APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel KONTRAK CINTA DENGAN SAHABATKU

KONTRAK CINTA DENGAN SAHABATKU

Qeiza Noura terkejut saat Arlando, sahabat masa kecilnya, mendadak mengajukan tawaran pernikahan tepat setelah ia putus cinta. Lewat sebuah perjanjian, mereka sepakat menikah selama satu tahun saja sambil tetap bebas mencari pasangan sejati. Namun, mampukah ikatan kontrak tersebut berakhir sesuai rencana awal, atau justru benih cinta yang tulus mulai tumbuh di antara mereka seiring berjalannya waktu? Sebuah kisah romansa tentang batas antara persahabatan dan cinta.
Bab
Bagikan

Bab 3

"OMG! Arlando Meshach belum pernah pacaran?! Ck, ck, ck. Rasanya itu tidak mungkin!"

"Ssst!" Arlando melebarkan matanya. "Jangan keras-keras!" 

Qeiza menurunkan volume suara dengan tubuh sedikit condong mendekati Arlando. "Kamu belum pernah pacaran?! Serius?!" tanya Qeiza dengan mimik wajah tak percaya.

Arlando mengangguk pelan. "Iya! Itu yang membuatku pusing." Arlando menghembuskan napas seakan ingin mengeluarkan beban yang ada di dalam dadanya.

"OMG! Berarti kamu tidak tahu bagaimana rasanya jatuh cinta?!" tanya Qeiza.

Jari jemari tangan Arlando langsung menyentil kening Qeiza. "Itu nanya atau meledek?!"

"Aduh!" Qeiza mengusap keningnya yang sakit, tapi tak berapa lama kemudian tawanya berderai. "Ha-ha-ha. Percuma punya wajah ganteng, tapi tidak laku. Kasihan sekali dirimu! Ha-ha-ha. Kasihan, kasihan."

Arlando mencibir. "Ledek aku sesuka hatimu! Memangnya kamu sudah laku? Memangnya kamu sudah pernah pacaran?!"

Tawa berderai Qeiza langsung berhenti begitu mendengar pertanyaan Arlando, teringat dengan mantan kekasihnya yang telah selingkuh dengan si Ririn.

Melihat ekspresi Qeiza jadi berubah sendu dalam hitungan detik membuat Arlando sedikit heran dan juga penasaran. "Eh, kenapa kamu? Kok jadi sedih?!"

Orange juice yang tersisa tinggal setengah gelas langsung diteguk Qeiza, setelah itu melihat jam tangannya. "Ceritanya panjang. Ini sudah sore, aku harus segera pulang. Orang rumah pasti sudah menungguku."

"O iya, aku sampai lupa. Bagaimana kabar Tante Dewi dan Om Darmawan?!"  tanya Arlando. "Aku kangen dengan bubur kacang ijo buatan Tante Dewi yang enak itu."

"Mereka baik-baik saja," jawab Qeiza. "Dan mereka juga tidak memintaku untuk segera menikah," sambungnya sambil menahan tawa.

Arlando melengos kesal. "Meledek lagi! Awas kamu!" Tatapan Arlando jatuh pada ponsel Qeiza yang ada di atas meja. "Berapa nomor ponselmu?!" segera diambilnya ponsel Qeiza.

"Eh, sembarangan ambil ponsel punya orang!" Qeiza dengan cepat mengambil ponsel dari tangan Arlando.

"Biasanya juga tidak marah kalau aku pegang ponselmu," ucap Arlando.

"Itu dulu! Sekarang, tidak!" jawab Qeiza tegas, sebenarnya bukan karena tidak boleh, tapi Qeiza lupa wallpaper ponselnya belum diganti masih berupa foto dirinya dan si Damar. 

Arlando memberikan ponsel miliknya pada Qeiza. "Masukkan nomormu."

Jari jemari Qeiza dengan lincah mengetik satu per satu nomor ponsel miliknya. "Kamu boleh meneleponku sesuka hatimu. Sekarang aku harus cepat pulang, terlambat sedikit saja bisa diceramahi Ibu dari Sabang sampai Merauke."

Arlando sebenarnya ingin membicarakan masalah pribadinya agar cepat selesai, tapi melihat Qeiza begitu terburu-buru, Arlando merasa tidak enak juga harus menahannya lebih lama lagi. "Hati-hati di jalan!"

"Ok! Kalau begitu ...," Qeiza merapikan buku-buku miliknya dan segera mengambil tas selendangnya. "Aku pulang duluan."

"Rumahmu, masih rumah yang dulu itukan?!" tanya Arlando.

"Iya, rumahku cuma satu, tidak seperti rumahmu yang bertebaran dimana-mana," jawab Qeiza bangun dari duduk. "Sampai bertemu lagi." 

"Hati-hati," ucap Arlando ikut berdiri. "Langsung pulang ke rumah, jangan mampir kemana-mana."

"Iya," jawab Qeiza tersenyum manis, kemudian kaki kecilnya pergi meninggalkan Arlando, tapi belum satu menit berlalu, tiba-tiba Qeiza sudah datang lagi dengan membawa wajah yang sulit diungkapkan.

"Qeiza, ada apa?!" tanya Arlando kaget, baru duduk beberapa detik langsung berdiri lagi melihat sahabat masa kecilnya datang lagi.

"Arlando, tolong aku," pinta Qeiza langsung berdiri di belakang pria blasteran berpostur tubuh tinggi tegap itu.

"Qei, Qeiza!" terdengar suara bariton memanggil. "Dengarkan penjelasanku, Qei!"

Arlando melihat seorang pemuda yang umurnya tidak jauh berbeda darinya baru saja datang dengan wajah penuh pengharapan pada Qeiza.

"Qei, please! Dengarkan penjelasanku," ucapnya lalu melihat Arlando yang menjadi tameng bagi mantan kekasihnya.

"Pergi kamu dari sini! Kita sudah tidak ada urusan apa-apa lagi!" teriak Qeiza dari balik tubuh Arlando. "Aku tak sudi melihatmu lagi! Pergi kamu, Damar!"

Tangan Damar meraih tangan Qeiza. "Beri aku satu kali kesempatan untuk menjelaskan semuanya, Qei!"

"Jangan sentuh aku!" Qeiza semakin menyembunyikan tubuh kecil mungilnya dibelakang tubuh Arlando. 

"Qei," Damar kembali diraihnya tangan mantan kekasihnya itu. 

Melihat Qeiza mati-matian menolak pria yang ada di depannya membuat Arlando turun tangan. "Hai, bung! Jangan kasar pada wanita!"

Damar langsung melihat Arlando dengan tatapan tidak suka. "Siapa kau?! Jangan ikut campur urusanku!"

"Dia tidak mau berurusan denganmu!" ucap Arlando.

Damar malah menekan dada bidang Arlando dengan jari telunjuk tangan kanannya sambil menatap galak. "Jangan ikut campur kalau kau masih sayang dengan wajahmu yang ganteng ini!"

"Jaga sopan santunmu, bung!" Arlando mulai tersulut emosi melihat Damar bersikap tak sopan.

Damar malah semakin tidak sopan. Kerah kemeja Arlando dicengkeramnya kuat-kuat sambil menatap tajam iris mata Arlando. "Aku peringatkan sekali lagi, jangan ikut campur urusanku!" Detik berikutnya dilepaskan kembali. "Minggir kau!"

Qeiza yang berada di belakang tubuh Arlando langsung ke luar. "Apa-apaan sih kamu ini?! Malah mencari ribut! Pergi kamu dari sini!" usir Qeiza menatap galak pada Damar kemudian melihat Arlando. "Kamu tidak apa-apa?"

"Aku tidak apa-apa, tenang saja," jawab Arlando tersenyum menenangkan. 

Qeiza kembali melihat Damar. "Sudah aku bilang, kita ini sudah putus! Kamu bodoh atau tulalit, begitu saja tidak mengerti!"

"Aku tidak mau kita putus!" Damar hendak meraih tangan Qeiza, tapi tanpa diduga tangan Arlando menepisnya. 

"Jangan kasar dengan wanita bung!" ucap Arlando menggeser tubuhnya menghalangi Qeiza dari Damar. "Apalagi kasar dengan calon istriku.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Accidentally Wedding
8.6
Fachmi heran mengapa matanya selalu tertuju pada Carissa, gadis SMK yang jauh dari kriterianya. Meski mengaku tak cinta, ia justru terhibur oleh kebencian gadis itu. Secara impulsif, Fachmi menawarkan pernikahan saat ayah Carissa mengeluhkan tingkah putrinya. Di sisi lain, Carissa yang baru tujuh belas tahun merasa hidupnya hancur. Ia terpaksa menikah muda dengan Fachmi, pria dewasa yang dicap hobi mempermainkan wanita. Akankah takdir ini berakhir bahagia?
Sampul Novel BABY CEO 21+
8.6
Vanya terjebak dalam pusaran gairah saat Ares menciumnya dengan intens hingga ia sulit bernapas. Meski Vanya mengerang gelisah, Ares terus mengeksplorasi tubuhnya dengan sentuhan lembut dan kecupan yang membakar sensasi di area sensitifnya. Di tengah pergulatan hasrat yang menyiksa, Vanya terus memanggil nama Ares seolah memohon sesuatu yang lebih. Namun, Ares justru memintanya untuk tidak terburu-buru, membiarkan ketegangan romansa dewasa ini semakin memuncak.
Sampul Novel Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan
8.4
Evalia terjebak dalam kehamilan tak terduga setelah menolak cinta Hanson Dirgantara. Meski Hans bersikeras ingin bertanggung jawab demi calon bayinya, Eva yang membenci kelicikan pria itu tetap menolak menikah. Di tengah ambisi Hans yang menggunakan kekayaan keluarganya untuk menaklukkan Eva, gadis yatim piatu ini justru berusaha menggugurkan kandungannya. Mampukah Eva lepas dari obsesi Hans dan meraih mimpinya menjadi dokter, atau ia akan selamanya terkendali?
Sampul Novel Boss Dingin
9.7
Zahra Aiza Naadhira sempat mengalami penolakan saat melamar di Perusahaan Haidar karena penampilannya yang berbusana Muslimah. Namun, sang bos akhirnya berubah pikiran karena melihat potensi besar Zahra untuk memajukan bisnisnya. Alvino Daffa Haidar, pemilik perusahaan terkaya di Indonesia, dikenal sangat dingin terhadap wanita. Menariknya, ayah Alvino ternyata menjalin kerja sama bisnis dengan ayah Zahra, yang menambah kerumitan hubungan mereka.
Sampul Novel Garwo, Satu Hati Sampai Nanti
8.4
Dalam filosofi Jawa, garwa bermakna belahan jiwa yang tercipta dari satu kesatuan utuh. Namun, realita pahit menghampiri saat pengabdian tulus dari titik nol justru dibalas dengan pengkhianatan. Meski kesetiaan diharapkan menjadi muara, badai perselingkuhan dan kehadiran orang ketiga justru terus mengguncang fondasi rumah tangga. Akankah ikatan suci ini tetap dipertahankan saat rasa hormat telah sirna? Ikuti kisah perjuangan batin yang penuh emosi ini.
Sampul Novel Kado Dari Masa Lalu
8.5
Ulang tahun ke-35 Declan Montereau berubah drastis saat Elio, bocah empat tahun bermata abu-abu, muncul di depan pintunya dan mengaku sebagai putranya. Sebagai pebisnis sukses yang skeptis terhadap komitmen, Declan kini terpaksa menghadapi kenyataan yang mengguncang logika. Kemiripan fisik Elio tak terbantahkan, memicu pencarian mendalam tentang siapa wanita dari masa lalunya yang tega menyimpan rahasia sebesar ini sekaligus meninggalkannya tanpa kata.