APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel LOVE

LOVE

Sejak tatapan pertama, hatiku langsung terpikat oleh pesonanya. Pertemuan kedua dengan pemilik mata indah itu semakin meyakinkanku bahwa aku telah jatuh cinta sedalam-dalamnya. Namun, meski aku berasal dari keluarga kaya dan terpandang, ada keraguan besar yang menghimpit dada. Kondisi fisikku yang lumpuh membuatku tak berani menyatakan perasaan pada gadis tersenyum manis itu. Mampukah pria cacat sepertiku memenangkan ketulusan cintanya yang berharga?
Bab
Bagikan

Bab 3

Cinta seperti biasanya mendayung sepeda kekantornya dengan semangat. Setelah semalaman suntuk dia memikirkan sakit hatinya karena ucapan bos besarnya itu, akhirnya Cinta tertidur dengan perut laparnya karena dia belum makan semalam.

Cinta sampai diparkiran kendaraan kantornya dan bergegas turun sambil membenarkan pakaiannya. Sampai didalam ruangannya dia menuju kubikel miliknya, meletakan tas dan membuka bekal sarapannya, sambil sarapan dia memoles make up tipis ke wajahnya. Tapi tiba-tiba telpon yang ada dimeja kerjanya itu berdering.

Siapa orang kantor yang menelpon jam enam pagi seperti ini pikirnya. Tapi dengan cepat dia mengangkat telpon itu setelah menelan suapan sarapannya yang belum terkunyah lembut.

"Selamat pagi, dengan saya Cinta dari Divisi keuangan".

"Keruangan saya sekarang."

Cinta heran siapa orang ini yang menyuruhnya seperti ini. Lagi ini belum juga jam kerja. Mereka masuk kerja jam delapan pagi. Dan ini masih dua jam sebelum jam kerja.

"Kamu kenapa bengong? Keruangan saya sekarang dan bawa bekal makan kamu itu."

Lah, ini orang juga tahu dia sedang makan.

Siapa sih ini pikirnya.

"Maaf, tapi saya harus keruangan yang mana ya pak?"

Diruangannya Bian ingin tertawa menyadari kebodohannya. Entah kenapa saat melihat cctv dan tahu Cinta sudah datang Bian langsung memiliki ide absurd seperti ini.

"Saya Bian. Kamu gak tau lagi Bian yang mana."

Cinta terbatuk-batuk karena mendengar nama itu. Ini orang benar-benar gesrek deh, baru juga semalam bilang jangan sok dekat. Trus ngapain nih bos besar nyuruh dia datang jam segini keruangannya.

"Maaf pak tapi ini belum jam kerja kantor, jadi saya tidak bisa keruangan bapak. Lagi pula bapak sendiri yang bilang saya jangan sok dekat."

Tanpa Cinta tahu Bian disana sudah kesal mendengar penolakan wanita itu.

"Anggap saja saya minta kamu lembur."

"Gak bisa pak."

"Saya kasih gaji kamu dua kali lipat bulan ini."

Cinta terdiam, ini tawaran yang menggiurkan. Dia bisa pakai uang itu untuk membeli keperluan pribadinya. Seperti belanja baju diskon misalnya.

"Baiklah-baiklah. Maksa banget sih."

Bian mendengus diruangannya mengetahui jika ternyata Cintanya takluk jika menyangkut soal tambahan uang. Ehm, sepertinya dia harus menyelidiki wanita itu secara diam-diam.

Pintu ruangannya terbuka dan dia tahu kalau itu adalah Cinta. Tepat saat Cinta meletakkan kotak makannya diatas meja kerja Bian, pria itu melihat Cinta dengan senyuman membuat Cinta menganga melihat betapa sempurnanya wajah pria dihadapannya itu.

"Kamu kenapa mangap gitu? Duduk, saya mau minta itu bekal kamu."

Cinta langsung menutup mulutnya dan cemberut. Kenapa juga pria ini mau minta bekalnya, lah terus dia makan apa.

"Kalau bapak makan bekal saya, saya sarapan apa dong. Saya juga lapar pak. Bapak kan banyak duit, jadi mending bapak minta orang buat beli makanan bapak nanti."

Protes Cinta panjang kali lebar.

"Berisik kamu. Karna saya banyak duit makanya saya mau bayar bekal kamu. Makanan kamu nanti saya suruh orang buat anterin ke tempat kamu."

Mulut Cinta ingin protes tapi dia hentikan karena melihat pergerakan dari Bian. Dan sekarang Bian ada dihadapannya dengan kursi roda pria itu.

Bian mengawasi setiap ekspresi Cinta saat melihatnya.

"Kamu kaget? Perumpamaan kamu salah tadi. Saya bukan pria sempurna. Saya cacat, kamu lihat kan.?"

Cinta masih terdiam melihat dan mendengar semua itu, soalnya dia tidak pernah dengar ada berita kalau bos besar mereka cacat. Yang dia dengar adalah bos besar mereka sangat tampan dan juga misterius.

"Perumpamaan apa maksud bapak?"

"Tadi waktu kamu melongo menatap saya, pasti kamu berpikir saya pria sempurna bukan."

Bian menyelidiki wajah Cinta dan wanita itu terlihat tidak keberatan dengan kejujurannya saat ini.

Ini adalah pertamakalinya Bian menunjukan kelemahannya didepan orang lain selain keluarganya, selama lima tahun ini dia selalu menghindar dan hari ini dia mau melihat bagaimana reaski Cinta kepadanya. Apa yang dikatakan Brian saat dikamarnya semalam benar, dia harus berani mendekati Cinta jika memang Cinta bisa membawa kebahagiaan untuknya.

Tanpa permisi Bian sudah mengambil kotak bekal Cinta dan membukanya.

Hanya sambal pecah bawang merah da!n juga telur mata sapi.

"Kamu setiap pagi makan ini?" Bian terkejut dengan bekal yang dibawa Cinta.

"Kenapa bapak main ambil aja sih. Kaget ya ternyata makanannya tidak seenak yang bapak pikirkan?"

Saat Cinta mengomel Bian sudah memasukan sendokan pertama ke mulutnya. Pria itu mengunyah makanan dengan wajah berbinar, masakan simple tapi enak dan pas dilidahnya.

"Kamu gak sakit perut makan sepedas ini?"

Bian masih terus menyuapkan nasi dan lauk kedalam mulutnya.

"Cinta bisa ambilkan air putih disana?"

Cinta lalu lari dengan cepat melihat wajah Bian yang sudah kepedasan. Dia suka pedas, jadi jangan salahkan dirinya.

"Aduh, bapak sih kenapa main makan aja. Saya gak tanggung jawab loh kalau bapak kenapa-kenapa?"

Bian meneguk minuman yang diberikan Cinta dan barulah dia merasa lebih baik. Gila ini makanan pedas banget seperti wajah Cinta melihatnya sekarang.

"Masakan kamu enak, saya suka." wajah Cinta langsung bersemu merona. Ini pertamakalinya seorang pria makan masakannya, dan pria itu memuji masakannya.

"Cinta, besok saya katring sarapan dan juga makan siang saya sama kamu ya."

Wajah Cinta kembali terkejut dengan perkataan Bian. Fix bos nya ini udah stres atau memang mau mengerjainya.

"Bapak maaf, saya gak bisa. Saya takut nanti bapak mules-mules."

"Gak ada penolakan. Atau kamu mau saya pecat?"

Cinta tidak lagi berani menjawab jika sudah seperti ini ultimatumnya. Dia mau makan dan hidup dari mana jika dia dipecat. Cari kerja itu gak gampang.

Cinta melangkah pergi dengan lesu karena pekerjaan barunya, awas saja jika Bian tidak membayarnya. Ingat kata membayar Cinta membalik tubuhnya lagi.

"Awas ya kalau bapak tidak bayar, saya bakal tuntut bapak. Dan satu lagi satu katring saya harganya saya patok tiga puluh lima ribu rupiah."

Bian hanya mengangguk paham. Harga yang murah daripada makanan yang biasa dia pesan.

Sedangkan Cinta gembira karena itu berarti setiap hari dia bisa makan gratis dong. Sama aja dengan satu hari tujuh puluh ribu, biasanya juga dia akan masak dengan biaya lima puluh ribu sehari. Benar-benar perhitungan yang menguntungkan.

Cinta lalu sudah benar-benar akan keluar ruangan sebelum dia kembali merona dengan ucapan Bian.

"Terimakasih Cinta, kamu membuat pagi saya lebih indah dengan sarapan yang kamu buat."

Bian melihat wajah merona Cinta dan senyuman bahagia wanita itu tadi. Sepertinya Cinta tidak masalah mengetahui dia lumpuh. Mudah-mudahan Cinta benar-benar tidak merasa risih akan hal itu.

******

Pekerjaan Bian satu persatu dia selesaikan, dan wajahnya sumringah melihat satu foto Cinta yang dia dapat dari orang suruhannya hari ini. Dia mengingat saat pertama melihat Cinta yang mendayung sepeda waktu itu,

Flash back

Seorang wanita sambil tersenyum bahagia mendayung sepedanya dijalanan jakarta yang macet, tapi tidak terlihat jika wanita itu kesal dengan debu dan juga teriknya matahari pagi itu. Meski ini hari minggu tapi sepertinya wanita itu tidak bermalas-malasan dirumahnya.

Wajah Bian tertawa saat melihat omelan keluar dari mulut Cinta yang diganggu seorang pemuda yang mengendarai sepeda motor.

Bian melihat Cinta berhenti dibawah jalan tol yang sedang mereka lewati.

" pak berhenti disini sebentar"

Bian ingin melihat apa yang dilakukan wanita itu. Dari dalam mobilnya Bian melihat Cinta yang turun dari sepedanya dan membawa satu kantong plastik berwarna putih dan mengeluarkan lima kotak nasi yang diberikan kepada lima orang anak disana. Jiwa sosial yang sangat tinggi pikir Bian.

"Jalan pak"

Bian memerintahkan sopirnya untuk pergi dari sana. Dia masih sering memikirkan Cinta semenjak hari itu. Dan pertemuan tak sengaja mereka terus berlanjut. Cinta pertama menyadari kehadirannya adalah saat di restoran saat itu. Cinta menatap dirinya lama dan memutuskan ikut tersenyum.

Flash back end.

Bian melihat ponselnya bergetar menampilkan panggilan dari Banu sepupunya.

"Ya ada Nu?"

"Loe dikantor kan mas?"

"Iya, loe bukannya lagi terbang?"

Bian ingat kalau Banu mengatakan akan bertugas kembali semalam.

"Emang lagi kerja ini, tapi lagi landing. Sekitar satu jam lagi gue berangkat. Gue mau bilang, semoga loe sukses mas. Pilihan loe oke kok"

Banu terkekeh disana, pasti Brian si ember sudah mengatakan semuanya. Dasar ember bocor.

Dia kembali tersenyum saat mengingat wajah Cinta tadi pagi. Tangannya bergerak di keyboard dan saat ini Bian dapat melihat wajah Cinta yang sedang bekerja di kubikelnya melalui CCTV yang secara khusus pagi ini dia perintahkan orang untuk meletakkan CCTV tepat menyorot wajah Cinta, dan dia menggunakan waktu tadi pagi untuk menyuruh orang mengerjakan apa yang dia mau.

Kembali Bian tersenyum saat wajah Cinta yang frustasi melihat Martha atasannya memberikannya setumpuk berkas untuk dia kerjakan. Benar-benar menggemaskan.

Bersambung.....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BOS! JATUH CINTA LAGI
7.8
Nayana Previtha dan Regan Maxwell dipertemukan oleh pengkhianatan menyakitkan dari pasangan masing-masing. Terikat nasib serupa, Regan mengajak Nayana menjalin kerja sama demi membalas dendam kepada para mantan kekasih. Namun, rencana tersebut justru memicu benih asmara yang tak terduga di antara mereka. Seiring berjalannya waktu, keduanya terjebak dalam rasa cinta dan ketergantungan. Akankah hubungan mereka berakhir bahagia atau justru luka baru?
Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan dikenal sebagai pebisnis yang kejam dan berhati dingin. Namun, ketenangannya terusik saat bertemu kembali dengan Yezi, wanita keturunan Jepang-Indonesia yang terlibat dalam masa lalunya. Merasa diabaikan, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal kepada ayah Yezi. Tak tinggal diam, Yezi membalas ancaman itu dengan rekaman rahasia dari kejadian tiga tahun silam. Di tengah persaingan bisnis dan arogansi, rahasia besar apa yang sebenarnya menyatukan mereka?
Sampul Novel Cinta Terhalang Ukuran
9.4
Dhipta Wisnu Pratama tampak memiliki segalanya sebagai pewaris kaya raya dengan wajah tampan. Namun, di balik kemewahannya, ia menyimpan kekurangan fisik yang membuatnya ragu akan ketulusan cinta. Tantangan terbesarnya muncul saat ia jatuh hati pada Anandhila Prameswary, seorang aktris dan model papan atas yang mempesona. Mampukah Dhipta memenangkan hati Dhila dan meyakinkannya untuk menikah meski ia tidak sempurna? Inilah perjuangan Dhipta mengejar cinta sejati.
Sampul Novel Cinta Terlarang Sang Janda
8.7
Rio Darmawan adalah CEO muda sukses yang jenuh dengan tekanan perjodohan dari orang tuanya. Selama ini ia selalu menolak setiap calon pilihan keluarga karena merasa tidak ada yang serasi. Namun, pendiriannya goyah setelah bertemu Denanda Kusuma, seorang ibu tunggal yang tangguh dan memikat. Meski mendapat tentangan keras dari keluarganya, Rio bertekad memperjuangkan cintanya pada Denanda. Kini ia terjebak dalam dilema antara mengikuti kata hati atau patuh pada kewajiban keluarga.
Sampul Novel Lovers
8.9
Pertemuan tak terduga di kelab malam saat tahun baru menjadi awal kisah Ryan Bagaskara dan Kanaya Putri Soemardi. Meski Kanaya tak sengaja mengotori bajunya, Ryan justru jatuh hati pada pandangan pertama. Namun, hubungan mereka terhalang tembok besar karena ayah Kanaya berniat menjodohkan putrinya dengan Gilang Witjaksono. Situasi kian rumit sebab Gilang, anak pejabat negara itu, ternyata masih kerabat Ryan. Ryan kini harus berjuang demi cinta di tengah restu yang sulit didapat.
Sampul Novel Malam Pertama dengan CEO
9.7
Kehidupan Kara hancur saat suaminya menjualnya kepada Angkasa, seorang CEO kaya, di malam pernikahan mereka. Wajib melayani Angkasa selama sebulan, Kara justru hamil. Namun, Angkasa menolak mengakui janin itu karena salah paham dan mengusirnya. Di tengah tekanan mantan suami dan mertua, Kara berjuang sendiri hingga sukses jadi desainer. Saat Angkasa kembali untuk memohon maaf, akankah Kara bersedia membuka pintu hatinya yang telah terluka?