APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menaklukan Hati Dokter Cantik

Menaklukan Hati Dokter Cantik

Khalila Permata Sutama, dokter cerdas pewaris rumah sakit, terpaksa menikahi Zahran Fahad Auzan demi memenuhi wasiat. Zahran yang masih SMA menggantikan posisi mendiang kakaknya dalam perjodohan ini. Meski Khalila bersikap ketus dan malu memiliki suami brondong, Zahran tetap tulus karena Khalila pernah menyelamatkan nyawanya dulu. Pengabdian tanpa pamrih Zahran perlahan mulai menyentuh hati Khalila. Akankah pernikahan beda usia ini berujung pada cinta sejati?
Bab
Bagikan

Bab 2

Erga Sutama dan Adam adalah sahabat karib di kampung. Keduanya hijrah ke kota merintis usaha sambil kuliah. Erga kuliah kedokteran dan Adam kuliah pertanian. Erga berasal dari keluarga miskin di kampung sementara Adam berasal dari keluarga kaya yang memiliki banyak sawah dan kebun. Sering Adam membantu Erga melunasi biaya kuliahnya sampai membiayai Erga membuka tempat praktik kecil-kecilan.

Erga menikah di kota dan Adam kembali ke kampung untuk di jodohkan dengan Lilis. Sejak itu, mereka jarang bertemu tapi selalu berkomunikasi lewat wartel. Erga memiliki satu putri. Adam memiliki tiga anak, anak pertama putri serta anak kedua dan ketiga putra. Keduanya sepakat ingin berbesanan. Namun, sebelum anak kedua Adam SMA, Adam sakit-sakitan dan meninggal. Diakhir hidup Adam, Erga berjanji akan mewujudkan keinginan Adam untuk berbesanan.

Keinginan itu lagi-lagi kandas, putra kedua Adam meninggal dua bulan yang lalu. Akhirnya Zahran yang menggantikan kakaknya. Tanpa semua orang tau, sejak kecil Zahran sudah jatuh cinta pada Khalila.

Walau jarang, Erga, kerap kali ada kesempatan, pasti berkunjung ke kampung. Khalila pernah menyelamatkan Zahran hanyut di sungai saat pertama kali belajar berenang. Saat itu usia Zahran masih 13 tahun dan Khalila sudah 19 tahun.

***

Sepulang dari sawah, Zahran mandi. Di kamar mandi rumah mereka yang sederhana, senyum Zahran tak kunjung pudar. "Kak Khalila, sebentar lagi Kakak akan jadi istriku. Tunggu dulu, Aku tidak perlu memanggilnya Kakak lagi kan? Masa istriku Ku panggil Kakak?" gumam Zahran, dia bahagia.

"Khalila Sayang, Aku janji akan jadi suami terbaik untukmu. Om Erga bilang dia ingin menantu seorang dokter hebat. Akan ku tunjukan kalau Aku akan menjadi dokter hebat yang selalu menyelamatkan pasiennya. Aku mencintaimu Khalila Permata Sutama. Kamu adalah permataku. Walau Aku sempat patah hati karena Kamu akan menjadi kakak iparku. Tak Ku sangka Allah punya caranya sendiri untuk menyatukan Kita. Kak Hasan, maafkan Aku karena Aku mencintai calon istrimu."

Setelah selesai mandi, Zahran berpakaian rapi lalu ke luar mendatangi kakak, kakak ipar dan keponakannya yang sedang duduk santai sambil menikmati kopi hangat dan Singkong rebus.

"Selamat ya Dek, bulan ini Kamu bakal nikah. Baik-baik ya sekolah di kota," pesan kakak iparnya.

"Bener kata suami Kakak. Baik-baik di Kota. Kuliah yang bener. Kerja di rumah sakit milik mertuamu nanti juga harus jujur," pesan kakaknya juga.

"Iya Mbak, Mas," jawab Zahran.

"Om Zahran, nanti Om bakal jadi dokter ya? Istri Om dokter, mertua Om juga dokter," kata Boby, keponakan Zahran yang masih berusia 7 tahun.

"Boby mau jadi apa kalau sudah besar?" tanya Zahran.

"Mau jadi montir kaya Ayah," jawab Boby polos.

"Aamiin, semoga tercapai," jawab Zahran.

"Zahran, itu Tina ya?" tunjuk Kasih.

Zahran pun menoleh. Tina mendekat lalu berkata," Zahran, bisa Kita bicara?" tanya Tina malu-malu.

"Bisa," jawab Zahran lalu berdiri. Dia dan Tina menjauh untuk bicara.

"Sayang, Aku pernah dengar pembicaraan murid-murid SMA di kampung Kita sewaktu mereka ke bengkel ku. Kata mereka Tina sudah lama suka sama Zahran," kata suami Kasih.

"Oh ya, Mas? Kasian sekali Tina. Tapi Zahran bersikap biasa-biasa saja sama Tina. Zahran bahkan senang mau menikah sama Khalila."

Zahran dan Tina bicara di kursi pinggir jalan tidak jauh dari rumah Zahran. "Aku dengar Kamu mau nikah sama dokter dan bakal pindah sekolah ke kota? Apa itu benar?" tanya Tina mulai bicara.

"Iya, Kamu hanya ingin menanyakan itu?" jawab Zahran.

"Zahran, Aku sebenarnya ... suka sama Kamu. Aku mau Kamu gak nikah sama dokter dari kota itu."

"Suka sama Aku? Sejak kapan?"

"Sejak dulu. Aku malu bilangnya."

"Tina, Kamu cantik dan pintar. Kamu anak kepala desa. Masih banyak yang mau sama Kamu. Maaf, Aku gak bisa membatalkan pernikahanku."

"Aku dengar dokter itu umurnya lebih tua dari Kamu. Kenapa Kamu gak nikah sama Aku aja? Umur Kita kan sama?"

"Tina. Maaf."

"Jangan minta maaf, Aku malu ... Aku sedih ..."

Zahran tidak tau harus berkata apa. Dia memang tidak punya perasaan pada teman sekelasnya ini. "Tina, Aku gak bisa balas perasaan Kamu. Aku harap Kamu ngerti. Maaf. Aku pulang dulu." Zahran tidak bermaksud menyakiti Tina, tapi perasaan Tina memang tidak bisa dia balas. Terpaksa, Zahran meninggalkan Tina yang menangis di sana karena ditolak. Dia ingin Tina melupakannya.

***

Keesokan harinya Erga dan Khalila datang ke kampung dengan menempuh perjalanan beberapa jam. Keluarga Zahran menyambut kedatangan mereka dengan tangan terbuka. Padahal Khalila hanya beda 2 tahun dari Kasih, tapi wajah mereka jauh berbeda. Khalila sangat cantik seperti ABG sementara Kasih seperti emak-emak karena terbiasa bekerja di sawah membantu ibunya.

"Khalila, walau kalian sudah bertemu beberapa kali, tetap saja harus berkenalan secara resmi. Dia Zahran Fahad Auzan, calon suami Kamu," kata Erga.

Sesaat, Khalila terpesona dengan ketampanan Zahran. Namun langsung dia tepis. Dia tidak ingin menjalin hubungan serius dengan bocil seperti Zahran. "Saya Zahran," kata Zahran memperkenalkan diri pada Khalila.

"Aku Khalila," sahut Khalila ketus. Zahran sudah tau kalau Khalila adalah gadis jutek, tapi dibalik itu tersimpan sosok gadis polos yang baik hati dan penolong.

"Mbak Lilis, bagimana kalau bulan ini mereka Kita nikahkan. Nikah siri saja dulu, setelah Zahran berusia 19 tahun, baru mereka menikah secara resmi," saran Erga.

"Kalau Saya apa Kata anak-anak saja, Mas Erga. Bagaimana? Kalian setuju?" tanya Lilis pada Zahran dan Khalila.

Erga memberi isyarat lewat mata pada Khalila. Dengan malas Khalila menjawab setuju. Sementara Zahran dengan mantap menjawab setuju.

"Zahran, setelah menikah dengan Khalila, Kamu mau ikut mereka ke kota? Kamu di sana akan membantu Om Erga di rumah sakit. Jadi Kamu dan istrimu nanti sama-sama kerja di rumah sakit," ucap Lilis.

"Ibu, Om, Kak Kasih, Kak Galang, Khalila, Aku akan menjadi dokter hebat, Aku janji," janji Zahran.

"Ini yang Om suka dari Kamu Zahran. Kamu pria hebat. Usia hanya angka. Semakin Kamu dewasa, semakin sikapmu bijaksana," puji Erga pada calon menantunya.

"Terima kasih pujiannya, Om," sahut Zahran malu-malu.

"Sok banget sih bocil ini? Seberapa pintar sih dia? Apa lebih cerdas dari Aku?" batin Khalila.

"Mbak Lilis, Saya janji akan memperlakukan Zahran sangat baik. Akan Saya pastikan Khalila akan menjadi istri terbaik untuk Zahran," janji Erga.

"Suami Saya sudah lama mengenal Mas Erga. Saya percaya pada Mas Erga. Bimbing anak Saya, Mas. Dia masih muda. Semoga dia menjadi suami terbaik untuk putrimu," ucap Lilis.

"Pasti," jawab Erga.

Kedua belah keluarga sangat bahagia dengan perjodohan ini. Khalila merasa hanya dirinya yang tidak terima dengan perjodohan ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ambillah , dik !
8.3
Dokter Charlotte Swift Sterling diizinkan Kylen Brown menempuh spesialis kandungan di Jepang dengan janji pernikahan saat kembali. Namun, rencana indah itu hancur seketika saat adiknya, Jessamine, mengaku telah mengandung anak Kylen akibat hubungan terlarang. Di tengah pengkhianatan ini, Charlotte terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia tetap menikahi tunangannya atau merelakan pria itu demi masa depan adik kandung yang sangat ia sayangi?
Sampul Novel Benih Sang Kakak Ipar
9.7
Pernikahan Aura dengan Gavin membawanya masuk ke lingkaran obsesi keluarga Mahendra. Atas desakan ekonomi, Gavin mengajak Aura tinggal di rumah sang kakak, Adrian Mahendra, seorang pengusaha dingin yang berkuasa. Tanpa diduga, Adrian menyimpan hasrat gelap terhadap istri adiknya tersebut. Dengan karisma dan kekuasaannya, Adrian memanipulasi keadaan hingga Aura terjepit antara kesetiaan pada suami dan godaan sang kakak ipar yang terus menjeratnya.
Sampul Novel DANGEROUS MAN
9.8
Athur Paker adalah CEO ternama sekaligus mahasiswa dengan sisi gelap yang haus darah. Hidupnya yang dingin berubah saat ia terobsesi pada Shena, gadis ceria yang berani menolak ajakannya. Meski ditolak, Athur menggunakan paksaan demi mengklaim Shena sebagai miliknya. Kini, hidup tenang Shena hancur dalam jeratan sang psikopat yang tak bisa ia hindari. Namun, rahasia masa kecil mulai terungkap. Akankah identitas asli Athur membawa petaka baru bagi Shena?
Sampul Novel Istri Muda Pak Dosen
7.9
Helga, mahasiswi kutu buku, terpaksa menikahi Hadyan, dosen playboy sekaligus putra dari Hans Anderson yang membiayai kuliahnya. Perjodohan ini bertujuan agar Helga menjadi ibu bagi putra Hadyan. Namun, ia harus merahasiakan pernikahan mereka demi karier mantan istri Hadyan yang masih terobsesi. Di tengah ancaman sang mantan dan sikap dingin Hadyan yang belum bisa berpaling dari masa lalu, mampukah Helga bertahan saat suaminya sendiri justru terus membela wanita yang telah mengkhianatinya?
Sampul Novel Keputusan Takdir
8.5
Sallyana mengira cintanya akan berakhir indah, namun Veen justru memaksanya pergi hingga hatinya hancur. Saat ia mulai berhasil merelakan dan melupakan luka lama, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam status yang sangat berbeda. Akankah Sallyana jatuh hati lagi pada Veen setelah perpisahan pahit itu? Ataukah ia akan memilih pemuda lain yang hadir saat ia mencoba bangkit? Takdir memegang kunci atas akhir kisah pencarian kebahagiaan sejati ini.
Sampul Novel Nafkah Istri Pertama
9.6
Demi mendapatkan keturunan yang belum juga hadir, seorang istri mengambil keputusan berat dengan mengizinkan suaminya berpoligami. Namun, niat tulus untuk melengkapi kebahagiaan keluarga justru berujung pada penderitaan. Pernikahan kedua sang suami ternyata membawa malapetaka yang menghancurkan kedamaian hidup mereka. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit dari pilihan yang semula ia anggap sebagai solusi bagi masa depan rumah tangganya.