APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku

Silla sangat terkejut saat Elsa, sahabat yang sudah dianggap saudara, memintanya menjadi istri kedua bagi suaminya, Nathan. Elsa yang divonis mandul mendesak Silla agar mau memberikan keturunan bagi keluarga mereka. Meski sempat menolak, tekanan yang ada membuat Silla akhirnya setuju. Namun, situasi menjadi rumit karena Silla ternyata masih mencintai Nathan secara rahasia. Akankah ia sanggup melepaskan Nathan setelah tujuannya tercapai atau malah terjebak?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Lho, Mas. Mas Nathan!!"

Melihat sang suami berlari begitu saja meninggalkan acara yang belum selesai, Elsa bergegas mengejarnya sampai pria itu masuk ke dalam kamar.

"Aaaarrggghhh!!"

Nathan tiba-tiba mengerang, membuat Elsa terkejut. Dia berlari menghampiri, lalu mendekapnya dari belakang.

"Mas kenapa? Ada apa, Mas?"

Hembusan napas Nathan terdengar berat, dia lantas mengusap kasar wajahnya. "Masih bisa kamu tanya aku kenapa? Apa kamu udah puas sekarang?"

"Puas bagaimana sih, Mas? Ini 'kan untuk kebahagiaan kita." Elsa melepaskan dekapannya, lalu menarik sang suami ke kasur untuk duduk bersama. "Kan kedua orang tua Mas yang mendesak kita untuk punya anak. Apa Mas lupa?"

"Tapi kenapa harus Silla, Yang? Apakah nggak ada perempuan lain di dunia ini selain dia, yang bisa jadi madumu?"

Meskipun pada akhirnya Nathan bisa luluh, atas permintaan paksa dari sang istri, tapi nyatanya dia seolah belum bisa terima jika Silla lah yang akan menjadi istri keduanya.

Nathan sangat membencinya, dan tentunya ada alasan tersendiri, yakni karena dulu Silla pernah menolak cintanya.

Mereka berdua, bahkan bertiga dengan Elsa, pernah satu sekolah saat SMA. Nathan menjadi Kakak kelas tertua mereka, dan bisa dibilang, Nathan cinta pada pandangan pertama kepada Silla. Dimasa-masa MOS dulu.

Mereka juga sempat dekat, sampai akhirnya Nathan memberanikan diri untuk mengirimkan surat cinta dan bunga kepada Silla.

Namun, Nathan justru mendapatkan penolakan yang sangat menyakitkan. Dia bahkan masih ingat dengan jelas isi surat balasan itu sampai sekarang, yang membuatnya membencinya selama bertahun-tahun.

[Kakak nggak usah sok kegantengan. Kita dekat bukan berarti aku suka atau mau jadi pacar Kakak. Muka Kakak ini standar, dan Kakak bukan tipeku.]

Semenjak mendapatkan surat balasan itu, Nathan mulai menjauhi Silla dan membencinya. Dan satu bulan setelah kejadian itu, Nathan mendapatkan surat cinta dari Elsa.

Dia mengatakan bahwa selama ini memendam rasa, hanya saja malu mengungkapkannya, apalagi Nathan begitu dekat dengan Silla.

Merasa tidak tega untuk menolak, karena Nathan sendiri tahu bagaimana rasanya ditolak, akhirnya tanpa berpikir panjang dia langsung menerima cinta itu. Dan siapa sangka, rupanya mereka berjodoh sampai sekarang dengan usia pernikahan yang menginjak 7 tahun.

"Karena hanya Silla yang nggak suka sama kamu, Mas. Jadi otomatis ... dia nggak akan merebutmu dariku," jawab Elsa dengan yakin. Dia kembali memeluk tubuh suaminya, menyandarkan kepala ke dadanya. "Dan aku juga tau ... Mas sangat membenci Silla. Jadi hubungan kalian nggak akan ada cinta, dan nggak akan ada resikonya untuk rumah tangga kita."

"Tapi dengan aku menikahi Silla, aku jadi tambah membencinya, Yang."

"Ya enggak apa-apa. Malah itu bagus."

"Bagus bagaimana? Bukankah yang kita inginkan adalah anak? Bagaimana bisa aku menyentuhnya, kalau aku membencinya? Bahkan menatap wajahnya saja aku merasa nggak sudi, Yang."

"Soal itu gampang, Mas. Aku sudah punya cara. Sekarang kita keluar dulu, kita selesaikan acara ini karena aku nggak enak sama yang lain. Kasihan Silla juga."

"Beritahu aku dulu caranya, apa itu?" desak Nathan penasaran.

"Nanti aku beritahu. Sekarang kita keluar saja dulu." Elsa berdiri, lalu menarik paksa Nathan untuk ikut bersamanya keluar dari kamar.

Mau tidak mau, Nathan mengikutinya. Menuruti semua keinginannya meskipun itu sangatlah berat.

*

*

Setelah proses ijab kabul itu selesai, Elsa membawa Nathan dan Silla pergi menggunakan mobil yang dia kemudikan.

Silla sendiri bertanya-tanya dalam hati, mereka akan pergi ke mana. Namun, karena posisi ada Nathan yang duduk di sebelah Elsa, Silla jadi canggung untuk bertanya secara langsung.

"Kita sebenarnya mau ke mana sih, Yang?" tanya Nathan penasaran.

"Ke mana lagi kalau bukan ke hotel, Mas," jawab Elsa senang, menatap sebentar suaminya dengan senyuman hangat.

"Mau ngapain ke hotel?"

"Ya mau menginap. Mas ini ada-ada saja, ya, pertanyaannya." Elsa terkekeh, merasa lucu dengan pertanyaan sang suami.

"Ya maksudku kenapa kita harus menginap di hotel? Kita 'kan punya rumah, Yang." Nathan benar-benar tak mengerti maksud istrinya.

"Ini 'kan hari pernikahan Mas dengan Silla, berarti nanti malam adalah malam pengantin buat kalian. Jadi ya kalian harus menginap di hotel dong, biar suasananya enak."

"Ih enggak! Aku nggak mau!" tegas Nathan, menggeleng kepala menolaknya secara cepat.

"Harus mau lah, Mas. Mas ini gimana, sih?"

"Padahal nggak perlu ke hotel juga nggak apa-apa, Elsa," kata Silla tiba-tiba. Memberanikan diri untuk ikut bicara. Melihat Nathan menolak, dia jadi merasa tidak enak. Pasti pria itu sangat terbebani. "Kita mending pulang lagi aja."

"Udah nggak apa-apa, Silla sayang ...." Elsa memutar kepalanya sebentar, memerhatikan sang sahabat sambil tersenyum. "Pokoknya kalian harus menginap di hotel, dan segeralah bercocok tanam."

"Yang, kamu ini ngomong apa, sih?" Nathan mendengkus, tidak suka dengan kalimat akhir yang diucapkan sang istri. Dan bisa-bisanya tak ada sedikitpun rona kesedihan, atau kecemburuan pada diri Elsa. Malah dia sendiri lah yang memintanya.

Terbuat dari apakah hati Elsa? Itulah yang terbesit dalam benak Nathan. Dia memang istri yang sangat baik dan sempurna, baginya, Nathan sangat beruntung bisa memiliki Elsa.

"Ngomong apa apanya sih, Mas? Kan apa yang aku omongin itu bener. Kalian menikah 'kan memang untuk memiliki keturunan, apa lagi?"

"Ya belum tentu dia subur. Kamu jangan terlalu percaya diri, Yang."

Sekilas Silla melihat, Nathan menatapnya sinis dari pantulan cermin depan.

"Mas nggak boleh ngomong kayak gitu. Silla pasti subur, aku yakin itu. Cukup aku aja yang nggak subur," kata Elsa dengan mata berkaca-kaca. Melihat kesedihan diwajah istrinya, membuat Nathan langsung merangkul dan mencium lembut keningnya.

"Kamu juga subur, Yang. Kedua orang tuaku saja yang nggak sabaran, padahal aku yakin kamu masih bisa hamil anakku. Maafin mereka, ya?" Berulang kali Nathan menciumi Elsa, tampak jelas pria itu sangat menyayangi dan mencintai istrinya.

Di sisi lain, Silla yang sedari tadi diam-diam memerhatikan merasa ikut senang. Dia juga akan menepis jauh-jauh perasaannya terhadap Nathan selama ini, karena memang tak seharusnya dia masih memendam rasa kepada suami sahabatnya, meskipun sekarang menjadi suaminya juga.

'Kasihan Elsa dan Kak Nathan. Mereka memang pasangan yang serasi. Aku harap meskipun sekarang ada aku ... mereka masih bisa tetap harmonis dan bahagia.'

'Aku akan menepati janjiku, Elsa. Aku hanya akan mengandung dan melahirkan anak Kak Nathan. Dan nggak akan pernah merebutnya darimu.' Silla membatin dengan tekad yang kuat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BENIH PRESDIR LUMPUH
7.8
Fiona Isabella Fawzi terjebak dalam pernikahan yang tak diinginkannya sebagai pengantin pengganti bagi seorang pria lumpuh. Perbedaan usia serta kondisi fisik sang suami menjadi beban mental bagi Fiona yang masih muda. Di sisi lain, ia aktif dalam geng Trio FAM Alliance yang kerap memicu onar. Bertekad meraih kebebasan, Fiona menyusun berbagai taktik licik demi mengakhiri ikatan tersebut. Akankah rencananya berhasil atau ia justru terjerat takdir?
Sampul Novel Bertemu Karena Jodoh
8.2
Nasyira terbiasa menikmati kemewahan sebagai putri orang kaya, namun roda kehidupan berputar drastis saat hartanya ludes seketika. Nasib malang menimpa keluarganya ketika sang papa dinyatakan bangkrut total. Kehancuran finansial ini bukan tanpa alasan, melainkan akibat pengkhianatan keji yang dilakukan oleh adik kandung papanya sendiri. Kini, Nasyira harus menghadapi realita pahit setelah orang terdekat menghancurkan seluruh kejayaan mereka.
Sampul Novel Dari Cinta ke Benci: Kejatuhannya
8.8
Lima tahun menikah, identitas asliku terungkap sebagai pengganti Clara, kekasih Baskara. Setelah melahirkan pewaris Adhitama, aku justru disiksa dan dikurung. Puncaknya, Baskara membiarkan putra kami, Banyu, tewas demi menyelamatkan Clara yang bersandiwara. Kini, duka itu berubah jadi dendam dingin. Baskara tak sadar telah menandatangani surat kuasa fatal di balik dokumen arsitekturku. Keangkuhannya akan kuhancurkan lewat hak yang dia remehkan.
Sampul Novel Drive Back To December
8.4
Gayatri Rumi Rahardjo tak menyangka akan dipersunting kembali oleh mantan suaminya, William Alansyah, setelah tiga tahun berpisah. Demi rasa sayangnya pada mantan ibu mertua, ia sepakat membina rumah tangga untuk kedua kalinya. Namun, pernikahan ini dihantam tekanan perihal keturunan. Di tengah kemelut tersebut, Gayatri mencurigai rahasia besar yang disembunyikan William. Akankah kenyataan pahit ini memicu perceraian kedua yang ingin ia hindari?
Sampul Novel Janji yang Diingkari, Hati yang Sejati
8.7
Pasca penglihatannya pulih, Della terkejut mendapati Hurst Owen, adik kekasihnya, yang justru menjadi suaminya. Rahasia terbongkar saat ia mendengar Brady Owen lebih memilih Betty Kirk ketimbang dirinya yang buta demi dia. Meski Brady berjanji kembali dalam sebulan dan menganggap pernikahan adiknya palsu, Hurst mulai menyimpan rasa. Tanpa mengungkap kesembuhannya, Della justru membawa Hurst meresmikan ikatan mereka demi menjadi istri sejatinya.
Sampul Novel Lyana
8.4
Lyana adalah wanita sederhana yang bekerja keras demi menyokong hidup keluarganya di desa. Namun, masa depannya hancur seketika setelah bertemu dengan Justin, seorang pria kaya raya yang memiliki sifat sangat angkuh. Dalam kondisi mabuk berat dan hilang kesadaran, Justin melakukan tindakan keji yang merusak hidup Lyana. Kini, Lyana terjebak dalam nestapa akibat perbuatan Justin. Apakah sang miliarder akan bertanggung jawab, atau justru melarikan diri?