APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Obsessed ( siapa kamu ? )

Obsessed ( siapa kamu ? )

Alana terjebak dalam misteri kelam di apartemen mewahnya. Setiap malam, seorang pria misterius menyelinap masuk dan menyentuhnya saat ia terlelap, namun Alana hanya menganggap semua itu sebagai bunga tidur yang erotis. Sang penyusup yang obsesif itu bertekad untuk menandai setiap inci tubuh Alana dan mengurungnya hanya untuk dirinya sendiri. Di tengah ketidaktahuannya, Alana harus berhadapan dengan sosok gila yang siap mengklaim hidupnya secara utuh.
Bab
Bagikan

Bab 1

" Truth. "

" Oke, Dare. Semuanya setuju kan kalo Alana pilih dare? " Dua orang lain nya mengangguk menyetujui ucapan gadis itu.

" Sial, tidak tidak. Gue milih truth. " Seru pemilik nama tak Terima.

" Terima aja Al. Sebagai hukuman karena terlambat datang. " Celetuk salah satu pemuda yang duduk tak jauh dari pemilik nama Alana.

Decakan kasar keluar dari bibir Alana, dia menegak kasar minuman alkohol di gelas nya hingga kepalanya semakin terasa panas karena berisik nya hiruk pikuk di dalam clubbing tempat nya sekarang itu.

" Oke, apa dare nya. " Ucap gadis itu memilih mengalah, percuma juga jika dia menolak. Teman-teman gilanya itu akan terus memaksa sampai dia menyetujui nya.

" Mudah. " Seru perempuan tadi dengan senyum jahil yang terpatri di sudut bibir terpoles lipstik merah itu. Jangan luakan kerlingan mata jahil yang juga ikut di layangkan nya.

" Gak usah macam-macam Sandra! " Tekan Alana yang mulai curiga dengan perempuan itu.

Sandra menggeleng cepat, menolak tuduhan itu. Telunjuknya terangkat, menujuk sebuah meja bertender dengan seorang pria yang terlihat diam di sana. Hanya sendiri, di temani dengan minuman alkohol dan juga bertender yang siap melayani nya.

" Cukup goda dia. " Ucap Sandra dengan enteng nya.

" Gak. "

" Yaudah, kalo gitu bayar minuman kita semua. " Seru perempuan itu dengan wajah penuh kemenangan.

Terhitung 4 orang di meja itu, namun mereka sudah menghabiskan lebih dari 5 botol dengan harga perbotol mencapai jutaan. Belum lagi membayar untuk open table. Jika Alana membayar nya, bisa-bisa isi rekening nya akan kekuras hanya dalam satu malam.

" Lo mau kuras uang gue?! " Serunya tak Terima.

" Maka dari itu lakuin dare nya. " Sandra tidak memperdulikan wajah Alana yang sudah menatap nya marah. 

Telunjuk Alana terangkat dengan tatapan tajam dan wajah sedikit memerah karena marah dan juga efek alkohol. Menunjuk Sandra yang duduk santai, terlihat menunggu jawaban nya.

" Awas aja, gue bales" Ucap nya penuh perhitungan, tidak bisa berkutik dengan dua pilihan yang di berikan oleh Sandra. Keduanya sama-sama membuat nya rugi.

Gelak tawa Sandra terdengar melihat sahabatnya itu pergi melakukan apa yang di minta nya. Meskipun langkah Alana terlihat kesal, namun itu menjadi tontonan yang lucu menurut nya. Kapan lagi bisa mengerjai gadis itu ?

" Bagus bagus, good luck girl. " Serunya menyemangati.

Alana yang masih mendengar itu mengumpat lirih, langkahnya kakinya yang terbalut heels menghampiri pria yang menjadi tujuan nya.

Dengan sangat terpaksa dia mengeluarkan gaya centilnya, berjalan dengan tubuh yang di lenggokkan dan duduk di samping pria itu.

" Hai dude. " Sapanya dengan wajah yang dibuat menggoda

Sejenak gadis itu terdiam, terpaku dengan wajah tampan di depan nya. Rahang tegas, tatapan tajam, alis tebal, hidung mancung dan bibir yang terlihat menggiurkan.

Tanpa sadar dia meneguk ludah nya melihat pria itu yang balas menatap nya dengan aura yang tidak bersahabat. Hanya dilihat tajam seperti itu berhasil membuat nya seolah di tolak. Padahal selama ini tidak ada yang pernah menolak kehadiran nya.

Sial, Alana merasa takut dan juga tertantang dalam satu waktu.

Berdehem pelan, dia berusaha menormalkan kembali sikap nya. Mencoba untuk terlihat sesantai mungkin. Jangan sampai dirinya terlihat seperti tikus dihadapan seekor harimau.

Oke Alana, hanya membuat nya tergoda atau tidak mengakui keberadaan nya.

" Sepertinya kamu sedang ada masalah? " Tanya nya basa-basi. Wajah nya dia buat seprihatin dengan ucapan nya. 

Dengan gerakan pelan namun pasti, Alana mendekatkan tubuhnya. Mengambil tanpa permisi gelas milik pria itu dan menegak isinya dengan gerakan sensual. Hal itu tidak luput dari mata tajam pria itu. Alana cukup takut sebenarnya dengan diam nya pria itu. Namun dia harus tetap teguh dengan tujuan nya.

" Aku bisa jadi teman ceritamu. " Tawarnya, tangan perempuan itu mulai nakal mengusap paha pria itu yang hanya diam menatap nya datar. 

" Kau gila? Tidak seharusnya Alana mengganggunya. " Seru salah satu pemuda yang memperhatikan dari meja mereka.

" gue juga gak percaya kalo Alana bakal nyanggupin tantangan nya, padahal gue udah mikir kalo Alana lebih pilih bayarin minuman kita. " Balas Sandra dengan wajah tak percaya.

" Ya lo mikir aja, minuman sebanyak ini mana mau dia bayarin cuma-cuma !" Seru Julio dengan nada ngegas nya. " Kalo terjadi apa-apa sama Alana, lo yang tanggung jawab. " Lanjut pemuda itu.

"lo tau gimana menyeramkan nya pria itu kan ?, dari tadi gak ada satupun jalang yang ngedeket ke dia  karena mereka gak berani dan pastinya udah dapet peringatan dari pemilik tempat ini. Dan Alana_" Seruan itu tertahan, Julio mengusap kasar wajah nya dengan tindakan Sandra. Cukup frustasi dengan tindakan sahabat nya itu.

" Tenang okey, kalo dia macam macam atau berlaku kasar sama Alana. Kita kesana. " Seru Sandra menenangkan, namun wajah nya tidak bisa bohong kalo dia juga khawatir dan was-was.

" Kenapa lo diem aja Cris? " Tatapan Sandra teralih kepada satu lagi sahabat nya yang memang tidak banyak bicara sebenarnya. 

" Lo nganterin Alana ke lubang bahaya. " Tutur nya datar. Wajah nya terlihat tak suka menatap Sandra.

" Fuck. " seruan Julio membuat Sandra mengikuti arah pandang pemuda itu.

Apa yang dilihat oleh Sandra membuat nya juga ikut mengumpat lirih dengan mata melotot terkejut.

" Gila. Mereka ciuman? " Tanya Sandra tak percaya.

" Bagaimana bisa? " Lirih perempuan itu.

" Dia benar-benar George Alexander kan? " Tanya nya menatap kedua sahabat nya yang terlihat sama-sama terkejut nya.

Julio mengangguk dengan wajah syok nya, " Ya, dan Alana berhasil ngegoda dia. Gue gak tau ini di sebut musibah atau anugrah. Si dingin itu respon seorang wanita. " Tutur nya dengan nada yang terdengar takjub dengan hal itu.

" Atau dia terlalu mabuk? Jadi respon tindakan Alana? " Tanya Sandra menduga-duga, dia mengucek pelan matanya. Memastikan jika apa yang dilihat nya memang benar.

" Bisa jadi. " Angguk Julio, sependapat dengan ucapan Sandra.

Brak

" Gue balik. "

Keduanya orang itu terlonjak kaget, mereka menatap aneh pemuda yang baru saja menggebrak meja dengan keras dan pergi begitu saja. Meninggalkan mereka tanpa berkata apapun lagi.

" Cris kenapa? " Tanya Sandra aneh setelah pemuda itu sudah hilang diantara kerumunan orang.

Julio mengedikkan bahunya acuh, " Gak tau. "

" Sialan kalian. " Seruan itu terdengar, membuat Sandra dan Julio mendongak. 

Alana kembali dengan wajah memerah dan tangan yang mengusap kasar bibir nya, entah apa yang membuatnya seperti itu.

" Gue balik. "

" What! Alana tunggu, lo jelasin dulu kejadian tadi. " Tahan Sandra.

" Ogah! Gue pengen balik. " Seru gadis itu dan buru-buru mengambil barang nya.

Tanpa menghiraukan kedua sahabatnya dia pergi dari sana dengan wajah kesal yang menghiasi nya.

" Biarin dulu, besok kita tanya " Ucap Julio menahan Sandra yang akan menyusul gadis itu. Dia menarik kembali Sandra untuk kembali duduk di samping nya.

" Ngeliat Alana yang bisa balik dengan selamat, gue yakin kalo George emang mabuk parah. " Lanjut Julio, pemuda itu kembali menatap ke arah meja bertender. Namun pria yang disebut George itu sudah tidak ada di sana. Bahu Julio mengedik acuh, tidak peduli dengan pemilik nama George yang sudah hilang entah kemana.

" Lo yakin? " Tanya Sandra ragu.

" Yeah, tenang aja. Kalaupun George ngelakuin hal buruk, keluarga Alana punya power buat balas perbuatan nya. " Julio mengatakan itu dengan tenang dan sudut bibir yang tertarik samar tanpa di ketahui oleh Sandra.

Ucapan itu cukup membuat Sandra menghela nafas lega, dia kembali menuangkan minuman ke dalam gelas nya dan meneguk dengan tenang.

" Benar juga. " Lirih perempuan itu mengangguk.

" Tapi, apa Alana gak tau George? " Lanjut Sandra bingung.

Julio terkekeh pelan, " Lo tau sendiri dia orang nya bodo amat. Jelas gak akan tau"

" Benar juga. Seorang Georgie sekalipun gak akan menarik di matanya. "

Sedangkan di dalam mobil, Alana meremas pelan rambutnya hingga terlihat semakin berantakan. Dia mengutuk dirinya yang dengan berani mencium pria tidak di kenal.

" Sialan Sandra. Semoga pria itu gak kenal gue. "

Bibir nya menjilat pelan bibir bawah nya yang terasa membengkak, masih terasa bagaimana manis nya alkohol yang di minum pria itu.

" Otak gue rusak kayaknya, bisa-bisa nya bibir dia kerasa nikmat. "

Menggeleng kasar, dia membawa mobilnya meninggalkan area clubbing untuk segera pulang dan merendam diri di bawah air. Meredakan kepala nya yang terasa sakit.

Ciuman sudah sering Alana lakukan, namun dia tipe pemilih. Baru kali ini dia mencium orang random. Jika bukan karena dare tidak berguna itu, dia tidak akan melakukan nya.

" Tampan, tapi terlihat berbahaya. " Gumam nya.

Masih sangat jelas bagaimana aura pria itu yang seakan mencekik nya dan berhasil membuat seluruh tubuh nya merinding.

" Siapa dia sebenarnya? Keliatan bukan orang biasa. "

Sepanjang jalan Alana cukup banyak memikirkan pria yang baru di ciumnya di clubbing tadi.

" Kamu sangat nakal sayang. " Kekehan pelan keluar, netranya menatap tajam mobil yang sudah semakin jauh.

" Jangan salahkan aku jika aku menyeret mu semakin dalam di hidup ku. "

Dengan langkah angkuh dia melangkah menghampiri mobil keluaran terbaru yang di bawa nya.

" Kamu sendiri yang menyerahkan diri. Maka dengan senang hati aku akan menyambut. "

--

Dengan kesadaran yang hanya tinggal beberapa persen Alana masuk ke dalam Apartment nya, dia meracau tak jelas dan melempar asal tas dan kunci mobil yang di bawanya. Kemudian terbaring di sofa dengan kesadaran yang sepenuhnya hilang.

Tap tap tap

Dari arah tangga, seseorang yang sudah memantau kedatangan gadis itu turun dan mendekat. Wajah nya menatap datar gadis itu dengan tangan yang bersedekap. 

" Kucing nakal, berani sekali datang ke tempat laknat." Desis nya dengan nada tak suka. 

" Dengan pakaian haram yang jelas memperlihatkan aset milikku." Sebal nya. Dengan sedikit kasar dia menarik Alana yang berbaring dan menggendong gadis itu seperti karung beras.

" Eumhh, lepas," Racau Alana memukul pelan punggung itu.

" Kamu harus di ajarkan menjadi kucing yang baik sayang." Serak pria itu, tanpa sungkan dia melempar tubuh Alana ke atas tempat tidur yang untung nya sangat empuk. Membuat perempuan itu terlihat mengerjap sebelum kembali tertidur karena efek alkohol. 

" Sepertinya akan menyenangkan jika mengambil mu sekarang, sayang bukan saatnya." 

Pria itu menyentuh dengkul Alana yang terekspos, dress yang di pakai gadis itu tersingkap. Bahkan memperlihatkan sedikit celana dalam yang di pakainya akibat potongan paha nya yang terlalu tinggi.

" Kenapa semua yang ada dalam diri kamu sangat menggiurkan ?" Seraknya dengan nada frustasi. Kepala nya menunduk, menyatukan bibir nya dengan bibir Alana yang terbuka dan sedikit membengkak. Cita rasa Alkohol begitu mendominasi permukaan mulut gadis itu. 

Beberapa menit terlewati hingga ciuman itu terlepas, dia menggigit dan menarik pelan ujung bibir Alana hingga membuat perempuan itu tersentak kecil.

" Kamu benar-benar membuatku gila sayang." Geram nya serak

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Force Skadron7
7.9
Yudi Juliansyah, pemuda asal Bandung anak seorang dokter dan model Prancis, nekat mengejar mimpi menjadi tentara meski ditentang orang tuanya. Setelah terusir dari rumah, ia berjuang mandiri berjualan gorengan demi membiayai sekolah di AAU Yogyakarta. Kerja kerasnya membuahkan gelar Adi Makayasa sebagai lulusan terbaik Angkatan Udara. Kini, Yudi pulang berseragam untuk membuktikan baktinya. Akankah orang tuanya luluh dan mengakui pilihannya sebagai prajurit?
Sampul Novel Dipaksa Menikah dengan Hartawan Misterius
8.4
Pasca wafatnya sang ibu, Chelsea Kurniawan hidup menderita di bawah tekanan ayah dan ibu tirinya. Ia dipaksa menjadi pengantin pengganti bagi Tristan Sudrajat demi menggantikan Cheline. Meski sempat kabur dan terlibat cinta satu malam dengan pria asing, Chelsea tetap tertangkap dan terpaksa menikah. Di luar dugaan, Tristan justru memperlakukannya dengan sangat baik. Namun, Tristan menyimpan banyak rahasia besar, termasuk identitas aslinya sebagai hartawan misterius.
Sampul Novel Istri Yang Berjuang Sendiri
9.1
Kehidupan pernikahan ini terasa sangat hambar karena suamiku enggan menafkahiku dan lebih memilih menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Puncak penderitaanku bermula saat dia mendesakku mengambil utang bank demi membelikannya sebuah mobil. Meski sudah berkorban, pengabdianku justru dibalas dengan pengkhianatan pahit saat aku memergokinya berselingkuh dengan wanita lain. Kini, aku berdiri di persimpangan jalan, mempertanyakan nasib rumah tangga kami yang hancur.
Sampul Novel Jerat Hasrat Tetangga Tampan
9.4
Kehidupan rumah tangga Andini yang terasa hambar mendadak terusik oleh kehadiran Andreas, tetangga baru yang masih muda dan menawan. Pesona luar biasa pria tersebut membangkitkan gairah terpendam dalam diri Andini yang selama ini padam. Meski menyadari statusnya sebagai wanita bersuami, ia terus terbayang akan sentuhan Andreas. Kini, Andini terjebak dalam dilema moral antara kesetiaan pernikahan atau godaan hasrat dari brondong yang sangat sulit ia tepis.
Sampul Novel LELAKI "LAIN" SELAIN SUAMIKU
9.2
Perselingkuhan suami mungkin terdengar lumrah, namun apa jadinya jika pengkhianatan itu melibatkan dua kepribadian yang berbeda? Sosok Mas Puji kini tampak terbagi menjadi dua identitas yang identik namun berlawanan. Di tengah kebingungan yang melanda, sang istri harus mencari tahu mana sosok suami yang asli dan mana yang palsu. Misteri ini menyelimuti rumah tangga mereka, menciptakan teka-teki rumit tentang siapa sebenarnya pria yang ia nikahi selama ini.
Sampul Novel MANDUL
9.7
Kehidupan Izza penuh dengan tekanan karena ia tak kunjung hamil meski sudah lama menikah. Setiap hari, ia harus menelan hinaan dan cibiran dari orang-orang di sekitarnya. Keadaan semakin berat saat ia terus dibanding-bandingkan dengan Asih, menantu baru yang langsung mengandung di bulan pertama pernikahannya. Di tengah rasa sakit hati dan ekspektasi keluarga, mampukah Izza bertahan? Ikuti perjuangan emosional Izza demi mendapatkan garis dua yang dinanti.