APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel GAGAL MENIKAH KARENA ORANG KETIGA

GAGAL MENIKAH KARENA ORANG KETIGA

Hidup Yumna hancur seketika saat Ilham membatalkan lamaran mereka tanpa alasan yang jelas. Keputusan sepihak itu memicu gelombang fitnah dan hinaan kejam dari para tetangga yang terus menyiksa batinnya. Namun, di balik rasa sakit itu, sebuah rahasia besar mulai terungkap. Ada fakta mengejutkan mengenai alasan Ilham yang sebenarnya, yang ternyata berkaitan erat dengan peristiwa misterius delapan tahun silam. Kini, Yumna harus menghadapi kenyataan pahit tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ayah langsung duduk di samping Mas Dika. Wajah lelahnya masih terlihat jelas, peluh membasahi tubuh lelaki yang sangat mencintaiku itu. Untuk menghindari amarah, ibu meminta ayah mandi lebih dulu untuk melepas penat.

Aku bernapas lega ketika ayah tersenyum, lalu melangkah ke kamar mandi. Sekarang harus mencari tahu cara menyampaikan berita ini ke ayah. Lelaki paruh baya yang menjadi pahlawan untuk istri dan anaknya itu pasti sangat terluka ketika anak gadis satu-satunya harus ditinggal lelaki yang telah melamar dua minggu lalu.

"Telepon Ilham!" titah Mas Dika membuatku membelalakkan mata.

"T-tapi, Mas?" 

Mas Ilham mengembus napas kasar. "Telepon atau mas datangi langsung!" geramnya.

Ibu memegang tanganku dengan tatapan seakan meminta segera menelepon Mas Ilham. Aku takut Mas Dika melakukan kekerasan karena mereka seumuran, yaitu tiga tahun di atasku. Dengan ragu aku merogoh ponsel dan menelepon lelaki yang saat ini masih bersemayam dalam hati.

Panggilan ke tiga baru diangkat. Tanpa diduga, Mas Dika merampas ponsel itu dari genggamanku. Tangan kekarnya menekan ikon loudspeaker, lalu mengusap wajah kasar. Aku yakin, dia tersulut emosi.

"Maaf, Mas Ilham tadi ke luar–"

"Ini siapa?" potong Mas Dika cepat. Dia terlihat tidak sabaran.

"Nurul Hafizah."

Mas Dika menatapku penuh tanya, aku mengangkat kedua bahu sebagai tanda tidak tahu. Baru saja Mas Dika ingin menutup telepon, tiba-tiba terdengar suara Mas Ilham. Mereka mengobrol ringan yang kemudian harus berhenti karena Nurul memberitahu ada telepon untuknya.

"Halo?" sapa Mas Ilham dari balik telepon.

"Ilham, kalau kamu benar lelaki, datang ke rumah sekarang!" gertak Mas Dika.

"Sekarang tidak bisa karena ada urusan dengan ca ... maksudku dengan Nurul."

"Urusanmu dengan adikku belum selesai, aku tunggu sekarang atau aku yang datang langsung ke rumahmu!" 

Mas Ilham setuju dengan permintaan itu, suaranya gagap. Terdengar pula rengekan Nurul yang tidak terima hari ini batal jalan-jalan. Aku jadi curiga perempuan itulah yang menjadi alasan Mas Ilham memutuskan lamaran. Entah apa status mereka, tidak ada yang tahu.

Sepuluh menit kemudian, ayah keluar dari kamar dengan wajah berseri-seri. Aku merasa tidak enak jika saja senyum itu akan sirna dalam hitungan detik. Beliau duduk di samping ibu sekarang, lalu bertanya tentang apa yang membuat kami kumpul di ruang tengah padahal seharusnya melakukan kesibukan masing-masing.

"Ibu mau bicara, tapi tolong jangan marah." Ibu berusaha santai walau wajahnya terlihat tegang. "Tentang Ilham dan Yumna," lanjutnya.

"Kenapa? Ada masalah? Tanggal pernikahan tidak cocok atau apa? Ditunda?" kejar ayah.

"Ilham mem–"

"Ibu!" potongku seraya memegang bahu ibu. "Mungkin sebaiknya aku saja yang bicara pada ayah, Bu."

Setelah mendapat anggukan dari ibu, aku menarik napas panjang berulang kali. Tidak lama setelah itu, aku mulai menceritakan dari awal sampai akhir dengan suara gemetar dan air mata yang berbaris membasahi pipi. Ayah tercengang, kedua matanya membelalak sempurna.

Senyum itu benar sirna. Aku sangat terluka pun menyesal tidak mendengarkan Mas Dika. Kalau saja waktu itu aku menolak lamarannya, pasti tidak akan ada kejadian seperti ini. Keluarga kami hanya akan merasakan bahagia. Ataukah ini bagian dari ujian?

"Lalu, apa orangtuanya Ilham tidak ada tindakan apa-apa selain menelepon?" tanya ayah dengan suara lemah.

"Tidak, Yah, katanya terlalu malu untuk bertatap muka." Mas Dika yang menjawab.

Tatapan ayah kosong, aku jadi ingat kejadian dua hari sebelum lamaran. Orangtua Mas Ilham menelepon dan memberi kabar kalau beliau akan datang membawa rombongan keluarga dan seorang ustaz untuk meminang. Saat itu mata ayah berbinar sampai menangis haru, lalu beliau dengan gerak cepat menelepon saudaranya yang ada di kota untuk datang ke rumah menghadiri acara lamaranku.

"Ayah kenapa?" tanya Mas Dika saat itu.

"Adik kamu, Dik. Adik kamu mau dilamar laki-laki yang agamanya baik!" jawab ayah antusias.

Mas Dika tersenyum, langsung memelukku sejenak. Bahkan dia tidak merasa sedih jika aku menikah lebih dulu. Sebegitu sayangnya Mas Dika pada adik sendiri. Sementara ibu, beliau terus berucap syukur dan tidak sabar menunggu hari berikutnya.

"Ilham telah mencoreng nama baik keluarga kita. Lamaran yang dibatalkan ini akan menjadi buah bibir tetangga bahkan sampai satu kampung," lirih ayah masih dengan tatapan kosongnya memecah lamunanku.

***

Setelah salat asar, Mas Ilham sudah tiba di rumah. Dia sendirian padahal tadi saat menelepon sedang bersama perempuan yang entah siapa. Aku menggigit bibir dengan rasa was-was takut Mas Dika tidak bisa menahan emosi.

"Apa alasanmu memutus lamaran ini sepihak, Ilham? Juga kenapa tidak bicara langsung, melainkan hanya mengirim pesan." Ayah membuka percakapan. Mas Ilham terlihat biasa saja tanpa rasa bersalah.

"Tidak ada salahnya menyampaikan lewat pesan WhatsApp karena belum menikah, Pak. Orang yang sudah menikah saja bisa menalak istrinya dengan mengirim sms."

"Ilham!" bentak Mas Dika, dia berdiri dengan tangan terkepal. Beruntung ibu langsung memaksanya duduk kembali.

"Kalian datang ke sini dengan cara baik-baik, melamar dengan melibatkan ustaz pula. Kami terima dengan baik bahkan tanggal pernikahan sudah ditentukan. Lalu, kenapa sekarang tiba-tiba memutus lamaran tanpa diskusi atau memberi alasan yang masuk akal?" Ayah masih berusaha meredam amarah.

Mas Ilham menunduk, bibirnya terkatup rapat. Entah kenapa aku merasa kasihan juga pada lelaki itu. Walau bagaimana pun akhirnya dia datang juga ke sini meski tanpa orangtua atau keluarga lainnya yang menemani. Namun, tidak bisa disangkal bahwa luka yang berusaha aku balut kembali menganga.

Lelaki itu masih diam, tiba-tiba dari luar rumah muncul seorang perempuan yang memakai jilbab sepinggang. Dia cantik dan sangat manis. "Maaf, semuanya. Aku mau minta antar pulang sama Mas Ilham karena ibuku menelepon."

Semua pandangan mengarah pada perempuan itu. Mungkin dia yang bernama Nurul Hafizah karena suaranya persis saat di telepon tadi. Dada bergemuruh hebat karena terbakar api cemburu. Aku memang kalah cantik darinya.

"Maaf, Pak, Bu. Aku harus pamit mengantar Nurul pulang dulu." Suara Mas Ilham masih terdengar santai. Aku jengkel dibuatnya.

"Kamu lelaki tidak bertanggung jawab, Ilham!" geram Mas Dika mengarahkan telunjuk di depan wajah Mas Ilham.

"Aku tidak peduli kamu bilang apa, Dik. Satu hal yang pasti adalah aku bukan lagi calon suami adikmu, tetapi Nurul. Ya, ini perempuan yang berhasil memikat hatiku sehari setelah melamar Yumna."

Ayah berdiri hendak memukul Ilham, tetapi ditahan ibu. Aku tahu beliau naik pitam mendengar anaknya diperlakukan buruk seperti itu. Akan tetapi, aku tidak bisa berbuat banyak karena sekarang kami bukan siapa-siapa.

"Semoga Mas Ilham bahagia bersama Nurul," lirihku, lalu melangkah masuk kamar dengan hati hancur tanpa kepingan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga demi memisahkan Bastian dari kenangan mantan istrinya. Di sisi lain, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel CEO 1 Miliar Won
9.5
Kim Liu, pengacara muda yang selalu berbakti, terpaksa menyetujui perjodohan demi ibunya yang sakit parah. Ia menikah dengan Jung Jisung, CEO TJ Group yang kaya namun trauma akibat penculikan masa kecil. Meski awalnya dingin dan penuh rumor, Jisung perlahan luluh oleh ketulusan Liu. Namun, pernikahan rahasia mereka diguncang oleh kebencian ibu mertua, gangguan mantan kekasih Liu, serta intrik Song Minseo yang ambisius. Bisakah cinta tumbuh di tengah rahasia dan tekanan harta?
Sampul Novel Ditalak Tiga Lewat Telepon
8.3
Atira melepas impian karier demi mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya berakhir tragis saat sang suami menjatuhkan talak tiga hanya melalui telepon. Di tengah penderitaan tanpa nafkah, ia harus menghadapi kenyataan pahit: ibu mertuanya koma dan anak sulungnya hilang diculik. Kini, Atira berada di titik terendah hidupnya. Mampukah ia bangkit dari kehancuran ini untuk membuktikan kekuatannya kepada dunia? Simak perjuangan emosionalnya dalam kisah ini.
Sampul Novel Gelora Asmara Ratu Berlian
8.6
Intan Malika, yatim piatu yang tumbuh di panti asuhan, harus menelan pahitnya dikhianati oleh Zayn Alarik. Saat Intan hamil, Zayn menolak bertanggung jawab dan justru pergi ke luar negeri. Bertahun-tahun berlalu, Intan bangkit menjadi sosok sukses berjuluk Ratu Berlian. Kini ia kembali untuk membalas dendam pada keluarga Pradipta. Namun, kehadiran putra mereka yang merindukan sosok ayah membuat Intan bimbang antara dendam atau memaafkan masa lalu.
Sampul Novel Menjadi Ibu Susu
8.5
Viona, seorang wanita yang terjebak dalam dunia prostitusi dengan nama panggung Ros, mendapati hidupnya berubah drastis secara tidak terduga. Ia mengemban tanggung jawab sebagai ibu susu bagi bayi piatu bernama Melati. Di tengah tugas barunya itu, Viona dihadapkan pada tantangan emosional yang sulit. Ia harus berjuang menjalankan perannya dengan profesional sembari berusaha keras menahan perasaan yang mulai tumbuh terhadap ayah kandung Melati.
Sampul Novel Penikmat Sepupu Sendiri
8.7
Ethan Eduardo adalah miliarder Casanova yang memandang wanita sebagai hiburan sementara di tengah kesibukan bisnis legal dan ilegalnya. Kehidupan dinginnya terusik saat sepupunya, Ruby Seraphina Vogue, hadir mengejar cintanya dengan tulus. Namun, hubungan terlarang ini terhalang oleh restu keluarga, karena orang tua Ruby telah menjodohkannya dengan pria lain. Mampukah Ethan membuka hati dan memperjuangkan Ruby di tengah konflik keluarga serta perjodohan itu?