APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Nafkah Istri Pertama

Nafkah Istri Pertama

Demi mendapatkan keturunan yang belum juga hadir, seorang istri mengambil keputusan berat dengan mengizinkan suaminya berpoligami. Namun, niat tulus untuk melengkapi kebahagiaan keluarga justru berujung pada penderitaan. Pernikahan kedua sang suami ternyata membawa malapetaka yang menghancurkan kedamaian hidup mereka. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit dari pilihan yang semula ia anggap sebagai solusi bagi masa depan rumah tangganya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ada rasa getir menusuk jantung, ketika Ika mendengar ucapan pedas dari bibir mertuanya.

"Sekali lagi ibu tegaskan, nikahilah Naura!"

Arsyad terdiam cukup lama.

"Baiklah, Bu. Sepertinya ucapan ibu perlu dipertimbangkan. Dan juga aku tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Aku harus meminta pendapat Ika."

Akhirnya terdengar juga lelaki itu bicara.

"Pertimbangkan dengan baik, Arsyad. Jika kamu menikahi Naura, maka secara tidak langsung kamu memperbaiki perekonomian keluarga. Dengan gelar pendidikannya, tidaklah sulit bagi Naura untuk menemukan pekerjaan yang layak. Tidak seperti Ika yang bergantung sepenuhnya pada gajimu."

Dug...!

Kembali jantung Ika seperti tertusuk duri. Nyeri teramat nyeri. Berbagai pertanyaan silih berganti datang di pikiran. Apakah mungkin ia seburuk itu di mata sang mertua? Serendah itukah sosok Ika di mata Bu Melia? Apa perempuan itu tidak mengetahui usaha Ika selama ini? Entahlah...

Padahal Bu Melia tahu bahwa Ika bukan sekedar seorang ibu rumah tangga yang hanya berdiam diri dirumah. Ika juga mempunyai usaha kecil-kecilan. Ia mempunyai toko online yang mulai berkembang.

Meski tidak menghasilkan uang dengan jumlah yang cukup banyak, namun penghasilannya bisa untuk mencukupi kebutuhan pribadinya sendiri dan membantu kebutuhan rumah tangga.

Dengan begitu uang enam juta yang diberikan oleh Arsyad padanya setiap bulan selama ini, lebih dari cukup untuk membayar cicilan mobil dan rumah. Di luar itu, karena hanya hidup berdua, Ika masih bisa menyisihkan sebagian uang sebagai tabungan.

"Ibu tidak mau tahu, dua hari lagi kamu harus memberikan keputusan yang pasti." Kembali Bu Melia menegaskan.

"Bu, apa Ibu tidak memikirkan perasaan Ika? dia pasti terluka apabila Arsyad menceritakan masalah ini. Apalagi sampai menyampaikan niat untuk menikahi Naura." Arsyad masih berusaha untuk mengurungkan niat ibunya.

"Kamu ini bagaimana sih, Arsyad? Tadi kamu bilang kamu setuju dan ingin membicarakannya terlebih dahulu sama si Ika. Kok sekarang ngomongnya begitu. Kamu lebih peduli perasaan Ika, apa perasaan ibu? Ibu ini sudah lama menunggu kehadiran cucu. Tapi istrimu itu tidak bisa memberikan keturunan. Kalau dia sungguh-sungguh mandul kamu mau bilang apa? Apa kamu ingin selamanya Ibu tidak mempunyai cucu? Dan kamu ingin selamanya tidak mempunyai anak? Berpikirlah yang luas, Arsyad. Wanita bukan cuma Ika. Jangan berpikir hanya dari satu sisi saja. Kau hanya memikirkan perasaan Ika, tapi tidak memikirkan yang lain. Kamu ingin membuat Ibu kecewa?"

"Bukan seperti itu yang Arsyad maksudkan, Bu. Tapi..."

"Tidak ada tapi-tapian. Sekali ini ibu mohon kamu menuruti permintaan ibu. Sekali ini saja. Tolong jangan membantah!"

"Bu, Baiklah nanti malam akan kucoba membicarakannya baik-baik sama Ika."

"Pokoknya Ibu tidak mau kamu hanya coba-coba. Kau adalah laki-laki, lelaki berhak menentukan keputusannya sendiri. Jangan terlalu mengikat keputusanmu pada Ika, Arsyad. Aku tak suka kau menjadi lelaki pengecut. Jangan pernah jadi suami takut Istri! Kalau kamu mau berpikir jernih, pasti kau sadar bahwa tidak ada yang bisa kamu banggakan dari istri semacam Ika."

Sungguh, Ika yang mendengar percakapan mereka dibuat tidak percaya dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh Bu Melia.

Ika merasa pilu, setelah kedua orang tuanya tewas beberapa tahun yang lalu karena kecelakaan, maka Bu Melia lah yang ia anggap sebagai orang tua satu-satunya. Namun sekarang, orang yang ia hormati itu mengambil tindakan yang sangat menyakiti hatinya.

Sebelum suami dan mertua menyadari kehadirannya, Ika segera mengambil dompet yang tadi tertinggal di atas meja, dan diam-diam meninggalkan rumah.

Dengan muka sayu, Ika kembali ke pasar. Tidak ada yang tahu akan kehadirannya di rumah tadi, tidak ada juga yang tahu jika ia telah mendengar percakapan rahasia antara ibu mertua dan suaminya.

Entah bagaimana menggambarkan suasana hati Ika saat itu. Sungguh sulit untuk diuraikan. Perkataan Ibu mertuanya tadi tidak bisa dianggap sebagai sebuah lelucon.

Dulu memang pernah Bu Melia bercerita tentang sosok Naura pada Ika. Bahkan dulu ibu mertua pernah membawa perempuan itu datang ke rumah tanpa sepengetahuan Arsyad.

Bu Melia membangga-banggakan Naura adalah seorang sarjana ekonomi. Karena itu, wajar saja jika Ika yang hanya lulusan SMA dipandang sebelah mata oleh ibu mertua.

Bertemu sekali dengan Naura, membuat Ika menyadari, dari segi wajah, putri dari sahabat bu Melia itu memang memiliki wajah yang cukup cantik. Dengan tubuh yang tinggi semampai, dan bentuk tubuhnya yang sintal dan berisi. sungguh dia adalah wanita idaman bagi sebagian pria yang melihatnya.

Ika menyeka air mata yang mulai kembali bercucuran.

"Wajar jika Ibu ingin menggantikan aku dengan menantu yang lebih baik. Hiks... Naura memang memiliki banyak kelebihan dibanding aku."

Sebetulnya Ika tidaklah jelek, hanya saja ia lebih suka berpenampilan sederhana. Tidak terlalu sederhana, namun tidak berlebihan.

"Mungkin Ibu benar, tidak ada yang bisa dibanggakan dariku. Mungkin ini memang salahku yang tidak bisa memberikan keturunan.

Hiks... Hiks...

"Maafkan Ami, Bi. Ami belum bisa melahirkan anak untukmu. Dan juga cucu buat ibu."

Ika kembali menitikkan tetesan air mata.

"Sudahlah, Ika. Ini adalah jalan hidup yang harus kamu lalui, bersabarlah."

Ika mengelus dada, berusaha menguatkan hati.

***

Sebelum memasuki rumah, Ika memastikan tidak ada sisa-sisa kesedihan dan kepiluan di wajahnya. Melalui kaca spion sepeda motor, Ika bercermin, dan menekan-nekankan tisu di sekitaran matanya yang masih terlihat memerah.

"Sepertinya aku sudah terlihat baik-baik saja."

Ika perlahan melangkah masuk,

"Ika? kamu sudah pulang? Kok lama sekali ya? Ibu nunggu-nunggu dari tadi lo. Ya sudah tidak apa-apa, bawa langsung ke dapur dan taruh di tempat semestinya. Kamu tahu kan di mana harus meletakkan bahan makanan dan sayuran?"

Ika yang baru saja datang disambut dengan celotehan mertuanya yang sedang duduk di sofa ruang tamu.

"Sudah tentu Ika tahu, Bu." jawab Ika tanpa menoleh, karena takut jika mertua melihat matanya yang kemungkinan masih kemerahan.

Dengan cepat ia melangkah ke dapur membuka kulkas dan menyusun bahan makanan yang baru saja ia bawa. Menghadap ke kulkas, Ika tidak bisa menahan air mata. Dalam hati Ika mengumpat-umpat, menyesali diri mengapa ia tercipta sebagai makhluk yang begitu cengeng. Mengapa bendungan air mata tidak mampu untuk menahan diri untuk keluar dari peraduan.

Ika membayangkan apa yang akan dikatakan oleh Arsyad nanti malam. apakah pria itu benar-benar akan menceraikannya atau meminta izin untuk menikahi Naura? Lalu apa jawaban yang akan Ika berikan? Gejolak pikiran membuat wanita berkulit bening tersebut seperti tidak mempunyai semangat hidup.

"Ami, kenapa menangis? Apa yang sedang Ami pikirkan? Ayo ceritakan sama Abi."

Sentuhan tangan Arsyad di pundaknya dari belakang sontak membuat Ika terkejut. Dia merasa lalai, mengapa tangisannya sampai bisa menarik perhatian sang suami.

Apa yang harus ia katakan?

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Calon Istriku Gadis Matre
8.8
Revan dan Nayla telah lama memadu kasih dan siap melangkah ke pelaminan dengan restu penuh orang tua. Namun, pengkhianatan Nayla menghancurkan ketulusan Revan hingga ia nekat membatalkan rencana pernikahan mereka. Di tengah keputusan pahit itu, Nayla menangis tersedu dan memohon agar Revan tidak pergi. Ia mengaku tengah mengandung darah daging Revan, berharap janin di rahimnya bisa menjadi alasan bagi sang kekasih untuk tetap menikahinya.
Sampul Novel Cinta CEO untuk Renata
9.1
Renata, putri konglomerat berdarah Jerman-Bali, didera duka setelah dikhianati Rangga dan kehilangan calon suami keduanya, Kim, dalam sebuah tragedi maut. Demi memulihkan hati, ia pindah ke Jerman, namun takdir mempertemukannya kembali dengan Rangga dan Maharatih yang jahat. Akibat jebakan obat perangsang, Renata hamil oleh CEO tampan Alexander Maxwell. Meski Maharatih mencoba memanipulasi keadaan, pengakuan Rangga akhirnya membongkar semua kebusukan tersebut.
Sampul Novel Dipaksa Menjadi Boneka Pribadi Sang Miliarder
8.0
Aluna bekerja keras di Hotel Aurelia demi biaya pengobatan adiknya. Namun, hidupnya hancur saat akun sistemnya dituduh membocorkan video rahasia Davin Elvard Renata dari Presidential Suite. Meski dijebak oleh rekan internal, miliarder itu tak peduli dan memaksa Aluna menjadi tawanan pribadinya sebagai bentuk tanggung jawab. Terjebak dalam konspirasi besar dan ancaman Davin, Aluna harus bertahan di tengah permainan kekuasaan yang penuh rahasia dan ketakutan.
Sampul Novel Gadis Bucin Dan Cowok Dingin
8.3
Cinta sering kali membutakan logika dan meninggalkan goresan luka yang mendalam di hati. Meski penuh dengan kegilaan serta rasa sakit, perasaan ini menyimpan kekuatan yang tidak terduga. Siapa yang akan menyangka bahwa cinta justru menjadi penawar paling ampuh untuk menyembuhkan segala duka? Inilah sebuah kisah tentang bagaimana keajaiban kasih sayang mampu menggetarkan jiwa siapa pun dan mengubah kepedihan menjadi sebuah kebahagiaan yang nyata bagi mereka.
Sampul Novel Love By Accident
7.9
Akibat satu kesalahan fatal di masa lalu, Liz mengandung anak dari Caden, pria asing yang nyaris tak ia kenali. Tanpa mengetahui kebenarannya, Caden justru menaruh kebencian mendalam dan menuduh Liz telah sengaja menjebak dirinya demi kepentingan pribadi. Setelah bertahun-tahun berlalu tanpa kabar, takdir secara mengejutkan membawa mereka kembali pada pertemuan yang tak terduga. Kini, rahasia besar dan luka lama pun mulai membayangi hubungan mereka kembali.
Sampul Novel Mari Selingkuh
8.3
Julia, mahasiswi Hukum Tata Negara, tewas mengenaskan setelah jatuh dari gedung tinggi. Tak disangka, ia terbangun kembali di dalam dunia webtoon sebagai Ranesha, seorang karakter sampingan yang bernasib malang. Bertekad mengubah takdir tragisnya, ia nekat mendekati atasannya yang bernama Hail Delmara. Julia pun melancarkan aksi berani dengan mengajak suami dari tokoh utama tersebut berselingkuh. Akankah misi Ranesha merebut hati Hail berhasil?