APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menaklukan Hati Dokter Cantik

Menaklukan Hati Dokter Cantik

Khalila Permata Sutama, dokter cerdas pewaris rumah sakit, terpaksa menikahi Zahran Fahad Auzan demi memenuhi wasiat. Zahran yang masih SMA menggantikan posisi mendiang kakaknya dalam perjodohan ini. Meski Khalila bersikap ketus dan malu memiliki suami brondong, Zahran tetap tulus karena Khalila pernah menyelamatkan nyawanya dulu. Pengabdian tanpa pamrih Zahran perlahan mulai menyentuh hati Khalila. Akankah pernikahan beda usia ini berujung pada cinta sejati?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Zahran Fahad Auzan adalah pria baik hati dan cerdas. Kamu pasti tidak menyesal menikah dengannya. Terlebih untuk memimpin rumah sakit dimasa depan, Kamu memerlukan pasangan yang sama cerdasnya denganmu. Kalian sama-sama bibit unggul," bujuk Erga Sutama pada putri tunggalnya.

"Dia masih bocah, Pa. Masih 18 tahun. Dengan kakaknya saja Aku tidak mau, apalagi sama adiknya," tolak Khalila untuk sekian kalinya dengan tegas.

"Mendiang ayah Zahran dan Papa sahabat baik. Dia membantu Papa merintis rumah sakit dari nol. Saat Papa sukses, keluarga mereka tidak pernah meminta sepeserpun atas jasa ayah Zahran. Mereka keluarga baik-baik. Jarang zaman sekarang ada keluarga setulus mereka."

"Kenapa tidak Papa saja yang menikah sama ibunya Zahran kalau mau balas budi. Ibunya kan janda, Papa duda, cocok."

"Jangan kurang ajar Kamu sama Papa. Kalau Kamu menolak, Kamu tidak akan mendapatkan warisan dari Papa. Papa akan mewariskan rumah sakit pada Zahran karena di situ ada hak ayahnya. Mau?" ancam Erga.

Khalila terdiam. Dia tidak bisa berkutik. Setiap kali ayahnya mengancam, dia selalu kalah. "Papa jahat. Padahal Papa sudah tau Aku punya pacar." Khalila mulai menangis.

"Pacarmu bukan pria baik-baik, dia tidak lebih dari preman jalanan. Papa ingin menantu yang bisa diandalkan seperti Zahran," tegas Erga.

"Terserah Papa. Jual saja Aku sekalian untuk melunaskan hutang budi Papa pada keluarga kampung itu." Khalila marah besar. Dia menangis dan naik ke atas. Dia mengunci diri di kamar, melempar semua benda yang bisa dia lempar, untuk melampiaskan amarahnya.

Khalila Permata Sutama adalah gadis cerdas. Dia lulus SMA di usia 17 tahun karena sering lompat kelas. Dia berhasil menamatkan kuliah sarjana kedokterannya selama 3 tahun. Ya, di usia 20 tahun dia sudah mendapat gelar Sarjana Kedokteran. Lalu dia lulus Koas dan mendapat gelar dokter setelah 2 tahun. Di usia 22 tahun dia sudah menjadi dokter. Kini Khalila sudah berusia 24 tahun, sudah 2 tahun dia kuliah spesialis dokter bedah, namun sebelum berhasil menamatkan kuliah dokter spesialisnya, dia malah di jodohkan.

Awalnya Khalila di jodohkan dengan Hasan, kakaknya Zahran, yang merupakan guru di pondok pesantren. Mereka pun sudah kenalan, walau Khalila tidak suka pada Hasan. Naas, Dua bulan yang lalu Hasan kecelakaan dan meninggal. Erga masih kekeh menjodohkan anaknya dengan anak mendiang sahabatnya, jadi dia meminta Zahran menggantikan posisi Hasan, untuk menikahi Khalila. Tak disangka, Zahran mau menggantikan kakaknya.

Perjodohan sangat di tentang oleh Khalila. Belum cukup dijodohkan dengan guru di pondok pesantren, sekarang dia malah di jodohkan lagi dengan siswa SMA. Padahal Khalila sendiri sudah punya pacar yang sudah dipacarinya selama tiga tahun. Pacar Khalila sendiri baru tamat kuliah dan bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan swasta.

"Khalila ... Besok Kita ke desa, kalian harus menikah bulan ini juga," ucap Erga di depan pintu kamar Khalila yang terkunci.

"Terserah Papa. Toh Aku tidak bisa membantah," sahut Khalila dari dalam.

"Setelah Kamu menikah dengan Zahran, dia pindah sekolah ke Jakarta. Dan Kamu mulai praktik di rumah sakit, sambil Kamu menyelesaikan kuliah dokter spesialismu. Pikirkan rumah sakit. Kamu ingin rumah sakit atau pacarmu?"

Erga tau apa yang di inginkan putrinya. Sejak kecil putrinya bercita-cita ingin jadi dokter sekaligus pemilik rumah sakit. Jadi, Khalila pasti tidak mampu menolak keinginan ayahnya. Erga juga tau anaknya ini sangat polos, walau diluar dia terkenal menyebalkan dan manja. Erga tidak akan membiarkan kepolosan anaknya dimanfaatkan pria jahat. Itulah salah satu alasan Erga ingin Khalila menikah dengan pria baik pilihannya.

Setelah berkata demikian, Erga pun turun ke bawah. Khalila masih menangis kesal. Tiba-tiba ponselnya berdering. Yuana, sahabatnya, yang menelepon. Panggilan itu Khalila angkat. "Hallo Yuana."

"Lo kenapa? Kok nangis? Bukannya perjodohan Lo udah aman? Calon Lo di kampung meninggal kan?" Yuana tau segalanya tentang Khalila. Mereka bersahabat sejak SMA. Sekarang Yuana masih mahasiswa koas di rumah sakit milik ayah Khalila, walau mereka seusia.

"Adiknya yang bakal nikah sama Gue. Namanya Zahran. Dia masih bocah SMA. Masih 18 tahun ..." tangis Khalila pecah.

"Ya ampun, kasian banget sih Lo. Udah jangan nangis. Dunia masih belum kiamat."

"Dunia Gue udah kiamat, Na. Gimana coba Gue bilang sama Dito? Kami aja baru balikan dua bulan yang lalu, karena Gue pikir perjodohan bakal batal karena Hasan meninggal."

"Aduh, Gue juga bingung. Masalah Lo besar banget."

"Kata Papa, Gue bakal di nikahkan bulan ini juga."

"What? Secepat itu?"

"Makanya."

"Tunggu dulu! Dia masih 18 tahun kan?"

"Terus kenapa?"

"Kalian nikah siri?"

"Kenapa harus nikah siri?" Khalila tidak mengerti.

"Aduh Khalila, lemot banget sih. Padahal Lo lebih pintar dari Gue."

"Oh iya. Peraturan sekarang kan di KUA usia mempelai minimal 19 tahun kalau mau nikah. Sementara usia Zahran masih 18 tahun. Artinya Gue sama Zahran cuma bisa nikah siri. Gak nikah secara hukum. Zahran juga belum lulus SMA, masih belum boleh nikah." Khalila berhenti menangis, dia senang.

"Tuh kan. Masih ada celah. Secara hukum kalian belum menikah."

"Bener juga. Pokoknya sebelum usia Zahran 19 tahun, Gue bakal selalu bikin ulah, biar dia menceraikan Gue. Gue gak bisa nolak pernikahan ini, tapi dia bisa."

"Nah, udah ada solusinya kan? Jadi jangan nangis lagi."

"Na, makasih banyak ya. Untung Lo nelpon. Pikiran Gue akhirnya lega. Besok Gue dan Papa mau ke kampung ketemu keluarga Zahran lagi."

"Gue cuma bisa berdoa, semoga sahabat Gue di berikan yang terbaik."

"Aamiin. Sekali lagi makasih ya, Na?"

"Iya." Yuana pun menutup telepon.

"Untung ada Yuana." Khalila tertawa kegirangan. Dia memutuskan tidak jadi putus dengan Dito. Bagaimana pun caranya, sebelum usia Zahran 19 tahun, pernikahan mereka tidak boleh ketahuan Dito dan harus cerai.

Zahran Fahad Auzan adalah siswa SMA tingkat akhir. Dia tampan dan cerdas. Dia lembut dan berbakti pada orangtuanya. Ayahnya sudah lama meninggal. Dia masih memiliki ibu, dan kakak perempuan yang sudah menikah dan punya anak. Mereka tinggal dalam satu rumah diperkampungan jauh dari hiruk pikuk kota.

"Zahran ... Zahran ..." Kasih, kakak pertama Zahran berlari di sepanjang jalan sawah mereka. Hari ini hari Minggu, jadi Zahran membantu ibunya memanen padi di sawah. Walau orang desa, mereka punya sawah dan kebun berhektar-hektar.

"Ada apa Kasih? Kok teriak-teriak gitu panggil adikmu?" sahut Lilis, ibu mereka.

"Bu, Om Erga dan anaknya besok mau datang. Tadi mereka nelpon. Kasih yang angkat hp ibu di rumah tadi. Kata Om Erga, Zahran dan Khalila dipastikan bulan ini menikah," kata Kasih senang.

"Alhamdulillah, ibu senang mendengarnya. Almarhum Bapa kalian pasti senang juga, karena mereka sejak dulu ingin berbesanan," kata Lilis lagi. "Zahran, Kamu dengar kan kata Kakakmu? Bulan ini Kamu bakal nikah," kata Lilis pada anaknya yang mendekat karena mendengar perkataan kakaknya.

"Iya, Bu," jawab Zahran dengan tersenyum kecil. Tak terlukiskan, di hati kecil Zahran, dia bahagia mendengar berita itu. Sudah lama dia menaruh hati pada Khalila.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ambillah , dik !
8.3
Dokter Charlotte Swift Sterling diizinkan Kylen Brown menempuh spesialis kandungan di Jepang dengan janji pernikahan saat kembali. Namun, rencana indah itu hancur seketika saat adiknya, Jessamine, mengaku telah mengandung anak Kylen akibat hubungan terlarang. Di tengah pengkhianatan ini, Charlotte terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia tetap menikahi tunangannya atau merelakan pria itu demi masa depan adik kandung yang sangat ia sayangi?
Sampul Novel Benih Sang Kakak Ipar
9.7
Pernikahan Aura dengan Gavin membawanya masuk ke lingkaran obsesi keluarga Mahendra. Atas desakan ekonomi, Gavin mengajak Aura tinggal di rumah sang kakak, Adrian Mahendra, seorang pengusaha dingin yang berkuasa. Tanpa diduga, Adrian menyimpan hasrat gelap terhadap istri adiknya tersebut. Dengan karisma dan kekuasaannya, Adrian memanipulasi keadaan hingga Aura terjepit antara kesetiaan pada suami dan godaan sang kakak ipar yang terus menjeratnya.
Sampul Novel DANGEROUS MAN
9.8
Athur Paker adalah CEO ternama sekaligus mahasiswa dengan sisi gelap yang haus darah. Hidupnya yang dingin berubah saat ia terobsesi pada Shena, gadis ceria yang berani menolak ajakannya. Meski ditolak, Athur menggunakan paksaan demi mengklaim Shena sebagai miliknya. Kini, hidup tenang Shena hancur dalam jeratan sang psikopat yang tak bisa ia hindari. Namun, rahasia masa kecil mulai terungkap. Akankah identitas asli Athur membawa petaka baru bagi Shena?
Sampul Novel Istri Muda Pak Dosen
7.9
Helga, mahasiswi kutu buku, terpaksa menikahi Hadyan, dosen playboy sekaligus putra dari Hans Anderson yang membiayai kuliahnya. Perjodohan ini bertujuan agar Helga menjadi ibu bagi putra Hadyan. Namun, ia harus merahasiakan pernikahan mereka demi karier mantan istri Hadyan yang masih terobsesi. Di tengah ancaman sang mantan dan sikap dingin Hadyan yang belum bisa berpaling dari masa lalu, mampukah Helga bertahan saat suaminya sendiri justru terus membela wanita yang telah mengkhianatinya?
Sampul Novel Keputusan Takdir
8.5
Sallyana mengira cintanya akan berakhir indah, namun Veen justru memaksanya pergi hingga hatinya hancur. Saat ia mulai berhasil merelakan dan melupakan luka lama, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam status yang sangat berbeda. Akankah Sallyana jatuh hati lagi pada Veen setelah perpisahan pahit itu? Ataukah ia akan memilih pemuda lain yang hadir saat ia mencoba bangkit? Takdir memegang kunci atas akhir kisah pencarian kebahagiaan sejati ini.
Sampul Novel Nafkah Istri Pertama
9.6
Demi mendapatkan keturunan yang belum juga hadir, seorang istri mengambil keputusan berat dengan mengizinkan suaminya berpoligami. Namun, niat tulus untuk melengkapi kebahagiaan keluarga justru berujung pada penderitaan. Pernikahan kedua sang suami ternyata membawa malapetaka yang menghancurkan kedamaian hidup mereka. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit dari pilihan yang semula ia anggap sebagai solusi bagi masa depan rumah tangganya.