APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel I Love You, Mbak

I Love You, Mbak

Leon berjuang keras menahan gejolak amarah demi mempertahankan wanita pujaannya. Meski menyadari metodenya mungkin keliru, ia menegaskan bahwa seluruh hatinya telah terpikat sepenuhnya pada sosok Mbak yang sangat ia cintai. Kisah romansa dewasa ini menggambarkan pengabdian emosional Leon yang tulus namun intens. Ia tidak ingin melepaskan hubungan ini dan berusaha membuktikan bahwa cintanya bukan sekadar perasaan semu, melainkan komitmen yang utuh.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sudah 2 hari Abimanyu tak bertemu Liana, padahal uang tanah Liana baru diberikan separuh oleh Abi. Sengaja, dengan begitu dia punya alasan untuk bertemu lagi dengan Liana. Namun, perkiraan lelaki itu salah, dia pikir Liana akan meminta untuk segera melunasi pembayarannya, tapi nyatanya Liana santai saja.

"Menurutmu gimana, Sam?" Sam mengacungkan jempolnya sembari matanya terfokus pada salome di hadapannya. "Enak, Bos," jawabnya.

"Awsss sakit, Bos." Sam memegangi jidatnya yang disentil oleh Abi.

"Bukan makanannya bego, tapi Liana."

Sam mengelus-ngelus dagunya yang tak berjenggot, kemudian lelaki itu menyunggingkan bibirnya hingga menbentuk sebuah senyuman. "Menjadi pebinor, ya, Bos? Hmm, not bad. Apalagi Bu Liana cantiknya warbyasah, body nya seksi dan bestlah buat jadi istri bos. CO-COK."

***

Abi dan Sam memasuki outlet junk food yang berlogo kakek-kakek itu, untuk bertemu dengan seseorang. Mereka  memesan makanan sambil membahas beberapa hal tentang perusahaan tambang mereka di Balikpapan ini. Surganya minyak.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, begitu pribahasanya.

Abimanyu terperangah dengan beberapa orang yang memasuki outlet tersebut. Wanita cantik mengenakan dress berwarna tosca bermotif bunga, dengan flat shoes senada, serta rambut panjangnya yang tergerai, menbuat fokus Abimanyu buyar seketika.

Liana.

Menggandeng tangan seorang pria yang menurut Abi lumayan tampan. Batin Abimanyu bertanya-tanya, 'Apakah itu suami Liana?' Karena dengan mata telanjang dapat dilihat jika lelaki itu menggendong seorang bayi dengan gendongan carriernya.

"Bu Lianaaa!" Sam berteriak membuat Abi gelagapan saat tatapan mata indah wanita itu bertubrukan dengan tatapannya.

Wanita di sebrang sana tersenyum, berjalan mendekat tanpa melepaskan genggaman tangan pria di sampingnya. "Wahhh! Ada Mas Abi dan Mas Sam, ya, kebetulan banget."

Liana dan pria di sampingnya menaruh bokong mereka ke kursi yang telah disiapkan Sam.

"Ini suami Bu Liana?" Abi membuka suara.

"Iya, kenapa?!" Pria tampan di samping Liana menjawab dengan cepat membuat Liana menggeleng.

Seketika Abimanyu terdiam, bagaimana bisa dia merebut Liana jika suaminya saja tampan seperti itu. Mata pria yang bersama Liana itu, menatap Abimanyu dengan tajam seolah mengisyaratkan 'Dia milikku'.

"Abah, aku mau main prosotan," ucap dua anak perempuan di belakang pria tersebut.

Pria itu kemudian menolehkan wajahnya dan tersenyum kepada dua anak Liana yang cantik-cantik. "Yaudah, yok, tapi habis itu pada makan, ya. Nanti abah pesankan ayam tepung."

Kedua anak tersebut mengangguk cepat. Tak sabar. Setelah pria itu pergi ke area bermain, kemudian situasi berubah hening. Liana menikmati mangga floatnya dan sesekali mencuil daging ayam di hadapannya. Kemudian, ponsel Liana berdering, menyanyikan lagu love me like you do.

"Haloo, Bang."

"_______"

"Masih jalan sama Leon, sih."

"________"

"Gak bisa. Sorry, ya."

"________"

"Bodo amat"

Wanita itu mematikan telefonnya sepihak. Tak menyadari bahwa dua pasang mata di depannya terkejut dengan ucapan Liana yang terkesan galak. Merasa ditatap seperti itu Liana hanya tersenyum getir nan tipis.

"Suamiku." kata Liana enteng.

"Jadi Bu Liana punya suami dua?"

Seketika mata Liana menatap Sam dengan tatapan habislah kau. Sementara Abimanyu merutuki dirinya memiliki sahabat se-oon ini.

"Suamiku cuma satu yang barusan nelpon. Kalau lelaki yang tadi, dia itu Leon, adikku. Kita beda cuma 2 tahun." jelas Liana membuat hati Abi lega.

"Oh, iya, Bu sisanya bagaimana, ya?" tanya Abi.

"Apa Mas Abi sudah buru-buru balik?"

Abi mengangguk menanggapi pertanyaan wanita itu. Sebenarnya hatinya berat, tapi mau bagaimana lagi jika perusahaan di Jawa sana sangat membutuhkannya.

"Terserah saja Mas Abi, saya pusing. Di transfer juga boleh kok. Permisi dulu, ya." Liana beranjak dari duduknya kemudian menghampiri anak dan laki-laki yang mengaku suaminya itu.

Dari tempat duduknya Abimanyu melihat Liana berbicara kepada adiknya yang bernama Leon itu. Dan pria itu pun, mengelus rambut Liana. Beruntung sekali dia. Abimanyu iri? Tentu saja, jiwa kelelakiannya meronta-ronta ingin merasakan halus dan harumnya rambut wanita cantik itu.

Tapi tenang saja, biasanya kesabaran itu akan berbuah manis.

Sam menepuk pundak Abimanyu yang begitu fokus kepada Liana di area bermain. Abimanyu tersenyum ke arah pria setengah abad dan wanita muda di hadapannya. Mereka adalah orang yang ditunggu oleh Abimanyu dan Sam.

Sesekali mata Abimanyu melirik ke arah di mana Liana berdiri.

Liana hanya berdiri di tepian dengan mengawasi kedua anak perempuannya. Sementara pria tampan yang bersama Liana tadi sedang duduk disalah satu kursi menyantap hidangan di hadapannya.

"Maaf, Pak Abimanyu, apakah di sebelah sana ada hal yang menarik yang lebih penting dari laporan saya?"

Abimanyu salah tingkah kemudian dia tersenyum menampilkan sebaris giginya yang rapi. "Tentu saja, Pak Miftah. Di sebelah sana ada bidadari jatuh dari surga," terangnya tanpa malu.

Mata Pak Miftah dan sekretarisnya pun menengok ke mana telunjuk Abimanyu mengarah. "Wah!! Itu Ibu Liana, Pak Abi." Wanita muda itu berbicara sambil menganggukkan kepalanya.

"Anda kenal?"

Wanita muda itu menggeleng, "Hanya tau saja. Dia itu istrinya Pak Fajar, salah satu pemilik pabrik kertas."

Abimanyu dan Sam menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Setelah membaca laporan bulan ini, Abimanyu menyudahi pertemuan mereka yang singkat, padat, dan jelas.

Matanya menjelajahi sekitar, apakah Liana masih ada? Dia berdecak kesal. Ternyata Liana telah hilang dari area makan itu. Abimanyu terus mendumel di dalam hatinya, entah kenapa rasanya dia ingin terus berada dekat dengan bidadari cantik itu.

Ah, apakah ini yang dinamakan love at first sight?

Tidak. Tidak mungkin.

Seorang Abimanyu tidak mungkin jatuh cinta secepat kilat begini, 'kan?

Logika dan perasaan Abimanyu berseteru.

Dipikir secara logika, perempuan itu hanyalah pemuas nafsu belaka. Laki-laki dan perempuan saling membutuhkan untuk memuaskan hasrat mereka, benar begitu kan?

Cinta itu OMONG KOSONG.

Dipikir secara perasaan, Abimanyu berdesir dan tak berkutik saat melihat mata indah milik Liana. Perasaannya terlampau bahagia hingga dengan menatap wanita itu saja, Abimanyu bisa tersenyum lebar.

Entahlah, Abimanyu pun tak bisa menyimpulkan pasti apa yang ia mau.

Yang jelas, dia ingin wanita bernama Liana itu menjadi miliknya; memuaskan hasratnya, berada di atas ranjangnya setiap saat, dan juga menjadi pendamping hidupnya, mungkin.

Abimanyu menggelengkan kepalanya. Memikirkan wanita cantik itu membuat kepalanya sedikit sakit. Pekerjaannya menjadi tak fokus.

Nantilah. Abimanyu akan memikirkan lagi bagaimana caranya. Sekarang, dia harus segera menyelesaikan semua tugas di kota ini dan kembali ke asalnya.

Seperti sekarang, dia segera mentransfer sisa pembayaran ke dalam rekening Liana. Kemudian lelaki itu dengan gagahnya berjalan menuju mobil yang terparkir di luar mall ini.

Sam terlihat membukakan pintu belakang mobil membiarkan majikannya melenggang masuk dan menutupnya lagi.

"Kepalaku pusing," kata Abimanyu.

Sam melirik ke arah spion, "Bos sakit?"

"Ck. Pusing mikirin bidadari surga."

Sam tersenyum lebar kemudian pria itu menoleh sebentar ke arah Abimanyu di jok belakang, "Tenang Bos, saya akan cari informasi tentang bidadari itu. "

Abimanyu hanya mengacungkan jempolnya dan dengan cekatan ia mengetik pesan untuk rekannya di kota ini. Meminta untuk dicarikan teman ranjangnya nanti malam.

Itulah Airlangga Abimanyu.

Sifatnya yang suka bermain wanita, akankah bisa hilang dengan kehadiran Liana? Maybe yes, maybe no, right?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DENDAM SI PELAYAN SEKSI
9.4
Kehidupan Daren dan istrinya, Carolina, terganggu oleh mimpi buruk yang terus berulang. Kehadiran Eliana sebagai pelayan baru membawa godaan yang membuat Daren terpesona sekaligus memicu ingatan asing. Eliana sebenarnya datang membawa misi balas dendam untuk menghancurkan Daren. Namun, seiring rahasia masa lalu terungkap, ia justru mulai terpikat oleh sang majikan. Akankah dendam Eliana sirna karena perasaan, atau misinya tetap berjalan tuntas?
Sampul Novel Dosa Terindah
8.7
Andika, putra konglomerat, rela melepas segalanya demi Lisna meski ditentang keras oleh orang tuanya. Pengorbanannya berujung getir saat takdir memisahkan mereka. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu kembali dalam situasi yang menyakitkan: Lisna telah menjadi milik pria lain. Meski begitu, Andika tidak menyerah dan terus memperjuangkan cintanya. Akankah takdir menyatukan mereka dalam ikatan sejati, ataukah mereka memang tidak ditakdirkan bersama?
Sampul Novel Hasrat Kedua
9.7
Senja Malini berjuang keras menghidupi dua putrinya sebagai janda sebelum akhirnya dipersunting pengusaha kaya, Dafa Suryaningrat. Meski awalnya hidupnya membaik dan diterima keluarga mertua, kebahagiaan itu sirna saat rahasia Dafa terungkap. Suaminya ternyata mencintai wanita lain bernama Lily. Di tengah kemelut rumah tangga yang hampir hancur, Bagas sang kakak ipar justru jatuh hati padanya. Senja kini terjebak antara mempertahankan pernikahan atau berpaling pada Bagas.
Sampul Novel Istri Kontrak Tuan CEO
8.4
Hidup Scarlett Piers hancur saat ayah dan ibu tirinya menjebaknya untuk dijual kepada duda tua kaya. Di tengah keputusasaan, Xanders Rilley hadir menyelamatkannya. Pengusaha dingin nan misterius itu menawarkan perlindungan, namun dengan syarat pernikahan kontrak selama satu tahun. Kini Scarlett harus memilih: menerima tawaran Xanders demi membalaskan dendam pada keluarganya, atau justru terjerumus ke dalam lingkaran masalah yang jauh lebih berbahaya.
Sampul Novel Istri yang Terabaikan
9.7
Lima tahun menikah, suamiku tak pernah hadir di hari ulang tahunku. Baginya, uang sudah cukup sebagai pengganti kado. Namun, ia justru sibuk menyiapkan perayaan untuk Fiona sejak jauh hari dengan dalih hanya dia yang Fiona miliki. Saat melihat kemesraan mereka di media sosial setelah tragedi kebakaran yang menyisakan luka lama, hatiku akhirnya hancur. Tanpa ragu, aku meninggalkan komentar tegas bahwa pria tak berguna itu kini kuberikan sepenuhnya untuknya.
Sampul Novel MENIKAHI CEO LUMPUH
9.1
Demi kesembuhan sang ayah, Sofia yang baru berusia 19 tahun terpaksa menikahi Yesaya, seorang CEO lumpuh berumur 33 tahun. Awalnya penuh tekanan, perasaan Sofia berubah menjadi cinta tulus saat menemukan surat wasiat bunuh diri suaminya. Namun, cinta itu justru dibalas penolakan. Yesaya sengaja menjauhkan diri dan melakukan tindakan ekstrem demi melindungi rahasia serta kebahagiaan Sofia, meski hal tersebut malah menghancurkan hidup istrinya.