APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ditolak oleh Jodohku, Direbut oleh Alfa Musuh

Ditolak oleh Jodohku, Direbut oleh Alfa Musuh

Sepuluh tahun mengabdi, impian Luna menjadi hancur saat Alpha Bara mengkhianatiku demi selingkuhannya, Dina. Bara memfitnahku mandul dan memerintahkan hukuman cambuk perak hingga aku sekarat di hutan. Di ambang kematian, aku justru terbangun sebagai tawanan Alpha Reno Mahesa, musuh bebuyutan kawanan kami. Sambil menatap lukaku, dia mengulang hinaan yang menghancurkan hatiku: benarkah aku hanya serigala betina tak berguna yang kini dibuang?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sudut Pandang Jasmine:

Naluriku yang pertama adalah memohon. Keinginan untuk bertahan hidup, mentah dan putus asa, mencakar melewati rasa sakit.

"Tolong," bisikku, suaraku serak. "Tidak ada gunanya. Bara tidak akan membayar tebusan untukku. Dia mengusirku. Dia... dia pikir aku mandul."

Kata itu terasa seperti racun di lidahku.

Reno Mahesa tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya mengamatiku, wajahnya topeng bayangan yang tak terbaca. Keheningannya lebih menakutkan daripada ancaman apa pun.

Tiba-tiba, getaran terasa di kakiku. Ponselku, masih di saku jinsku. Benda itu bergetar lagi dan lagi.

Reno mengangkat alis, sebuah pertanyaan tanpa suara. Tanganku terikat, jadi dia membungkuk, jari-jarinya menyentuh pahaku saat dia menarik ponsel dari sakuku. Itu adalah kontak singkat yang tidak disengaja, tetapi kehangatan aneh menjalari tubuhku, kontras dengan rasa dingin yang memenuhi pembuluh darahku.

Dia membuka kuncinya dengan satu usapan dan matanya memindai layar. Getaran itu berhenti. Dia memegang ponsel itu agar aku bisa melihatnya.

Layar itu dipenuhi notifikasi dari Dina.

Pesan demi pesan, rentetan kekejaman.

Dina: "Sudah pindah ke rumah Alpha. Jauh lebih besar dari kamarku yang lama."

Dina: "Baju-baju lamamu ada di kantong sampah di teras. Perlu kubakar untukmu?"

Lalu datanglah foto itu.

Itu adalah foto dirinya dan Bara, berpelukan di kamar tidur utama. Kamarku. Ruangan yang telah kuhabiskan bertahun-tahun untuk mendekorasinya, mengisinya dengan selimut lembut dan lilin beraroma. Bara menatapnya dengan tatapan yang ku dambakan selama satu dekade—tatapan kelembutan yang posesif dan tanpa penjagaan.

Perutku mual. Gelombang mual menyapuku.

Di bawah foto itu ada satu pesan terakhir.

Dina: "Sebentar lagi, aku akan memiliki gelar Luna, Dewi Bulan akan memberkati anak kami, dan kau tidak akan punya apa-apa."

Tidak punya apa-apa. Kata itu bergema di ruang hampa tempat jantungku dulu berada.

Saat aku menatap gambar pria yang kucintai bersama wanita lain, di tempat tidur kami, panas aneh menyala jauh di dalam diriku. Itu bukan kemarahan, tidak sepenuhnya. Itu adalah gelombang energi liar yang tak terkendali, penderitaan fisik yang lahir dari pengkhianatan emosional terdalam. Darahku terasa seperti mendidih, kulitku meremang karena demam. Itu adalah rasa sakit karena penolakan, racun perak, dan sesuatu yang lain... sesuatu yang kuno dan purba yang terbangun oleh kehadiran Alpha yang berdiri di hadapanku.

Aku meronta-ronta melawan tali, isak tangis tertahan keluar dari tenggorokanku. "Hentikan! Tolong, hentikan saja!"

Tali itu, yang melemah karena gerakanku yang panik, tiba-tiba putus. Tubuhku terhuyung ke depan, melewati tepi tebing.

Untuk sepersekian detik, hanya ada desiran udara dan pemandangan bebatuan bergerigi di bawah. Aku jatuh.

Kemudian, gerakan kabur.

Reno bergerak dengan kecepatan yang tidak manusiawi. Dia melintasi jarak di antara kami dalam sekejap, lengannya yang kuat melingkari pinggangku, menarikku kembali dari tepi jurang. Dia menarikku keras ke dadanya, punggungku membentur otot yang kokoh.

Lengan telanjangnya menekan secuil kulit yang terbuka di mana bajuku tersingkap. Saat kulitnya menyentuh kulitku, itu terjadi.

Sebuah sengatan, dahsyat dan terang seperti sambaran petir, menjalari seluruh tubuhku. Itu tidak menyakitkan. Itu... segalanya. Arus energi murni yang membuat setiap ujung saraf bernyanyi. Serigala batinku, yang tertidur dan berduka, tiba-tiba bergerak, mengangkat kepalanya dan mengeluarkan lolongan pengakuan tanpa suara.

Reno membeku. Aku bisa merasakan ketegangan tiba-tiba di tubuhnya, bagaimana otot-ototnya menjadi kaku. Napasnya tercekat.

Tatapannya, yang tadinya dingin dan penuh perhitungan, kini menjadi lautan kebingungan yang bergejolak dan sesuatu yang lebih gelap, sesuatu yang sangat posesif.

"Kau mau mati?" geramnya, suaranya getaran rendah di punggungku. Tapi kemudian, kemarahan itu sepertinya terkuras darinya, digantikan oleh kelembutan yang enggan. "Aku meremehkan kekejamannya."

Dia perlahan melonggarkan cengkeramannya, tetapi tidak melepaskannya sepenuhnya. Dia membungkuk, wajahnya dekat dengan leherku. Aku merasakan napas hangatnya di kulitku saat dia menarik napas, panjang dan dalam.

Aroma tubuhnya memenuhi inderaku—aroma pinus yang liar dan bersih setelah badai, bercampur dengan udara dingin yang tajam dari badai salju yang akan datang. Itu kuat, memabukkan, dan jiwaku seolah mengendur, mengenali aroma yang telah dicarinya seumur hidup.

Serigalanya puas. Aku bisa merasakannya. Gemuruh rendah yang senang bergema di dadanya.

Dia dengan lembut menggunakan ibu jarinya untuk menyeka noda darah dari sudut mulutku. Sentuhannya bukan lagi sentuhan seorang penculik. Itu adalah sesuatu yang lain sama sekali.

Matanya terkunci pada mataku, gelap dan intens.

"Aku akan membuat kesepakatan denganmu," katanya, suaranya gumaman rendah yang membuatku merinding. "Kembalilah padanya. Ambil cincin peninggalan orang tuamu. Yang dia pakai."

Dia berhenti, tatapannya tak tergoyahkan. "Bawa itu padaku, dan aku akan membiarkanmu pergi bebas."

---

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amanda Rhea
9.1
Amanda Rhea terlempar kembali ke masa lalunya, di mana ia bertemu lagi dengan sosok pria bernama Hagana. Sebuah ikatan misterius menyatukan Amanda dengan putri Haga secara tidak terduga. Namun, ancaman besar mengintai saat iblis dari alam mimpi mulai menampakkan diri dan mencelakai orang-orang di sekitar Amanda. Di tengah teror yang kian nyata, mampukah benih cinta antara Amanda dan Hagana bersemi kembali seiring takdir yang terus mempertemukan mereka?
Sampul Novel Chasing Vampire
9.1
Julian Donyoung, vampir berusia dua abad, mengembara demi membalas dendam atas kematian ibunya sejak perang klan tahun 1822. Meski enggan berurusan dengan manusia, ia justru jatuh hati pada Elena Karenina yang ceroboh. Namun, situasi berubah mencekam saat identitas Elena terungkap sebagai keturunan musuh bebuyutannya, klan Oyster. Akankah cinta mereka bertahan, ataukah dendam masa lalu memicu pertumpahan darah baru di antara kedua kekasih ini?
Sampul Novel Intuition
9.4
Hanna dituduh menghabisi nyawa orang tuanya sendiri saat berusia sembilan tahun hingga harus mendekam di penjara anak. Setelah sepuluh tahun berlalu, ia berhasil melarikan diri dan bertahan hidup di jalanan yang keras. Pertemuan tak terduga dengan teman lama membawanya masuk ke dalam sebuah komplotan demi menuntaskan dendam masa lalu. Namun, rencana itu goyah saat Hanna justru jatuh cinta pada putra dari sosok yang telah menghancurkan hidup keluarganya.
Sampul Novel Mendadak Menjadi Permaisuri ke 6
9.1
Seorang dokter genius masa kini tiba-tiba terbangun dalam tubuh permaisuri abad ke-17 yang baru saja diceraikan Pangeran Keenam. Meski dikhianati demi wanita lain, ia tidak peduli dan memilih fokus membangun karier medis dengan ilmu modernnya. Keahliannya memikat hati rakyat hingga Sang Kaisar sendiri. Awalnya ia menolak cinta, namun takdir menyeretnya ke dalam dilema emosional antara perasaan terlarang dan pengorbanan besar yang harus ia tentukan.
Sampul Novel Perjuangan untuk Arda
8.9
Arda merupakan seorang pemuda yang memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya demi mengadu nasib di Yogyakarta. Sebagai anak rantauan, ia harus menghadapi berbagai tantangan hidup di kota yang asing baginya. Cerita ini mengikuti perjalanan emosional Arda dalam berjuang demi masa depan yang lebih baik, sembari menavigasi kehidupan barunya di tengah dinamika budaya Yogyakarta yang khas serta rintangan yang menguji keteguhan hatinya.
Sampul Novel Si Bodoh yang Luar Biasa
8.1
Renggin Ang sering dihina sebagai sampah keluarga, padahal ia mewarisi darah legenda Duata Hun. Kedamaian sirna saat para master Benua Yu menyerang demi sebuah buku misterius bertajuk NOVEL. Renggin dan adiknya, Ampy, menyaksikan ibu mereka tersedot ke buku tersebut sementara sang ayah mengorbankan nyawa demi keselamatan mereka. Kini, Renggin harus bertahan hidup dan berjuang membebaskan jiwa ibunya yang tersegel dalam buku kuno itu dari cengkeraman musuh.