APKDock Logo
Sampul Novel Kau Hancurkan Lipstikku

Kau Hancurkan Lipstikku

8.2 / 10.0
Saat berbelanja, Luna bersikeras membeli lipstik baru meski Rama sudah mengingatkan untuk berhemat. Karena Luna nekat membelinya secara diam-diam, Rama yang emosi langsung mencoret-coret wajah Luna menggunakan lipstik tersebut sebagai hukuman. Rama mengira tindakan kasarnya akan membuat Luna kapok dan menyesal. Namun, dugaannya salah besar karena dalam sekejap, Luna justru kembali muncul di hadapannya dengan membawa sepuluh buah lipstik baru lainnya.

Kau Hancurkan Lipstikku Bab 1

Hawa supermarket sore itu sejuk, dengan iringan musik instrumental lembut yang mengalun dari speaker langit-langit. Suasana cukup ramai, tapi tidak padat. Rak-rak kosmetik yang tertata rapi menarik perhatian seorang perempuan muda yang berdiri dengan mata berbinar.

"Lihat ini, Rama!" seru Luna, menggenggam sebuah lipstik merah menyala dari rak promosi. "Shade-nya cocok banget buat kulitku, kan?"

Rama, pria yang berdiri beberapa langkah di belakangnya, hanya menghela napas panjang. Tangannya masih memegang keranjang belanja berisi kebutuhan rumah tangga: sabun cuci, pasta gigi, mie instan, dan beberapa botol air mineral.

"Kita lagi ngirit, Luna," katanya, nadanya tegas. "Kamu udah punya lima lipstik di rumah. Bahkan ada yang masih belum dibuka."

"Tapi ini diskon 40%, Ra! Sayang banget dilewatkan. Lagian aku butuh buat event kantor minggu depan." Suara Luna terdengar memohon, manja, seperti biasa.

"Luna." Rama meletakkan keranjang di lantai dan menatapnya lurus. "Kamu tahu kondisi keuangan kita. Minggu lalu kamu baru beli parfum. Sekarang lipstik lagi?"

Luna memutar bola matanya dan cemberut. Ia tak menjawab, hanya mengalihkan pandangannya ke arah kasir. Dalam sekejap, ia berjalan cepat ke arah antrean sambil menyembunyikan lipstik di balik jaketnya.

Rama, yang sadar akan gelagat istrinya itu, mengikutinya dengan langkah cepat. Tapi Luna sudah lebih dulu menyerahkan uang tunai kepada kasir dan membawa plastik kecil berisi lipstik barunya.

"Luna!" seru Rama begitu mereka tiba di parkiran. "Kamu pikir aku nggak lihat? Kamu tetap beli meskipun aku larang!"

"Rama, cuma satu lipstik. Nggak sampe seratus ribu. Kenapa sih kamu kayak-"

Belum selesai Luna bicara, Rama merebut lipstik itu dari tangannya. Dengan kasar, ia membuka tutupnya dan memutar batang lipstik merah itu hingga penuh, lalu...

"Sret!"

Ditariknya garis merah menyala dari pipi kiri ke pipi kanan Luna. Kemudian ia menggambar lingkaran besar di dahi, mencoret bibir Luna sendiri dengan penuh kemarahan.

"Kalau kamu pengen banget pake lipstik ini, ya udah! Nih, puas?!"

Luna terkejut. Matanya membelalak, bukan karena takut, tapi karena tak percaya Rama benar-benar melakukannya. Orang-orang di parkiran mulai memperhatikan. Tapi Luna tidak menangis, tidak berteriak. Ia hanya diam, wajahnya memerah bukan karena malu, tapi karena marah.

Beberapa detik kemudian, Luna merogoh tasnya. Dengan penuh percaya diri, ia mengeluarkan satu kantong plastik kecil. Lalu satu lagi. Dan satu lagi.

Totalnya ada sepuluh lipstik, semua warna berbeda.

"Kamu pikir aku cuma beli satu?" kata Luna, tersenyum sinis. "Aku beli semua warna yang diskon. Mau coret semua ke wajahku juga?"

Rama terpaku.

Luna mengangkat dagunya tinggi-tinggi, seolah menunjukkan bahwa harga dirinya lebih mahal dari lipstik manapun. Ia berjalan meninggalkan Rama begitu saja, dengan wajah masih tercoret, tapi langkah yang penuh kemenangan.

Rama (dalam hati):

"Aku cuma ingin dia belajar untuk menahan diri. Tapi kenapa justru aku yang merasa seperti pecundang sekarang?"

Luna (menatap kaca spion mobil, melihat wajahnya):

"Dia pikir dia bisa mempermalukan aku? Dia belum tahu siapa Luna sebenarnya."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kau Hancurkan Lipstikku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Niat hati memberi kejutan ulang tahun, aku justru menyaksikan pengkhianatan kekasihku dengan pria kaya. Dihina karena miskin, hidupku berubah saat pelayan keluarga terkaya mengungkap identitas asliku sebagai pewaris Grup Nelson. Kini dengan kekayaan tak terbatas, aku kembali untuk membalas dendam. Mantan kekasihku bersujud memohon ampun, namun aku hanya berlalu menuju kemewahan. Bagiku, uang hanyalah angka dan aku sangat menikmati cara menghabiskannya.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Keharmonisan rumah tangga Dewi mendadak hancur saat ia menemukan barang milik wanita lain tersimpan di dalam koper suaminya. Penemuan mengejutkan ini membawa Dewi pada serangkaian rahasia gelap dan tabiat buruk sang suami yang selama ini tersembunyi rapat. Di tengah rasa sakit hati yang mendalam, Dewi kini berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan dalam penderitaan, atau justru bangkit untuk membalas pengkhianatan tersebut?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan