APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel LOVE FROM LA

LOVE FROM LA

Berawal dari interaksi di media sosial, Kim dan Diki membangun hubungan yang tak terduga. Kim adalah sersan satu tentara Amerika keturunan Indonesia-Cina yang hidup mandiri sejak kehilangan orang tuanya di usia delapan tahun. Meski terpisah jarak dan bahasa, kenyamanan membuat Diki nekat menyatakan perasaan. Tak disangka, Kim menerimanya. Akankah cinta lintas negara yang lahir di dunia maya ini mampu bertahan dan berlanjut menjadi pertemuan nyata di masa depan?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Maaf saya baru balas, saya perlu berpikir untuk menjawab. Dan setelah saya pikirkan, saya menyatakan menerima cintamu." tulis Kim saat Diki membuka hape jam delapan lewat.

Diki melompat lompat diatas ranjang kayu merefleksikan kegembiraan atas diterima cintanya

oleh Kim. Ia tidak menyadari kalau ranjangnya mulai lapuk.

"Prak.......!"

Ranjang kayu lapuk patah jadi dua, Diki jatuh tersungkur dilantai kepala membentur dinding. Ia meringis menahan sakit.

Aduh...gara gara Kim pagi pagi dapat bencana alam, batin Diki sambil mengamati ranjangnya yang patah jadi dua.

"Nggak apa apa, nanti beli lagi. Asal jangan hatiku aja yang patah, nggak ada yang jual," gumam Diki sendirian.

Ingin rasanya ia berlari keliling kampung mengabarkan pada orang orang kalau ia punya pacar baru orang Amerika. Bila perlu diumumkan pakai toa masjid.

"Terimakasih Kim kamu sudah menerima cintaku, aku akan jaga amanat cinta darimu." tulis Diki.

Kim tersenyum membaca messenger dari Diki. Ia kemudian membalas.

"I am also happy to have your boyfriend. This is the first time I've received love from a boy."

Cewek Amerika ini kadang berlebihan. Masa seumur itu baru pertama kali pacaran. Tapi bisa saja, karena sejak kecil ia dipelihara oleh negara tentu tidak sebebas seperti anak anak pada umumnya.

Bagi lelaki timur seperti Indonesia, perempuan seperti Kim sudah dibilang cantik, tapi bagi lelaki barat seperti Amerika mungkin perempuan seperti Kim dibilang masih dibawah standar. Apalagi ia warga keturunan yang konon katanya sebagian warga disana masih menganut faham rasisme. Menganggap bahwa ras diluar ras mereka adalah rendah dan tidak patut ditemani apalagi dipacari. Mungkin itu salah satu alasan kenapa Kim tidak pernah pacaran.

Sejak jadian dengan Kim lewat messenger, Diki meluangkan waktu hingga jam 12nmalam untuk komunikasi dengannya karena selisih waktu Nigeria dan Indonesia sekitar 7jam. Bila di Nigeria jam lima sore saat Kim pulang kerja, di Indonesia jam 12 malam.

Demi cintanya pada Kim, Diki rela melek kadang sampai jam dua dinihari nemani Kim ngobrol.

Hari itu cuaca di Abuja, Nigeria cukup bersahabat. Langit berawan, angin berhembus cukup kencang. Kim bersama dua rekannya mengendarai Jeep meninggalkan pangkalan menuju tempat tugas hari ini.

"Alex, kamu serius dengan lelaki Indonesia itu?" tanya Nurman rekannya.

"Ya, mulanya aku melihat dia seperti figur ibuku," ujar Kim.

"Lho, dia kan lelaki."

"Betul. Tapi wajahnya mirip ibuku."

"Mungkin karena ibumu orang Indonesia."

"Mungkin,"

Di kesatuan teman paling dekat hanya Nurman, pangkatnya satu tingkat lebih rendah dari pada Kim. Rekan yang lain seakan tidak begitu suka pada Kim apalagi tentara dari keturunan Yahudi. Mereka memandang Kim seakan rendah. Kalau saja pangkatnya lebih tinggi dari Kim, mungkin mereka akan membullynya, seperti sering terjadi di camp.

"So, lama lama aku merasa nyaman chating sama dia. Diki selalu mensuport aku baik dalam kehidupan maupun dalam pekerjaan."

"And than?"

Kim tidak langsung menjawab, ia tampak malu malu mengutarakan didepan Nurman.

"Dia menyatakan cintanya padaku."

"Kamu terima?"

"Ya, sejak awal aku suka sama dia."

"Aku turut senang, akhirnya kamu punya kekasih juga."

Kim yakin, mungkin apa yang dipikir Nurman sama seperti yang ia pikirkan. Tapi mau bagaimana lagi, benih cinta itu sudah disemai di hati masing masing.

*****

Di Jogya, Diki jadi tertawaan teman teman seprofesi sebagai driver gojek.

"Oalah mas, mas. Mimpi itu mbok ya jangan terlalu tinggi, dapetin Sanah aja kompetisinya ketat, apalagi cewek Amerika yang masih kinclong gitu," kata Jono.

"Tapi bisa aja mas Diki dibawa ke Amerika untuk ngurusi anjingnya."

"Ngurusi mamaknya," timpal Jani.

Diki diam dibully habis habisan oleh rekan rekannya, meski pun hatinya terasa sakit. Mereka tidak salah, kenyataannya memang Diki merasa tidak tau diri.

"Jangan dengerin mas, mereka paling iri mas Diki bisa dapat cewek cantik dari Amerika," kata Beno setelah teman temannya narik tinggal mereka berdua.

"Nggak apa apa Ben, emang sayanya yang nggak tau diri."

"Jangan putus asa gitu mas.Siapa tau dia memang jodoh mas Diki. Pesan saya kalau LDR an harus memperhatikan beberapa hal."

"Apa Ben?" tanya Diki antusias.

"Pertama positif thinking, tujuan sama. saling percaya. berbagi cerita. tatap muka atau vidio call. kirim hadiah. jadwalkan kunjungan"

"Wah, kayanya kamu sudah pengalaman."

"Dulu mas, tapi cuma sama cewek Jakarta. Kalau cewek Amerika susah juga mau ketemuan. Tapi kalau Allah menghendaki, apa pun bisa terjadi."

"Amin...."

"Na, optimis gitu."

Pukul delapan waktu Abuja, Kim kirim massager.

"Sorry honey, last night I fell sleep so I didn't chat back to you."

"Walah...bahasa Inggris lagi, translate nya lambat Ben." gerutu Diki.

"Pake aplikasi translate khusus Indonesia Inggris tho mas."

Beno kasih petunjuk aplikasi translate.

"Enak ini ya, cepat, nggak ribet. Bisa begadang tiap malam kalau begini."

"Kenapa harus begadang?"

"Disana siang, disini malam. Biarlah sementara jadi kalong."

Hape Diki berdering, ada order masuk.

"OTW mbak!" seru Diki bersemangat. Beno tersenyum, mudahan Kim tidak mempermainkannya, batin Beno.

Jam tujuh malam saat Diki makan malam di warung lek Sarinem, Kim Vidio call. Diki kelabakan karena tangannya kotor.

"Hai honey, saya istirahat makan siang," kata Kim.

"Aku juga lagi makan malam diwarung, pake sayur lodeh, tempe bacem sama krupuk," kata Diki sambil memperlihatkan piringnya.

"Wow....pasti lezat sekali. Saya belum pernah melihat makanan seperti itu."

"Pokoke mantul Kim "

"What ia mantul?"

"Mantul is.....opo Sur?" Diki tanya temannya. Kim senyum senyum melihat Diki tanya pada temannya.

"Very delicious," seru Surono.

"Aduh enaknya, kapan kapan aku pengen ke Jogya."

"Janji ya!?"

"Promise."

Alex menutup vidio call.

"Siapa mas?"tanya lek Sarinem.

"Pacarku, tentara Amerika."

"O...yang diomongin anak anak di pangkalan itu."

"Iya kali."

"Cantik juga mas. Kayaknya cina ya?"

"Bapak cina, ibu indonesia."

Orang orang di warung terbengong bengong. Hebat banget Diki bisa dapat gebetan secantik itu. Cari dukun dimana, seloroh anak anak diwarung.

"Dik, hati hati lho, cewek cina itu kuat tempur. Kamu musti siap jamu kalau kawin sama dia," kata lek Sarinem.

Diki hanya mesan mesem, padahal dalam hati bertanya tanya, kalau benar kata lek Sarinem gimana nanti.

Usai makan Diki nongkrong didepan gang bersama pemuda setempat sekedar istirahat. Anak anak ini tampak happy padahal hanya ditemani sebuah gitar butut untuk nyanyi rame rame, tidak perlu ke mall atau discotiqe. Rokok sebatang buat join berdua atau bertiga.

"Kemana mas?" tanya mereka melihat Diki beranjak dari tempat duduknya.

"Duluan ya, ngantuk. Nih, ada rokok."

Diki berlalu, sebenarnya bukan masalah ngantuk, tapi tidur dulu, nanti bangun lagi jam 12 malam chating sama Kim.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta di Ranjang Jenderal
8.7
Navila terpaksa menyerahkan kehormatannya kepada prajurit Erdan demi mendapatkan obat bagi ayahnya. Meski awalnya hanya rencana sekali saja, ia justru terjerat dalam keinginan sang Jenderal yang mulai jatuh hati padanya. Di tengah perseteruan dua kerajaan, mereka menyadari bahwa hubungan ini terhalang oleh waktu yang singkat. Akankah perasaan mereka mampu bertahan dan tersampaikan dengan tulus saat perang besar sedang berkecamuk di antara kedua belah pihak?
Sampul Novel GADIS TAWANAN SANG MAFIA
8.9
Selena terjebak dalam nestapa setelah diculik Jeno Kusuma, putra pemimpin mafia Sembilan Naga yang bengis. Aksi nekat ini adalah bentuk balas dendam Jeno karena ayah Selena dianggap bertanggung jawab atas kematian papanya sekaligus mencuri stempel rahasia organisasi. Di tengah siksaan menjadi pemuas nafsu, Selena mencoba berbagai cara termasuk mengakhiri hidup demi lepas dari cengkeraman Jeno. Akankah ia berhasil bebas, atau justru terpaksa tunduk selamanya?
Sampul Novel Guru Tampan Seorang Yakuza
8.1
Akeno Taoka, anggota Yakuza dari klan Barakujaga, menyamar menjadi guru SMA di Tatsuno demi misi rahasia. Targetnya adalah Reina Akinara, putri pemimpin klan musuh, Tuan Kudesai. Akeno bertekad menjadikan Reina alat balas dendam atas kematian orang tuanya yang dibunuh secara licik. Namun, sebuah fakta mengejutkan mengenai identitas asli Reina terungkap di tengah rencana tersebut. Akankah dendam Akeno tetap membara, atau justru ia akan luluh oleh pesona Reina?
Sampul Novel Merebut Istri Yang Kau Sakiti
8.2
Naila, gadis salihah berusia 21 tahun, terjebak dalam pernikahan pahit dengan Daffa, anggota geng motor berperilaku buruk. Meski menderita akibat sikap kasar suaminya, Naila memilih bertahan dan menganggapnya ujian Tuhan. Ketabahan ini menarik simpati Raihan, teman kuliahnya yang bertekad menyelamatkan Naila dari hubungan beracun tersebut. Namun, apakah bantuan Raihan akan membebaskan Naila atau justru memicu masalah baru yang lebih berbahaya bagi mereka?
Sampul Novel (NOT) Your Ordinary Lab Girl
8.3
Meha, asisten lab mikrobiologi di Universitas Elephas, mendadak jadi tersangka pembunuhan berantai karena mayat ditemukan di tempat kerjanya. Bersama rekannya, Remi, mereka terjebak fitnah dan konspirasi politik kampus yang pelik. Demi membersihkan nama baik dan kelanjutan studinya, Meha terpaksa turun tangan memecahkan misteri tersebut. Namun, keberhasilannya justru memicu kasus baru, seolah ia adalah magnet bagi para pembunuh yang haus untuk diungkap aksinya.
Sampul Novel Obsesi saya
9.1
Mimpi seorang wanita untuk menjadi model ukuran plus hancur seketika setelah ia menjadi korban penculikan keji oleh pedagang pasar gelap. Di tengah keputusasaan, ia justru terjerat dengan pria yang memiliki obsesi ekstrem terhadapnya. Pria posesif ini bertekad menjadikannya istri dan menghalalkan segala cara demi memilikinya seutuhnya. Kini ia terjepit dalam dilema besar: haruskah ia menyerah pada keadaan atau berjuang meloloskan diri dari cengkeraman maut sang pria?