APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Janur Kuning di Rumah Tanteku

Janur Kuning di Rumah Tanteku

Ningsih tak menyangka wanita yang mengasuhnya adalah selingkuhan sang ayah. Di hari pernikahannya, Ningsih tiba-tiba raib hingga posisinya digantikan oleh Febi, putri kandung tantenya. Setahun berlalu, Ningsih kembali dan mendapati sepupunya telah menjadi istri Rey. Meski sudah beristri, Rey yang masih mencintai Ningsih berniat menjalin kasih kembali. Kini, Febi harus menghadapi dilema besar saat orang ketiga hadir di tengah rumah tangga paksa mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Ibu ada di sini, Nak!” ia mengusap kaca yang ada di hadapannya. Helaan napasnya membuat kaca bening itu sedikit berkabut.

Semua peralatan medis yang melekat pada tubuh putrinya semakin membuatnya merasa bersalah. Selang yang menghubungkan sumber makanan dan lambung, tabung oksigen untuk mengatasi kesulitan bernapas, dan berbagai alat lainnya yang Sekar tak tahu kegunaan pastinya.

Sama seperti ibu lainnya, tentu Sekar ingin sekali mendekap putri kesayangannya. Namun apalah daya, akibat ulahnya, kini bayi yang usianya belum genap enam bulan itu harus menanggung akibatnya.

“Tapi mulai saat ini, dia bukan lagi putrimu, Mbak!” Ratih mengingatkannya.

Sekar tertegun. Perjanjian yang tak pernah disetujuinya, terpaksa ia terima. Mau tidak mau, ia harus merelakan putri kecilnya menjadi milik Ratih seutuhnya. Mungkin ini hukuman baginya, atas kesalahan besar yang telah dilakukannya.

Namun sebagai seorang adik, Ratih pun tahu bagaimana perasaan Sekar. Ia mengusap bahu sang kakak, menguatkannya.

“Jaga dia Tih! Jangan biarkan orang lain menyakitinya!” mohon Sekar.

“Itu pasti, Mbak!”

Di dalam sana, seorang bayi mungil sedang memperjuangkan hidupnya. Di mana biasanya seorang ibu akan sangat khawatir jika anaknya harus masuk ke ruang PICU, tapi justru Asih masuk ke ruang skral itu karena ulah ibunya sendiri.

Asih sendiri sudah merasakan hidup di ruang NICU saat ia lahir. Kelahiran prematur membuatnya harus berada di sana. Pemicunya tak lain adalah stres yang dialami ibunya karena mengetahui sang ayah selingkuh.

PICU dan NICU, dua ruangan yang berbeda namun memiliki peran yang sama. Berbeda dengan NICU, PICU dikhususkan bagi bayi di atas usia satu bulan dan anak-anak berusia 1-18 tahun dengan kondisi kritis.

Selain dilengkapi berbagai perlengkapan medis, sama seperti NICU, ruang PICU juga menyediakan obat-obatan emergensi, seperti dobutamin dan epinephrine. Tentunya berada di PICU akan lebih baik untuk Asih saat ini.

“Maaf Bu, bayi dalam kondisi kritis seperti ini tidak bisa kita pindahkan sembarangan!” jelas seorang perawat, badannya tinggi semampai, dengan cepat ia menyamai pergerakan seorang ibu paruh baya, Retno, yang merupakan mertua Sekar.

Perawat cantik itu tergopoh-gopoh mengikuti Retno ke ruang PICU.

“Kalau kamu gak bisa bantu saya, panggil Agung kemari!” perintah Retno.

Sombong sekali.

Memang, bisa dikatakan Retno pemegang 50 persen saham di rumah sakit tersebut, tapi tidak lantas ia bisa meminta apa pun di luar kendali tim medis. Lagi pula itu akan sangat mengkhawatirkan keadaan cucunya.

“Wah, pembunuhnya ada di sini ya?” sindirnya. “Pak, kenapa diizinkan kemari si pembunuh ini?” Retno tak ingin melewatkan kesempatan meluapkan emosinya pada Sekar. Bahkan ia tak membiarkan petugas kepolisian yang sejak awal mendampingi Sekar, untuk menyela.

“Bu, jaga ya ucapannya!” balas Ratih.

Ucapan perempuan itu membuat Retno semakin meradang. Ia yang sejak awal memang ingin sekali membalas dendam, semakin tersulut. Sebuah tamparan pun melayang ke pipi Sekar, menandakan kesabarannya telah habis.

“Dan kamu!” ia menunjuk ke arah Ratih, “tak pantas kamu meminta saya menjaga ucapan. Kamu yang seharusnya menjaga kakakmu agar tidak membunuh orang lagi!” pungkasnya.

Terlihat Sekar menjatuhkan air matanya, “Maaf, Bu!” ucapnya menyesal.

Tapi nasi sudah jadi bubur. Luka yang digoreskan Sekar begitu dalam di hati mertua dan keluarga besar suaminya. Rasanya sulit bagi mereka untuk menerima kenyataan itu, dan tentunya Sekar sadar akan semuanya.

“Pak, tolong bawa perempuan gila ini, enyahkan dia dari hadapan saya sebelum saya yang akan membunuhnya!” pintanya pada salah seorang polisi.

Ratih terlihat merangkul bahu kakaknya, setidaknya bisa menguatkan. Sedangkan Sekar, ia masih memegang pipi yang tadi ditampar mertuanya. Bukan hanya tamparan, sepertinya bogem mentah pun masih pantas ia dapatkan, pikirnya.

Dari relung hatinya, Sekar benar-benar menyesali perbuatannya. Ia kehilangan akal sehat saat melakukan semua misi biadabnya. Ternyata benar kata Ustad Soleh yang sering mengisi pengajian di mesjid komplek tempatnya tinggal, pada akhirnya emosi yang tak terkendali akan berakibat fatal.

Setelah polisi kembali membawa Sekar ke tempat selayaknya ia berada, jeruji besi, Retno kembali memaksa perawat tersebut mengabulkan keinginannya. Memang, dengan uang seseorang dapat melakukan apa pun yang diinginkannya. Sifat sombong yang dibawanya sedari lama, terlihat semakin jelas.

“Bu, rumah sakit ini masih mampu menangani bayi ibu, jadi kita sebaiknya melanjutkan perawatan di sini, memindahkannya malah berisiko, Bu” jelas perawat tersebut.

“Ini cucu saya!” Retno menunjuk ke arah Asih dari balik kaca. “jadi terserah saya mau bawa dia kemana!” sambungnya.

“Iya saya tahu itu hak ibu, tapi ibu juga perlu pikirkan keadaan bayi Bu..” perawat mengingatkan Retno kembali.

“Dan mulai sekarang, Asih juga menjadi tanggung jawab saya!” Ratih menyela.

Wajah Retno memerah, ia yang sama sekali tidak ingin lagi melihat Sekar dan keluarganya, semakin meradang.

“Kamu!” Retno menunjuk ke arah Ratih, bahkan telunjuknya hampir mengenai hidung Ratih. “jangan ikut campur tentang urusan keluarga saya. Kamu pergi dari sini!” perintahnya.

“Saya tidak akan pergi, karena mulai sekarang Asih adalah putri saya!” pungkasnya.

“Apa? Sejak kapan?” Retno mengejek. “kamu lupa saya siapa?”

“Sejak Mbak Sekar menyerahkan segala sesuatu tentang Asih kepada Saya. Saya menjadi ibu sambungnya!” jelas Ratih.

“Gila ya kalian!” Retno terlihat sangat emosi, ia kembali ingin melayangkan tamparannya pada Ratih, namun perawat yang sedari tadi menyimak, mencoba meredakan emosinya.

“Bu, jangan buat keributan di sini, kasihan bayi-bayi, mereka butuh istirahat!” jelas perawat.

“Kalau kamu merasa punya hak atas cucuku, ayo kita selesaikan di pengadilan!” Retno mendekatkan wajahnya pada Ratih, matanya memerah, bibirnya tegas mengancam Ratih.

“Oke, saya siap!”

“Kamu dan kakakmu seharusnya lenyap dari bumi ini!” ucap Retno, lalu meninggalkannya.

Mungkin bagi Retno, tidak sulit menyelesaikan semuanya. Terlebih ia punya banyak uang. Dan seharusnya Ratih sadar, Retno adalah pihak wali dari Asih. Jelas Retno lebih berhak mengasuh cucunya dibandingkan Ratih.

Tapi Ratih juga merasa punya senjata, Kekayaan suaminya juga tak kalah dari Retno. Ia yakin dengan uang yang ia miliki, ia juga layak merawat dan menjaga Asih.

“Bu, biaya pengobatan bayi ibu sudah keluar tagihannya bu...” seorang perawat menghampirinya. Ratih yang sedang terhanyut dalam kesedihannya, segara mengusap air mata. Ia sangat mengkhawatirkan Asih.

“Baik, saya akan segera melunasinya!” jawabnya.

Baru saja Ratih ingin beranjak, sontak ia mendengar suara tangis. Terlihat seorang ibu yang meronta-ronta karena kehilangan bayinya, meninggal karena infeksi saluran kemih. Tulang-tulang Ratih ikut nyeri, ia menoleh ke arah Asih, menatapnya iba, ia takut kemalangan yang sama akan menimpanya.

Seperti patung, ia menyaksikan semuanya tanpa bergerak.

“Mungkin wanita tua itu tidak akan mengangguku dan Asih lagi jika ia tahu Asih meninggal!” monolognya.

Ratih terlihat memikirkan sesuatu, namun segera ia hentikan, dan melanjutkan tugasnya untuk membayar biaya pengobatan Asih.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beetwen love and hate
9.2
Hendra hancur saat Luna memutuskan hubungan demi mengejar karier model dan pria lain. Di tengah keterpurukan, kecelakaan membawanya bertemu Nita yang tulus menyelamatkannya. Meski awalnya menutup diri, kelembutan Nita perlahan meluluhkan hati Hendra yang terluka. Namun, saat cinta baru mulai tumbuh, Luna kembali datang dan ingin merajut kasih lagi setelah merasa bosan. Kini Hendra terjebak dalam dilema antara masa lalu yang pahit atau masa depan yang hangat.
Sampul Novel Daddy's Princess (21+)
8.4
Dominic menjalani peran sebagai ayah angkat bagi Bee, namun kehadiran sosok dosen tampan bernama Nathan mulai mengubah dinamika kehidupan mereka. Hubungan ketiganya terjalin dalam narasi penuh emosi yang mendalam dan kompleks. Konflik hati serta ketegangan asmara mewarnai setiap babak perjalanan mereka, membawa pembaca menelusuri sisi dewasa dari sebuah komitmen. Sebuah kisah romansa modern yang menantang batas perasaan antara perlindungan dan cinta.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Sampul Novel Kuakhiri Dendam Ini
9.0
Kehidupan tenang Anisa hancur dalam sekejap saat suaminya, Barry, kembali dari perjalanan luar negeri. Kegembiraan menyambut kepulangan sang suami berubah menjadi kengerian luar biasa ketika sebuah koper miliknya dibuka. Di dalamnya, tersimpan jasad seorang wanita cantik yang tidak bernyawa. Penemuan mayat misterius ini memicu huru-hara di rumah mereka, menyeret Anisa ke dalam pusaran misteri kelam yang mengancam segalanya.
Sampul Novel MENANTU KONTRAK
9.2
Pasca diusir ibu tirinya, Anindya yang hidup sulit terpaksa menerima kontrak pernikahan dengan Reivan, miliarder yang menutup diri akibat masa lalu kelam. Nyonya Nadia menjodohkan mereka demi memenuhi permintaan terakhir Nenek Zylvana yang sedang sakit. Meski awalnya terpaksa, sikap manja sang nenek justru mendekatkan mereka. Namun, ego Reivan memicu konflik besar hingga Anindya harus mempertaruhkan nyawa demi cinta di tengah rahasia yang mulai terkuak.
Sampul Novel PENGAKUAN ANAKKU
7.8
Larissa harus menelan kenyataan pahit bahwa niat tulus tidak selamanya membuahkan hasil yang manis. Alih-alih mendapatkan apresiasi, kebaikan yang ia tanam justru berbalik menyerang dan melukai dirinya sendiri. Pengalaman ini menjadi pengingat kejam bagi Larissa bahwa pengorbanan bisa berakhir sia-sia. Ibarat memberi air susu namun dibalas dengan air comberan, ia kini terjebak dalam dampak buruk dari kemurahan hatinya yang berujung jadi bumerang.