APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DUA HATI YANG TERPISAH

DUA HATI YANG TERPISAH

Kehidupan Maya terasa sunyi dan tanpa makna sejak kepergian Rama yang dicintainya. Namun, sebuah peristiwa tak terduga mendadak mengubah segalanya. Secara mengejutkan, Maya dipertemukan dengan sosok pria yang sangat mirip dengan mendiang kekasihnya. Tidak hanya rupa yang serupa, pria tersebut juga memiliki sifat dan kepribadian yang hampir identik dengan Rama. Kehadiran sosok ini membawa gejolak baru dalam hati Maya yang selama ini dirundung kesedihan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Maya berdiri sendirian di tengah kerumunan orang di sebuah acara di Jakarta. Dia mengamati sekeliling dengan hati-hati, mencoba mencari wajah yang akrab di antara orang-orang yang bergerak dengan riuh.

MAYA

(membisikkan)

Acara ini benar-benar ramai.

Tiba-tiba, pandangannya tertarik pada seorang pria yang berdiri tidak jauh darinya. Dia tampak tampan dengan senyuman yang menghancurkan hati. Pria itu melihatnya dan tersenyum, membuat Maya merasa seperti dunia berhenti sejenak.

RAMA

(dengan ramah)

Halo, apa kabar?

Maya terkejut, tetapi senyuman Rama membuatnya meleleh.

MAYA

(kurang yakin)

Halo. Baik-baik saja. Bagaimana denganmu?

RAMA

(santai)

Baik juga. Nama saya Rama.

MAYA

(senyum malu-malu)

Maya. Senang bertemu denganmu, Rama.

Mereka berdua terus berbicara dan tertawa sepanjang malam. Mereka merasakan ikatan khusus yang sulit dijelaskan. Setiap percakapan dan sentuhan ringan membuat hati mereka berdegup kencang.

Setelah beberapa jam, acara tersebut berakhir dan mereka harus berpisah. Maya dan Rama saling bertukar nomor telepon, berjanji untuk tetap berhubungan. Namun, di dalam hati mereka, mereka tahu bahwa ada rintangan besar yang menghalangi mereka.

Maya kembali ke apartemennya dengan perasaan campur aduk. Dia menatap layar ponselnya, berharap Rama akan menghubunginya. Namun, dia juga sadar bahwa dia sudah memiliki pacar yang setia. Dia merasa terjebak dalam konflik batin yang sulit.

MAYA

(berbicara pada dirinya sendiri)

Apa yang sedang terjadi dengan kita, Maya? Kamu sudah memiliki pacar yang mencintaimu. Tapi mengapa hatimu terus berpaling pada Rama?

Maya merenung sejenak, mencoba memahami perasaannya yang rumit. Dia tahu bahwa dia harus memikirkan hubungannya yang sudah ada dan tidak mengkhianati pasangannya. Namun, ketertarikan dan perasaan yang dia miliki terhadap Rama tidak bisa dia pungkiri.

Dalam kesendirian, Maya terus berjuang dengan perasaan bersalah dan pertanyaan moral tentang apa yang seharusnya dia lakukan. Dia ingin mengikuti hatinya, tetapi dia juga tidak ingin menyakiti orang yang mencintainya.

Saat malam berlalu, Maya memutuskan untuk tidur dengan harapan bahwa waktu akan memberinya kejelasan. Dia berbaring di tempat tidurnya, memikirkan pertemuan tak terduga dengan Rama dan perasaan yang dia rasakan.

MAYA

(dalam hati)

Aku harus memikirkan ini dengan hati-hati. Keputusan ini tidak boleh diambil dengan gegabah. Aku harus memikirkan kesetiaan dan tanggung jawabku terhadap pasanganku.

Maya menutup matanya, berusaha meredakan gelombang emosi yang menghantamnya. Dia tahu bahwa dia harus mencari kejelasan sebelum membiarkan perasaannya berkembang lebih jauh.

***

Maya duduk sendirian di sudut kafe yang nyaman, menyeruput secangkir kopi hangat. Pikirannya masih dipenuhi dengan pertemuan tak terduga dengan Rama. Dia memainkan sendok di atas meja, memikirkan apa yang seharusnya dia lakukan.

Tiba-tiba, Rama masuk ke kafe dan melihat Maya. Dia tersenyum dan berjalan mendekat.

RAMA

(dengan senyuman hangat)

Halo, Maya. Bolehkah aku bergabung?

Maya tersenyum gugup dan mengangguk. Dia merasa jantungnya berdetak lebih cepat saat Rama duduk di hadapannya.

MAYA

(dengan senyuman malu-malu)

Tentu, silakan duduk.

Mereka memesan minuman dan mulai berbicara. Waktu terasa berlalu dengan cepat saat mereka saling berbagi cerita tentang hidup mereka. Maya belajar bahwa Rama adalah seorang seniman yang mencintai lukisan dan mengekspresikan diri melalui karya seni. Rama juga tertarik mendengar tentang pekerjaan Maya sebagai desainer grafis.

MAYA

(dengan penuh minat)

Aku suka melihat karya seni. Apakah aku bisa melihat beberapa lukisanmu suatu saat?

RAMA

(senang)

Tentu, aku akan senang sekali menunjukkan karya-karyaku padamu.

Mereka terus mengobrol dan tertawa, merasakan ikatan yang semakin kuat di antara mereka. Maya merasa nyaman dan terbuka dengan Rama, seperti tidak ada halangan di antara mereka.

Namun, Maya tidak bisa mengabaikan kenyataan bahwa dia sudah memiliki pacar yang setia. Dia merasa bingung dengan perasaannya terhadap Rama dan berusaha menenangkan dirinya sendiri.

MAYA

(dalam hati)

Aku harus berhati-hati. Aku tidak boleh membiarkan perasaanku berkembang lebih jauh. Aku harus tetap setia pada pasanganku.

Namun, semakin sering Maya bertemu dengan Rama, semakin sulit baginya untuk menekan perasaannya. Dia merasa terbagi antara tanggung jawabnya dan keinginannya untuk mengikuti hatinya.

Mereka terus bertemu, menghabiskan waktu bersama, dan semakin dekat satu sama lain. Setiap momen yang mereka bagikan membuat Maya semakin tergila-gila pada Rama. Namun, dia juga merasa bersalah karena dia tahu dia tidak boleh membiarkan perasaannya berkembang lebih jauh.

Suatu hari, Maya duduk sendirian di kamarnya, memandangi foto dirinya dan pasangannya. Dia merasa terjebak dalam kebingungan dan konflik batin.

MAYA

(dengan suara lembut)

Apa yang seharusnya aku lakukan? Aku mencintai pacarku, tapi perasaanku terhadap Rama semakin kuat. Apakah ini hanya keinginan sementara atau ada sesuatu yang lebih dalam?

Dia merenung sejenak, mencoba mencari jawaban dalam dirinya sendiri. Namun, semakin lama dia merenung, semakin sulit baginya untuk menemukan kejelasan.

Maya tahu bahwa dia harus membuat keputusan yang sulit, tetapi dia juga tahu bahwa dia harus menghormati perasaannya sendiri. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan mencari kejelasan sebelum mengambil langkah apa pun.

***

Maya duduk di sofa apartemennya, memikirkan pertemuan terakhirnya dengan Rama. Dia merasa bersalah karena dia sudah memiliki pacar yang setia. Maya menatap ponselnya, berharap Rama akan menghubunginya.

Namun, di dalam hatinya, dia juga tahu bahwa dia harus mempertimbangkan kesetiaan terhadap pasangannya saat ini. Dia merasa terjebak dalam konflik batin yang sulit.

MAYA

(berbicara pada dirinya sendiri)

Apa yang sedang terjadi dengan kita, Maya? Kamu sudah memiliki pacar yang mencintaimu. Tapi mengapa hatimu terus berpaling pada Rama?

Dia terus berjuang dengan perasaan bersalah dan pertanyaan moral tentang apa yang seharusnya dia lakukan. Setiap kali dia berbicara dengan Rama, perasaannya semakin kuat dan sulit untuk diabaikan.

Maya mencoba mengalihkan perhatiannya dengan bekerja keras di kantor dan menghabiskan waktu bersama pacarnya. Namun, pikirannya selalu kembali pada Rama.

Suatu malam, Maya duduk sendirian di teras apartemennya, menatap bulan yang bersinar terang di langit malam. Dia merenung tentang cinta dan kesetiaan.

MAYA

(dalam hati)

Apa arti cinta sejati? Apakah itu berarti kita harus mengorbankan perasaan kita demi kesetiaan? Atau apakah kita harus mengikuti hati kita dan mengambil risiko?

Maya merasa terombang-ambing dalam pertanyaan-pertanyaan ini. Dia mencoba mencari jawaban di dalam dirinya sendiri, tetapi semakin dia mencari, semakin rumit perasaannya.

Pada suatu pagi, Maya menerima pesan dari Rama. Dia merasa hatinya berdebar saat membacanya.

Rama: "Hai, Maya. Aku ingin bertemu denganmu. Bisakah kita bertemu di kafe favorit kita?"

Maya duduk di tepi tempat tidurnya, memegang ponselnya dengan tangan gemetar. Dia tahu bahwa pertemuan ini akan menghadapinya pada pilihan sulit antara cinta dan kesetiaan.

Maya memutuskan untuk bertemu dengan Rama, tetapi dengan hati yang berat. Dia tahu bahwa dia harus berbicara dengan jujur ​​dengan Rama tentang situasinya.

Mereka bertemu di kafe favorit mereka, tempat mereka sering menghabiskan waktu bersama. Maya tampak gelisah, tetapi Rama tetap tenang.

RAMA

(dengan penuh perhatian)

Apa yang sedang terjadi, Maya? Kamu terlihat khawatir.

MAYA

(dengan suara lembut)

Rama, aku harus jujur ​​denganmu. Aku sudah memiliki pacar yang mencintaiku. Aku tidak bisa mengkhianati dia.

Rama menatap Maya dengan perasaan campur aduk di matanya.

RAMA

(dengan suara terguncang)

Aku mengerti, Maya. Aku juga merasakan hal yang sama. Tapi kita harus mempertimbangkan kesetiaan kita masing-masing.

Mereka duduk di kafe, terdiam dalam keheningan yang tegang. Mereka menyadari bahwa meskipun ada ikatan khusus di antara mereka, ada tanggung jawab yang harus mereka pertimbangkan.

Maya memegang tangan Rama, mencoba menenangkannya.

MAYA

(dengan lembut)

Kita harus tetap setia pada pasangan kita, Rama. Ini adalah keputusan yang sulit, tetapi kita harus menghormati komitmen kita.

Rama mengangguk, tetapi mata mereka masih penuh dengan keinginan dan keraguan.

Mereka berdua berpisah dengan perasaan campur aduk. Maya kembali ke apartemennya, merasa sedih dan bingung. Dia tahu bahwa dia telah membuat keputusan yang benar, tetapi hatinya terasa hampa.

Maya duduk sendirian di kamar tidurnya, menatap langit-langit dengan air mata di matanya.

MAYA

(berbisik pada dirinya sendiri)

Aku harus tetap kuat. Aku harus menghormati komitmenku. Tapi mengapa hatiku terasa hancur?

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta satu malam dengan boss
9.0
Terjebak dalam tawaran tak terduga, seorang wanita mempertanyakan alasan bosnya memilih dirinya. Tanpa ada rasa cinta, pria berkuasa itu dengan dingin menyatakan bahwa dia hanya menginginkan kepuasan fisik semata. Meski dikelilingi banyak wanita, sang bos hanya tertarik pada tubuhnya untuk memuaskan hasrat pribadinya. Kini, dia harus menghadapi kenyataan pahit menjadi pemuas keinginan sang miliarder dalam hubungan tanpa status yang sangat murni transaksional.
Sampul Novel Crossing Love
9.6
Miya Tamama adalah gadis polos yang menyimpan trauma masa kecil hingga dunianya kehilangan warna. Di tengah hidup yang kelabu, muncul Tamama Kunai, putra konglomerat sekaligus investor di sekolahnya yang memberi warna baru di hati Miya. Meski mendapat kasih sayang dari kakaknya, dokter Koko Tamama, ternyata ada pria lain yang juga mengamati Miya secara rahasia. Akankah cinta sang pewaris mampu menyembuhkan luka lama dan mengubah takdir hidup Miya selamanya?
Sampul Novel Dokter Tampan dan Pasien
8.9
Han Jang Woo dikenal sebagai dokter berbakat yang memikat di rumah sakitnya. Di sisi lain, Kim Ae Jin adalah pasien yang selalu kabur saat pemeriksaan payudara karena merasa sangat malu di hadapan Jang Woo. Namun, di balik interaksi canggung tersebut, tersimpan sejarah kelam yang tidak diketahui orang lain. Rahasia masa lalu mereka mulai terkuak, mengungkap bahwa hubungan keduanya jauh lebih rumit dan mendalam daripada sekadar pertemuan antara dokter dan pasien.
Sampul Novel DON'T PLAY GAMES WITH ME
8.7
Pasca menikah di Pakistan, Adiba dan Syden menetap di Rusia. Gangguan mistis mulai menghantui Adiba serta ibu mertuanya di rumah baru mereka, namun Syden terus bersikap skeptis. Tragedi besar terjadi saat Adiba keguguran, memicu amarahnya untuk menuntut balas atas kematian sang buah hati. Sambil bersumpah demi Allah, wanita Pakistan ini tidak akan membiarkan siapa pun menghalanginya. Siapakah dalang keji di balik teror yang menghancurkan hidup Adiba?
Sampul Novel Hasrat Nikmat Perselingkuhan
9.7
Zhea merintih dalam gairah yang memuncak, meremas dadanya sendiri sambil menanti penetrasi dari suaminya, Muchlis. Meski kulit putih dan tubuhnya sudah siap menerima sentuhan intim, Muchlis yang berusia 34 tahun justru mengalami kendala seksual. Alat vitalnya tak kunjung menegang meski Zhea sudah sangat mendamba. Dalam kekecewaan yang tertahan, Zhea akhirnya hanya bisa pasrah dan membiarkan suaminya sekadar bergesekan demi mencapai kepuasan sepihak di ranjang mereka.
Sampul Novel Istri Rahasia Tuan CEO Dingin
8.0
Hidup Deana hancur setelah orang tuanya wafat. Kini, ia terdesak ancaman preman yang menagih utang besar keluarganya. Demi keselamatan nyawa, Deana nekat menjual kesuciannya kepada pria asing bernama Marvin. Namun, Marvin justru memberikan tawaran tak terduga yang bisa menghapus seluruh beban finansialnya. Deana diminta melahirkan seorang anak untuknya. Meski menjadi solusi instan, kesepakatan dingin ini justru menjadi awal dari masalah baru yang lebih rumit.