APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Less Than Evil

Less Than Evil

Dalam realitas yang keras, kemampuan menjilat dan mencari muka menjadi kunci utama untuk meraih posisi strategis. Dunia ini tak ubahnya medan perang bagi mereka yang mahir mengganti topeng demi ambisi pribadi. Tak ada kebaikan murni yang tersisa; setiap interaksi hanyalah upaya untuk saling memanfaatkan satu sama lain. Hanya individu yang paling licik dan pandai bersandiwara yang mampu bertahan hingga akhir dalam persaingan hidup yang penuh dengan kepalsuan ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Akhirnya kamu datang juga,” ucap wanita ini sambil melipat kedua datangnya ke arah depan.

“Ada apa?” tanya Erwin singkat.

“Ada apa, sepertinya saat ini kamu merasa seperti tidak ada dosa. Hey aku beri tahu kepada kamu, pria yang kamu tangkap itu adalah kekasihku. Dia adalah pria baik, dia tidak mungkin membunuh seseorang. Katakan apa alasan kamu menangkapnya?” tanya wanita ini.

“Sangat simpel, karena di saat kejadian pembunuhan terjadi dia sedang berada di tkp. Tidak hanya itu, pisau yang dia bawah juga terdapat darah dari korban. Dia adalah tersangka utama itulah alasan kenapa aku menangkapnya,” balas Erwin memberikan wanita ini penjelasan.

“Aku tidak percaya,” sebut wanita ini tertawa bengis.

“Jika tidak percaya ya sudah,” ucap Erwin lalu meninggalkan wanita ini.

Saat ini wanita ini sangat tidak terima dengan apa yang baru saja Erwin katakan kepada dirinya, wanita ini berteriak kepada Erwin. Jika Erwin tidak melepaskan kekasihnya, maka dia akan melakukan hal yang buruk kepadannya. Wanita ini juga berkata hal yang sangat lucu, dia mengira jika Erwin menangkap kekasihnya karena cemburu dia sudah mempunyai kekasih yang baru.

“Hey lepaskan kekasihku, dia tidak bersalah. Jika kamu tidak mau melepaskannya maka aku akan melakukan hal yang buruk kepada kamu, aku akan melakukan sebuah kegilaan di sini. Lagi pula aku sangat tahu, kamu menangkap kekasihku bukan karena dia bersalah atau tidak. Kamu cemburukan karena aku sudah mendapatkan kekasih yang baru,” ucap wanita ini.

Saat ini Erwin mulai menghentikan langkah kakinya, dia mulai menoleh ke arah belakang. Saat ini dia menahan tawanya, lalu dia pun kembali mendekati wanita ini. Dia menjelaskan kepada wanita ini, jika mereka sudah tidak ada hubungan lagi. Dan dia tidak akan cemburu, jika wanita yang ada di depannya ini berciuman dengan laki-laki lain.

“Waaoow, ternyata kamu ini sangat percaya diri sekali ya. Aku katakan kepada kamu, aku ini memang mantan kekasihmu. Tapi kita sudah putus tiga tahun yang lalu, jangan mengada-ngada. Sekarang ini kamu bukan lagi tipeku, kekasihmu itu tidak salah jika diadili. Dia sudah menghilangkan satu nyawa, jika kamu sudah gila pergilah ke rumah sakit jiwa. Jangan datang kemari dan membuat aku menjadi ingin muntah,” balas Erwin dengan kasar.

“Apa buktinya jika kamu sudah move on dariku, apakah saat ini kamu sudah mempunyai pacar?” tanya wanita ini merendahkan Erwin.

“Tentu saja, dia lebih cantik. Lebih baik dan lebih segalanya dari kamu, tidak mungkin aku masih memikirkan gadis gila seperti kamu. Saat ini kamu bukanlah tipeku lagi,” ucap Erwin sekali lagi memberikan sebuah tegasan kepada wanita ini.

“Jangan lupa akulah yang menemani kamu di saat kamu belum menjadi seperti ini,” ucap wanita ini memberikan tatapan tajam kepada Erwin.

“Lalu kenapa?” tanya Erwin yang membuat wanita ini menjadi sangat kesal.

Saat ini wanita ini terlihat sangat kesal, dia memelintir tangan Erwin ke arah belakang. Sehingga membuat Erwin menjadi kesakitan, tidak lama wanita ini pun membanting tubuh Erwin dan jatuh ke lantai. Wanita ini terlihat sangat senang karena sudah mempermalukan Erwin, tapi saat ini Erwin tidak membalas wanita ini. Dia tidak mungkin membalas wanita, tidak lama akhirnya wanita ini pergi meninggalkan Erwin. Orang-orang di kantornya tidak bisa melakukan apa-apa, mereka hanya bisa menjadi penonton dari apa yang sudah dilakukan oleh mantan kekasihnya kepada dirinya. Saat ini Erwin sebenarnya merasa sangat malu, dia berdiri lalu memasuki kantornya.

“Hey wanita yang tadi bersama dengan kamu itu siapa?” tanya seorang laki-laki berpakaian culun.

“Kenapa kamu menyukainya?” tanya Erwin yang saat ini masih terlihat sangat kesal.

“Tentu tidak, dia terlihat sangat kasar. Tapi tenaga yang dia punya juga cukup hebat, dia bisa membanting polisi seperti kamu,” ucap pria ini yang kembali memancing emosi Erwin.

Saat ini Erwin mulai menghentikan langkah kakinya, dia menjelit ke arah laki-laki ini. Mata sipitnya seketika saja menjadi sangat besar, terlihat bola matanya hampir mau lepas.

“Coba katakan lagi apa yang tadi kamu katakan?” bentak Erwin dengan nada marah.

Saat ini terlihat jika pria yang bertanya dengan Erwin tadi, terlihat sangat takut dan malah pergi meninggalkan dirinya. Pria itu takut jika nantinya akan membuat masalah baru.

“Hey mau ke mana kamu,” teriak Erwin yang melihat pria culun itu lari dengan terbirit-birit meninggalkan dirinya.

Saat ini semua mata mulai kembali melihat dirinya, mereka semua melihat Erwin dengan bingung. Erwin berteriak dengan cukup kencang, tidak lama ketika dia sadar jika saat ini dia sedang diperhatikan oleh satu kantor. Dia pun akhirnya bergegas untuk pergi menujuh ke ruangnya, sembari menghindari rasa malu. Di dalam ruangan kerjanya saat ini, ternyata sudah ada kepala komisaris polisi yang sedang menunggu dirinya. Terlihat sepertinya kepala komisaris sudah menunggu dirinya cukup lama, kepala komisaris sedang terduduk di atas kursi tamu yang ada di dalam ruanganya.

“Kepala komisaris, kenapa kamu berada di ruanganku pagi-pagi seperti ini. Apakah saat ini sedang ada masalah?” tanya Erwin yang terlihat bingung.

“Duduklah,” perintah kepala komisaris polisi kepada Erwin.

“Saat aku banyak sekali mendegar tentang maraknya kasus narkotika di kota kita, sepertinya narkotika sudah sangat membuat masyarakat menjadi cemas. Aku pun yang mendengarnya ikut menjadi cemas,” ucap kepala komisaris kepada Erwin.

“Saat ini, aku bersama dengan timku sedang mencoba memecahkan kasus tersebut. Belakangan ini, banyak sekali bandar narkotika yang berkeliaran. Aku menyuruh anggota timku untuk menyamar menjadi pembeli, namun untuk sekarang kami belum menemukan tersangkah. Tapi walaupun begitu kepala komisaris tenang saja, kami akan melakukan yang terbaik. Berikan aku waktu beberapa minggu,” sebut Erwin kepada kepala komisaris.

“Tentu saja, aku yakin kamu bisa memecahkan kasus ini. Kamu adalah seorang polisi yang cukup kompenten, kamu adalah polisi terbaik bagiku. Selama ini kamu sudah memecahkan kasus-kasus dengan baik, aku sangat yakin jika kamu bisa memecahkan kasus kecil seperti ini. Benar begitukan?” sebut kepala komisaris kepada Erwin.

“Ah, aku menjadi malu, mendengar perkataan kamu. Saat ini kepala komisaris sudah memujiku dan aku seolah merasa seperti ingin terbang,” balas Erwin kepada kepala komisaris.

“Tidak usah begitu, apa yang aku bicarakan saat ini. Itu benar adanya, kamu tidak perlu merasa malu atau pun berbesar hati. Sebenarnya ke datanganku kemari bukanlah untuk membicarakan soal kasus yang tidak terlalu penting itu,” ucap kepala komisaris kepada Erwin yang sedang berbicara dengan nada sangat sopan kepada dirinya.

“Apa?” tanya Erwin yang terlihat bingung.

“Jadi ada apa kepala komisaris datang menemui saya pagi-pagi seperti ini?” tanya Erwin yang terlihat sangat bingung.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bermandikan Api: Kisah Reinkarnasi Seorang Putri
8.0
Terlahir kembali di tubuhnya yang berusia delapan tahun, Putri Yun Shang kini membawa beban ingatan dari masa depan yang kelam. Di kehidupan sebelumnya, ia hancur akibat pengkhianatan suami, kehilangan anak tercinta, dan kekejaman kakak perempuannya sendiri. Berbekal trauma dan pengetahuan masa lalu, Yun Shang bersumpah untuk membalikkan takdir. Ia tidak akan lagi menjadi korban yang lemah, melainkan sosok yang siap menuntut balas pada semua musuhnya.
Sampul Novel Darah Sang Mafia
8.9
Dastan, sang pembunuh berjuluk The Black Wings, terpaksa menampung Dara di kediamannya sebagai jaminan utang. Meski awalnya membenci Dara karena dianggap wanita simpanan ayahnya, Dastan mulai luluh setelah kebenaran terungkap. Dara tetap mencintai Dastan walau sering diperlakukan kasar. Di tengah ancaman maut dan dunia mafia yang kelam, mampukah Dara membawa Dastan menuju cahaya, ataukah takdir akan memisahkan mereka selamanya dalam kegelapan?
Sampul Novel Jatuh Cinta Pada Luka
7.9
Damian Verano, bos mafia tangguh, nyaris tewas setelah dikhianati dalam perebutan wilayah. Terhanyut di sungai selama tiga hari, ia ditemukan oleh Alira, gadis desa berusia delapan belas tahun yang sangat sederhana. Meski Damian masih terbayang sosok Sierra, pesona polos Alira justru memicu getaran cinta yang tak terduga di hatinya. Akankah sang penguasa dunia bawah tanah yang kejam mampu bersatu dengan gadis dusun yang buta akan masa lalunya yang kelam?
Sampul Novel (NOT) Your Ordinary Lab Girl
8.3
Meha, asisten lab mikrobiologi di Universitas Elephas, mendadak jadi tersangka pembunuhan berantai karena mayat ditemukan di tempat kerjanya. Bersama rekannya, Remi, mereka terjebak fitnah dan konspirasi politik kampus yang pelik. Demi membersihkan nama baik dan kelanjutan studinya, Meha terpaksa turun tangan memecahkan misteri tersebut. Namun, keberhasilannya justru memicu kasus baru, seolah ia adalah magnet bagi para pembunuh yang haus untuk diungkap aksinya.
Sampul Novel Pembalasan Dendam Istri TKI
8.6
Mutia terpaksa memendam amarah saat bekerja di negeri orang, mengetahui suaminya berkhianat dengan menikah lagi. Penderitaannya kian memuncak ketika putri tercintanya menjadi korban penganiayaan di rumah. Sekembalinya ke tanah air, Mutia tidak lagi tinggal diam. Dengan tekad yang membara, ia merancang strategi untuk menuntut keadilan. Kini, saatnya bagi Mutia membalaskan semua rasa sakit dan pengkhianatan yang telah menghancurkan hidup keluarganya.
Sampul Novel Pembalasan Pada Keluarga Mantan Calon Suamiku
9.1
Azzalyn kini bangkit demi menuntut keadilan atas penderitaan dirinya dan sang ibu. Setelah kehilangan orang-orang tercinta akibat kekejaman musuhnya, rasa takutnya telah sirna dan berganti menjadi api dendam. Ia pun terkejut saat mengetahui bahwa ayahnya ternyata masih hidup, meski masa lalu kelam menyelimuti kenyataan itu. Di tengah badai masalah yang terus datang menghimpit, Azzalyn bertekad untuk bertahan dan membalas setiap perbuatan jahat mereka.