APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadisku UniQue

Gadisku UniQue

Uni merintih kesakitan saat Ares mencoba memasukkan sesuatu dengan hati-hati. Meski telah diminta untuk perlahan, rasa sakitnya membuat Uni membentak Ares hingga situasi menjadi panik. Ares akhirnya mengajak Uni ke kamar mandi demi kemudahan. Di luar ruangan, Deris yang tidak sengaja mendengar percakapan ambigu tersebut merasa sangat terkejut dan tidak percaya. Kesalahpahaman pun muncul akibat interaksi intens yang penuh ketegangan ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

PT. Madhyapada Indonesia itulah nama perusahaan keluarga Madhyapada yang sudah terkenal se- Asia. Madhyapada furniture perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan penjualan barang meubel serta pelayanan jasa design interior.

Perusahaan yang di dirikan oleh Kurniawan Madhyapada. Ia menikahi Mia dan mempunyai 1 putri yaitu Arselia dan 1 putra yaitu Aresqa. Kini putra nya lah yang memimpin perusahaan itu. Seorang CEO yang kejam, ketus, dingin tetapi tampan, begitulah rumor yang beredar dialah Aresqa Putra Madhyapada.

Brak..

"Apa-apaan ini?" suara Ares yang menggema membuat para karyawan takut.

"Ma... Maaf pak." ucap salah seorang karyawan.

"Saya tidak mau tau cepat bereskan, dalam 30 menit laporan itu belum selesai kamu saya pecat." sarkas Ares.

"Baik pak, segera saya selesaikan."

Ares pergi dari ruangan itu. Para karyawan bernafas lega setelah adegan yang menegangkan. Mereka tidak bisa berkutik lagi jika sang CEO sedang marah seperti itu.

Ares akan pergi ke ruangan Deris, tapi baru sampai pintu Ares mengurungkan niatnya. 

"Ck.. Dasar, di kantor pun mesum aja," decak Ares melihat kelakuan sahabat nya itu. 

Seorang wanita tampak sedang duduk di pangkuan Deris, kancing bajunya sudah terbuka. Mereka sedang berciuman yang sangat menggairahkan. 

"Hmph.. "

Clak.. 

Sampai suara ciuman mereka pun terdengar. 

"Hahh.. " mereka berhenti untuk menghirup oksigen. 

"Kamu cantik banget dan hot," bisik Deris, lalu kembali meraup bibir gadis itu. Tangannya pun tak mau diam, Deris memegang apa yang bisa ia jangkau. 

                              ***

Uni bergegas mandi dan bersiap-siap untuk bekerja ini hari pertamanya jadi jangan sampai telat.

"Selamat pagi semua." ucap Uni kepada ibu dan adik nya.

"Rapih bener ka." ucap Andreas. Melihat penampilan kakanya memakai kemeja putih, celana hitam. 

"Iya dong hari pertama kerja harus rapih, wangi." balas Uni.

"Ayo sarapan dulu." ucap Asri kepada ke 2 anaknya.

Setelah mereka selesai sarapan, Uni berpamitan kepada Ibu nya untuk berangkat kerja.

Restoran Sundanese

Mba Ana selaku karyawan senior langsung memberikan arahan kepada Uni.

"Sistem shift di sini biasanya dirolling tiap satu bulan sekali."

"Kamu bagian waiters, melayani pelanggan, mengantarkan pesanan."

"Jika ada yang tidak mengerti, kamu boleh tanyakan."

"Siap mba."

Uni merasa gugup karena ini kali pertama ia bekerja, biasanya ia hanya membantu Ibunya di warung kecil-kecilan.

"Selamat bergabung di restoran ini, semoga kamu betah ya disini." ucap mba Ana.

"Makasih ya mba Ana."

"Iya sama-sama."

Uni kembali ke dapur, ia harus mengantarkan pesanan ke meja pelanggan.

"Bismillah.. Semangat Uni." ucap Uni menyemangati dirinya sendiri.

Uni berjalan sambil membawa nampan berisi makanan menuju meja pelanggan.

"Permisi pak, bu, ini pesanannya." ucap Uni sembari meletakkan makanan di meja.

"Terimakasih."

"Sama-sama." balas Uni dengan tersenyum ia ingat pesan mba Ana, harus ramah kepada pelanggan.

Hari pertama bekerja rasanya cukup melelahkan karena pelanggan yang ramai terus berdatangan. Tapi, hati Ini merasa senang melakukan pekerjaan ini. 

Tak terasa waktu nya pergantian shift yang artinya Uni sudah boleh pulang. Setelah Uni membereskan barangnya, ia segera keluar restoran menuju tempat parkir motornya.

"Duluan ya mba," sapa Uni dengan ramah.

"Iya."

Sesampainya di rumah Uni tidak melihat siapapun. Ibu nya belum pulang.

"Rebahan dulu deh capek nih." ucap Uni.

Drrtt.. Drrtt..

Uni kaget ia terbangun setelah ada panggilan masuk di handphonenya. Uni melihat jam 5 sore.

"Hoamm.. Aku ketiduran padahal cuma rebahan bentar." ucap Uni kepada dirinya sendiri.

Uni keluar kamar, ia masih tidak mendapati orang di rumah.

"Mending aku masak terus mandi deh."

Setelah semua selesai Uni menunggu Ibu nya pulang sambil berseluncur di sosial media ia melihat ada loker di konter.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

"Eh, Ibu ko tumben pulang nya sore banget?" tanya Uni.

"Iya alhamdulillah rame tadi di warung." jawab Ibu Asri.

"Adek ikut?"

"Iya tadi mampir ke warung."

"Yaudah yuk makan, Uni udah masak."

Uni, Ibu Asri, dan Andreas menikmati makanannya walaupun dengan lauk seadanya.

"Gimana hari pertama kerja?" tanya Asri kepada Uni.

"Lumayan capek sih bu tapi Uni seneng ko."

"Di syukuri aja ya sayang." ucap Asri.

"Iya bu, makasih."

Walaupun hidup sederhana Uni selalu bersyukur telah di berikan rizki bisa makan nasi coba di luar an sana masih banyak yang lebih susah, ia juga di kelilingi orang-orang yang ia sayangi. 

Jam menunjukan pukul 6 pagi. Matahari sudah muncul dari permukaan.

Terlihat seorang laki-laki yang masih terlelap dalam tidurnya. Nampaknya tidak ada tanda-tanda ia akan bangun. Sampai ada seorang wanita paruh baya yang masuk ke kamarnya dan menyibakan gorden sinar matahari menembus jendela kamar.

"Silau tau." Ucap Ares sambil menutupi wajahnya dengan tangan.

"Sayang kamu ngga subuhan ya?" Ucap Mama Mia.

"Hmm.. ngantuk mah."

"Kamu ini, makanya cepet cari istri." Celetuk Mia.

"Apa hubungannya mah, udah ah masih pagi." Sewot Ares.

"Kamu ini sekarang seorang Ceo inget itu."

"Iya iya mamah ku sayang."

Setelah ceramah Mama Mia setiap pagi. Ares segera bersiap untuk berangkat ke kantor. Ia menuruni tangga karena letak kamarnya berada di atas.

"Adek sarapan dulu." Ucap Arselia kakanya Ares.

"Nanti aja deh di kantor, mau ada rapat telat nih." Balas Ares.

"Kan kamu bos besar nya, sebentar saja lah."

"Baik lah kaka ku yang cantik nan cerewet."

Di tengah tengah sarapan..

"Ares walaupun kamu jadi bos nya tapi kamu harus tetep disiplin." Ucap pak Kurniawan.

"Denger tuh de terus jangan galak-galak sama karyawan." Ucap Arselia.

"Yaudah kalo gitu Ares pamit semuanya Assalamualaikum." Pamit Ares.

"Waalaikumssalam."

Ares pun pergi dari meja makan.

"Lihat tuh anak mu tingkahnya persis sepertimu." Ucap Mia kepada suami nya.

***

Uni sedang berkendara menuju tempat kerjanya.

Saat di lampu merah ia bersebelahan dengan mobil yang waktu itu pernah menyerempetnya tapi Uni belum sadar. Kaca mobil itu terbuka.

"Ah sial, lama banget." Umpat Ares. Ya dia lah pemilik mobil itu.

Ares melihat ke luar jendela mobil, ia melihat gadis itu. Uni pun sama is melihat Ares. Sampai akhirnya lampu berubah hijau. Mobli Ares pun melaju.

Uni baru sadar setelah melihat plat mobil itu.

"Ya ampun itu kan mobil yang peranh nyerempet gue." Ucap Uni.

Ia berusaha mengejar tetapi mobil itu sangat cepat. Uni menghentikan motornya di pinggir jalan sambil melihat jam 7 kurang 15 menit.

"Duh gue lupa harus berangkat kerja." Gerutu nya.

"Awas aja kalo gue ketemu tuh mobil lagi, gue ingat betul plat nomornya!"

Sesampainya di tempat kerja Uni bergegas masuk.

"Selamat pagi Uni." Ucap Diki teman kerja Uni.

"Pagi." Balas Uni.

"Uni, tolong kamu rapikan meja ya. Biar saya pel lantai." ucap Ana.

"Baik mba."

*Di kantor

Saat di lampu merah tadi Ares ingat betul gadis itu yang pernah di serempetnya. Saat Ares melihat ke luar jendela mobil gadis itu juga melihatku. Untung lampu nya sudah berubah hijau. Ia langsung buru-buru tancap gas.

"Wey." Suara Deris mengagetkan Ares.

Deris adalah sahabatnya Ares sejak smp sekaligus sekertarisnya di kantor. Karena Ares percaya kepada sahabatnya itu. Awalnya sekertaris Ares seorang wanita tetapi ia tidak suka dengan tingkah para mantan sekertarisnya itu yang selalu menggoda nya.

"Bisa ga sih kalo mau masuk ketok pintu dulu." Ucap Ares dengan nada kesal.

"Udah gue ketok, lo nya aja yang budeg. Pagi-pagi udah ngelamun, ngelamunin apa sih?" Cerocos Deris.

"Kucing gue mau lahiran tapi bapak nya kabur." Ucap Ares asal ceplos.

"Hahaha.. gila lo kucing di pikirin." Deris tak henti hentinya tertawa geli.

"Udah ketawanya?buatin gue kopi dong gula nya dikit aja." Perintah Ares.

"Buat aja sendiri atau suruh OB, bye gue masih banyak kerjaan." Tolak Deris sembari meninggalkan ruangan Ares.

"Woy gue potong gaji lo." Teriak Ares.

Ares sempat terpikir untuk merekrut menjadi Asisten pribadinya yang bisa menyiapkan apa yang dia butuhkan masa iya harus Deris ogah yang ada di kira homo.

"Apa aku cari istri sekalian, ngga ngga jangan dulu." Pikirnya.

"Yang gue butuhkan asisten pribadi, biar bisa gue suruh-suruh," batin Ares, sembari tersenyum menyeringai.

Dasar ceo manja, maunya dilayanin terus.

Eh tapi, ada yang mau daftar jadi asisten pribadinya Ares? Coba komen

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Alya terjebak dalam keputusasaan saat ibunya, Kartika, butuh biaya medis besar dan donor organ langka. Di tengah krisis ini, Niko, pengusaha kaya yang mendambakan anak, menawarkan kesepakatan menjadi ibu pengganti demi kesembuhan Kartika. Meski ragu, Alya setuju demi nyawa ibunya. Namun, benih cinta tak terduga tumbuh di antara mereka, memicu dilema emosional. Saat rahasia besar terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Daddy's Princess (21+)
8.4
Dominic menjalani peran sebagai ayah angkat bagi Bee, namun kehadiran sosok dosen tampan bernama Nathan mulai mengubah dinamika kehidupan mereka. Hubungan ketiganya terjalin dalam narasi penuh emosi yang mendalam dan kompleks. Konflik hati serta ketegangan asmara mewarnai setiap babak perjalanan mereka, membawa pembaca menelusuri sisi dewasa dari sebuah komitmen. Sebuah kisah romansa modern yang menantang batas perasaan antara perlindungan dan cinta.
Sampul Novel Dendam Sang Pelukis: Cinta yang Ditebus
8.6
Alana Maheswari terjebak dalam pernikahan ketiga yang tragis. Damian, sang tunangan, justru menyiksanya demi menenangkan Elina. Setelah karier melukisnya dihancurkan dan tubuhnya ditinggalkan bersimbah darah di hutan, Alana menolak menyerah. Demi melindungi keluarga dan bisnisnya, ia menghubungi sosok misterius dari masa lalu. Ia sepakat menyerahkan seluruh asetnya dan melakukan pernikahan kontrak demi pelarian dan balas dendam yang setimpal.
Sampul Novel Dipaksa Menjadi Boneka Pribadi Sang Miliarder
8.0
Aluna bekerja keras di Hotel Aurelia demi biaya pengobatan adiknya. Namun, hidupnya hancur saat akun sistemnya dituduh membocorkan video rahasia Davin Elvard Renata dari Presidential Suite. Meski dijebak oleh rekan internal, miliarder itu tak peduli dan memaksa Aluna menjadi tawanan pribadinya sebagai bentuk tanggung jawab. Terjebak dalam konspirasi besar dan ancaman Davin, Aluna harus bertahan di tengah permainan kekuasaan yang penuh rahasia dan ketakutan.
Sampul Novel Gairah Liar Nayla
7.8
Nayla selalu percaya bahwa kehidupan pasti akan berakhir indah meski badai menerjang. Namun, keyakinannya diuji saat ia jatuh pingsan karena kelelahan di sofa rumahnya. Di tengah kondisi tak berdaya itu, seorang pria misterius yang telah merencanakan segalanya muncul mendekat. Dengan niat terselubung, ia mulai menyentuh tubuh Nayla yang sedang terlelap. Situasi menjadi semakin mencekam saat pria itu meraba dadanya, memicu reaksi tak sadar dari Nayla yang sedang tertidur.
Sampul Novel Janjinya, Kehancurannya
8.6
Malam puncak karier arsitekturku berubah menjadi kehancuran saat tunanganku, Baskara, memberikan hasil karyaku kepada cinta pertamanya. Aku dipaksa menjadi mentor wanita itu hingga mengalami kekerasan fisik yang berujung pada pemecatanku. Bahkan saat aku hamil anaknya, Baskara tega mencelakaiku di rumah sakit dan meninggalkanku berdarah. Muak dengan pengkhianatannya, aku memilih pergi jauh, mengganti identitas, dan menghilang bersama bayiku selama lima tahun.