APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jodoh Titipan Mama

Jodoh Titipan Mama

Leon meragukan kecantikan Celine saat pertama kali diperkenalkan oleh ibunya dalam rencana perjodohan. Tak tinggal diam, Celine membalas hinaan itu dengan ancaman jenaka yang berani. Meski terpisah jarak antara Papua dan Sumatra, kedua orang tua mereka tetap bersikeras menyatukan dua kepribadian yang bertolak belakang ini. Di tengah perdebatan sengit dan interaksi unik, mampukah benih cinta tumbuh di antara mereka berdua dalam ikatan yang tak terduga?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Iya Naya, ini kita udah di jalan kok. Kita baru aja keluar dari Bandara. Ntar kalo udah sampe kita kabarin."

Dita tertawa saat mendengar celoteh sahabatnya di seberang sana. Wanita paruh baya itu terdengar tidak sabar untuk segera bertemu dengannya. Bagaimana tidak, terhitung sudah puluhan tahun lamanya mereka berpisah sejak mereka menikah selepas lulus dari kuliah. Menjadi istri seorang abdi negara memaksa mereka untuk mendampingi suami mereka yang ditugaskan di pulau yang berbeda. Begitu pun mereka tetap berhubungan baik melalui telepon atau sosial media. Hingga di penghujung tahun ini, pertemuan mereka berhasil terealisasikan dengan Dita yang berencana datang ke rumah Naya di Tanah Papua, untuk kemudian liburan bersama.

Setelah sekian lama, akhirnya dua sahabat itu bisa melepas rindu.

"Iya, iya. Aku juga gak sabar. Anak kamu udah pulang kan dari Jakarta? Aku sampe maksa Celine buat ikut loh, kita kan rencananya mau jodohin mereka."

Celine, wanita cantik berusia 20 tahun yang berstatus sebagai putri satu-satunya Dita itu hanya menghela napas kasar. Lagi-lagi perjodohan. Topik itu selalu saja dibahas jika sang ibu sudah teleponan dengan seseorang yang katanya adalah sahabat lama. Padahal Celine sudah menolak. Demi Tuhan, Celine sudah punya kekasih dan dia sangat mencintai kekasihnya itu. Bagaimana mungkin ia menerima perjodohan konyol yang dilakukan ibunya? Omong kosong.

"Bahagia banget yang mau jodohin aku," rungut Celine setelah ibunya selesai melakukan panggilan.

Dita tertawa mendengar ujaran putrinya itu. Ia yang gemas mencubit pelan pipi Celine hingga akhirnya pipi gembil dengan kulit putih itu berubah merah bak buah tomat yang matang.

"Kamu mana paham. Mama sama tante Naya itu udah temenan puluhan tahun dari kita SMA, kuliah bahkan sampe sekarang. Sayang aja kita harus pisah setelah nikah. Terus kamu tau gak? Mama sama tante Celine itu kayanya bener-bener ditakdirkan buat jadi sahabat. Soalnya setelah mama pacaran sama papa kamu, eh seminggu kemudian dia juga dapet pacar polisi juga, sama kaya papa kamu. Keren kan?"

Celine merengut kesal sambil mengusap pipinya yang memerah.

"Keren sih keren, Ma, tapi, gak sampe jodohin aku juga. Aku kan udah bilang kalau aku udah—"

"Ssstt! Berisik!" potong Dita. Ia tak peduli dengan celotehan putrinya yang berkali-kali menolak keinginannya itu. Ia tidak mau tahu, pokoknya Celine harus menikah dengan Leon, anak Naya, kelak.

"Udah ... kamu turutin aja dulu maunya Mama kamu."

Celine terbelalak saat mendengar sang ayah malah berpihak pada mamanya. Baru saja gadis itu ingin protes, sebuah kejadian mengejutkan terjadi di depan matanya.

"Papa awas! Aaaaakh!"

***

Seorang wanita paruh baya berlari cepat menuju ruangan ICU, ruangan di mana sahabat yang ia tunggu kedatangannya sejak tadi malah terbaring lemah karena kecelakaan yang menimpanya.

Air mata tak kunjung berhenti mengalir di pipi Naya saat perawat mempersilakannya masuk karena tak ada harapan atas keadaan sang sahabat.

"Hiks, Dita!" lirih Naya saat dengan mata kepalanya ia melihat sendiri bagaimana sahabatnya itu terbaring lemah dengan banyak perban menutupi beberapa bagian tubuhnya, bagaimana bekas darah masih tersisa di tubuhnya dan bagaimana alat-alat penunjang kehidupan dipasangkan padanya. Air mata Naya kian deras.

"Kenapa bisa gini? Kamu udah janji bakal ke rumah. Kita bakal kenalin anak kita. Kamu ingatkan? Kenapa kamu ingkar?"

Isakan Naya semakin keras saat air mata nampak mengalir dari sudut mata sang sahabat. Gumaman maaf terlihat dari gerak bibir wanita paruh baya yang terbaring lemah itu. Ia yang frustasi dan tak tahu harus apa, hanya bisa memegang erat tangan Dita.

Naya mendekatkan telinganya ke arah Dita saat wanita itu menggerakkan bibirnya berusaha berbicara.

"Nay, aku titip anak aku. Dia gak punya siapa-siapa selain aku dan papanya. Kamu harus janji, Nay. Kamu harus janji buat jagain Celine," ujar Dita dengan suara begitu pelan, bahkan hampir tidak terdengar jika saja Naya tidak menajamkan pendengarannya.

"Iya, aku bakal lakuin semuanya buat Celine, tapi kamu harus sembuh dulu Dit, kamu harus sembuh!"

Tak terdengar jawaban dari Dita. Hanya gerakan bibir yang menggumamkan maaf.

Jeritan disertai tangisan keras keluar dari mulut Naya tatkala elektrokardiograf berbunyi panjang menandakan bahwa detak jantung pasien tidak lagi terdeteksi.

Hari itu seorang wanita kehilangan sahabatnya dan seorang anak kehilangan ayah dan ibunya.

***

Pandangan kosong terlihat di mata Celine, saat gadis cantik berusia 20 tahun itu dihadapkan dengan dua gundukan tanah yang dihiasi nisan bertuliskan nama kedua orang tuanya. Setelah berdiskusi dengan keluarga ayahnya di Sumatra, juga dengan pihak kepolisian, di mana tempat ayah Celine bertugas, gadis itu akhirnya memutuskan untuk mengizinkan ayah dan ibunya dikebumikan di bumi cendrawasih ini. Meski awalnya ia tak setuju karna akan sangat jauh baginya singgah ke makam mereka saat ia rindu, tapi mengingat rumitnya urusan pemulangan jenazah mereka, ia akhirnya hanya mengangguk lesu.

Celine melangkah menyusul Naya yang memanggilnya. Celine dengan berat hati memasuki mobil keluarga Naya dan ikut pulang dengan mereka. Untuk sementara Celine akan tinggal bersama keluarga Naya sebelum memutuskan untuk kembali pulang ke Sumatra.

Sampai di rumah, Naya menyajikan makan siang. Meski dalam keadaan berduka, Naya tidak ingin perut Celine kosong, jadi ia harus tetap memperhatikan makanan gadis itu. Bagaimana pun, Naya tahu, pasti berat rasanya ditinggalkan oleh kedua orang tua.

Keheningan menghiasi keluarga Naya dan Celine saat itu. Hanya dentingan sendok bertemu piring yang terdengar diantara mereka.

"Celine, ini mungkin terlalu tiba-tiba, tapi kamu pasti udah denger dari almarhumah mama kamu soal perjodohan kamu sama Leon kan?"

Celine tercekat. Ia tersadar dari lamunannya dan menatap lamat ke arah Naya.

"Tante ... Aku tau soal perjodohan itu, tapi ... bagi aku pernikahan itu gak mudah, Tan. Aku belum terlalu mengenal anak Tante, pun dengan anak Tante. Lagi pula aku belum siap nikah," tolak Celine sopan.

"Hah ... terima aja. Ribet banget."

Celine terbelalak saat mendengar celetukan dari pria tampan yang duduk di seberangnya. Baru saja ia berniat menyahut ujaran itu, Naya lebih dulu meminta pria muda itu untuk diam.

"Maaf ya, Leon emang suka gitu. Oh, kamu belum kenalan sama anak tante kan? Kenalin, dia anak Tante, Leon."

Naya tersenyum canggung saat melihat Leon dan Celine malah memberikan tatapan datar satu sama lain.

"Ini yang kata Mama mau dijodohin sama Leon? Mama bilang orangnya cantik. Ini gak cantik-cantik banget kok."

Celine menggigit bibir dalamnya kuat. "Tahan Celine tahan! Kamu harus bersikap sopan!" batin gadis itu.

"Orangnya juga kayanya emosian. Terus ... keliatannya gak pinter. Dia juga—"

Brak!! Celine menggebrak meja di hadapannya.

"Kamu jelekin aku sekali lagi, bibir kamu kutarik sampe Sumatra ya! Berani?" Celine berteriak dengan amarahnya!!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Banyu-2 tak tergenggam dan yang lepas.
9.2
Banyu menerima surat misterius yang menyatakan dirinya terpilih sebagai avatar setelah pengamatan enam bulan oleh tim rahasia. Meski bingung dan curiga, ia diminta datang ke Jalan Lembayungkuning No. 17, tepat di samping kantor MNG Group, untuk mendapatkan penjelasan lengkap melalui sesi wawancara. Didorong rasa penasaran sekaligus takut, Banyu akhirnya memutuskan memenuhi panggilan tersebut. Keputusan nekat ini menjadi awal mula petualangan besar dalam hidupnya.
Sampul Novel Bukan Mantan Istri Biasa
9.2
Tiga tahun Laura mengabdi sebagai istri yang penurut, namun Nikolas Riyadi justru membalasnya dengan dingin karena wanita lain. Sadar pengorbanannya sia-sia, Laura akhirnya memilih bercerai. Kabar kembalinya status lajang sang ahli waris kaya ini langsung menggemparkan publik, memicu persaingan para CEO tampan untuk meminangnya. Saat Nikolas memohon kesempatan kedua di depan umum, akankah Laura luluh atau tetap pergi meninggalkan masa lalunya?
Sampul Novel Cinta Terlarang Di Rumah Kakak Ku
8.2
Lima tahun di Milan, desainer Kinan akhirnya kembali ke Jakarta untuk mengunjungi kakaknya, Airin. Namun, suasana hangat di rumah itu terusik saat ia bertemu Liam, suami kakaknya yang maskulin. Sebuah insiden membuat Liam menangkap Kinan dan berakhir dengan ciuman tak terduga yang membakar gairah. Kini, Kinan terjebak dalam dilema antara godaan terlarang dan loyalitas pada keluarga. Akankah perasaan berbahaya ini menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Crazy In Love  (Katharine)
9.2
Pasca kematian Alex Wolff di medan tempur, Katharine terpaksa menjadi orang tua tunggal bagi putra kecilnya. Di tengah duka, muncul Warren Cook, pria misterius bermata satu yang mengaku sebagai sahabat karib mendiang suaminya. Secara mengejutkan, Warren melamar Katharine dengan janji kebahagiaan. Demi masa depan sang anak, Katharine menerima pinangan pria asing tersebut. Namun, kecurigaan menyelimuti hatinya. Siapa sebenarnya Warren dan apa motif tersembunyinya?
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra mengalami tragedi memilukan saat kesuciannya dirampas di hadapan kekasihnya sendiri akibat rencana keji kakek sang pria. Alih-alih membela, kekasihnya justru memilih menikahi wanita lain. Di tengah kehancuran, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama mereka, ia merancang pembalasan dendam untuk menghancurkan pria itu beserta keluarganya. Namun, akankah kepuasan batin ia temukan setelah semua hancur?
Sampul Novel Dua Takdir, Satu Malam
9.7
Menjelang hari pernikahan, Damar terbangun di sisi sekretarisnya, Kyra. Murka karena merasa dijebak, Damar memecat Kyra dan menghancurkan reputasinya. Hidup Kyra lantas runtuh; ia kehilangan tempat tinggal serta biaya pengobatan ibunya. Di tengah penderitaan, Kyra menyadari dirinya hamil. Berbulan-bulan kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali saat Kyra tengah berjuang sendirian. Sebuah rahasia besar pun perlahan terungkap mengenai apa yang sebenarnya terjadi malam itu.