APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hamil Dengan Pengkhianat

Hamil Dengan Pengkhianat

Nasib buruk di Paris membawa Vera terjebak dalam malam panjang bersama pria asing. Betapa terkejutnya dia saat menyadari pria itu adalah Dante, perundung masa sekolah yang paling ia benci. Dua bulan berlalu di Jakarta, Vera mendapati dirinya hamil dan bertekad membesarkan janin itu sendirian demi menghindari bayang masa lalu. Namun, takdir justru mempertemukan mereka kembali. Kehadiran Dante yang tiba-tiba membuat hidup Vera kian rumit dan penuh dilema.
Bab
Bagikan

Bab 2

Vera terdiam di tepi jendela kamar hotel, menatap keluar tanpa benar-benar melihat apapun. Matanya berkabut, pikirannya berlarian tanpa henti, berusaha merangkai setiap potongan kenyataan yang terpecah-pecah. Semalam-semuanya terasa seperti mimpi buruk yang tak pernah berakhir. Ada yang tidak beres. Bagaimana bisa dirinya, yang begitu membenci Dante, terjatuh ke dalam pelukannya dengan begitu mudah? Sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan dalam seribu tahun. Dia, yang dulu merasa takut dan terhina oleh perundungan yang diterimanya, kini terjebak dalam kenyataan bahwa pria itu-pria yang membuat hidupnya berantakan-baru saja menyentuhnya dengan cara yang tidak bisa ia jelaskan.

Ketika ia mencoba untuk mengingat, ia hanya bisa merasakan kepalanya berdenyut keras. "Apa yang sebenarnya terjadi kemarin malam?" gumamnya, suara itu hampir tidak terdengar oleh dirinya sendiri. Semakin ia berpikir, semakin hatinya terasa sesak. Semalam bukan hanya tentang kebencian yang lama terpendam, tetapi juga tentang kekosongan yang ia rasakan dalam dirinya. Seperti ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya, dan Dante-meskipun tidak pernah ia inginkan-seakan menjadi bagian dari itu. Mungkin karena kebencian itu begitu dalam, hingga ia tidak tahu lagi apakah ada ruang untuk perasaan lain.

Vera menggelengkan kepalanya. Itu tidak bisa terjadi. Ia harus tetap kuat. Ia harus mengingat siapa dirinya. Bukankah ini adalah alasan mengapa ia datang ke Paris? Untuk lari dari masa lalu, untuk melupakan semuanya? Lalu kenapa malah kembali terjerat dalam benang kusut yang lebih rumit? Apa yang salah dengannya?

Suara pintu yang terbuka menyadarkannya. Dante muncul di ambang pintu kamar, mengenakan pakaian yang tampak masih rapi meskipun sepertinya ia baru bangun tidur. Wajahnya yang tampan terlihat tak tergerak, matanya memandang Vera dengan kedalaman yang terasa sulit untuk dibaca. Ada sesuatu yang berbeda dalam dirinya, seperti ada lapisan lain yang tidak pernah ia perhatikan sebelumnya.

"Kau sudah bangun?" suara Dante berat, dan Vera merasa jantungnya seolah melompat keluar dari dada.

"Kenapa kau di sini?" Vera berkata dengan suara yang lebih tajam dari yang ia inginkan. Ia berusaha untuk tidak menatap Dante terlalu lama, tapi kenyataannya, ia tidak bisa mengabaikan pria itu. Kehadirannya di sini adalah kenyataan yang tidak bisa ia hindari.

Dante melangkah lebih dekat, matanya tak pernah meninggalkan Vera. "Aku kira kita sudah melewati pembicaraan itu kemarin malam, Vera," ujarnya pelan, seolah-olah apa yang terjadi semalam adalah hal yang paling wajar di dunia ini. "Kita berdua tahu ini bukan hanya tentang kebencianmu terhadapku."

Vera menggigit bibirnya, menahan amarah yang mulai mendidih di dalam dada. "Kau pikir ini tentang apa, Dante?" tanyanya dengan suara bergetar. "Kebencianmu yang membuat hidupku hancur? Semua itu sudah cukup, kau tidak perlu datang ke sini dan membuat semuanya lebih buruk."

Dante menghela napas, duduk di tepi tempat tidur dengan gerakan yang penuh ketenangan, meskipun dalam dirinya ia tahu bahwa ada ketegangan yang tak terlihat di antara mereka. "Vera, aku tahu aku tidak punya hak untuk meminta maaf atas masa lalu kita. Aku tahu betapa banyak luka yang aku timbulkan padamu. Tapi malam itu... kita berdua tahu kita tidak bisa menghindarinya."

Vera merasa tersentak. Kata-kata itu menusuk langsung ke dalam hatinya, membangkitkan segala kenangan buruk yang ia coba kubur dalam-dalam. Tetapi saat yang sama, ada bagian dalam dirinya yang terasa bingung. Apakah benar ada sesuatu yang lain di balik semua ini? Apakah semua kebencian yang ia rasakan selama ini sebenarnya hanya penutupan bagi sesuatu yang lebih dalam?

"Jangan coba menjelaskan apa yang sudah terjadi," Vera menegaskan, matanya penuh dengan ketegasan. "Aku tidak ingin mendengarnya. Aku hanya ingin pergi."

Dante mengangguk perlahan, seolah memahami keputusan Vera yang tetap ingin menjauh. "Kau bisa pergi kapan saja, Vera," jawabnya tenang. "Tapi ingat, aku tidak akan pergi begitu saja. Aku tahu ini bisa membuatmu marah, tapi kenyataannya... kita berdua tak bisa menghindari satu sama lain."

Vera menatapnya dengan penuh kebingungan. "Kamu... Apa maksudmu?"

Dante menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi, menatap Vera dengan intensitas yang membuat Vera merasa seolah ia sedang dipahami, meskipun tak ada kata-kata yang bisa menjelaskan semuanya. "Aku tahu kamu hamil, Vera."

Vera merasa seolah dunia berhenti berputar. Ia menatap Dante dengan mata terbuka lebar, mencoba mencerna kalimat yang baru saja keluar dari mulutnya. Hamil? Tapi... bagaimana Dante bisa tahu tentang itu? Dia sendiri bahkan belum mengonfirmasi apapun. Bagaimana dia bisa tahu begitu banyak, sementara dirinya merasa tidak tahu apapun tentang apa yang terjadi di sekelilingnya?

"Kau... bagaimana bisa kau tahu?" Vera terbelalak, suara itu terdengar lebih rendah, hampir seperti bisikan.

Dante menghela napas, matanya berubah lebih tajam. "Aku tahu karena aku melihat perubahan padamu, Vera. Dan aku tahu dari sikapmu, dari cara tubuhmu berperilaku. Kamu tidak bisa bersembunyi dariku-kita tidak bisa menghindari kenyataan."

Vera merasa kakinya lemas, dan tanpa sadar ia bergantung pada meja di sampingnya untuk menahan tubuhnya yang hampir jatuh. "Ini gila... ini tidak mungkin." Rasa panik mulai merasuki dirinya, tubuhnya yang baru saja mengalami perubahan fisik, kini terasa semakin nyata.

"Kenapa tidak mungkin?" tanya Dante dengan suara yang tenang namun penuh makna. "Kita berdua terperangkap dalam sesuatu yang lebih besar daripada yang bisa kita hindari, Vera."

Vera merasa dindingnya mulai runtuh. Ini tidak hanya tentang kebencian atau cinta. Ini lebih rumit daripada itu. Ini lebih dalam, lebih gelap. Sesuatu yang sudah lama terkubur kini muncul kembali ke permukaan, dan semuanya terasa seperti mimpi buruk yang tak akan berakhir.

"Apa yang sebenarnya kamu inginkan, Dante?" tanya Vera, suaranya penuh dengan frustrasi.

"Aku tidak tahu," jawab Dante, "tapi kita berdua harus mencari tahu, bukan?"

Di luar jendela, hujan mulai turun, menciptakan suara lembut yang menghantui seluruh ruangan. Suasana antara mereka terasa seperti badai yang akan datang-tidak bisa dihindari, semakin mendekat. Dan Vera, entah bagaimana, merasa seolah ia terjebak dalam pusaran yang tidak bisa ia keluarkan dirinya sendiri.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (Bukan) Istri Kontrak Pria Impoten
8.0
Liam Benjamin merasa hancur setelah ditinggalkan kekasihnya akibat rumor impotensi yang menerpanya. Di tengah keputusasaan, ia menyelamatkan Sheeta, seorang wanita hamil yang mencoba mengakhiri hidup di laut. Meski tahu Sheeta mantan PSK, Liam justru mengajaknya menikah kontrak. Namun, Liam sebenarnya pria perkasa yang terbelenggu kutukan masa lalu. Akankah benih cinta tumbuh di balik rahasia dan perjanjian pernikahan mereka yang penuh misteri?
Sampul Novel Bukan Salesman Biasa
9.0
Hidup Ardhan Aji Pradiptio berubah total setelah menolong kakek misterius dan menerima benda ajaib sebagai imbalan. Sebelumnya, ia selalu dirundung malang, mulai dari karier yang mandek, hinaan atasan, hingga batalnya pernikahan. Kini, ia memiliki kemampuan unik untuk melihat kadar kebaikan atau kejahatan seseorang melalui matanya. Namun, sebuah pertemuan dengan pria bermata ganjil membuatnya bimbang. Mampukah Ardhan mengungkap identitas sosok misterius tersebut?
Sampul Novel Cinta tanpa koma
9.2
Rudi sangat yakin bahwa Rindu merupakan cinta pertama sekaligus terakhir dalam hidupnya. Namun, takdir berkata lain saat sahabat karibnya, Jaka, justru merebut sosok wanita tersebut. Meski hatinya hancur, Rudi mencoba tegar dan mengikhlaskan keadaan. Walaupun banyak wanita baru yang silih berganti hadir mencoba mengisi hatinya, bayang-bayang masa kecil bersama Rindu tetap tak tergantikan. Akankah kesetiaan Rudi berujung manis? Simak perjuangan cinta Rudi dalam novel ini.
Sampul Novel Ditinggal Nikah Dengan Adikku
8.3
Lysandra Harrison hancur saat Vincent, mantan kekasihnya, justru melamar Amelia, adik kandungnya sendiri. Di tengah penolakan karena statusnya sebagai anak adopsi, Arthur Sterling hadir membawa pernikahan kontrak demi memenuhi wasiat kakeknya dan ambisi bisnis. Namun, rahasia identitas Lysandra yang sengaja ditutupi ayahnya terancam terbongkar. Akankah Arthur tetap bertahan saat mengetahui istri yang baru dinikahinya bukanlah putri kandung Harrison?
Sampul Novel MENIKAHI CALON ISTRI SAHABAT
7.9
Rayyen terkejut saat Albar, sahabat lamanya, muncul dengan kondisi fisik memprihatinkan dan memintanya menikahi Aliffa, calon istrinya. Albar yang dulu seorang casanova kini sakit parah dan memohon demi masa depan Aliffa. Rayyen terjebak dalam dilema besar; ia harus memilih antara memenuhi wasiat sakral sahabatnya atau mempertahankan pertunangannya dengan Zeanna, model sukses pilihan ibunya. Bisakah Rayyen menikahi wanita yang tak ia kenal?
Sampul Novel Oh My CEO
8.1
Restu Kanaya Putri tak percaya pernikahan, namun ia sangat mendambakan kehadiran buah hati. Sebagai pengasuh pribadi sekaligus sahabat Alvian Saga Majendra, sang atasan yang pucat, Reres nekat mengajukan permintaan gila agar pria itu menghamilinya. Tanpa ragu, ia mengajak Saga menghabiskan tujuh malam penuh gairah di Bali demi mewujudkan mimpinya. Akankah misi rahasia ini berhasil? Bagaimana kelanjutan hubungan mereka setelah malam-malam panas tersebut berlalu?