APKDock Logo
Sampul Novel Ibu cantik, Ayah licik

Ibu cantik, Ayah licik

8.7 / 10.0
Akibat jebakan keji dari ibu tiri dan kakaknya, pernikahan yang telah direncanakan dengan matang terpaksa dibatalkan karena sebuah alasan mustahil. Bertahun-tahun kemudian, ia akhirnya memutuskan kembali ke kota kelahirannya. Dengan tekad yang sangat kuat, ia berjuang keras melalui berbagai rintangan demi merebut kembali segala hal yang pernah menjadi miliknya. Kini, ia siap menghadapi masa lalu untuk memulihkan haknya yang telah dirampas secara tidak adil.

Ibu cantik, Ayah licik Bab 1

"Dasar anak tidak tahu diri, berani sekali kau tidur dengan pria lain besok adalah hari pernikahanmu! Sungguh memalukan!" ucap wanita paruh baya dengan luapan emosinya.

Gadis itu hanya diam membisu ia paham betul bagaimana adegan tadi malam yang begitu menjijikan, jika ia mengingatnya kembali tak lama datanglah seorang gadis yang seumuran dengannya lalu menghampirinya.

"Oh adik, ada apa denganmu? Lihatlah ada begitu banyak tanda di lehermu, kau tidur dimana semalam," ucapnya dengan menyibakkan rambut yang menutup lehernya.

Tentu saja wanita paruh baya itu murka lalu ia pun menamparnya dan menyuruhnya untuk pergi, karena dialah penyebab semua dari masalah ini.

"Ayah, kau percaya padaku 'kan jika aku di jebak oleh wanita tua itu dan juga rubah licik itu ayah, aku mohon percayalah!" memohon kepada sang ayah.

Tetapi bukan mendapatkan perlindungan ia justru mendapatkan perlakuan yang sama seperti di lakukan oleh ibu tirinya. Rasa panas di kedua pipinya begitu cepat menyebar, ia memegangi pipinya dengan menggeleng kecil karena sang ayah tidak mempercayainya.

"Enyah kau dari hadapanku, aku tidak sudi mempunyai anak sepertimu,"

"Ayah, percayalah padaku jika mereka menjebakku,"

Lalu sang kakak tiri menghampirinya dengan tersenyum tipis, karena satu langkah ia sudah dapatkan demi menyakiti anak kandungnya ia rela melakukan apapun.

"Adik sudahlah, bukti sudah di depan mata jadi kau jangan mengelak lagi,"

Dia pun mendorong kakak tirinya dan penuh emosi, ia memarahi sang kakak yang tidak bertanggung jawab atas kejadian semalam.

"Hentikan sandiwaramu, kau yang sudah menjebakku dengan mengajakku ke bar. Kau penyebabnya!" menujuk ke arah kakak tirinya.

Wanita paruh baya itu pun membela sang anaknya, ia mengatakan jika anaknya ada di kamarnya dan ia tidak pergi kemanpun. Sang ayah langsung percaya begitu saja tanpa mendengarkan penjelasan dari anaknya.

"Cukup Valen, kau yang berbohong! Kakakmu semalam ada di kamarnya ia bahkan menangis karena kau akan menikah," ucap pria paruh baya itu.

Valen menggelengkan kepalanya karena otak sang ayah sudah di cuci oleh kedua orang itu, jadi apa yang di katakan Valen pun tidak akan di percaya. Dengan senyum tipisnya ibu dan anak itu merasa puas karena bisa mengusirnya, tanpa harus mengotori tangannya.

Saat sedang berdebat lalu ada keluarga dari calon pria, karena ia akan membatalkan pernikahan mereka. Lalu akan di nikahkan dengan sang kakak.

"Valen, pernikahan ini di batalkan karena kau tidak bisa menjaga kesucianmu. Aku kecewa padaku Valen," ucap dengan santai tanpa ada rasa sedih di hatinya.

"Dipa, tolong jangan batalkan pernikahan ini, besok kita akan menikah," memegang lengan Dipa.

Dipa langsung menghempaskan tangan Valen hingga ia tersukur ke lantai, semua orang hanya menontonnya saja tidak ada yang mau membantu Valen bahkan mereka tidak memiliki rasa iba sedikitpun untuknya.

Mata Valen hanya bisa mengeluarkan bulir bening karena tidak ada satupun yang percaya kepadanya, bahkan calon tunangannya begitu tidak perduli dengan keadaannya saat ini.

Lalu kedua wanita paruh baya itu pun menceritakan tentang Valen dan membatalkan pernikahannya dan di gantikan oleh sang kakak, mendengar hal itu membuat Valen kesal dan geram lalu ia pun bangun dan ingin menampar Carla. Tetapi tangannya di tahan oleh calon tunangannya lalu di hempaskan lagi tangan Valen,

"Berani kau menyentuhnya, dia adalah calon istriku lebih baik kau segera menjauh," ucapnya dengan dingin.

"Bajingan seperti kau memang pantas bersama rubah licik ini, baiklah jika itu maumu. Aku akan memberikannya kepadamu rubah licik," dengan tersenyum miring.

Dipa pun menjambak rambut Valen dan membuatnya kesakitan, tetapi Valen tidak akan menyerah begitu saja karena terlalu sakit mendengarnya.

"Kau bilang aku bajingan hah! Lalu kau apa, kau bahkan tega mengkhianatiku,"

Wanita paruh baya itu segera melerainya, karena tidak akan ada habisnya jika terus membahas masalah itu. Lalu Valen di bawa keluar bersamaan dengan barang miliknya, lalu ia segera mengambil koper miliknya dan membukanya karena ada barang berharga baginya.

"Dimana foto ibuku, Carla!" ucap Valen dengan membongkar isi kopernya.

"Oh ini yang kau cari?" ucapnya dengan membawa bingkai foto itu."Baiklah, aku akan memberikannya kepadamu,"ucapnya dengan sengaja ia menjatuhkan bingkai foto itu.

Pecahan dari bingkai foto itu sukses membuat Valen semakin emosi, lalu ia pun bangun dari jatuhnya dan menjambak rambut Carla.

"Wanita licik, beraninya kau menjatuhkan bingkai foto ibuku, aku tidak akan memaafkanmu," ucapnya dengan menjambak rambut Carla.

"Lepaskan Valen, kau memang pantas mendapatkannya. Karena kau wanita tidak tahu diri,"

Saat Valen akan mencoba menampar Carla tetapi tangannya sudah di cekal oleh Dipa. Lagi dan lagi Dipa mendorong Valen hingga terjatuh, hanya tetesan air mata yang bisa ia lakukan dan menatap sinis ke arah Carla dan Dipa.

"Segera pergi dari hadapanku, jangan sampai kau merusak acara ku besok," ujar Dipa, lalu ia pun segera merangkul Carla.

Setelah masuk dan menutup pintu untuk Valen, mereka semua pun membahas acara pernikahan Dipa dan Carla. Berbeda dengan Valen, ia di luar rumah masih membereskan barang-barang miliknya dan juga foto sang ibu. Lalu Valen menyimpannya ke dalam koper dan pecahan bingkai itu ia tinggalkan begitu saja.

Valen tidak tahu harus kemana ia pergi, semua temannya menjauhinya karena ulah kedua ibu dan kakak tirinya. Menyusuri gelapnya malam, di tambah susana dingin yang membuatnya semakin bergegas untuk mencari tempat berteduh.

Di pinggir jalan ada ruko kecil, lalu Valen menghampirinya serta menyeret koper miliknya. Baru saja ia akan duduk, sudah ada beberapa orang yang menghampirinya dengan wajah yang begitu menakutkan baginya.

"Cantik sendirian nih, bagaimana jika kami menghangkatmu," ujarnya dengan senyum nakalnya.

"Tidak, kalian pergilah jangan mendekat," ucap Valen yang mulai panik.

Valen memundurkan langkah kakinya ia meninggalkan kopernya begitu saja, dan beberapa orang itu pun mengejarnya. Valen ketakutan lalu ia pun meminta tolong, tetapi percuma saja karena tidak akan ada yang menolongnya.

Para preman itu tertawa puas karena tidak ada orang yang akan mengganggu kesenangan mereka, Valen mencoba untuk lari tetapi tangannya di tahan oleh salah satu temannya, dan membawa Valen ke tempat ia berteduh lagi.

"Jangan lakukan ini aku mohon, lepaskan aku," ucapnya dengan isak tangis.

"Jangan menangis cantik, kita akan bermain sebentar saja jadi nikmatilah," ujarnya lalu ia pun menarik paksa pakaian Valen.

Valen mencoba untuk memohon tetapi tidak di perdulikan oleh preman itu, mereka tetap melakukan aksinya. Namun, belum sempat menariknya ada seseorang yang menarik kerah bajunya sehingga preman itu terkejut.

Sedangkan Valen segera menutupi bagian tubuhnya yang sedikit terbuka, seseorang itupun membuka jasnya lalu melemparkan ke arah Valen. Ia pun terkejut, lalu Valen pun segera memakainya.

Adu tenaga pun terjadi, lalu para preman itu pun melarikan diri karena mereka tidak mau menjadi sasaran empuk seseorang itu. Lalu seseorang itu menggulung kemeja putihnya, dan menghampiri Valen.

"Kau baik-baik saja?" ucapnya dengan berjongkok di hadapan Valen.

"Iya Terima kasih,"

Valen masih menundukkan kepalanya ia begitu malu untuk menatap seseorang itu, seseorang itu pun di bantu sang asistennya untuk mengumpulkan barang- barang milik Valen.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Ibu cantik, Ayah licik

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Niat hati memberi kejutan ulang tahun, aku justru menyaksikan pengkhianatan kekasihku dengan pria kaya. Dihina karena miskin, hidupku berubah saat pelayan keluarga terkaya mengungkap identitas asliku sebagai pewaris Grup Nelson. Kini dengan kekayaan tak terbatas, aku kembali untuk membalas dendam. Mantan kekasihku bersujud memohon ampun, namun aku hanya berlalu menuju kemewahan. Bagiku, uang hanyalah angka dan aku sangat menikmati cara menghabiskannya.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Hidup Alena Adriani Quensyah hancur seketika saat orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada seorang mafia kejam. Kini, Alena terjebak dalam kehidupan yang terasa seperti penjara, sembari terus dibayangi trauma masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan itu, ia bertekad mencari jawaban atas alasan kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dalam bahaya. Mampukah Alena bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan