APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KISAH PANAS STEWART RANZO

KISAH PANAS STEWART RANZO

Ranzo menavigasi perjalanan hidup yang penuh gejolak emosi dan hasrat mendalam saat ia beranjak dewasa. Dalam pencarian cinta sejati, pria tampan ini terlibat dalam berbagai hubungan romantis dan pengalaman ranjang yang mendebarkan dengan beragam wanita unik. Setiap pertemuan membawa tantangan baru bagi Ranzo. Akankah keberuntungan terus menemaninya di tengah intrik asmara yang panas? Temukan kisah fiktif khusus dewasa ini yang mengupas tuntas liku-liku pencarian jati diri.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari pertandingan pun tiba, aku yang telah menyanggupi permintaan untuk bergabung dengan tim Dimas sedang bersiap-siap berangkat.

"Ran, udah siap? ditunggu ya," ketik Lisa melalui aplikasi WA, kemudian dia mengirimkan lokasi tempat bertandingnya.

"Otw," balasku singkat.

Aku lalu mengeluarkan motorku bersiap-siap berangkat, aku lalu mengunci rumahku. Di rumah tidak ada orang, ibuku seperti biasa pergi ke pasar untuk berjualan, hari ini bersama ayahku karena pada hari sabtu dan minggu ayahku libur. Aku pun berangkat ke tempat pertandingan.

***

Sesampainya di sana aku langsung memarkirkan motorku, saat masuk ke stadium aku disambut oleh Dimas dan tim, di sana ada Lisa juga yang sudah bersiap mendukung kami.

"Yo selamat datang di tim kita," ucap Dimas menyalamiku.

Satu persatu mereka memperkenalkan diri padaku, ada yang kerempeng tinggi ada yang gendut, rata-rata bukan tipe seorang pemain basket.

"Pantas aja tim ini gak pernah juara, isinya pemain kaya gini semua," kataku dalam hati.

"Ranzo semangat," ucap Lisa sambil mengepalkan tangannya.

Aku tak membalas hanya mengacungkan jempol tanda 'beres' kepadanya.

Saat kami sedang melakukan pemanasan tiba-tiba datang satu pemain lagi bersama seorang wanita. Dia adalah pemain dengan postur paling ideal di antara pemain lain, menurutku.

"Sorry bro agak telat, tadi ada urusan bentar," ucapnya meminta maaf.

"Santai aja, udah sekarang ganti baju terus pemanasan," suruh Dimas.

"Oke," jawab lelaki itu yang ku ketahui bernama Reza.

Saat kami akan melanjutkan pemanasan tiba-tiba si wanita yang datang bersama Reza pun menyeletuk.

"Ranzo?" panggil si wanita itu.

Aku yang merasa dipanggil pun menoleh.

"Kakak?" Aku kaget melihat wanita yang datang bersama Reza itu adalah kakakku sendiri.

"Kok kamu ada di sini?" tanyanya heran melihat aku bersama tim dari kampusnya.

"Ouh jadi kalian kakak adik?" Dimas bertanya memastikan.

Aku hanya mengangguk sambil cengengesan, kakakku pun mengiyakan pertanyaan itu.

Dimas kemudian menjelaskan kepada kak Ranty tentang diriku yang ikut dalam lomba ini.

"Shttt, jangan sampai Ranzo ketahuan kalo dia bukan mahasiswa sini ya," ucap Dimas kepada kak Ranty.

"Oke," balasnya mengangguk.

Pertandingan pun dimulai, para pendukung dari kedua belah tim saling melontarkan yel-yel mereka. Lisa dan kak Ranty duduk di bangku penonton membaur dengan suporter yang lain.

Seperti dugaanku, para pemain di timku super amatir, si gendut yang sering dipanggil Gembul itu hanya bisa berlari ke sana kemari membawa bola yang ada di perutnya itu, sedangkan si cungkring yang bernama Junet, dia kena bola saja mungkin mental entah kemana.

Hanya Dimas dan Reza yang lumayan bisa bermain, sedangkan si mesum Boni hanya bermulut besar, memprovokasi lawan dengan kata-kata hinaan.

Di situ aku langsung show off skill di depan kawan, lawan, dan cewek-cewek suporter yang hadir.

Untung saja lawan kami saat itu tidak beda jauh dengan timku, jadi aku bisa melewati mereka semua dengan mudah dan mencetak skor demi skor.

Pendukung kami selalu bersorak ketika aku mencetak angka entah dari 3-point ataupun dunk.

Quarter pertama pun selesai, skor 21-7 untuk keunggulan timku, kami semua menepi untuk diberi arahan.

"Ran, lu pemain pro ya?" tanya Reza tidak percaya dengan permainanku barusan.

"Bukan kok, tapi kalo jadi pemain pro boleh juga tuh,hehehe ..." jawabku sambil tertawa.

"Mantappp lah, gak sia-sia kita rekrut lu," ucap Dimas menimpali.

Quarter dua dimulai, seperti dugaan aku selalu dijaga oleh dua sampai tiga pemain. Tap memang dasar mereka amatiran, aku dengan mudah melewati mereka.

Quarter dua selesai, Dimas digantikan oleh pemain lainnya. Skor saat itu 44-17.

Aku melihat Dimas mengambil sesuatu dari dalam tasnya seperti sabun pembersih muka yang dikemas dalam botol, tapi aku tidak yakin juga akan hal itu. Setelah mengambilnya dia kemudian berlalu pergi.

Permainan kembali dimulai, di quarter ketiga tempo permainan mulai menurun, kami semua sudah mengalami kelelahan terutama aku yang sejak quarter pertama selalu bermain aktif.

Quarter ketiga belum selesai, Aku meminta diganti karena aku kebelet kencing. Setelah diganti aku buru-buru pergi ke kamar kecil karena sudah tidak tahan lagi.

Saat berada di kamar kecil aku langsung membuang air yang sedari tadi tertahan di kemihku. Saat itu aku mendengar di sebelah bilik yang aku pakai itu suara air yang keluar dari kran deras sekali.

Namun dibalik suara itu aku mendengar suara 2 orang sedang... mendesah?

"Ahh, apa ada orang yang sedang 'main' di sebelah ya? dan mereka menyamarkan suara mereka dengan membuka air kran dengan deras," tanyaku dalam hati.

Iseng aku mencoba untuk mengintip, namun saat itu tidak ada pijakan yang cukup tinggi untuk aku gunakan.

Terpaksa aku melompat ke bagian atas tembok itu dan dengan mengandalkan otot lenganku, telapak tanganku bertumpu pada puncak tembok hingga mataku bisa melihat sesuatu yang ada di baliknya.

Antara syok dan kaget aku melihat dua orang yang sedang memacu birahi di sana, aku melihat lelaki itu adalah Dimas yang sedang memompa miliknya dari belakang.

Namun yang membuat paru-paruku sesak dan jantungku nyaris berhenti ialah wanita yang sedang dipompa oleh Dimas itu adalah LISAAAA!!!!!!

Degggg!!!!!

Rasa marah, kecewa, sedih bercampur menjadi satu, saat itu posisi mereka membelakangiku, namun aku bisa melihat dari sudut mata wanita itu yang setengah menoleh memang benar Lisa.

Aku lihat disela-sela genjotan Dimas di liang cinta Lisa itu tiba-tiba Dimas mengeluarkan miliknya membuat Lisa melenguh.

"Emhhh,, kak!" hanya itu yang Lisa katakan ditengah persenggamaan mereka.

Di situ aku melihat kemaluan Dimas mengacung dengan keras, lalu Dimas menuangkan sebuah cairan dari botol yang tadi aku lihat dibawanya di lapangan. Ternyata itu adalah cairan pelumas.

Setelah Dimas melumuri miliknya dengan cairan tersebut Dimas kembali memasukkan kejantanannya itu ke dalam intim Lisa.

Lisa kembali melenguh, lalu Dimas langsung memagut bibirnya yang merekah itu dari belakang dan mereka berciuman secara ganas selagi milik Dimas berperan mengaduk-aduk inti tubuh Lisa.

Aku melihat mereka melakukannya tanpa paksaan, mereka lakukan atas dasar suka sama suka. Hal itu semakin membuat hatiku hancur lebur.

Tak kuasa melihat adegan itu terlalu lama, aku memutuskan untuk pergi saja. Lalu aku melompat dari tembok itu, namun naas lantai toilet itu agak licin dan aku pun tergelincir.

Tidak hanya sampai disitu, saat terjatuh tanganku mengenai tuas kran yang patah dan membuat lengan bawahku terluka. Sudah jatuh tertimpa tangga, sial sekali!

Aku mencoba untuk tidak membuat suara, suara air kran di sebelah agaknya sedikit menyamarkan suara jatuhnya diriku sehingga Dimas dan Lisa tidak menyadarinya.

Aku kemudian menyembunyikan luka ditanganku dengan menempelkannya di kostum basket yang aku kenakan, lalu bergegas pergi.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas dendam
9.2
Dahulu Jenni hanyalah wanita lemah yang menjadi korban perundungan serta dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya sendiri. Kini, ia telah bertransformasi menjadi sosok yang tangguh dan tak tergoyahkan. Didorong dukungan penuh sahabat setianya, Jenni bertekad membuktikan kekuatannya melalui rencana balas dendam yang matang. Sambil mencoret foto para pengkhianat, ia bersumpah akan membuat mereka merasakan penderitaan yang sama. Simaklah perjalanan Jenni menuntut keadilan.
Sampul Novel Istri Rahasia CEO
9.5
Abia tak pernah menyangka nasibnya akan berubah drastis setelah merusak mobil mewah milik bosnya yang dingin. Arya, sang CEO duda beranak satu, memberikan tuntutan berat: Abia harus membayar ganti rugi selangit atau bersedia menikah dengannya. Terjepit masalah finansial, Abia terpaksa menerima tawaran gila tersebut. Kini, ia harus menghadapi tantangan besar tinggal seatap dengan pria galak yang selama ini ia hindari di kantor demi melunasi utangnya.
Sampul Novel Lure Young Master Wolf
9.5
Terjebak dalam konspirasi licik, seorang gadis tak sengaja masuk ke pelukan Bei Minghan, putra keenam keluarga Beiming yang misterius. Pria berkuasa di Mingcheng ini dijuluki manusia serigala karena sifatnya yang kejam dan ganas. Meski reputasinya menakutkan, Bei Minghan justru menunjukkan sisi lain yang tak terduga. Bagi sang serigala, kesetiaan adalah segalanya. Di balik sosoknya yang dingin, ia hanya memilih untuk mencintai dan memanjakan satu wanita selamanya.
Sampul Novel MELEPAS JERAT SUAMI PARAS(H)IT
9.7
Elmi dan Damar mengawali asmara sejak kuliah hingga menikah. Namun, lima tahun berumah tangga, Damar justru menjadi parasit yang menganggur dan mengklaim rumah warisan Elmi sebagai miliknya. Konflik memuncak saat Damar menolak punya anak, meski Elmi sangat mendambakannya. Saat mendapat kerja, Damar malah berselingkuh. Di tengah luka, Elmi bertemu kolega yang tulus mendukungnya. Kini ia harus memilih: bertahan dalam kepalsuan atau pergi mengejar kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Menikah Dengan Keponakan
9.0
Akibat satu kesalahan fatal, Aeris dan Leon terjebak dalam pernikahan tanpa landasan cinta. Perbedaan usia serta kepribadian yang kontras memicu konflik terus-menerus di antara mereka. Sanggupkah Leon yang berhati dingin menghadapi tingkah abnormal Aeris setiap hari? Tantangan semakin berat saat cinta pertama Leon muncul kembali di hidupnya. Akankah ia tetap setia menjaga komitmen rumah tangga ini atau justru memilih berpaling demi masa lalunya?
Sampul Novel Never Move On
9.6
Nico dan Nina berpisah saat kuliah akibat restu orang tua hingga Nico pindah ke Amerika. Enam tahun berselang, Nina yang kini yatim piatu dan kehilangan tempat tinggal terpaksa bekerja menjaga sebuah apartemen kosong. Tak disangka, sang pemilik adalah Nico yang baru saja pulang. Karena Nina tak punya tujuan lain, Nico mengizinkannya menetap. Terjebak dalam satu atap, mantan kekasih ini harus berbagi ruang dengan berbagai aturan demi menjaga jarak profesional.