APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel IPAR ADALAH BIRAHI

IPAR ADALAH BIRAHI

Kisah ini merupakan sebuah narasi dewasa yang dirancang khusus bagi para pembaca dengan ketahanan mental yang kuat. Alur ceritanya mengeksplorasi dinamika hubungan yang kompleks dan provokatif dalam konteks modern. Dengan tema yang sangat sensitif, pembaca akan dihadapkan pada situasi emosional yang intens dan menantang. Pastikan Anda sudah cukup dewasa dan siap secara psikologis sebelum menyelami lika-liku kehidupan yang penuh gejolak di dalam novel ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

“AAAAAAAH……!”

PRAANG!

Elisa kini membanting gelas dan piring kotor sisa makan malam yang belum dibereskannya. Dia benar-benar frustasi dan sadar bahwa untuk membuat perhitungan dan membalaskan dendamnya pada wanita yang bahkan namanya pun dia yang memberikan dulu itu, perlu menenangkan diri dan berpikir dengan jernih. Agar tidak salah langkah.

Setidaknya tidak menimbulkan buntut yang sangat panjang seperti kasusnya Vina Cirebon, yang bahkan mencuat kembali setekah delapan tahun berlalu, dengan pemberitaan yang teramat masip dan caur marut. Jangan sampai ada pihak yang memfilmkannya.

Elisa berusaha keras mendinginkan kepalanya yang terbakar oleh amarah dan dendam sambil berusaha berpikir, bagaimana caranya untuk memberi pelajaran bagi Evelyn. Membunuh Evelyn tentu saja merupakan jalan pintas, namun Elisa berpikir apabila hal itu dilakukan, sudah pasti dirinyalah yang pertama kali dijadikan tersangka karena motifnya amat gampang dibaca oleh suami dan pihak berwajib.

Apalagi menyewa orang untuk membunuh tentunya tidak mudah dan bisa saja menguras banyak biaya. Lagi pula Elisa lebih menginginkan Evelyn sengsara dan menderita. Elisa ingin melukai atau menyiksa Evelyn hingga cacat? Itu mungkin ide yang efektif. Namun pastinya akan membuat Elisa meringkuk ditahanan polisi apabila hal itu sampai ketahuan. Dan nantinya bisa saja Evelyn yang dilukai akan membalaskan dendamnya pada Ravatar atau Jeany, kedua anaknya.

‘Apakah aku harus membalasnya dengan cara yang sama. Menggoda ketiga adiknya dan menjadikan mereka selingkuhanku?’ batin Elisa.

Ronald empat bersaudara yang kesemuanya laki-laki. Revan, Rayhan dan Rafly, tak kalah ganteng dan gagahnya dengan Ronald.

Hidup Revan terbilang sangat harmonis dengan istri dan kedua anaknya, mungkin akan sedikit sulit mengajak dia selingkuh. Revan tipe suami idaman yang setia pada keluarganya. Sementara Rayhan bisa dikatakan rumah tangganya tidak baik-baik saja. Akan lebih mudah diajak selingkuh karena pada dasarnya dia seorang playboy.

Bagaimana dengan Rafly?

Rafly paling muda, paling ganteng, masih kuliah dan merupakan adik kesayangan Ronald. Jika Elisa bisa menaklukan Rafly, kepuasan balas dendamnya akan sempurna, karena luka yang dirasakan Ronald, akan jauh lebih pedih. Disamping itu, resikonya pun relatif kecil. Tidak akan berbenturan dengan istrinya, sementara dengan Revan dan Rayhan pasti akan berhadapan dengan istri-istrinya kalau sampai ketahuan.

‘Benarkah itu cara yang terbaik? Terus bagaimana dengan si Evelyn? Keenakan sekali kalau tidak dibikin perhitungan. Aku harus membuat si pelakor itu benar-benar hancur hidupnya, titik!’ ralat Elisa.

Kepala Elisa malah semakin pusing dengan rencananya itu. Dia sama sekali tidak bisa menemukan cara yang efektif. Dalam keputusasaannya, Elisa mengambil handphonenya dan beranjak keluar dari rumahnya. Dia akan meminta saran dari kakak sulungnya, Erna.

“Halo, ada apa, El? Tumben malam-malam nelpon?” tanya Erna.

“Tolong bantu aku, Kak. Aku sudah tidak tahan lagi,” pinta Elisa dengan suara tersedu-sedu dan tentu saja Erna sontak terkejut mendengar suara adiknya itu.

“Loh, kamu kenapa, El?” Erna terdengar sedikit panik.

“Kak... aku... aku...” Elisa kembali terisak menahan tangisnya.

“Sudah, sudah. Tenangkan dulu dirimu, lalu ceritakan apa yang terjadi,” ujar Erna menenangkan adiknya.

Mendengar suara kakaknya, Elisa kembali berusaha untuk mengendalikan diri. Setelah memastikan kalau perasaannya sudah tenang, Elisa pun mulai menceritakan duduk persoalan rumah tangganya. Mendengar nasib adiknya yang sedang sangat direndahkan, sontak Erna naik darah dan emosi, apalagi saat mendengar bahwa Ronald hendak mengusir adiknya itu, dan lebih memilih Evelyn, adik angkat mereka yang telah berubah menjadi pelakor.

“Sialan! Jadi rupanya pelakor itu si Evelyn?” tanya Erna emosi.

“I... iya begitu lah Kak.” Elisa menjawab terbata-bata.

“Apa-apaan si Evelyn itu? Manusia tidak tahu diri. Tega sekali dia! Tidak menyangka si Evelyn ternyata serigala berbulu domba. Pura-pura alim tak tahunya binal, licik dan brengset!” Erna makin garang.

“Makanya Kak, aku sudah tidak tahan. Aku juga tidak masih tidak percaya kalau si Evelyn seperti itu,” ujar Elisa masih terbata-bata.

“Terus, bagaimana rencana kamu selanjutnya?” tanya Erna penuh perhatian.

“Aku mau buat perhitungan, Kak. Aku tidak rela kalau si pelakor itu yang menikmati semua ini tanpa penderitaan. Aku yang tunggang langgang mendukung Mas Ronald dari nol hingga seperti sekarang ini, masa dia yang menikmatinya. Terlalu enak hidup dia, sejak bayi hingga kini, keluarga kita yang menyokongnya,” tutur Elisa panjang lebar dan berapi-api penuh dendam kebencian.

“Baguslah, Kakak dukung kalau begitu! Terus, kamu mau apakan si pelakor itu?” tanya Erna.

“Aku bingung, Kak. Kita tidak bisa membunuh atau melukai si pelakor itu. Kita bisa dipenjara.” Elisa kembali kebingungan.

“Aduuh! Kamu kepikirannya kejauhan! Bukannya ada cara yang lebih gampang!” gerutu Erna.

“Apa itu, Kak?” tanya Elisa makin bingung.

“Makanya El, tenangkan dulu dirimu,” jawab Erna.

“Bukannya gampang? Daripada dibunuh atau dilukai begitu, lebih baik kalau kita melukai mental si Evelyn saja!” lanjut Erna.

“Maksudnya?” Elisa melongo tak sabar menunggu jawaban kakak sulungnya.

“Suruh aja orang lain memperkosa si Evelyn sebelum dinikahi si Ronald!” cetus Erna.

Pernyaataan kakaknya itu seolah seberkas cahaya yang menghapus kebingungan hati Elisa. Benar-benar sebuah ide yang luar biasa! ‘Yes, mengapa tidak? Tentu saja! Itu cara yang paling baik untuk menaklukkan si pelakor itu. Rasain kamu, Evelyn!’ hati Elisa gembira.

Dengan diperkosa, tentu saja akan memberi luka mendalam bagi Evelyn dan membuat Ronald berpikir bahwa Evelyn bukan wanita baik-baik karena sudah tidak perawan sebelum dinikahinya. Benar-benar sambil menyelam minum air! Lagipula dengan trauma pemerkosaan itu, pastilah mental Evelyn akan goyah dan gampang diintimidasi oleh Elisa.

Elisa yang kenal baik dengan Evelyn tahu betul bahwa kepribadian Evelyn yang feminin dan agak penakut itu akan membuatnya gampang dikontrol di bawah kendalinya.

“Benar Kak! Ide kakak bagus sekali! Tapi bagaimana cara melaksanakannya?” Elisa mulai antusias.

“Tenang saja lah! Kakak yakin banyak laki-laki yang mau melakukannya kalau kamu bayar untuk memperkosa si Evelyn, lagi pula si Evelyn kan cantik? Malah lebih gampang untuk mencari sukarelawan yang mau memperkosa dia rame-reme, hehehe,” papar Erna sangat yakin.

“Kalau kamu mau, Kakak bisa mencarikan beberapa orang,” lanjutnya. Erna lalu memberikan sedikit nasihat untuk merencanakan perangkap itu.

“Boleh Kak! Tolong kakak carikan orang-orang yang bisa memperkosa si Evelyn!” pinta Elisa yang kini tampak ceria, kontras dengan raut wajahnya sebelum menelepon Erna.

“Ya sudah kalau begitu. Jangan sedih lagi ya? Ingat, kalau besok si Ronald bertanya lagi, jawab saja kalau kamu setuju. Supaya rencana kita bisa berjalan.”

“Iya Kak. Terima Kasih Kakakku yang paling aku cintai!”

“Iya, kakak tutup dulu ya? Besok kakak cari orang yang tepat, nanti kita rencanakan bersama. Jangan di rumahmu, kita ketemu di luar. Jangan sampai ada yang curiga. Besok pagi kakak kasih info lagi ya. Masih lama ini mereka nikahnya juga.”

“Baik, Kak.”

“Daah, met malam ya, El,” ujar Erna sambil menutup teleponnya

Elisa tersenyum sekilas, dia berpikir ide brilian itu amat efisien dan mudah untuk dilaksanakan. Sekarang hanya tinggal mempersiapkan mental dirinya sendiri agar rencana itu bisa berjalan lancar.

Kebahagiaan Elisa pun datang dari ketidakterdugaannya jika solusi itu justru datang dari Erna, kakaknya. Harus diakui sudah cukup lama hubunagan Elisa dengan Erna tidak baik-baik saja. Mereka relatif jarang komunikasi apalagi berjumpa. Lebih tepatnya semenjak Elisa mempunyai anak pertama. Ditopang dengan kesibukan Erna yang karirnya terus meningkat, sehingga nyaris tak punya banyak waktu buat keluarga besarnya, terutama dengan Elisa yang tinggal di kota berbeda.

‘Terima kasih Kak Erna,’ ucap Elisa sambil bangkit dan tertawa riang dalam hatinya.

Dia bersumpah akan memperbaiki hubungannya dengan kakaknya. Andai Erna selalu sibuk dengan kegiatannya, mungkin seharusnya dia yang mendatanginya. Atau merencanakan wisata bersama. Elisa bahkan tidak terlalu kenal dengan suami Erna yang kedua, karena suami pertamanya kabur entah kemana.

Elisa tersenyum-senyum sendiri membayangkan rencananya berjalan dengan mulus, dan hubungannya dengan Erna pun kembali terjalin indah seperti masa-masa kecil dahulu. Elisa pun segera pergi tidur dengan perasaan tidak sabar menunggu datangannya hari pembalasan buat Evelyn dan hari kemenangan untuk dirinya. Namun sebelum masuk ke kamarnya, dia membersihkan kembali rumahnya dari serpihan beling-beling asbak, piring dan gelas yang tadi dihancurkannya.

‘Adik angkat adalah maut, mungkin ada benarnya juga,’ batin Elisa.

^*^

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BUKAN ANAK HARAM
9.2
Terinspirasi dari kisah nyata, novel ini mengikuti perjalanan pilu Kartika yang dijual ibu kandungnya ke dunia malam. Di tengah penderitaan, ia jatuh cinta hingga mengandung Dania. Kehadiran sang putri membawa perubahan besar sekaligus tantangan baru dalam hidupnya. Ikuti perjuangan dua generasi wanita ini dalam menghadapi kerasnya takdir demi menemukan kebahagiaan. Sebuah narasi menyentuh tentang keteguhan hati dr. Dania yang kini telah sukses di Singapura.
Sampul Novel Cinta Pertama Dari Istri Kedua
9.4
Kehadiran suami yang nyaris tanpa cela ternyata tak mampu memberikan kepuasan bagi sang istri. Dalam sebuah keputusan yang ceroboh, ia justru memilih untuk mendatangkan istri kedua ke dalam rumah tangga mereka. Alih-alih memperbaiki keadaan, tindakan tersebut malah menjadi pemicu bencana besar yang mengancam keutuhan pernikahan. Kini, hubungan yang semula stabil harus menghadapi badai kehancuran akibat kehadiran sosok baru yang tak terduga.
Sampul Novel Cinta Terhalang Ukuran
9.4
Dhipta Wisnu Pratama tampak memiliki segalanya sebagai pewaris kaya raya dengan wajah tampan. Namun, di balik kemewahannya, ia menyimpan kekurangan fisik yang membuatnya ragu akan ketulusan cinta. Tantangan terbesarnya muncul saat ia jatuh hati pada Anandhila Prameswary, seorang aktris dan model papan atas yang mempesona. Mampukah Dhipta memenangkan hati Dhila dan meyakinkannya untuk menikah meski ia tidak sempurna? Inilah perjuangan Dhipta mengejar cinta sejati.
Sampul Novel Derita Seorang Gadis Desa
9.4
Alya, gadis yatim piatu lulusan SMP, nekat merantau ke kota demi membiayai neneknya yang sakit. Nasib membawanya bekerja di kediaman Ibu Ratna yang baik hati. Namun, hidupnya hancur saat Arka, putra majikannya, pulang dan merenggut kehormatannya secara paksa. Bukannya bertanggung jawab, Arka justru menghina dan mengusir Alya dengan kejam. Di tengah luka batin yang mendalam, Alya harus berjuang bangkit menghadapi kenyataan pahit demi kelangsungan hidupnya.
Sampul Novel ISABELLA: Dibelai Maut, Dicintai Takdir
9.2
Isabella terjebak dalam dunia prostitusi eksklusif setelah dikhianati ayahnya sendiri. Di tengah kegelapan itu, ia menemukan cinta yang berakhir tragis saat calon suaminya tewas secara misterius. Bertekad menuntut balas, ia justru menemukan fakta bahwa Ronald, pria pertama yang membelinya, adalah sang pembunuh. Kini, Isabella harus menghadapi konspirasi dendam antar keluarga yang mengincar nyawanya sambil mengungkap identitas aslinya yang tersembunyi.
Sampul Novel Karma Terbalut Cinta
9.5
Airin Zafira, pebisnis hotel yang berjaya, menyembunyikan rahasia masa lalu yang suram. Putrinya, Sandrina Ayu Dewi, tumbuh menjadi gadis pintar namun kurang kasih sayang karena dibesarkan sang nenek di luar negeri. Saat kembali ke tanah air, Sandrina bertemu seorang pria dewasa yang memicu bencana besar bagi kehidupan mereka. Kisah ini mengungkap bagaimana karma dan luka lama kembali menghantui hubungan ibu dan anak tersebut di tengah dunia modern.