APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

Terinspirasi dari kisah nyata, sebuah pernikahan yang telah berjalan selama enam tahun menyisakan sebuah tanda tanya besar. Meski status sudah bersuami, nyatanya sang istri masih tetap perawan hingga saat ini. Bagaimana mungkin hal tersebut terjadi dalam rumah tangga yang cukup lama? Jawabannya ada pada sang suami yang ternyata tidak mampu menyentuh istrinya. Ketidakmampuan ini membuat malam pertama yang seharusnya indah tak kunjung datang bagi mereka berdua.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku menata meja makan dengan aneka menu sarapan sehat untuk Mas Edwin, karena aku yang memasak serta mengolah semua makanan yang terhidang saat ini. Ya, walaupun saat ini ada bibik yang membantu pekerjaan di rumah,  tetapi aku lebih menikmati jika makanan aku olah sendiri.

Jangan tanyakan bagaimana termanjakannya lidah suamiku, yang sangat menyukai semua yang aku hidangkan. Semoga pagi ini pun ia kembali makan dengan lahap.

"Eh, Mas. Udah rapi. Makan yuk!" ajakku sembari menarik kursi makan untuknya. Digulungnya lengan baju kemeja hingga siku, lalu ia pun mencuci tangan pada mangkuk yang terbuat dari bahan melamin yang sudah aku sediakan.

"Aku ambilkan ya, Mas," ucapku lagi padanya. 

Kedua tanganku lincah menyendokkan satu centong nasi merah ke dalam piringnya dan juga telur orak-arik yang aku masak menggunakan margarin. Lelaki itu hanya tersenyum tipis, sambil menerima piring yang aku letakkan di depannya.

Memang selalu seperti ini, jika kami baru saja akan melakukan ritual dan ia lagi-lagi kalah. Wajah malunya begitu kentara, disusul senyumnya yang terlalu dipaksakan. Aku tahu dia malu dan tak enak hati, tapi lagi-lagi ia selalu saja tak mau pergi ke dokter dan itu yang menjadi masalahnya.

Byuur!

Huk!

Huk!

Edwin menyemburkan nasi merah yang baru saja ada di dalam mulutnya. Bahkan remah nasi yang keluar berhamburan dari mulutnya, mengenai wajahku.

"Eh, Mas. Ada apa?" tanyaku panik sambil memberikannya segelas teh hangat.

"Ini nasi apa sih? Bukan nasi goreng ya? Rasanya gak enak!" protesnya dengan wajah kesal.

"Iya, Mas. Ini bukan nasi goreng, tapi nasi merah," jawabku dengan suara lembut. Tanganku juga sibuk mengambil nasi yang tersangkut di rambut dan baju kaus yang aku pakai.

"Aku gak suka! Kenapa kamu buatin nasi merah? Emangnya di kepala kamu udah kehabisan ide untuk masak apa? Harusnya buka youtube. Jangan ngasal kayak gini masaknya," omelnya panjang kali lebar dan aku sebagai istri yang tingkat kesabarannya paripurna, mencoba untuk mengatur napas agar tidak emosi dengan ocehan Mas Edwin.

"Mas, justru aku terlalu cerdas saat ini, karena memasakkan kamu menu sehat," balasku dengan penekanan suara. Aku yang tadinya duduk di sebrangnya, kini pindah dan memilih duduk di sampingnya. Dia melihatku dengan kening berkerut dan raut wajah yang masih sangat kesal.

"Mas, nasi merah itu baik untuk hormon lelaki, karena nasi merah itu seratnya tinggi, Mas. Makanan ini bisa mencegah dan mengatasi EDIN," terangku dengan berbisik, mencoba memberi wawasan lain untuk Mas Edwin.

"EDIN itu apa? Kamu aneh-aneh saja," tanyanya balik dengan wajah kebingungan.

"EDIN itu ejakulasi dini. Penyakit kamu, Mas. Ayolah, Mas. Makan ya? Plis!" rengekku manja padanya. Aku tahu ia tak suka, dan tersindir dengan ucapanku. Buktinya saat ini ia berdiri dari duduknya, lalu pergi begitu saja meninggalkanku yang tergugu di ruang makan.

Lelakiku sudah membuka pintu depan, bersiap untuk berangkat ke kantor, tanpa menyentuh kembali sarapannya. Cepat aku tersadar. Gelas jus alpukat yang sudah aku buat setengah jam yang lalu. Buah alpukat madu dengan kualitas terbaik, aku buat jus tanpa campuran apapun.

"Mas, tunggu!" teriakku sembari berlari membawakan gelas jus alpukat ke teras depan. Dia sudah bersiap di atas motor Nm*x  dan baru saja selesai memakai helem.

"Apa lagi? Kamu masih pagi jangan buat mud aku turun dong!" suaranya meninggi. Motor ia mundurkan dengan mesin yang sudah menyala. Aku terus saja mengikutinya sambil menyodorkan gelas jus alpukat.

"Mas, kamu'kan gak mau sarapan. Jadi, minum aja jus ini," aku memberikan jus alpukat pada suamiku. Mas Edwin memutar bola mata malasnya, lalu dengan terpaksa menerima gelas dari tanganku. Didekatkannya permukaan gelas pada hidungnya.

"Jus apa ini? Bukan  jus sawi atau jus bayam'kan? Baunya aneh!" protesnya lagi masih asik memandangi sekaligus membaui permukaan gelas.

"Mas, ini cuma jus alpukat. Biar kamu sehat dan kuat," jawabku lagi dengan senyuman manis. Ia pun menyerah dan akhirnya mau memasukkan pinggiran gelas ke dalam mulitnya.

"Cuih!"

"Puh!"

"Puh!"

Mas Edwin kembali meludahi jus yang sudah susah payah aku buat untuknya.

"Duh, Maria! Kamu bikin aku kesal saja. Masuk sana! Aku gak mau minum jus atau makan nasi merah. Aku sehat dan kamu aja yang gak bisa ngertiin aku!" teriaknya melengking, hingga bibik yang tengah menjemur baju di samping, ikut memperhatikan kami.

"Mas, tapi ini minuman yang sehat untuk kamu, Mas. Di dalam alpukat mengandung vitamin C, K, dan B yang sangat penting untuk kelancaran peredaran darah, menuju organ-oragan vital pada tubuh. Termasuk senjata kamu, Mas. Biar bisa bangun,"  jawabku lagi tak ingin menyerah.

"Aku gak ngerti sama kamu Ria! Udahlah, aku mau ke kantor!" Mas Edwin pun meninggalkan pekarangan rumah dengan mengeber motornya. Ia kesal dengan apa yang pagi ini aku lakukan. Padahal ini semua demi kebaikannya.

Hatiku kembali resah. Rumah besar kami aku pandangi dengan seksama. Mobil ada, motor punya tiga. Pembantu ada, supir juga ada. Pekerjaan bagus. Namun sayang, senjata suamiku tak bisa berbuat apa-apa. Jujur aku ingin sekali memiliki anak dan hidup berumah tangga sebagaimana mestinya orang lain. Sayangnya, Allah masih memberikan ujian yang tak tahu kapan akan berakhir.

Lamunanku buyar, saat dering telepon nyaring terdengar. Kulangkahkan kaki masuk ke ruang tengah, untuk mengangkat panggilan itu.

"Hallo, assalamualaykum."

"Wa'alaykumussalam. Maria, siang ini bisa ketemu Mama gak? Ada yang mau Mama kenalin ke kamu. Kandidat wanita yang siap hamil anak Edwin."

"Hah?! Apa?"

****

Bersambung

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dark Love
8.0
Albert Kenzi Erdinata terjebak dalam dendam masa lalu atas kematian tragis ibunya. Ia bertekad menghancurkan hidup Akira, putri dari wanita yang dianggapnya bertanggung jawab. Setelah menculik dan merusak kehormatan Akira, Albert menjebaknya menjadi asisten pribadi demi menyiksanya lebih jauh. Namun, kedekatan mereka justru menumbuhkan benih cinta yang tak terduga. Kini Albert harus memilih antara membalas dendam atau mengikuti kata hatinya saat rahasia masa lalu mulai terungkap.
Sampul Novel Dia Mengambil Rumah, Mobil, Dan Hatiku
8.4
Dunia Flora runtuh saat Kevin meminta cerai demi cinta lamanya yang kembali. Tanpa air mata, Flora justru menuntut mobil mewah, vila megah, dan separuh harta bersama sebagai syarat perpisahan. Kevin terkejut, baru menyadari bahwa selama ini istrinya adalah otak genius di balik kesuksesan finansialnya. Setelah kehilangan sosok kunci dalam hidup dan bisnisnya, Kevin kini harus berjuang keras demi memenangkan kembali hati Flora yang telah dia lepaskan.
Sampul Novel Dignity ( Demi Harga Diri)
9.4
Delapan tahun menikah, Suri Hidayah menghadapi kehancuran rumah tangga karena Prasetyo, suaminya, berubah angkuh sejak menjadi direktur. Pras kerap merendahkan Suri dan membandingkannya dengan Murni, atasan yang dianggapnya sempurna. Di tengah luka, Suri bangkit memperbaiki diri dan merintis usaha rajut. Takdir mempertemukannya dengan Damar Adhiyatna, pengusaha benang sekaligus mantan suami Murni. Lewat kerja sama barter, Suri berjuang memulihkan harga dirinya di tengah konflik cinta yang rumit.
Sampul Novel FANTASI LIAR MR. DOMINAN
9.5
Jenny Wilson terjebak dalam dilema antara Liam Anderson, pria dominan yang ingin mewujudkan fantasi liarnya, dan Ares Martin, bosnya yang menuntut. Setelah malam penuh gairah yang melanggar batas profesional dengan Ares, Jenny kian bimbang. Liam, mantan sahabat Ares, bertekad melatih dan memenangkan jiwa Jenny meski kepercayaan sulit didapat. Di tengah persaingan sengit ini, Liam siap mempertaruhkan segalanya demi memiliki Jenny selamanya sebelum Ares merebutnya.
Sampul Novel Kau Menebar Dusta di Hatiku
9.3
Liyana bekerja sebagai ART di rumah Rafly dan Nadya yang dilanda krisis. Setelah memergoki Nadya selingkuh, ia dijebak misi rahasia oleh Alvin untuk menggoda Rafly demi uang pelunasan hutang keluarga. Meski awalnya terpaksa, keluguan Liyana justru menjerat Rafly dalam gairah tersembunyi. Kini, hidupnya penuh ketegangan saat rahasia mulai terkuak. Di tengah dominasi Rafly yang misterius, Liyana harus berjuang menahan perasaan agar tidak hancur dalam dunia pria itu.
Sampul Novel King Cat and The Lovely Librarian
8.5
Raja Edward Forester dari Centurion Land berubah menjadi kucing oranye akibat kutukan penyihir Amaraca dan terlempar ke masa depan. Stefany, seorang pustakawati di Houston, menemukannya dalam kondisi lemah dan merawatnya. Keajaiban muncul saat mereka bisa berkomunikasi lewat telepati. Meski Edward harus kembali ke masa lalu demi menyelamatkan rakyatnya dari penyihir jahat, ia mulai mencintai Stefany. Akankah ia pulang atau tetap tinggal di masa kini?