APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel GADIS PENURUT TUAN MAFIA

GADIS PENURUT TUAN MAFIA

Calvin adalah pemimpin mafia yang sangat ditakuti. Keluarganya dikenal kejam, bahkan ada yang memakan jasad lawan. Bisnisnya meliputi kebun ganja hingga senjata ilegal yang sulit dilacak polisi. Namun, sisi gelapnya terusik saat bertemu gadis cantik yang patuh layaknya robot. Meski masa lalunya kelam, senyum jujur sang gadis mulai meluluhkan hati Calvin. Akankah hubungan unik ini bertahan di tengah dunia kriminal mereka yang sangat berbahaya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Tubuh Shofia menghalangi Rafael. "Tolong Tuan Calvin! Tuan Rafael tidak bermaksud begitu, tolong ampuni dia. Saya akan segera merapihkan barang," ujar Shofia yang langsung pergi setelah mengatakan itu, meninggalkan Rafael yang diam bagaikan patung.

Calvin menepuk pundaknya lalu pergi dari sana, ia tak suka dipermainkan, jika saja gadis itu tidak bicara seperti tadi, ia pasti sudah mengeluarkan otak dari kepalanya.

Setelah semuanya pergi, Rafael yang langsung berlari ke kamar Shofia. Setelah sampai ia memegang kedua bahu gadis itu untuk menatapnya. "Shofia dengar! Aku pasti akan mengambilmu kembali, dan berhati-hati dengan pria itu, dia itu sangat kejam, jika terjadi sesuatu kau harus kabur!"

Shofia memegang lengan Rafael sambil tersenyum. "Anda tenang saja Tuan, saya akan melindungi diri saya sebisa mungkin."

Tiba-tiba Rafael mencium bibirnya, membuat gadis itu tak paham. Tapi ia menutup mata serta menikmati, mungkin ini ciuman perpisahan yang mereka lakukan, hubungan panas itu akhirnya berakhir sampai sini.

"Aku mencintaimu, Shofia." Perkataan itu membuat sang gadis itu tak paham, dia memandang Rafael dengan wajah bingung.

"Maksud anda?"

"Maaf aku baru bilang hal ini padamu, tunggu aku!" ujar Rafael, walau wajahnya cukup terpenuhi bulu tapi tak ayal dia sangat tampan.

Tapi selama ini ia hanya mengira hubungan mereka hanya majikan-bawahan, tidak lebih dari itu, tapi ia salah Rafael memiliki rasa padanya.

Shofia tersenyum. "Saya akan menunggu anda, Tuan."

.

.

Shofia sudah masuk kedalam mobil berwarna hitam yang terlihat sangat mahal, pasti pria ini benar-benar orang besar. Di kemudian ada seorang pria cukup muda yang duduk tenang, menunggu sang tuan yang masih mengobrol.

"Aku tidak menyangka, Tuan akan memilih gadis bekas kliennya seperti ini," ucap pria itu yang sekarang menatap Shofia dengan wajah sinis.

"Jika aku bisa memilih, aku ingin hidup bebas seperti gadis kebanyakan," ucap Shofia yang sekarang menatap keluar. Siapa yang tidak ingin hidup bebas, bersama keluarga yang mereka cintai bertindak sesuka hati, tapi ia hanya hidup dalam perintah yang akan memperpanjang umurnya.

Tak lama Calvin masuk dengan wajah yang menatap Shofia. "Jalankan mobilnya!"

Sepanjang perjalanan, Calvin terus memperhatikan membuat Shofia tak nyaman dan juga heran. "Apakah anda ingin bicara sesuatu, Tuan?"

"Ya, kenapa Tuamu Rafael seperti tak ikhlas melepaskanmu, apa yang kau punya?" tanya Calvin yang terlihat sangat tertarik dengan Shofia.

"Aku tidak punya apapun, Tuan," ucap Shofia sambil menunduk.

Tiba-tiba tubuhnya mendekat, membuat Shofia langsung mematung ditempat, apakah setelah membeli dia ingin mencobanya langsung? Gadis itu menutup matanya karena takut, tapi sebuah suara membuat membuat gadis itu membuka mata, ternyata Calvin hanya memasangkan sabuk pengaman, dan tersenyum jail padanya.

Tuan Rafael tidak pernah tiba-tiba seperti itu, dia akan bicara sebelum melakukan sesuatu, tapi Calvin seperti orang yang selalu membuat kejutan, ini sangat tak baik untuk jantung.

Cukup lama perjalanan membuat Shofia mengantuk, biasanya dia tidak pernah seperti ini. Sudah lebih dari satu jam mereka tak kunjung sampai membuat rasa lelah itu perlahan-lahan menjadi kantuk yang cukup mengangguk.

Calvin yang melihat itu, hanya menggeleng. "Kalau ingin ti--"

Belom sempat ia bicara, gadis itu sudah terjatuh di bahunya, membuat Calvin memandangnya. Sang supir yang melihat tidak sedikit kurang sopan ingin membangunkannya. "Tu---"

Tiba-tiba dari jendela supir Calvin mendaratkan telunjuk tepat di mulut, untuk membisikan pada pria itu untuk tidak udah bicara, membuat sang supir langsung terdiam tak berani.

Tiga jam berlalu terasa begitu cepat, baru saja Calvin juga ingin ikut terlelap, tapi mobil sudah berhenti menandakan kalau mereka sampai. "Sudah tiba Tuan."

Sopir itu keluar terlebih dahulu, sedangkan Calvin membuka sabuk pengaman keduanya, dan tiba-tiba Shofia jatuh ke pangkuannya. Membuat Calvin menghembuskan nafas kasar.

Wajah perlahan mendekat. "Bangunlah sebelum aku memperkosamu di sini."

Mata itu sukses terbuka, Shofia bangkit dari posisinya dan menunduk meminta maaf. "Maaf Tuan! Aku ketiduran."

Calvin tersenyum remeh. "Bangun dengan ancaman, cukup menarik."

Pria itu langsung keluar dari mobil, membuat Shofia hanya meringis, sebenarnya ia bangun saat jatuh di pangkuan itu, cuma dia berpikir pria itu akan membangkitkannya, tapi pria itu malah mengancam hal yang seharusnya tak ia takutin

Saat Shofia keluar dari mobil, banyak orang yang berbaris rapih Hingga depan rumah besar itu, ia tak kaget karena Rafael juga selalu mendapat hal ini dari para pengikutnya.

Dia berjalan dibelakang Calvin, mereka langsung menunduk saat pria itu berjalan dihadapan mereka, saat sudah masuk Shofia sedikit bejalan cepat untuk tau kamarnya, dia sudah sangat mengantuk.

Saat sudah berjalan beriringan, ia baru berani bicara. "Tuan! Aku ingin tanya tentang kamarku!"

Langkah itu berhenti dan Calvin berbalik arah. "Kau tidur di kamarku!"

Gadis itu terdiam saat mendengarnya. Ia mengerti kalau dia ini hanya pemuas nafsu belaka tadi tidur sekamar? Apa itu tidak terlalu berlebihan, tanpa ia sadari Calvin telah belajar cukup jauh darinya.

"Jika kau terus mematung di sana, maka Jangan pusing untuk mencaraiku!"

Dengan cepat Shofia mengejar Calvin yang langkahnya cukup cepat, seperti tengah menyiksanya, setelah lantai dua itu mereka taiki tibalah mereka sampai di kamar Calvin.

Tempat itu berwarna biru cerah dengan sprai abu-abu, dan juga peralatan lain yang berwarna hitam, tak ada lagi yang menarik. "Hhhmmm Tuan, apa anda yakin untuk tidur sekamar?"

"Aku tidak suka membual, berapa umurmu?"

"19 tahun."

"Cih, pria itu sudah mencabulimu sejak umur 16 tahun? Dia memang penjahat kelamin," ucap Calvin tak percaya.

"Tapi dia menyentuhku saat usiaku 17 tahun, Tuan."

Calvin mengangguk paham. "Kemarilah!"

Shofia menurut dan berjalan kearahnya. "Berputar!" ujarnya lagi, membuat Shofia juga melakukan hal yang sama.

"Bertingkahlah--seperti anjing!" ujar Calvin, ia kira gadis itu akan menolak tapi ia melakukan apa yang hewan itu lakukan, seperti menggonggong juga mengeluarkan lidahnya seperti anjing sungguhan.

Tiba-tiba gelak tawa terdengar, Calvin tertawa cukup kencang, tapi Shofia tak berkutik sama sekali. Setiap kali ia merasa tak punya harga diri, ia selalu teringat pesan ibunya yang sampai sekarang ia masih tak paham kenapa dia tega menjualnya. "Jadilah penurut, maka akan ibu akan memberikanmu hadiah, anak yang patuh akan disayang, dan anak yang membangkang akan mendapatkan pukulan."

Sejak hari itu ia selalu menjadi gadis penurut, tapi ibunya tetap saja meninggalnya, tapi ia berpikir mungkin dia masih kurang patuh pada ibunya, membuat dia ditinggalkan seperti ini. Itulah kenapa dia begitu patuh bagai orang bodoh hanya demi rasa sayang orang padanya, terbukti Rafael yang mencintai karena hal itu, tapi tetap saja dia meninggalkannya seperti ibunya dulu.

"Kau itu orang bodoh yang pernah aku temui," ucap Calvin tapi tak membuat Shofia berhenti. "Baiklah berhenti!"

"Apa ada hal yang ingin ada lakukan lagi, Tuan?" tanya Shofia.

"Tidak! Aku hanya heran kenapa kau seperti tak punya harga diri?" tanya Calvin yang sedikit heran.

"Karena si penurut akan di sayang dan si pembangkang akan mendapatkan pukulan."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amelia Bangkit, Balas Dendam Dimulai
9.2
Setelah delapan tahun berjuang demi kehamilan, Amelia justru mendapati suaminya, Aditya, berselingkuh dengan Nasywa yang tengah mengandung. Dorongan kasar Aditya mengakibatkan Amelia keguguran dan kehilangan segalanya. Lima tahun berlalu, Amelia bangkit menjadi sosok sukses dan berkuasa. Saat Aditya kembali dalam kondisi hancur untuk memohon pengampunan, Amelia hanya menatapnya dingin. Baginya, wanita lemah yang dulu mencintai suaminya itu telah lama mati.
Sampul Novel Anak Kembar Sang Mafia
9.3
Wilson Zavierson, pemimpin mafia Dragon, tak sengaja menghabiskan malam bersama Viyone Florencia. Kejadian itu membuat Viyone hamil, namun ia justru menikahi Jeff. Chris, putra mereka, kerap disiksa Jeff hingga nyaris tewas. Saat Viyone hancur akibat pengkhianatan Jeff, Wilson muncul menyelamatkannya dari penjara. Viyone pun terkejut mengetahui identitas asli penolongnya. Mampukah Wilson melindungi Viyone dan Chris, serta mempertemukan kembali putra kembar mereka yang terpisah?
Sampul Novel Anakku Tak Butuh Ayah Sepertimu
7.9
Alana nyaris tewas setelah diserang tiga pemuda di Gunung Lawu hingga terperosok ke jurang. Beruntung, ia diselamatkan oleh Arga, mantan anggota Kopassus yang kini menjadi buronan dan bersembunyi di hutan. Di tengah pemulihan luka fisik dan traumanya, Alana terjebak dalam dilema antara keinginan balas dendam atau bangkit kembali. Hubungannya dengan Arga yang keras namun protektif pun kian intens, memicu emosi baru yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Sampul Novel Balapan Terakhir Sebelum Dijodohkan
8.6
Raina, pembalap liar legendaris Jakarta berjaket kulit hitam, baru saja membuktikan ketangguhannya dengan mengalahkan Melia di lintasan balap. Namun, kejayaan di jalanan seketika sirna saat ayahnya memberi ultimatum keras melalui telepon. Ia dipaksa pulang untuk menjalani perjodohan dengan putra sahabat keluarganya. Di tengah kemelut batin dan air mata, Raina menolak menjadi boneka kendali orang tuanya demi mempertahankan kebebasan hidup yang ia cintai.
Sampul Novel Dilema Cinta Narkoboy
8.9
Andrean Kenzo, seorang gembong narkoba, terjebak dalam perjodohan dengan Tita Shanum yang menawan. Demi memenangkan hati gadis itu, Andrean harus bersaing sengit melawan musuh bebuyutannya sendiri. Namun, situasi semakin rumit saat Tita menyadari sebuah rahasia besar bahwa pria yang selama ini ia patuhi bukanlah ayah kandungnya. Di tengah konflik mafia dan asmara, siapakah yang akhirnya akan dipilih oleh Tita untuk mendampingi hidupnya?
Sampul Novel INNOMINATUS : THE LOST CHILD
8.8
Seorang profesor ambisius melontarkan kutukan pahit kepada seorang bocah tanpa identitas. Ia meramalkan bahwa sang anak akan hidup dalam kesendirian total, tanpa ikatan, dan kehilangan semua hasil kerja kerasnya karena dikhianati dunia. Namun, bocah itu tidak gentar. Dengan senyuman tipis yang penuh teka-teki, ia menantang balik pernyataan sang ilmuwan. Ia menegaskan bahwa akhir dari permainan takdir ini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan bagi siapa pun.