APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Luka Lara

Luka Lara

Setahun menikah, Larasati tak menyangka dirinya hanyalah istri kedua. Kebaikan Abimana dan mertuanya ternyata semu. Kebenaran pahit terungkap tepat setelah putranya lahir; Bima mengaku hanya memanfaatkannya demi keturunan. Pengkhianatan ini menghancurkan hati Larasati hingga mereka akhirnya berpisah. Di tengah luka batin yang begitu mendalam, mampukah Larasati bangkit dan kembali membuka pintu hatinya untuk pria baru yang ingin menyembuhkan lara tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 3

Sepeninggal Abimana yang membawa sang buah hati, wanita muda yang baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki itu terus saja mengeluarkan air mata. Larasati merutuki perbuatan Abimana beserta sang istri yang tega bersekongkol dan memanfaatkan keluguannya. Begitu pula dengan kedua orang tua Abimana yang senantiasa bersikap baik dan penuh kasih terhadapnya. 

"Aku yang bodoh atau mereka yang terlalu pandai menyembunyikan semuanya?" gumam Larasati bertanya pada diri sendiri, di sela isak tangis yang tidak kunjung berhenti. 

Wanita yang kini pipinya terlihat sembab itu, ingat betul dengan kebahagiaan semua orang di hari pernikahannya. Pernikahan yang dilangsungkan sangat mendadak karena persiapannya hanya sehari saja. Pernikahan tersebut mendapatkan restu bukan hanya dari kedua orang tua, tetapi juga seluruh keluarga besar Abimana. 

Keluarga kakaknya yang berada di luar kota juga hadir di sana. Pun dengan keluarga kecil adik perempuan Abimana yang tinggal di luar Jawa, mereka juga hadir di pernikahannya. Hal itu membuat Larasati benar-benar tidak percaya bahwa mereka bisa bekerjasama untuk membodohinya. 

"Aku juga tidak menyangka, Mama Hilda yang terlihat tulus menyayangiku dan menganggap aku seperti putrinya sendiri, ternyata kasih sayangnya semu!" Kedua tangan Larasati mengepal dengan sempurna. 

Ya, selama Larasati mengandung, Mama Hilda hampir setiap bulan pasti datang berkunjung ke rumah dan menginap di sana. Wanita paruh baya itu senantiasa menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya. Jika Abimana tidak dapat mengantarkan Larasati periksa ke dokter kandungan, maka sang mama mertualah yang menemaninya.

"Nak, vitaminnya jangan lupa diminum. Setelah itu, kamu istirahatlah biar Mama yang menunggu Bima pulang," titah Mama Hilda, setelah memijat kaki Larasati yang sedikit membengkak efek kehamilan yang semakin membesar. 

"Biar Lara ikut nunggu Mas Bima, Ma. Lagian, ini juga belum ada jam sembilan," tolak Larasati dengan halus. "Lara suka tidak bisa tidur kalau tidak dielus sama Mas Bima, Ma," lanjutnya malu-malu, seraya mengusap lembut perutnya yang semakin membuncit. 

Mama Hilda tersenyum, mengerti. "Ya, sudah. Terserah kamu saja, Ra. Tapi kamu minum vitamin dulu, ya, biar tidak kelupaan." Mama Hilda segera menyiapkan vitamin untuk ibu hamil dan segelas air putih hangat untuk sang menantu. 

"Selamat siang, Bu Larasati." Suara merdu seorang wanita paruh baya masuk ke dalam ruang perawatan dan berhasil membuyarkan lamunan panjang wanita muda itu. Di belakangnya mengekor seorang perawat sambil mendekap map yang berisi data pasien. 

"Siang, Dok," balas Larasati seraya mengusap kasar sisa air matanya. 

"Saya periksa dulu ya, Bu, untuk menentukan apakah Ibu sudah bisa pulang atau belum?" Dokter wanita tersebut tersenyum ramah dan kemudian mendekat ke ranjang pasien. 

Wanita yang masih merasakan lunglai di sekujur tubuhnya karena persalinan yang memakan waktu cukup panjang bakda shubuh tadi, hanya dapat mengangguk lemah. Larasati menurut saja ketika dokter spesialis itu melakukan tugasnya. Ya, persalinannya di pagi buta tadi memakan waktu yang cukup lama karena ternyata posisi sang janin sungsang dan itu baru diketahui setelah pembukaan hampir sempurna. 

Masih terbayang jelas dalam ingatan, bagaimana rasa sakitnya ketika mengejan, tetapi sang janin tidak kunjung lahir ke dunia. Hingga dokter lalu mengambil tindakan episiotomi dan membuat sayatan cukup panjang di perineum, yaitu antara anus dan vagi*nanya. Sayatan yang harus dijahit dan berhasil membuat Larasati merasakan kembali kesakitan tiada tara. 

Belum hilang rasa sakit di area inti pasca melahirkan, sang suami yang menghilang setelah dia melahirkan tiba-tiba datang dengan membawa kabar yang melukai hati dan perasaannya. Abimana menceraikan Larasati dan mengambil hak asuh sang putra. Pria itu datang bersama seorang wanita yang diakui sebagai istri dan wanita tersebut sama sekali tidak mengijinkan Larasati untuk melihat apalagi menyentuh putra yang baru saja dia lahirkan dengan bertaruh nyawa. 

"Semuanya baik, Bu. Hanya tekanan darah Bu Lara cukup tinggi, tapi Ibu jangan khawatir karena Bu Lara bisa segera menyusui bayi Ibu. Dengan menyusui, dapat membantu menurunkan tekanan darah," terang dokter tersebut sambil membetulkan letak kacamatanya. 

Mendengar keterangan dokter barusan, hati Larasati menjerit. Bagaimana mungkin dia dapat menyusui sang buah hati, jika mereka berdua telah dipisahkan bahkan oleh orang terdekatnya sendiri?

tbc ...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Yang Di hina Miskin Jadi Kaya
8.0
Nur sering dipandang sebelah mata oleh keluarga suaminya, Andi, karena latar belakangnya yang sederhana. Luka hati akibat hinaan tersebut memicu tekad kuat dalam diri Nur untuk membangun bisnis sendiri dari nol. Kerja kerasnya membuahkan hasil hingga ia menjadi pengusaha sukses yang bergelimang harta. Namun, di puncak kejayaan materi yang telah ia raih, Nur justru harus menghadapi kenyataan pahit berupa pengkhianatan dari orang yang ia percayai.
Sampul Novel Dikejar Mantan Posesif
9.6
Tujuh tahun silam, Farel Zay Amanta mendadak lenyap dari hidup Refa Aletta Zafana tanpa sepatah kata pun. Kepergian misterius itu meninggalkan luka mendalam bagi Refa. Kini, Farel kembali hadir secara tak terduga dengan sikap yang sangat posesif. Tanpa memedulikan masa lalu mereka yang penuh tanda tanya, pada pertemuan pertama setelah sekian lama, Farel langsung melontarkan tuntutan mengejutkan agar Refa segera menjadi istrinya saat itu juga.
Sampul Novel Godaan Wanita Kedua
8.1
Elisa tak pernah menduga bahwa niat baiknya menampung sang sahabat di rumah justru menghancurkan pernikahan lima tahunnya bersama Aries. Dunianya seketika runtuh saat mendengar pengakuan kehamilan dari wanita yang sangat ia percayai tersebut. Pengkhianatan kejam ini menempatkan Elisa pada pilihan sulit. Haruskah ia tetap bertahan dan menerima kehadiran madu dalam rumah tangganya, atau memilih pergi meninggalkan Aries demi mengejar kebahagiaan barunya?
Sampul Novel Kakak Ipar Rasa Pacar
7.9
Nadia berniat memberi kejutan ulang tahun untuk Raka, namun justru memergoki tunangannya itu berselingkuh dengan kakaknya sendiri, Tania. Pengkhianatan ini menghancurkan rencana pernikahan mereka. Terusir dari rumah, Nadia menemui Darren, sang kakak ipar, untuk mengungkap kebenaran tersebut. Bersama-sama, dua orang yang tersakiti ini sepakat bekerja sama demi membalas dendam. Namun, kedekatan mereka justru menumbuhkan benih cinta yang tak terduga di tengah rumitnya rencana mereka.
Sampul Novel Partner Satu Malam Jadi Istri Kontrak
8.0
Dahulu bintang ice skating, masa depan Alessa hancur saat sang ayah menjualnya pada pria misterius demi melunasi utang judi. Usai malam itu, Alessa hamil lalu diusir keluarga hingga mengalami keguguran akibat jebakan wanita licik. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali untuk membalas dendam pada Jovian Arsenio Heide, pria dari masa lalunya. Namun, Jovian justru menawarinya pernikahan kontrak. Di tengah kasih sayang Jovian, Alessa harus menghadapi kekejaman ibu mertua dan obsesi wanita lain.
Sampul Novel Single Mom Milik Tuan CEO
8.6
Akibat kecelakaan dan salah paham yang fatal, Zara mengandung anak dari Zeo, seorang pemuda tampan yang justru menuduhnya telah menjebaknya demi cinta. Merasa terhina, Zara memilih mengasingkan diri dan membesarkan darah daging mereka seorang diri dengan penuh kasih sayang. Sebagai ibu tunggal, ia berjuang keras melindungi sang buah hati dari bayang-bayang masa lalu yang pahit. Mampukah Zara menjalani hidup tenang tanpa kehadiran Zeo di masa depan?