APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Duda Kuat

Duda Kuat

Dalam setahun, Satria telah menikah tujuh kali, namun semua istrinya meminta cerai. Mereka tidak sanggup menghadapi stamina ranjang Satria yang luar biasa, di mana ia menuntut pelayanan tujuh kali sehari. Fenomena aneh ini membuat Satria bertanya-tanya tentang kondisinya. Apakah kekuatan fisik yang berlebihan ini merupakan efek samping dari obat misterius pemberian almarhum kakeknya saat ia masih sekolah? Sekuel dari kisah Kepincut Janda Tetangga.
Bab
Bagikan

Bab 3

Satria dan Ramlan sudah duduk di kursi sebuah restoran baso yang cukup terkenal di kawasan perbatasan antara Bekasi dan Jakarta. Masing-masing sudah menghabiskan dua gelas es teh manis karena kehausan sepanjang perjalanan.

Gadis yang bernama Salsa belum juga datang. Perut Ramlan sudah keroncongan, begitu juga Satria.

"Coba lu telepon, Ram, udah di mana teman lu itu?" tanya Satria sambil melirik jam tangan barunya. Jam tangan yang memang ia pakai pada saat-saat tertentu seperti ini, guna menarik perhatian lawan jenis.

"Dia itu, teman dari teman sepupu ipar saya, Bos. Jadi bukan teman saya."

"Ya sama aja Ramlan! Kan lu yang mau ngenalin ke gue. Masa iya gue nanya sama temennya temen sepupu ipar lu?" Satria mulai merasa taringnya sebentar lagi akan keluar. Ramlan terbahak, sambil mengeluarkan ponselnya.

"Yah, pantesan daritadi gak nyambung, Bos. Saya baru ingat, saya gak ada pulsa," kata Ramlan sambil menyeringai lebar. Satria memutar bola mata malasnya, lalu mengeluarkan ponselnya yang berlogo apel digigit, kemudian ia berikan pada Ramlan.

"Potong gaji lu ya?" ancam Satria dengan ujung bibir kanan yang naik sedikit.

"Jangan pelit-pelitlah, Bos. Harus banyak sedekah biar urusan kita dipermudah."

"Ya udah cepat sana telepon!" Satria sudah semakin tidak sabar. Bolak-balik ia menatap ke area parkir, berharap wanita cantik dan kuat yang diceritakan Ramlan segera datang.

"Gak diangkat, Bos. Duh, ke mana tuh orang ya? Biasanya tidak pernah telat," gumam Ramlan sambil menyerahkan kembali ponsel Satria.

Seorang wanita turun dari motor gede memakai jaket hitam, kaca mata hitam, helem besar warna hitam, dan juga sepatu booth warna hitam. Karena meja pilihan Satria dekat dengan parkiran motor, sehingga tampilan cewek mengendarai moge seharga setengah milyar menjadi pusat perhatian hampir semua pengunjung restoran.

"Nah, itu dia, Bos," tunjuk Ramlan dengan mata berbinar.

"I-itu, cewek naik moge itu?" tanya Satria dengan mata mendelik kaget. Detak jantungnya tiba-tiba saja semakin tidak beraturan, bukan karena parasnya yang cantik. Satria sedang memikirkan berapa uang belanja yang harus ia berikan jika ia beristrikan wanita yang memakai moge seharga setengah milyar.

"Pulang yuk!" ajak Satria pada Ramlan. Duda itu menarik tangan Ramlan. Tentu saja temannya itu kebingungan dengan sikap Satria. Tadi saja sudah tidak sabar ingin bertemu, sekarang giliran sudah tiba, malah mengajak pulang.

"Bos, ye ... masa pulang? Kenapa emangnya? Tungguin dulu, dia lagi beresin jaketnya." Ramlan menahan lengan Satria dan menarik bosnya itu untuk duduk kembali di kursi.

"Ram, lu yang bener ajalah kalau ngasih gue kenalan cewek. Motornya aja setengah milyar harganya Ramlan. Gue mau ngasih uang belanja berapa kalau dia jadi bini gue? Semp*ul gue dilelang juga belum tentu bisa kebeli itu motor." Satria menggaruk rambutnya yang tidak gatal.

"Halo, Bang Ramlan, dan ini pasti Bang Kuat ya? Perkenalkan saya Salsa." Gadis berwajah manis berambut panjang itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Pada Satria dan juga Ramlan.

"S-saya Satria," ujar Satria gugup.

"Loh, namanya bukan Bangku?" tanya balik Salsa yang tidak paham dan terus saja memperhatikan lelaki berwajah tampan di depannya ini.

"Kok Bangku?" Kali ini Satria dan Ramlan bertanya secara serempak.

"Iya, katanya nama Abang Kuat, ya BangKuat'kan, kalau namanya Satria, berarti BangSat. Benar tidak? Hayo, pilih, mau saya panggil Bangku atau Bangs*t?" Ramlan tertawa lebar di balik kerah baju yang ia angkat untuk menutupi mulutnya.

"Gak ada yang saya pilih, Mbak. Panggilan saya Satria," jawab Satria dengan wajah merah antara menahan malu dan juga marah.

"Oh, Bangs*t aja kalau gitu ya?"

"Jangan disingkat, Mbak. Duh, lengkap saja manggilnya, Satria atau Abang Satria," terang Satria lagi.

"Oke, saya setuju BangS*t juga gak papa. Eh, Bang Satria maksudnya," ujar Salsa sambil memperlihatkan barisan giginya yang rapi.

"Wah, udah habis dua gelas kayaknya nih. Saya boleh pesan makanan atau minuman tidak?" tanya Salsa pada dua pria yang masih tidak bersuara sambil memandangnya.

"Boleh, Mbak, pesan aja." Satria menyodorkan buku menu ke depan Salsa.

"Mbak, saya mau pesan!" panggil Satria pada salah satu pelayan restoran baso yang tengah berdiri tak jauh dari meja kasir. Wanita pelayan itu datang sambil menyunggingkan senyum ramah.

"Ya, Mas, mau pesan apa?" tanya pelayan itu sambil memegang pensil dan buku catatan kecil.

"Saya baso telur dan ...."

"Saya baso urat, Bos. Minumnya es teh manis lagi saja," sela Ramlan dengan tak sabar.

"Mbak pesan apa?" tanya Satria pada Salsa. Wanita kurus tinggi semampai ini terlihat sangat menjaga pola makannya, hal itu bisa dilihat dari postur tubuhnya yang lebih mirip anggota girl band Korea.

"Baso beranak ada, Mbak?" tanya Salsa pada pelayan itu.

"Ada, Mbak."

"Anaknya berapa?"

"He he he ... saya gak hitung, Mbak."

"Sukurlah, saya kirain baso di sini pada ikut program KB. Dua anaknya saya gak mau ya. Saya maunya banyak anak." Salsa melirik Satria yang sudah berkeringat dingin.

"Baik, Mbak. Saya pesan baso beranak banyak mercon dua porsi, nasi goreng 2 porsi, tempe mendoan ada ya? Berarti pakai tempe mendoan. Jangan lupa kerupuknya yang banyak. Minumnya es kelapa jeruk 3 gelas dan jus timun 2 gelas."

Satria dan Ramlan saling pandang. Wajah keduanya sama-sama pucat pasi. Mereka sama sekali tidak menyangka, bahwa wanita yang bernama Salsa porsi makannya mengalahkan kuli bangunan jaman Fir'aun.

"Ram, gue ke kamar mandi dulu ya?" ujar Satria sambil berbisik.

"Mau ngapain?" tanya Ramlan ketakutan.

"Mau numpang nangis."

_Bersambung_

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta tanpa koma
9.2
Rudi sangat yakin bahwa Rindu merupakan cinta pertama sekaligus terakhir dalam hidupnya. Namun, takdir berkata lain saat sahabat karibnya, Jaka, justru merebut sosok wanita tersebut. Meski hatinya hancur, Rudi mencoba tegar dan mengikhlaskan keadaan. Walaupun banyak wanita baru yang silih berganti hadir mencoba mengisi hatinya, bayang-bayang masa kecil bersama Rindu tetap tak tergantikan. Akankah kesetiaan Rudi berujung manis? Simak perjuangan cinta Rudi dalam novel ini.
Sampul Novel Cinta yang Terkhianati
8.1
Pernikahan Aulia dan Arman kini hampa, menyisakan luka akibat sikap Arman yang dingin dan sering mabuk. Keadaan semakin memburuk saat Rika mengungkap perselingkuhan Arman dengan Maya. Hancur oleh kebenaran ini, Aulia memutuskan untuk mengakhiri sandiwara mereka. Ia langsung mengonfrontasi Arman dan menuntut kejujuran. Meski Arman terpojok, luka Aulia sudah terlalu dalam. Kini, ia harus memilih antara mempertahankan rumah tangga atau pergi demi harga dirinya.
Sampul Novel Gairah Liar Isteriku
9.5
Kehidupan rumah tangga Nara dan Rama terlihat harmonis bagi orang lain, namun di balik itu ia menyimpan kesepian mendalam. Nara pun terjebak dalam hubungan gelap dengan Arka demi mencari kebahagiaan. Segalanya berubah saat pesan singkat dari Arka mengancam akan membongkar rahasia tersebut. Kini Nara harus menghadapi badai pengkhianatan dan luka hati yang membara, sambil berjuang menemukan jati dirinya di tengah kekacauan cinta yang penuh dengan misteri.
Sampul Novel Love my adoptive father
7.9
Alexander Lux mengadopsi Bella Laurent dari panti asuhan sejak usia tiga belas tahun untuk mengobati luka hatinya. Meski awalnya Alex berjanji tak ingin menikah lagi, kebersamaan mereka justru menumbuhkan benih cinta terlarang yang sangat mendalam. Kehadiran Bella membawa warna baru bagi Alex hingga hubungan mereka menjadi sangat intim. Namun, romansa ini terancam saat orang tua Alex memaksanya dijodohkan dan sang mantan kekasih kembali muncul mengusik mereka.
Sampul Novel My Lovely Teacher
8.7
Zayn Abidzar adalah siswa SMA nakal dari keluarga berantakan yang akan segera lulus. Hidupnya berubah setelah bertemu Evelyn Green, guru muda di sekolahnya, dalam sebuah insiden tak terduga. Keduanya mulai berbagi luka masa lalu, termasuk pengkhianatan yang dialami Zayn. Benih cinta pun tumbuh di antara guru dan murid ini. Kini, mereka harus menyembunyikan hubungan rahasia tersebut dari dunia sekolah. Mampukah mereka menjaga perasaan itu tanpa ketahuan?
Sampul Novel (NOT) Your Ordinary Lab Girl
8.3
Meha, asisten lab mikrobiologi di Universitas Elephas, mendadak jadi tersangka pembunuhan berantai karena mayat ditemukan di tempat kerjanya. Bersama rekannya, Remi, mereka terjebak fitnah dan konspirasi politik kampus yang pelik. Demi membersihkan nama baik dan kelanjutan studinya, Meha terpaksa turun tangan memecahkan misteri tersebut. Namun, keberhasilannya justru memicu kasus baru, seolah ia adalah magnet bagi para pembunuh yang haus untuk diungkap aksinya.