APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel My Handsome Boy

My Handsome Boy

Terjebak utang, Kiara Mauren menawarkan diri untuk bekerja demi melunasi kewajibannya. Namun, Ken justru menyodorkan map berisi surat perjanjian nikah kontrak. Meski terpesona oleh kecantikan Kiara, Ken tetap bersikap sinis saat tawarannya ditolak. Kiara bimbang karena ia sudah memiliki calon suami, tetapi Ken tidak memberi pilihan lain. Di tengah ketegangan itu, Ken tak mampu mengalihkan pandangan tajamnya dari sosok Kiara yang sangat memikat hatinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Nona, saya mohon jangan melawan. Kami tidak ingin menyakiti, Nona," jelas David.

Kiara tidak habis pikir siapa orang kaya yang membelinya dan memberinya pakaian kurang bahan seperti ini.

Kiara berkali-kali berniat kabur. Tapi, David dan para anak buahnya mampu mencegah Kiara untuk kabur.

Sialan.

"Oke-oke. Aku tidak akan kabur lagi. Tapi, kalian jangan pernah melihatku. Atau mata kalian akan tau akibatnya," ancam Kiara. Kiara tidak mau jika lekuk tubuhnya dilihat oleh orang lain.

David dan para anak buahnya mendelik dengan ancaman frontal dari Kiara. Pasalnya mereka juga sudah biasa melihat pemandangan indah semacam itu dari para wanita Ken.

Tapi, memang benar. Tubuh Kiara lebih indah dari wanita-wanita milik Ken.

"Baik Nona," jawab mereka secara bersamaan.

"Hem. Ayo, jalan." Kiara langsung berjalan mendahului mereka. Kiara memajukan langkahnya dengan begitu bermerwibawa, tidak seperti seorang tahanan.

David terkekeh di dalam hati. Sikap arogan dari Kiara tidak ada bedanya dengan bosnya. Pantas saja jika Ken sangat menyukai Kiara.

Pantas saja, bos Ken memilih membuang semua wanitanya hanya demi kedatangan nona Kiara.

Hampir 30 menit Kiara di dalam perjalanan menuju hotel yang ditunjukkan David padanya. Akhirnya, Kiara dan David sampai di depan hotel milik Ken.

Kiara melihat sekitar halaman hotel tersebut sebentar. Beberapa pohon besar dengan daun yang menjulai indah menghiasi kedatangan Kiara. Tatanan bunga dan ornamen modern menambah kesan elegant hotel mewah itu.

Kiara sangat terpesona dengan keindahan hotel tersebut.

Namun, dengan cepat Kiara membuang kembali pandangannya. Bukan saatnya ia terpesona dengan pemandangan hotel ternama itu. Pikir Kiara. Ini waktunya untuk membuat kesepakatan dengan tuan pembelinya. Untuk membalas semua pengkhianatan dari pamannya.

"Kenapa sepi?" tanya Kiara aneh. Hotel sebesar dan semewah ini tidak ada lalu-lalang pengunjung hotel ataupun pegawai.

Bagaimana bisa? tidak mungkin bangkrut, kan?

Kiara memutar bola matanya kearah pria di sampingnya. Ingin menanyakan pertanyaan itu.

"Kenapa tidak ada seorang pun di sini? tuanmu bangkrut atau bagaimana?" tanya Kiara saat langkahnya mulai memasuki lift pribadi milik Ken.

David menghela napas panjangnya sebentar sebelum menjawab pertanyaan tidak masuk akal dari Kiara.

"Nona Kiara. Tuan kami memang sengaja mengosongkan hotel ini hanya untuk menyambut kedatangan, Nona," jelas David.

Lagi-lagi Kiara mengernyit. Mengenai namanya yang tak pernah ia katakan kepada David. Kenapa dia bisa mengetahuinya.

"Aku bukan tamu specialnya kenapa harus mengosongkan seluruh hotel?" gumam Kiara tidak paham. Kiara masih aneh dengan tuan misteriusnya itu.

"Tahu darimana kamu namaku?" Kiara kembali bertanya. Namun sebelum pertanyaan itu selesai dijawab David.

Lift sudah terbuka. Dan mengharuskan mereka keluar. Kiara langsung mengikuti gerak kaki David.

David masih diam. Hingga akhirnya mereka sampai di kamar peibadi dari Ken.

"Silahkan masuk, Nona Kiara." Kiara menurut. Lalu diikuti David di belakangnya. Para anak buah David langsung menyebar untuk berjaga-jaga di depan kamar Ken.

"Bos Ken. Nona Kiara sudah berada di sini," ucap David pada seseorang berbadan kekar yang sedang membalikkan tubuhnya menghadap jendela kaca besar.

Kiara merasa tidak asing dengan panggilan David pada tuannya itu. Apa mungkin hanya perasaan Kiara saja?

Bos Ken? kenapa, aku merasa tidak asing dengan panggilan itu?

Kiara memutar bola matanya. Memandang sekeliling kamar itu. Sungguh menakjubkan. Kamarnya dulu saja tidak semegah dan seindah kamar hotel ini.

Orang super-duper kaya memang berbeda.

"Hm. Pergi." Tanpa membalikkan tubuhnya. Ken menyuruh asisten pribadinya itu untuk meninggalkan Kiara di sana bersama dirinya.

David membungkukkan badannya. Lalu pergi meninggalkan Kiara yang terlihat bingung dan sedikit ketakutan ditinggal David.

"Eh, kamu mau kemana?!" panggil Kiara cemas. Ingin menghentikan David. Tapi, pintu itu dengan cepat tertutup dan terkunci otomatis.

Kiara menggit bibir bawahnya untuk menghilangkan perasaan takutnya saat ini. Kiara menundukkan pandangannya. Kiara benar-benar ketakutan.

Seluruh kebahagian Kiara kini telah hancur. Kiara sudah tidak bisa lagi menjadi nona manja dari keluarga Mauren.

Kiara sudah pasrah. Kiara sudah tidak seperti dulu lagi. Hidupnya telah berada di tangan Ken.

"Duduklah dulu," perintah Ken dengan posisi dirinya yang belum berubah.

Kiara menurut. Tubuhnya langsung terduduk di sofa besar milik Ken.

"Tu--tuan Ken, terima kasih," Kiara mengucapkan rasa terima kasihnya atas belas kasihan Ken terhadapnya.

Entah apa jadinya, jika Kiara dibeli oleh sembarang orang. Meskipun Kiara belum tahu seorang Ken seperti apa.

Ken dengan baju kimono besar yang terlihat sangat cocok di tubuh kekarnya itu langsung membalikkan tubuhnya.

Ken menatap tubuh Kiara yang terlihat sangat ketakutan padanya. "Jangan berterima kasih dulu. Aku membelimu bukan dengan cuma-cuma. Kamu harus mengganti uangku."

Kiara mendongak. Lalu mengangguk pelan. Kiara pikir dirinya akan dipekerjakan Ken untuk membalas jasa Ken padanya. Sehingga Kiara mengiyakan perkataan Ken.

"Aku harus membayarnya dengan apa, Tuan? apa aku harus bekerja untukmu?" tanya Kiara.

Ken dengan cepat melempar satu map berisi perjanjian dan pernikahan kontrak yang telah ia rencanakan sebelumnya di atas meja.

"Baca, lalu tanda tangani." Ken mendudukkan dirinya di depan Kiara. Posisi mereka berhadap-hadapan.

Tidak henti-hentinya mata tajam Ken memandang wajah cantik Kiara. Ken seakan terhipnotis dengan segala apa yang ada di hadapannya saat ini.

Bukan hanya matanya yang terpesona akan kecantikan dan keindahan tubuh Kiara. Area sensitif Ken seakan bereaksi lebih hanya karena melihat Kiara.

Nona dari keluarga Mauren ini sangat menarik. Kiara.

Kiara mengambil berkas yang diberikan Ken. Lalu membaca sedatil mungkin. Kiara mengernyit. Saat membaca perjanjian untuk pernikahan kontrak dengan pria di hadapannya itu.

"Pernikahan kontrak? Aku tidak bisa, Tuan. Aku sudah mempunyai calon suami."

"Aku bisa mengganti uangmu dengan bekerja di tempatmu." Kiara berharap tawarannya bisa mengubah isi perjanjian dari Ken.

Tetapi, Ken menggeleng sinis. "Bekerja untukku?" dengan cepat Kiara mengangguk.

"Tanda tangani itu, dan kamu akan menjadi pelayanku." Ken masih kekeh untuk membuat Kiara mendatangani seluruh perjanjian yang ia buat.

Tetapi, Kiara masih saja memikirkan Jino dan pernikahannya yang tertunda.

Kiara belum benar-benar membaca isi perjanjian dari Ken. Kiara membuat dirinya agar bisa terlepas dari pernikahan kontrak yang telah Ken rencanakan padanya.

"Beri aku waktu, Tuan. Aku akan membayar ganti rugi ketika Tuan membeliku," tawar Kiara. Kiara berharap cemas agar tawarannya disetujui oleh Ken.

Entah apa jadinya jika Ken menolak kesepakatan Kiara. Karena hanya ada ide itu yang muncul dalam otak Kiara.

Ken mengulas dagu kekarnya. Matanya memicing kearah Kiara. Kaki yang semula bersila. Kini Ken turunkan.

"Hanya 2 hari. Aku memberimu waktu 2 hari untuk mengganti uangku, 5 triliun." Ken memberikan tawaran kembali. Dan tawaran Ken itu langsung membuat tubuh Kiara terhentak keras.

"A--apa! 5 trilun hanya dalam 2 hari?!" suara Kiara meninggi. Kiara terkejut dengan tawaran yang Ken berikan padanya.

Bagaimana bisa Kiara mengganti uang Ken dengan jumlah yang begitu besar. Bahkan sekarang di kantongnya pun. Hanya ada sarang laba-laba saja.

"Setuju atau tidak. Katakan sekarang.

"Aku setuju."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 100 Hari Menikah Dengan Si BOS
9.7
Xavi Alonso bukan hanya taipan bisnis yang tak terkalahkan, tapi juga sosok dingin yang menjebak wanita incarannya dalam pernikahan. Saat sang istri merasa tertipu dan menuntut cerai karena perilaku dominannya, Xavi justru memberikan segalanya. Seluruh harta, perusahaan, hingga dirinya sendiri ia serahkan demi memanjakan sang istri. Di balik kemegahan hartanya, sang penguasa angkuh ini ternyata adalah iblis yang tak punya batas dalam mencintai pasangannya.
Sampul Novel Balas dendam sang pewaris yang tak bertopeng
8.1
Saat tiba di bar miliknya, sang pemilik terkejut mengetahui Lucas, kekasihnya yang mengaku bangkrut, memesan ruang mewah. Lewat kamera pengawas, terungkap Lucas hanya menjadikannya bahan taruhan dan memanfaatkannya demi uang. Lucas bahkan menghina dirinya miskin di depan wanita lain. Merasa dikhianati, sang pewaris asli ini akhirnya mengungkap identitas aslinya. Ia mempermalukan Lucas yang berlutut dengan tumpukan uang sebagai pembalasan yang setimpal.
Sampul Novel CEO YANG MENKUJGKIRBALIKKAN DUNIAKU
8.3
Delia, mahasiswi sederhana, terjerat asmara dengan Arkan, sang pewaris konglomerat. Namun, kebahagiaan itu sirna saat tunangan Arkan muncul dan mempermalukan Delia. Sikap Arkan yang diam membisu meninggalkan luka dalam. Empat tahun berselang, takdir membawa Arkan kembali sebagai CEO di kantor baru Delia. Di tengah bayang masa lalu, Delia harus memilih antara mengundurkan diri, bertahan, atau menuntut balas atas rasa sakitnya yang belum usai.
Sampul Novel Dinodai Mantan Majikan
8.3
Demi biaya operasi ibunya, Anjani Aswari terpaksa menjual kesucian kepada majikannya, Barata Yudha. Konglomerat itu justru terus mengeksploitasi Anjani sebagai pemuas nafsu rekan bisnisnya di bawah ancaman maut. Saat Anjani hamil demi menghidupi adik-adiknya, Barata menolak bertanggung jawab dan menuduh bayi itu milik pria lain. Konflik memuncak ketika istri Barata, Ayudya, mengetahui skandal ini. Anjani yang menderita pun harus mengungkap kebenaran di tengah pengusiran.
Sampul Novel Istri Manis Tuan Jicko
9.8
Demi menuruti ambisi ibunda yang mendambakan cucu tanpa harus terikat pernikahan, Jicko menolak perjodohan dan memilih jalan pintas. Ia menawarkan sebuah kesepakatan khusus kepada Ameera untuk mengandung buah hatinya. Jicko yakin kontrak ini akan menguntungkan kedua belah pihak tanpa ada komitmen emosional. Namun, rencana yang semula tampak sederhana ini berubah menjadi pelik saat realitas hubungan mereka ternyata jauh lebih rumit dari dugaan.