APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan

Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan

Mira Aditya terjebak dalam perjodohan orang tuanya dengan Rafiq Jaya. Alih-alih bahagia, ia justru menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah menikahi kekasih lamanya, Elena Faris, secara rahasia. Menjadi sosok yang terpinggirkan dalam rumah tangganya sendiri, Mira harus menanggung luka batin yang mendalam. Di tengah kehampaan dan rasa kecewa yang kian menggunung, Mira kini dihadapkan pada pilihan sulit antara terus bertahan atau pergi mencari kebebasan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Mira memandang keluar jendela kamar tidurnya, melihat bulan purnama yang menggantung rendah di langit malam. Hatinya terasa kosong, seperti lubang besar yang menganga tanpa akhir. Namun, ada sesuatu yang berubah dalam dirinya. Rasa sakit yang dulu menguasainya kini perlahan berganti dengan keberanian-keberanian untuk melawan, untuk mencari kebahagiaannya sendiri.

Namun, keberanian itu diuji lebih cepat dari yang ia duga. Malam itu, langkah kaki terdengar di lorong menuju kamarnya. Mira menegang. Sudah hampir tiga minggu sejak Rafiq terakhir kali menginjakkan kaki di rumah ini. Ketika pintu terbuka, Rafiq masuk dengan wajah penuh emosi, sesuatu yang jarang terlihat darinya.

"Kita harus bicara," ucapnya tajam, tanpa salam.

Mira menoleh, menatapnya dengan mata yang sudah kehilangan sinar harapan. "Kau selalu bilang begitu, tapi akhirnya hanya aku yang mendengar."

"Aku serius, Mira. Kau harus berhenti bertingkah seperti ini."

Mira bangkit dari kursinya, perlahan, seolah mencoba menahan badai yang siap menerjang. "Bertingkah seperti apa, Rafiq? Seperti seorang istri yang tidak pernah dihargai? Seperti seseorang yang kau lupakan saat kau berada di pelukan Elena?"

Rafiq menghela napas berat, mengusap wajahnya dengan frustrasi. "Aku tidak punya pilihan lain. Aku mencintai Elena, tapi aku juga tidak ingin mempermalukan keluargaku."

"Jadi aku adalah alat, begitu? Alat untuk menyelamatkan reputasimu?" suara Mira pecah di akhir kalimatnya, matanya memerah.

Rafiq mendekat, menatap Mira dengan pandangan penuh kemarahan. "Aku tidak pernah memintamu mencintaiku, Mira. Kau tahu sejak awal bahwa aku tidak pernah mencintaimu!"

Kata-kata itu menghantam Mira seperti badai. Ia menggigit bibirnya, mencoba menahan air mata, tapi akhirnya gagal. Ia tersenyum pahit, meski hatinya hancur berkeping-keping. "Kau tahu, aku juga tidak pernah meminta mencintaimu, Rafiq. Tapi aku melakukannya. Bodohnya aku."

Pertemuan Rahasia

Setelah malam penuh konflik itu, Mira merasa bahwa ia harus menjauh sejenak dari segala sesuatu yang menghancurkannya. Ia kembali ke taman tempat ia bertemu dengan Arfan. Kali ini, ia datang dengan hati yang lebih berat, berharap kehadiran pria itu bisa memberikan sedikit pelipur lara.

Arfan sudah ada di sana, duduk di bangku yang sama seperti sebelumnya, dengan buku catatan di tangannya. Ketika melihat Mira, ia tersenyum hangat, senyum yang membuat Mira merasa sedikit lebih ringan.

"Kau kembali," kata Arfan dengan nada ramah. "Kupikir aku tidak akan melihatmu lagi."

Mira duduk di sampingnya tanpa berkata apa-apa untuk beberapa saat. Akhirnya, ia menarik napas panjang dan berkata, "Aku tidak tahu harus ke mana lagi."

Arfan menutup buku catatannya, menatap Mira dengan penuh perhatian. "Ada apa? Kau terlihat lebih lelah dari sebelumnya."

Air mata mulai menggenang di mata Mira. Ia menceritakan segalanya-pernikahannya yang dingin, rasa sakit yang ia rasakan setiap kali melihat Elena, dan bagaimana Rafiq tidak pernah menganggapnya sebagai istri. Arfan mendengarkan dengan sabar, tanpa menyela, hanya memberikan anggukan kecil di saat yang tepat.

"Aku tidak tahu harus bagaimana," kata Mira akhirnya. "Aku ingin pergi, tapi aku takut. Aku tidak punya siapa-siapa."

Arfan meletakkan tangannya di atas tangan Mira, memberikan kehangatan yang sudah lama ia rindukan. "Mira, kau punya dirimu sendiri. Itu lebih dari cukup. Kau hanya perlu percaya pada kekuatanmu."

Kata-kata itu menyentuh hati Mira, seperti sinar matahari yang menembus awan kelabu. Untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa mungkin ada jalan keluar dari penderitaannya.

Konfrontasi dengan Elena

Hari itu, Mira kembali ke rumah dengan perasaan yang bercampur aduk. Namun, kebahagiaan kecil yang ia rasakan segera sirna ketika ia melihat Elena berdiri di ruang tamu, mengenakan gaun mahal yang mencolok, dengan senyum angkuh yang menghiasi wajahnya.

"Oh, kau pulang," sapa Elena dengan nada sinis. "Aku kira kau sudah menyerah dan pergi."

Mira mengabaikannya, berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air. Namun, Elena tidak membiarkannya begitu saja. Ia mengikuti Mira, dengan suara langkahnya yang menggema di lantai marmer.

"Kau tahu, Mira," kata Elena, suaranya penuh racun. "Rafiq tidak akan pernah mencintaimu. Kau hanyalah kewajiban yang ia bawa karena keluarganya. Aku adalah orang yang ia pilih, orang yang ia cintai."

Mira berbalik, menatap Elena dengan tatapan yang penuh kekuatan. "Kau mungkin benar, Elena. Tapi setidaknya aku tidak menjatuhkan diriku dengan merebut suami orang lain."

Wajah Elena memerah karena amarah. "Berani sekali kau berbicara seperti itu padaku!"

"Kenapa tidak?" Mira balas dengan suara tegas. "Aku sudah cukup lama diam, membiarkan diriku dihancurkan oleh kalian berdua. Tapi sekarang, aku tidak akan diam lagi."

Elena hendak membalas, tetapi suara langkah Rafiq menghentikannya. Pria itu muncul di ambang pintu, dengan ekspresi bingung melihat ketegangan di antara kedua wanita itu.

"Apa yang terjadi di sini?" tanyanya, suaranya penuh otoritas.

Elena segera mendekat, mencoba terlihat sebagai korban. "Mira menyerangku tanpa alasan!"

Mira tertawa sinis. "Tanpa alasan? Kau memprovokasiku sejak aku masuk ke rumah ini, Elena. Jangan bertindak seperti kau tidak bersalah."

Rafiq menatap keduanya dengan tatapan penuh frustrasi. "Sudah cukup! Aku tidak ingin mendengar drama ini lagi!"

Namun, kali ini, Mira tidak mundur. Ia menatap Rafiq dengan mata penuh luka, lalu berkata, "Drama ini hanya ada karena kau yang menciptakannya, Rafiq. Kau yang membawa Elena ke dalam hidup kita, dan kau yang menghancurkan semuanya."

Rafiq terdiam, tidak mampu membalas.

Keputusan yang Mengguncang

Malam itu, Mira duduk sendirian di kamarnya, merenungkan semua yang terjadi. Ia menyadari bahwa ia tidak bisa terus seperti ini. Ia harus membuat keputusan, meskipun itu berarti meninggalkan segalanya.

Ia mengambil pena dan selembar kertas, menuliskan surat untuk Rafiq. Dalam surat itu, ia menuangkan semua perasaannya-rasa sakit, kekecewaan, dan harapan yang hancur. Ia mengakhiri surat itu dengan satu kalimat yang membuat hatinya bergetar: "Aku pergi bukan karena aku lemah, tapi karena aku mencintai diriku sendiri lebih dari aku mencintaimu."

Ketika fajar tiba, Mira meninggalkan rumah itu, membawa serta luka-lukanya, tetapi juga keberanian baru yang menyala di dalam hatinya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya
9.6
Malam pameran seni perdanaku hancur saat suamiku justru muncul di berita demi melindungi wanita lain. Pesan singkatnya yang dingin menegaskan bahwa aku bukan prioritasnya. Selama ini, dia meremehkan bakatku, padahal karyaku adalah fondasi kekayaannya. Lelah diabaikan, aku menyusun strategi cerai yang cerdik. Aku akan menyamarkan dokumen perceraian sebagai berkas hak cipta biasa, memanfaatkan kesombongannya agar dia segera menandatanganinya tanpa curiga.
Sampul Novel Budak Nafsu Tuan Jhon!
8.9
Kecantikan luar biasa dan bentuk tubuh ideal ternyata menjadi kutukan bagi tiga bersaudara, Sherly, Livy, dan Hanny. Meski masing-masing telah membangun rumah tangga, kehidupan pernikahan mereka justru penuh cobaan berat. Pesona fisik yang mereka miliki malah memicu berbagai konflik rumit yang mengancam keharmonisan keluarga. Mampukah kakak beradik ini bertahan menghadapi badai masalah yang terus datang menghampiri kehidupan asmara mereka?
Sampul Novel DANGEROUS MAN
9.8
Athur Paker adalah CEO ternama sekaligus mahasiswa dengan sisi gelap yang haus darah. Hidupnya yang dingin berubah saat ia terobsesi pada Shena, gadis ceria yang berani menolak ajakannya. Meski ditolak, Athur menggunakan paksaan demi mengklaim Shena sebagai miliknya. Kini, hidup tenang Shena hancur dalam jeratan sang psikopat yang tak bisa ia hindari. Namun, rahasia masa kecil mulai terungkap. Akankah identitas asli Athur membawa petaka baru bagi Shena?
Sampul Novel Di Jual Suamiku
7.9
Apa yang akan Anda lakukan saat mahligai rumah tangga yang selama ini menjadi impian indah justru berubah menjadi kenyataan yang sangat rumit? Kisah ini mengikuti perjalanan emosional seorang wanita yang harus menghadapi lika-liku kehidupan pernikahan yang tak terduga. Alih-alih menemukan kebahagiaan sejati, ia justru terjebak dalam situasi pelik yang menguji kesabaran serta kesetiaannya sebagai seorang istri dalam menghadapi badai konflik.
Sampul Novel GAIRAH CINTA CEO DINGIN
8.8
Karin Arvantie merasa canggung saat wawancara kerja di Atmaja Corp karena tatapan intens sang CEO, Ryan Atmaja. Meski Ryan merasa pernah bertemu dengannya, Karin justru memberikan jawaban diplomatis. Namun, pesona pria bermata hitam itu memicu gejolak emosi yang sulit diredam. Kini, Karin terjebak dalam dilema antara menjaga profesionalisme atau terhanyut dalam ketertarikan yang membara. Mampukah hubungan mereka tetap sebatas atasan dan bawahan saja?
Sampul Novel Gairah Tanpa Akhir
8.8
Suasana hangat menyelimuti ruang tamu rumah sederhana itu saat Renata tak mampu menahan desahan ketika Eka mendaratkan ciuman mesra di lehernya. Di atas sofa tua yang mulai bergoyang, gairah muda mereka membuncah. Tangan Eka dengan nakal meremas tubuh Renata di balik kaos oblongnya, menciptakan getaran yang memenuhi ruangan sempit tersebut. Dalam dekapan pria itu, Renata hanya bisa memanggil namanya saat sentuhan intens Eka mulai memilin seluruh raganya.