usah marah-marah seperti ini teh," bapak sudah mulai meninggikan intonasi suaranya, terlihat juga dari raut wajah bapak sudah emosi kepada kakak perempuannya ini.

"Berani kamu ngomong tinggi sama teteh? Heh Sisil, sebaiknya kamu menikah saja dengan juragan Wira, juragan Wira sempat menanyakan mu kepada uwak, daripada kamu harus jauh-jauh capek-capek kerja ke ibu kota, mending kamu jadi istri nya juragan Wira saja!" aku kaget dengan ucapan Wak Jeni, bisa-bisanya dia main jodoh-jodohkan aku kepada orang lain.

"Sudah sana pergi teh, tidak akan ada anakku yang menikah muda, apalagi dengan juragan Wira yang istrinya sudah ada 4!" tolak bapak dengan tegas sembari mengusir wak Jeni secara halus.

"Cihhh, so kaya sekali, Sisil! kalau kamu mau berubah pikiran untuk menikah dengan juragan Wira, datang ke rumah uwak, kita langsung segera mengadakan akad nikah!" Ucap uwak Jeni sambil berlalu.

***

"Mbak!" Tegur salah satu karyawan yang mengagetkan lamunanku.

"Eh kenapa?" tanyaku gelagapan.

"Hehe maaf mengagetkan, tadi aku panggil-panggil mbak malah melamun," senyumnya salah tingkah, sepertinya karyawanku ini merasa tidak enak karena telah mengagetkanku.

"Hehehe ya gapapa, ada apa nih?" tanyaku padanya.

"Mbak, bukankah ini alamat sekitar rumah mbak?" tanya karyawanku sambil menyodorkan secarik kertas bertuliskan sebuah alamat.

Aku membaca alamat itu, kecamatan Banyuresmi Garut, lalu aku membaca lagi alamat lengkapnya, loh ini bukanya alamat rumah paman Adit, tertulis juga nama pemesan disana adalah, Susi Susanti.

"Iya ini alamat salah satu keluargaku, ada apa emangnya?" ujarku bertanya.

"Coba mbak lihat, dia itu salah satu langganan kita loh, tapi bayar nya pake pinjol!" terang karyawanku, entah apa maksudnya dia memberitahu hal seperti ini kepadaku.

"Hahahah, yasudah biarkan saja, yang penting uang masuk ke kita, urusan dia dengan pinjol itu adalah urusan pribadi!" balasku padanya.

Aku tidak menyangka bahwa Susi adalah orang yang sering berhubungan dengan pinjol atau pinjaman online, mengaku sosialita tapi tukang minjem pinjol, sok-sokan hina-hina orang lain tapi ternyata dia juga tidak mampu untuk membeli barang cash.

Sifat uwak Jeni dan paman Adit itu berbeda, Paman Adit adalah orang yang tidak banyak omong cenderung lebih tidak peduli kepada kakak-kakaknya, belum lagi Paman Adit itu suami takut istri, sedangkan istrinya sendiri sama sama Julid seperti uwak Jeni, lengkap sudah semuanya.

Oh iya, aku belum menelpon adikku untuk menanyakan soal warna dress code di pernikahan Sintya nanti.

Tut

Tut

"Halo Lisa? Dress code pernikahan Sintya apa?" tanyaku pada Lisa lewat telfon.

"Warna hijau tosca, yang lain dikasih kain loh, keluarga kita saja yang tidak kak," ucap Lisa murung, sepertinya adikku ini sakit hati karena telah dibedakan oleh keluarga besar.

"Sudah jangan berkecil hati, lusa kakak akan pulang membawa baju baru, jangan beri tahu emak dan bapak ya kalo kakak mau pulang," aku mewanti-wanti Lisa untuk tidak memberitahu emak Dan bapak bahwa aku akan pulang, biar saja semua ini menjadi surprise.

Karena hari masih siang aku pun memutuskan untuk pergi ke butik, Aku membeli 5 set baju beserta sepatu tas dan juga sabuk nya untuk bapak.

Cukup sudah keluargaku dihina, aku ingin mengangkat derajat keluargaku, Aku tidak akan tinggal diam lagi, lihat saja!

Aku menghabiskan waktuku untuk berbelanja sekitar 4 jam, oh ya saat ini aku belum menemukan tambatan hatiku, toh usiaku baru 21 tahun, aku ingin menikmati dulu kesendirian dan menikmati masa muda.

Tak hanya waktu yang terbuang, uang pun aku cukup mengeluarkan kocek banyak, sekitar 15 juta, biarlah, toh untuk keluargaku ini.

****

Akhirnya hari keberangkatan ku untuk pulang kampung pun tiba.

"Aku disana sekitar 5 hari ya, titip toko," ujarku, lalu aku pun pamit kepada para karyawan ku.

Aku pulang menggunakan bis, perjalanan yang memang memakan waktu tidak terlalu lama membuatku terjaga, karena di perjalanan pun jalan tidak terlalu padat, jadi dipastikan aku akan sampai Garut dengan cepat.

Setelah tiba di sebuah Alfamart dan turun dari bus, aku lanjut menggunakan ojek karena memang untuk menuju desaku jika berjalan kaki cukup jauh, semilir angin membuatku sangat ingin cepat sampai ke rumah, aku merindukan keluargaku.

Saat sampai rumah, sepertinya sedang ada tamu, aku melihat banyak alas kaki di depan rumah.

"Asallamuallaikum," aku pun mengucap salam.

Semua orang yang ada di sana tertuju padaku sambil menjawab salam.

Aku melihat ada paman Adit dan bibi Santi beserta si lemes Septian dan juga Susi, Septian memutarkan bola matanya malas ketika melihatku.

Susi dan Septian sangatlah dekat, kaya kembar, kemana-mana selalu bersama, meskipun mereka hanya sepupu.

"Loh, kamu kok pulang ga bilang-bilang? Bapak kan bisa jemput di Alfamart depan!" ucap bapak sambil menyodorkan tangan nya untuk aku cium.

"Biar kejutan pak!" jawabku tersenyum.

Aku pun langsung ikut nimbrung di obrolan bapak dan juga keluarga paman Adit, aku kaget ketika melihat sertifikat rumah berada di genggaman Paman Adit.

"Apa itu paman?" tanyaku menyelidik, Entah mengapa firasatku jadi tidak enak.

"Ini sertifikat rumah bapakmu, Paman meminjam nya untuk paman gadaikan dulu, soalnya uang untuk pernikahan Sintya kurang," ucapnya enteng, aku sekilas menoleh ke arah bibi santi, aku sangat muak sekali melihat ke-angkuhan wajah bibi Santi, padahal dia kesini mau meminjam harta keluargaku.

Tanpa aba-aba, aku pun langsung merebut sertifikat rumah yang ada di tangan Paman Adit.

"Hei apa-apaan kamu? ga sopan ya sama orang tua!" sentak bibi Santi padaku, jika dulu aku takut pada bibi Santi, namun sekarang tidak lagi.

"Mohon maaf bi, sebaiknya bibi sekeluarga pergi dari sini, aku tidak ingin mengucapkan kata-kata yang lebih tidak sopan kepada orang yang lebih tua," ucapku ramah namun dengan penuh penegasan.

"Kenapa kamu ribut sekali? bapakmu saja tidak masalah jika sertifikat rumahnya kami pinjam, kenapa kamu yang ribut? toh Rumah ini juga rumah warisan!" Paman Adit pun mengeluarkan pendapatnya.

"Mohon maaf paman, karena rumah ini adalah rumah warisan, maka harus aku jaga supaya tidak disita oleh pegadaian." aku masih bisa menahan emosiku saat ini.

"Kamu fikir kami tidak bisa membayar cicilannya? A, tolong didik anak aa ini supaya lebih sopan pada orang yang lebih tua!" pinta paman Adit pada bapak.

Bapak hanya menatapku lalu menggelengkan kepalanya, itu bapak memberi isyarat padaku agar aku menyerahkan sertifikat rumah itu kepada Paman Adit.

Haruskah aku memberikannya?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Code Name Amaryllis
8.6
Indonesia tahun 2050 hancur akibat korupsi yang melumpuhkan hukum. Demi memulihkan keadilan, Presiden membentuk lembaga rahasia berisi pemuda berbakat dengan peralatan mutakhir. Mereka bergerak di balik bayang-bayang untuk menghancurkan konspirasi para pejabat korup. Cerita ini berfokus pada agen muda berkode Amaryllis yang mempertaruhkan nyawa dalam misi penuh intrik dan aksi berbahaya. Sebagai harapan terakhir bangsa, mampukah Amaryllis menumpas akar kejahatan di tanah air?
Sampul Novel Dalam Genggaman Sang Penguasa
7.9
Jonathan Smith berhasil mengubah nasibnya dari kemiskinan menjadi orang terkaya di kota Rivera berkat kecerdasan dan kerja kerasnya. Meski banyak rival bisnis dan musuh berusaha menjatuhkannya, ia tetap tak tergoyahkan di puncak kekuasaan. Kerajaan bisnisnya justru kian perkasa dan tak tersentuh setelah ia resmi menjabat sebagai Perdana Menteri. Kini, Jonathan berdiri angkuh mengendalikan segalanya dari kursi kepemimpinan tertingginya.
Sampul Novel Dinginnya Bodyguard, Hangatnya Cinta
9.4
Nyawa Alexa, pewaris dinasti politik, terancam bahaya. Ayahnya menugaskan Rafael, mantan pasukan khusus yang kaku dan disiplin, sebagai pengawal pribadi. Meski Rafael berusaha menjaga batas profesional, pesona Alexa perlahan meruntuhkan pertahanannya. Di tengah intaian musuh, sebuah godaan muncul. Bagi Rafael, melindunginya dari pembunuh adalah tugas rutin, namun tantangan terberatnya justru menahan perasaan agar Alexa tidak jatuh hati padanya.
Sampul Novel I Love You, Om Bodyguard!
8.6
Demi melunasi utang sang ayah, Mayzura terpaksa menghadapi pernikahan dengan pria tua. Saat mencoba melarikan diri bersama kekasihnya, ia diselamatkan oleh Sadewa dari ancaman penjahat. Sadewa pun ditugaskan menjadi pengawal pribadinya hingga hari pernikahan tiba. Namun, kedekatan mereka justru memicu perasaan cinta yang tak terduga. Mampukah Sadewa melewati segala rintangan demi Mayzura? Lantas, apa rahasia besar di balik identitas asli sang bodyguard?
Sampul Novel Jebakan Utang Mafia
8.8
Evelyn Rossi terjebak utang warisan kakeknya pada Riccardo Valentini, pemimpin Kartel La Sanguina yang kejam. Bekerja di kedai pizza yang menjadi kedok transaksi ilegal, Evelyn menjadi target obsesi sang mafia. Meski sempat kabur dan dilindungi bos mafia Rusia, Nikolai Volkov, selama empat tahun, Riccardo akhirnya menculik Evelyn kembali. Kini, Evelyn terperangkap dalam persaingan berdarah antara Riccardo yang posesif dan Nikolai yang mencintainya secara mendalam.
Sampul Novel Nelangsa TAKDIR
8.7
Pertemuan kembali setelah belasan tahun memicu obsesi gelap bagi Caleb. Saat Eddith gagal mengingat masa lalu mereka, kebahagiaan Caleb berubah menjadi kekejaman yang tak terduga. Pria tanpa belas kasihan itu kini menguasai hidup Eddith sepenuhnya. Meski Eddith berusaha melawan dan menolak, hasrat Caleb justru semakin membara. Di bawah ancaman rasa sakit yang lebih hebat, Eddith terjebak dalam cengkeraman takdir pria yang kini ia sebut sebagai seorang bajingan.