APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel LOVE

LOVE

Sejak tatapan pertama, hatiku langsung terpikat oleh pesonanya. Pertemuan kedua dengan pemilik mata indah itu semakin meyakinkanku bahwa aku telah jatuh cinta sedalam-dalamnya. Namun, meski aku berasal dari keluarga kaya dan terpandang, ada keraguan besar yang menghimpit dada. Kondisi fisikku yang lumpuh membuatku tak berani menyatakan perasaan pada gadis tersenyum manis itu. Mampukah pria cacat sepertiku memenangkan ketulusan cintanya yang berharga?
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku bangun saat alaram yang ku setel di ponselku berdering cukup nyaring hingga memekakan telinga. Kumatikan alaram itu dan segera bangun menuju kamar mandi yang terletak diluar kamarku.

Rumah sederhana yang aku tempati ini adalah rumah sewa, aku tinggal sendiri disini. Kedua orang tuaku sudah meninggal delapan tahun yang lalu, dan itu adalah hari kutukan bagiku. Karena aku sangat menyesalinya, aku sangat menyesal.

Setelah aku mencuci muka aku masuk kedapur, menanak nasi di rice cooker lalu menuju kulkas kecil yang terletak didekat meja makan didapur ini.

Ku ambil satu butir telur dan juga tempe serta sayur bayam.

Setelah selesai dengan membuat bekal makan siang ku aku beralih membersihkan rumah.

Kegiatanku setiap hari selalu seperti ini jika pagi, kecuali sabtu dan minggu. Hari itu akan aku gunakan tidur dengan puas, tidur adalah caraku untuk bahagia. Karena dengan tidur aku bisa tidak memikirkan apa pun.

Aku selalu memakai setelan kerja dengan kemeja serta blazer dan juga celana bahan. Tidak mungkin kan aku menaiki sepeda dengan memakai rok.

Meski cuaca panas aku tidak masalah mendayung sepeda untuk pergi kemanapun aku mau.

Kantor masih sepi saat aku tiba, dan selalu seperti itu. Aku menuju toilet kantor dan mulai memakai make up tipis di dalam toilet itu. Menata rambut dan kembali memyemprotkan parfume murah milikku.

Aku harus bergegas karena hari ini akan ada rapat direksi seluruh staff juga akan ada di Aula kantor ini.

*****

Bian Nugraha Jayker sudah terlebih dulu masuk ke Aula bersama adik sepupunya yang cantik bernama Bella Rienna Jayker. Bella fokus dengan ponselnya, sedangkan Bian terlihat fokua dengan laptopnya. Satu persatu karyawan dan direksi memasuki Aula itu, dan dua orang pria yang saling tertawa membuat para kaum hawa memandangi mereka seribu kali lipat takjub dari biasanya. Bian menggelengkan kepala melihat kedua sepupunya yang lain itu berjalan kearahnya.

Bryan dan Banu adalah dua orang sepupu nya selain Bella.

Brian berprofesi sebagai musisi dan dia memiliki managment artis sendiri serta juga mengurus beberapa perusahaan keluarga mereka.

Sedangkan Banu adalah seorang Pilot, Banu tidak resmi mengurus perusahaan. Dia hanya memantau saham yang diatas namakan untuknya.

Jika kalian bertanya apa Profesi Bella, Bella adalah seorang Dokter specialist anak dirumah sakit terkenal Jakarta. Bella dan Banu adalah kakak adik kandung.

Jika ketiga sepupunya memiliki pekerjaan pribadi selain mengurus perusahaan, tidak dengan Bian, pekerjaannya fokus terhadap semua saham dan perusahaan Jayker. Karena dia adalah cucu pertama dari anak pertama keluarga Jayker.

Keempat saudara ini sangat dekat dan kompak, mereka tahu rahasia masing-masing dan diantara semuanya hanya Bian yang sedikit lebih pendiam.

Itulah sekilas tentang keluarga Jayker brother. Kembali kepada Bian, pria itu terlihat sangat mendengarkan penjelasan bawahannya diperusahaan.

Sorot mata seorang wanita itu melihatnya terkejut tapi dia mencoba mengalihkan perhatiannya dan duduk dengan tenang. Memang siapa dia? Toh mereka juga tidak berkenalan. Mereka hanya sama-sama terpesona pada pandangan pertama mungkin.

Atau hanya dia saja yang terpesona pada senyuman pria itu. Cinta menggelengkan kepalanya dan kembali fokus pada sekitarnya. Lalu tiba-tiba seorang wanita yang anggun dan cantik berdiri untuk memimpin rapat yang akan diadakan saat ini.

Sesaat sebelum dimulainya rapat sebuah nada dering ponsel dengan judul lagu. Right here waiting for you dari Richard Mark terdengar di Aula itu. Bian menundukkan kepalanya tanda dia meminta maaf, dan seakan hapal dengan tombol ponselnya diapun langsung menggerakkan tangannya lalu menempelkan ponselnya ditelinganya. Tapi tidak ada suara dari penelpon malahan dering ponsel masih terdengar se' Aula itu.

Seorang wanita meringis melihat ternyata memang benar ponselnya yang berbunyi nyaring.

Seluruh mata di Aula lalu beralih menatapnya. Cinta meringis lagi merasa tidak nyaman dengan tatapan semua orang termasuk Bian yang melihatnya terkejut. Bian sudah seminggu ini memikirkan seorang wanita yang mencuri perhatiannya itu. Seorang wanita yang tanpa permisi membuat pikirannya teralihkan tidak hanya tentang bisnis dan bisnis, melainkan memikirkan wanita itu.

Kenapa Bian tidak tahu kalau wanita yang dia pikirkan adalah karyawan diperusahaannya.

Senyuman dibibir Bian terukir melihat wanita bernama Cinta itu salah tingkah.

Brian melihat hal itu dan dia tak menyangka Bian akan tersenyum untuk seorang wanita lagi setelah sekian lama Bian menjauhi makhluk bernama Wanita selain keluarganya.

*****

Didalam ruangan kerja Bian keadaan hening karena Banu dan Brian memandangi wajah Bian yang sangat serius. Brian sudah menjelaskan kepada Banu kalau Mas Bian mereka tadi tersenyum melihat seorang wanita.

"Mas?" panggil Banu yang ingin memulai percakapan dengan Bian.

Bian hanya melihat sebentar lalu melanjutkan kegiatannya.

"Mas suka ya sama wanita tadi?"

Bian hanya diam tak ingin menanggapi.

"Cantik kok mas. Body nya juga bagus. Hehehe." Satu pena melayang kearah Brian yang dilemparkan Bian karena ucapan asal dari Brian. Sedangkan Banu tertawa melihat wajah kesal Brian.

"Coba ada Bella, pasti Bella belain gue deh." Brian pura-pura memasang wajah memelasnya.

"Tapi mas, kalau suka deketin dong mas."

Banu akhirnya berhasil membuat Bian berhenti memandangi laptop itu dan dan tersenyum penuh arti kepada kedua saudaranya itu.

"Aku masih punya hati untuk tidak merusak hidupnya. Lagi pula tidak ada wanita yang mau menghabiskan sisa hidupnya dengan pria lumpuh seperti ku."

Bian menggerakkan kursi rodanya dan dia mencoba mendekati kedua saudaranya itu.

"Kalian tidak usah mengkhawatirkanku, aku baik-baik saja. Katakan pada oma dan opa kalau aku bahagia."

Brian berdiri karena emosi melihat kebohongan Bian.

"Dari dulu aku sudah pernah bilang bukan, kalau suatu saat kamu masih bisa sembuh mas Bian bahkan dokter tidak memvonis kamu lumpuh selamanya."

Brian ingin keluar, dan suara Bian menghentikannya.

" Aku tahu semuanya Brian, tapi dokter juga tidak mengatakan kalau aku bisa berjalan lagi bukan?"

Banu yang hanya duduk diam akhirnya ikut berdiri. Bian butuh waktu untuk sendiri pikirnya.

"Mas, semua orang berhak mendapatkan kebahagiannya. Jangan karena kamu lumpuh kamu menganggap semua wanita sama dengan mantan tunanganmu itu."

"Kamu berhak mendapatkan kebahagianmu mas, kamu pria normal yang juga membutuhkan cinta mas."

Pintu tertutup dan Bian menghembuskan nafasnya. Dia sangat menyedihkan. Kecelakaan yang dia alami lima tahun lalu membuat dirinya lumpuh dan harus berada dikursi roda seperti ini.

Hari pernikahannya kacau karena tunangannya tidak sanggup untuk menerima kenyataan ini. Dan dia sadar diri, dia tidak marah kepada Stevani yang lari di hari pernikahannya, melainkan dia kecewa pada dirinya sendiri yang sudah membuat orang-orang yang mencintaninya merasa bersedih karena dirinya.

Orang lain akan melihatnya terpesona karena ketampanan wajahnya dan juga wibawanya.

Pria muda kaya raya, pintar, dan tampan. Tapi sayangnya dia lumpuh, dan hal itu membuat dia terkurung dalam lubang hitam yang pekat.

Menjauhi tatapan para wanita dan dia selalu pulang dan datang ke kantor sebelum semua karyawannya datang ataupun pulang.

Dia tidak ingin melihat tatapan kasihan dari semua orang kepadanya. Ketukan pintu membuat Bian segera kembali kebalik meja kerjanya dan meninggikan kursi roda yang dirancang khusus untuknya.

"Masuk." Pintu pun terbuka memperlihatkan seorang wanita manis mencoba tersenyum sopan kepadanya.

"Maaf pak, saya disuruh bu Martha untuk memberikan semua dokumen ini."

"Letakkan disini," tunjuk Bian kearah mejanya.

"Baiklah pak, saya permisi."

Cinta membalikkan tubuhnya dan hatinya terus menghangat melihat senyuman tampan pria didepannya ini.

Sungguh pria sempurna ya ampun.

"Cinta." Cinta berhenti saat namanya disebut. Dia menoleh kebelakang dan melihat Bian tersenyum.

"Sepeda kamu bagus."

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BOS! JATUH CINTA LAGI
7.8
Nayana Previtha dan Regan Maxwell dipertemukan oleh pengkhianatan menyakitkan dari pasangan masing-masing. Terikat nasib serupa, Regan mengajak Nayana menjalin kerja sama demi membalas dendam kepada para mantan kekasih. Namun, rencana tersebut justru memicu benih asmara yang tak terduga di antara mereka. Seiring berjalannya waktu, keduanya terjebak dalam rasa cinta dan ketergantungan. Akankah hubungan mereka berakhir bahagia atau justru luka baru?
Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan dikenal sebagai pebisnis yang kejam dan berhati dingin. Namun, ketenangannya terusik saat bertemu kembali dengan Yezi, wanita keturunan Jepang-Indonesia yang terlibat dalam masa lalunya. Merasa diabaikan, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal kepada ayah Yezi. Tak tinggal diam, Yezi membalas ancaman itu dengan rekaman rahasia dari kejadian tiga tahun silam. Di tengah persaingan bisnis dan arogansi, rahasia besar apa yang sebenarnya menyatukan mereka?
Sampul Novel Cinta Terhalang Ukuran
9.4
Dhipta Wisnu Pratama tampak memiliki segalanya sebagai pewaris kaya raya dengan wajah tampan. Namun, di balik kemewahannya, ia menyimpan kekurangan fisik yang membuatnya ragu akan ketulusan cinta. Tantangan terbesarnya muncul saat ia jatuh hati pada Anandhila Prameswary, seorang aktris dan model papan atas yang mempesona. Mampukah Dhipta memenangkan hati Dhila dan meyakinkannya untuk menikah meski ia tidak sempurna? Inilah perjuangan Dhipta mengejar cinta sejati.
Sampul Novel Cinta Terlarang Sang Janda
8.7
Rio Darmawan adalah CEO muda sukses yang jenuh dengan tekanan perjodohan dari orang tuanya. Selama ini ia selalu menolak setiap calon pilihan keluarga karena merasa tidak ada yang serasi. Namun, pendiriannya goyah setelah bertemu Denanda Kusuma, seorang ibu tunggal yang tangguh dan memikat. Meski mendapat tentangan keras dari keluarganya, Rio bertekad memperjuangkan cintanya pada Denanda. Kini ia terjebak dalam dilema antara mengikuti kata hati atau patuh pada kewajiban keluarga.
Sampul Novel Lovers
8.9
Pertemuan tak terduga di kelab malam saat tahun baru menjadi awal kisah Ryan Bagaskara dan Kanaya Putri Soemardi. Meski Kanaya tak sengaja mengotori bajunya, Ryan justru jatuh hati pada pandangan pertama. Namun, hubungan mereka terhalang tembok besar karena ayah Kanaya berniat menjodohkan putrinya dengan Gilang Witjaksono. Situasi kian rumit sebab Gilang, anak pejabat negara itu, ternyata masih kerabat Ryan. Ryan kini harus berjuang demi cinta di tengah restu yang sulit didapat.
Sampul Novel Malam Pertama dengan CEO
9.7
Kehidupan Kara hancur saat suaminya menjualnya kepada Angkasa, seorang CEO kaya, di malam pernikahan mereka. Wajib melayani Angkasa selama sebulan, Kara justru hamil. Namun, Angkasa menolak mengakui janin itu karena salah paham dan mengusirnya. Di tengah tekanan mantan suami dan mertua, Kara berjuang sendiri hingga sukses jadi desainer. Saat Angkasa kembali untuk memohon maaf, akankah Kara bersedia membuka pintu hatinya yang telah terluka?