APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Sang Majikan

Gairah Sang Majikan

Kisah romansa dewasa ini menyoroti dinamika terlarang antara seorang majikan dan asisten rumah tangganya. Sang majikan tak kuasa menahan pesona kecantikan pembantunya yang begitu memikat, hingga percikan gairah di antara mereka meledak dalam hubungan intim yang penuh intensitas. Pembaca diharapkan bijak karena narasi ini dipenuhi adegan panas yang eksplisit, menggambarkan bagaimana keduanya terhanyut dalam godaan yang tak terbendung di dalam rumah.
Bab
Bagikan

Bab 2

Saat ini Bu Erna sedang bersiap-siap di dalam kamarnya, Bu Erna terpaksa memakai bedak karena tidak mau melihat majikannya jijik ketika melihatnya.

Setelah merasa rapi, Bu Erna pergi menuju kamarnya Pak Heru.

Dalam langkahnya, Bu Erna terus memikirkan cara, agar dia tidak sampai melakukannya, karena menurutnya, hal ini sangat tidak pantas dia lakukan, apalagi Bu Erna harus masuk ke kamar majikannya.

Bu Erna masih merasa heran dengan sikap majikannya, karena tidak biasanya majikannya bersikap seperti ini kepadanya, Apalagi memintanya untuk memijat tubuhnya.

Akhirnya Bu Erna tiba didepan pintu kamarnya Pak Heru.

Dengan perasaan campur aduk, Bu Erna terpaksa mengetuk pintu kamar majikannya.

Tok...Tok...Tok... "Permisi Pak." Ujar Bu Erna sambil mengetuk pintu.

"Masuk." Teriak Pak Heru dibalik pintu.

Saat ini Pak Heru sudah siap dengan misinya, Pak Heru hanya mengenakan celana kolor saja, sambil merentangkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.

Karena sudah mendapatkan izin, Bu Erna masuk kedalam kamarnya Pak Heru.

Setelah di dalam kamar, Bu Erna sontak kaget melihat Pak Heru hanya mengenakan celana kolor saja, sambil merentangkan tubuhnya diatas tempat tidurnya.

Bu Erna tidak sengaja melihat tubuhnya Pak Heru yang terlihat sangat kekar dan Sixpack, karena memang majikannya sangat gemar sekali berolahraga.

"Ayo bi masuk." Kata Pak Heru yang sudah tidak sabar ingin segera memulainya.

"I_iya Pak." Sahut Bu Erna sangat gugup.

Bu Erna melangkahkan kakinya dengan sangat berat, karena ini pertama kalinya dia masuk ke kamarnya Pak Heru.

Karena yang biasa membereskan kamarnya Pak Heru yaitu Yanti anaknya Bu Erna.

"Itu minyak urutnya Bi." Ucap Pak Heru sambil menunjuk ke arah meja yang tidak jauh dari tempat tidurnya.

"Ia Pak." Ucapnya lalu mengambil minyaknya.

Ingin sekali Bu Erna menolak permintaan majikannya, namun Bu Erna takut membuat majikannya marah, karena memang tugasnya hanya melayani perintah majikannya.

Sesampainya di dekat ranjang, Bu Erna berdiri sambil menunggu instruksi selanjutnya dari majikannya.

"Loh kok bengong, ayo Erna." Kata Pak Heru karena melihat Bu Erna hanya berdiri di tepi ranjang.

"Ba_baik Pak." Ucap Bu Erna sangat gugup, karena Bu Erna belum pernah melakukannya.

Bu Erna duduk ditepi ranjang, lalu membuka tutup botol minyaknya.

"Ma_maaf ya Pak." Bu Erna melumuri minyaknya ke tubuh Pak Heru.

"Kamu jangan terlalu gugup seperti itu, santai saja." Kata Pak Heru, karena melihat Bu Erna sangat gugup.

"I_iya Pak." Hanya itu yang Bu Erna katakan.

Tiba-tiba Bu Erna kepikiran Almarhum suaminya, yang sudah meninggal karena kecelakaan.

Sewaktu suaminya masih hidup, Bu Erna memang sering memijat tubuh suaminya, terkadang mengerik tubuh suaminya yang masuk angin.

Dan ini pertama kalinya Bu Erna melakukannya dengan majikannya.

Pak Heru terus menatap wajahnya Bu Erna, semakin lama Pak Heru melihatnya, Pak Heru melihat Bu Erna memang memiliki paras yang cantik, sehingga membuatnya semakin penasaran.

Walau Bu Erna tidak merias wajahnya, Bu Erna masih terlihat sangat cantik, Bu Erna hanya memakai bedak dengan harga yang sangat murah.

Pak Heru melihat ke arah payudaranya Bu Erna, seketika Otaknya langsung Traveling memikirkan isinya.

"Kamu sudah berapa lama menjanda?" Tanya Pak Heru lalu menatap Bu Erna dengan tatapan liarnya.

Mendengar pertanyaan itu, Bu Erna sangat kaget, karena tidak biasanya majikannya bertanya soal statusnya.

"Su_sudah 2 tahun Pak." Jawab Bu Erna sangat gugup, sambil terus memijat tubuhnya Pak Heru.

"Kalau boleh tau, selama kamu menjanda apakah kamu punya pikiran ingin berhubungan intim?" Tanya Pak Heru yang mulai oleng karena otaknya sudah sangat kotor.

Lagi-lagi Bu Erna kembali dikagetkan dengan pertanyaan majikannya, dan sekarang pertanyaan sangat diluar akal sehatnya, Bu Erna sangat malu untuk mengatakannya.

Pak Heru melihat Bu Erna sangat gugup ketika mendengar pertanyaan yang baru saja dia tanyakan.

Namun Pak Heru terus berusaha mengajaknya mengobrol, agar Bu Erna tidak terlalu kaku.

"Kamu kenapa Erna bengong terus, kamu jangan terlalu kaku, santai saja." Kata Pak Heru mencoba memecahkan keheningan.

"Ma_maaf Pak saya nggak biasa." Sahut Bu Erna sambil menundukan kepalanya, karena merasa malu.

"Saya mau kamu jangan terlalu kaku, kamu harus bisa lebih rileks." Pinta Pak Heru.

"I_ia Pak." Jawab Bu Erna patuh.

Bu Erna tidak berani melihat ke bawah, karena bagian itu sangat Rawan.

Pak Heru sudah tidak kuat lagi menahan hasratnya.

Tak lama tangan Pak Heru langsung memegangi tangannya Bu Erna, hingga membuat Bu Erna sangat ketakutan.

"Pak tolong lepaskan tangan saya Pak." Kata Bu Erna ketakutan, lalu menarik tangannya dari genggamannya Pak Heru.

Pak Heru tidak memperdulikannya, dia terus memegangi tangannya Bu Erna, yang sedang mencoba melepaskan tangannya.

Bu Erna terus mencoba melepaskan tangannya, Namun tangan Pak Heru sangat kuat, sehingga Bu Erna kesulitan untuk melepaskan tangannya.

"Pak tolong lepaskan tangan saya, saya mohon Pak." Pinta Bu Erna sembari memohon, agar Pak Heru bisa melepaskan tangannya.

Pak Heru sudah kehilangan akal sehatnya, hingga tidak memperdulikan rengekannya Bu Erna.

Pak Heru lalu menarik tangannya Bu Erna, hingga Bu Erna tersungkur di atas pelukannya Pak Heru.

Pak Heru langsung memeluk erat tubuhnya Bu Erna, lalu tangannya melingkar di punggungnya Bu Erna.

Saat ini Bu Erna sudah sangat ketakutan, karena menurutnya, hal ini sudah sangat kelewatan.

Bu Erna terus berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Pak Heru, namun lagi-lagi Bu Erna tidak bisa melepaskannya, karena tangannya Pak Heru begitu erat memeluk tubuhnya.

Melihat Bu Erna terus meronta-ronta, Pak Heru semakin tidak bisa menahan hasratnya.

Pak Heru langsung membalikan tubuhnya Bu Erna, setelah itu menindih tubuhnya Bu Erna.

Pak Heru memegangi tangannya Bu Erna, agar Bu Erna tidak bisa berontak.

"Pak tolong lepaskan saya. Saya mohon jangan lakukan ini Pak." Kata Bu Erna ketakutan.

"Saya mohon kamu jangan berontak, tolong layani saya, karena saya sangat menginginkannya." Ujar Pak Heru yang sudah kehilangan akal sehatnya.

"Saya mohon jangan lakukan ini Pak, saya takut Pak." Kata Bu Erna yang terus berusaha melepaskan tubuhnya dari himpitan Pak Heru.

"Kamu jangan takut, saya tidak akan menyakiti kamu, saya hanya ingin menyenangkanmu." Kata Pak Heru lalu menggesek-gesekan Penisnya ke bagian intimnya Bu Erna, karena Penisnya sudah sangat keras.

"Pak tolong lepaskan saya Pak, saya mohon Pak." Lagi-lagi Bu Erna hanya bisa merengek meminta belas kasihan majikannya.

Pak Heru sudah kehilangan akal sehatnya, dia sama sekali tidak peduli dengan rengekannya Bu Erna.

Pak Heru terus melancarkan serangannya.

Pak Heru lalu mencium bibir tipisnya Bu Erna dengan sangat agresif.

Cuupsss...Cuupss....Suara itu yang terdengar saat Pak Heru mencium bibirnya Bu Erna.

Bu Erna sudah kewalahan, ingin sekali dia berteriak, namun Bu Erna takut membuat majikannya marah kepadanya.

Eeemm...Eeemm.. Suara itu yang terdengar saat bibir Bu Erna dijilati oleh Pak Heru.

Pak Heru sudah tidak sabar lagi ingin secepatnya menikmati tubuhnya Bu Erna.

Tak lama tangan Pak Heru langsung meremas-remas payudaranya Bu Erna yang masih terhalang oleh Dasternya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Adikku Seorang Pelakor
9.1
Hidup Ayu Wulansari hancur seketika akibat pengkhianatan keji dari Rangga, suaminya, dan Nindi, adik kandungnya sendiri. Hubungan terlarang mereka menciptakan cinta segitiga yang menyiksa batin Wulan. Luka semakin dalam saat ia terpaksa menyaksikan pernikahan Rangga dengan Nindi yang telah hamil. Di tengah pedihnya kenyataan yang tak seindah drama, Wulan harus menelan pil pahit kehidupan yang penuh air mata, di mana kebahagiaan sejati terasa begitu jauh.
Sampul Novel Bekas Luka Ikatan yang Hancur
8.6
Tiga tahun Sinta lalui bersama Trisna, suami dingin yang tak pernah menganggapnya istri. Keadaan kian pahit saat cinta pertama Trisna kembali dan membawa surat cerai. Meski Sinta mengaku hamil, Trisna tetap bersikeras untuk berpisah. Sinta pun menyerah dan menandatangani surat itu di ranjang sakitnya. Namun, Trisna mendadak berubah pikiran. Ia kini bersimpuh memohon maaf dan berjanji akan berubah, meninggalkan Sinta dalam kebimbangan yang mendalam.
Sampul Novel Bergairah Setelah Disakiti
9.1
Kisah drama rumah tangga ini membuktikan bahwa cinta tak selalu mampu mempertahankan ikatan pernikahan. Saat mahligai indah harus berakhir, perpisahan mungkin berdampak pada mental anak, namun terkadang menjadi solusi terbaik demi masa depan. Jangan biarkan kegagalan hubungan menghentikan langkah Anda. Anak bukanlah beban atau penghalang untuk tetap maju. Masih ada banyak peluang untuk bangkit dan mengejar kebahagiaan baru setelah disakiti oleh kenyataan pahit.
Sampul Novel CEO 1 Miliar Won
9.5
Kim Liu, pengacara muda yang selalu berbakti, terpaksa menyetujui perjodohan demi ibunya yang sakit parah. Ia menikah dengan Jung Jisung, CEO TJ Group yang kaya namun trauma akibat penculikan masa kecil. Meski awalnya dingin dan penuh rumor, Jisung perlahan luluh oleh ketulusan Liu. Namun, pernikahan rahasia mereka diguncang oleh kebencian ibu mertua, gangguan mantan kekasih Liu, serta intrik Song Minseo yang ambisius. Bisakah cinta tumbuh di tengah rahasia dan tekanan harta?
Sampul Novel ENIGMA: When We Are
8.1
Elang Albimanyu adalah pemuda dari keluarga broken home yang mendambakan kehangatan sebuah rumah. Baginya, rumah bukan sekadar bangunan, melainkan kasih sayang tulus. Di tengah pencariannya, ia jatuh hati pada Sabiru Anantasya, sang wakil ketua OSIS yang masih terjebak bayang masa lalu. Meski sering dibuat kesal oleh sikap judes Sabiru, Elang tetap berjuang. Di antara rumitnya perasaan dan tanggung jawab organisasi, mampukah cinta Elang mengubah segalanya bagi Sabiru?
Sampul Novel Istri yang Tidak Disentuh
8.1
Nasib membawaku dari kemiskinan menuju pernikahan dengan pria kaya raya yang mengaku jatuh hati sejak awal. Suamiku adalah sosok sempurna yang tampan dan setia, namun tindakannya justru memicu tanya. Meski tak ada celah untuk beradu argumen, sikap dinginnya terasa sangat janggal bagi pasangan yang saling mencintai. Aku terjebak dalam kebingungan mendalam tentang siapa dia sebenarnya. Rahasia besar apa yang sengaja ia sembunyikan dariku selama ini?