APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Oriaga Niel, Cintailah Aku

Oriaga Niel, Cintailah Aku

Menikah sebulan dengan Oriaga Niel, CEO brand Gregorious, menjadi neraka bagi Amanda. Tanpa cinta, hubungan mereka hanyalah ajang pelampiasan nafsu dan dendam masa lalu Oriaga terhadap keluarga Amanda. Amanda merasa terhina karena hanya dianggap sebagai alat pemuas saat dibutuhkan. Terjebak dalam kebencian yang mendalam, ia merasa seperti tawanan yang dibeli selamanya oleh sang suami yang dingin dan penuh ambisi untuk menghancurkannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Mansion mewah di sudut kota bagian utara menjadi salah satu mansion terbaik dengan pemandangan alam yang begitu memanjakan mata. Berdiri di tepian tebing dan melihat lautan biru, atau berjalan di pesisir pantai menanti matahari terbenam saat sore menjadi daya tarik paling menakjubkan.

Mansion tiga lantai ini dimiliki oleh Oriaga Niel sejak tiga tahun lalu, tapi Oriaga jarang mengunjungi mansion di bagian utara jika tak benar-benar membutuhkan ketenangan.

Satu setengah jam Oriaga mengemudikan mobilnya sendiri tanpa supir pribadi atau pengawal, ia sempat menghubungi seseorang dan memerintahkan agar menghapus rekaman CCTV pada area sekitar lift serta basement sesuai jam yang sudah disebutkan pria itu.

Oriaga tak ingin terlihat seperti 'pelaku' jika Amanda telah kehilangan efek mabuk dari tubuhnya. Oriaga sadar bahwa perbuatannya saat ini bisa memunculkan masalah yang mengusik bisnisnya.

Sementara wanita itu tak banyak berbicara, Amanda terjebak oleh situasi sulit. Ia sempat berniat menghubungi keluarganya, tapi tangan Oriaga cepat merebut ponsel Amanda sebelum melemparnya pada jok belakang.

"Kau pria gila!"

"Kau baru menyadarinya?" Oriaga semakin angkuh, ia merasa berkuasa atas segala hal yang terjadi sekarang.

Penjaga segera membuka gerbang utama setelah mendengar suara klakson mobil dari kejauhan, lokasi mansion jauh dari jalan raya, sehingga penjaga selalu mudah menebak siapa pun yang bisa mendatangi tempat ini selain para pekerjanya.

"Selamat datang di mansion, Tuan Oriaga." Pria gempal dengan seragam abu-abunya sempat membungkuk saat Oriaga memperlambat laju mobil dan membuka kaca sisi kiri.

"Terima kasih."

"Anda membawa seseorang?"

Oriaga menatap Amanda sesaat, wanita itu menyandarkan kepalanya pada sisi kaca tanpa peduli situasi sekitar.

"Ya, kekasihku."

"Ah. Baiklah."

Mobil kembali melaju lebih cepat menyusuri satu jalan sepanjang 500meter menuju halaman luas mansion.

Saat mobil benar-benar berhenti di halaman, satu penjaga lainnya muncul dan berlari untuk membuka pintu mobil.

"Selamat datang di mansion, Tuan Oriaga."

"Ya. Terima kasih banyak." Pria itu keluar, memutar dan membuka pintu sisi kanan sebelum membopong tubuh lemas Amanda.

Penjaga terkejut melihat wanita asing di sana, tapi ia berusaha bersikap normal di depan majikannya seraya tersenyum hangat.

Tanpa berinteraksi lagi, Oriaga berjalan menuju pintu utama, ia disambut beberapa pelayan wanita yang mengurus mansion ini. Ekspresi mereka hampir sama, terkejut dan diam.

"Dia belum pernah membawa wanita ke tempat ini."

"Benarkah? Jadi, ini kali pertama?"

"Ya. Cukup mengejutkan, tapi terserah, kembalilah bekerja."

Beberapa pelayan sempat membicarakan Oriaga setelah pria itu berjalan cukup jauh menuju sebuah lift kaca. Mereka bisa melihat jelas bagaimana lembutnya Oriaga memperlakukan wanitanya di depan banyak orang.

Ada banyak kamar di mansion ini, dan Oriaga bebas menempati semuanya termasuk kamar utama, kamar paling luas dan mewah di antara kamar-kamar lainnya.

Pria itu membawa Amanda memasuki kamar utama, merebahkan tubuh lemahnya ketika Amanda kembali tersadar.

"Kau. Apa yang kau lakukan?" Kedua tangan Amanda sampai mencengkram kemeja maroon Oriaga ketika hampir berdiri, sementara tubuh Amanda sudah terbaring pada ranjang yang luas, aroma asing menarik perhatian Amanda sehingga melihat sekitar. Ia terkejut setelah menyadari berada di tempat lain. "Di mana, di mana aku? Apa yang kau lakukan!"

Meski lemah, wanita itu masih bisa menunjukan ekspresi kesal, dan Oriaga bertahan dengan posisinya, membungkuk dengan Amanda berada di bawahnya.

Oriaga tersenyum, lalu menyeringai.

"Kau masih bertanya? Kau berpura-pura bodoh atau bagaimana, huh?"

"Oriaga."

"Amanda Claire Griscouv, kau pasti akan menyukai situasi ini. Sebagai jalang, seharusnya kau sudah paham." Ia menarik cengkraman Amanda hingga terlepas, lalu menekan kedua tangan wanita itu di samping kepalanya, sementara Oriaga bergerak naik merangkak di atas tubuh Amanda.

"Aku bukan jalang."

"Benarkah?" Oriaga tersenyum meremehkan. "Kau telah mengakuinya."

"Lepaskan aku, biarkan aku pergi. Tidak pernah ada masalah apa pun antara kita sejak bertahun-tahun lalu, kau bahkan pergi begitu saja, lalu seperti ini? Apa salahku?"

"Aneh jika seorang nona dari Keluarga Griscouv tidak memahami kekesalan yang aku pendam bertahun-tahun."

"Kami memiliki masalah kami sendiri, jadi tetaplah melanjutkan kehidupanmu, Oriaga. Biarkan aku pulang."

"Melanjutkan hidup? Aku sedang melakukannya, kau tahu. Tapi harus diakui bahwa sulit melupakan rasa sakit hati dan tumbuh bersamaku, kau takkan mengerti."

"Apa, jika semua tentang kekecewaanmu, mari bicarakan baik-baik, bukan seperti ini."

Oriaga mendengkus, ia mendekatkan bibirnya pada telinga Amanda, membiarkan desah napas pria itu menjadi sesuatu yang menakutkan ketika menyentuh leher dan telinga Amanda.

"Okey. Mari kita bicarakan baik-baik setelahnya, karena saat ini aku ingin bermain dengan seorang jalang, wanita murahan yang pernah menjadi teman baikku. Seharusnya memberi tip besar setelah permainan, bukan?"

"Oriaga."

Pria itu menatapnya, jarak wajah mereka sangat dekat, ia melihat bola mata Amanda mulai berkaca, ia menangis tanpa bersuara, ketakutan yang nyata.

"Aku mohon, lepaskan, aku."

Ekspresi Oriaga menjadi sayu, ia memperhatikan wajah Amanda yang menangis, membelai sisi wajahnya seperti mengasihani wanita itu, tapi situasi berikutnya membuat wanita itu mendelik ketika Oriaga mendapatkan bibirnya, menciumi Amanda penuh hasrat tanpa jeda.

Semua terjadi begitu cepat, Oriaga sempat mengangkat tubuhnya untuk melepas jas serta kemeja sebelum kembali mencium Amanda.

Tidak peduli bagaimana perasaan wanita itu, Oriaga hanya ingin melakukannya, bertindak sesuka hati seolah meleburkan seluruh amarah yang lama terpendam.

Amanda tidak bisa berhenti menangis, rasanya sakit luar dalam ketika orang lain terus menyakitinya saat wanita itu memohon agar berhenti.

"Tolong berhenti, jangan menyakitiku." Amanda terus memohon saat bibirnya terbebas dari kecupan Oriaga. Namun, tak ada pertimbangan untuk berhenti, Oriaga bertindak semakin jauh, melepas semuanya, pakaian mereka meski harus merobek dress Amanda.

Pada beberapa bagian di punggung Oriaga terdapat luka cakaran dari kuku milik Amanda, tapi tak mengubah keadaan, karena Oriaga terlalu menikmatinya, ia cukup hanyut meski menjadi bentuk siksaan bagi Amanda.

Hingga pada satu dorongan keras dan cukup memaksa, Oriaga menyaksikan Amanda seperti hampir mati. Wanita itu membuat satu tarikan napas yang cukup dalam, mempertahankannya beberapa detik seraya menatap Oriaga penuh dendam sekaligus menahan rasa sakit yang semakin menyiksanya.

Pada situasi seperti ini, efek alkohol benar-benar lenyap. Seharusnya Amanda lebih banyak meneguknya—jika dia tahu perbuatan gila Oriaga akan datang.

"Kau ingin membunuhku?" tanya Amanda bersama rasa sakit yang terus menghantamnya, ia merintih dan mengerang, nyawa wanita itu seperti hampir dicabut. "Kau tak memiliki belas kasih padaku?"

"Kenapa kau berbohong?" Oriaga menyadari sesuatu. "Aku telanjur melakukannya, jadi biarkan apa yang terjadi saat ini mengalir hingga selesai."

"Bajingan."

"Bajingan yang menguasaimu."

Amanda berteriak semampunya, tapi Oriaga justru tersenyum dan membelai wajah wanita itu.

"Menjeritlah hingga tenagamu habis karena suaramu takkan keluar dari ruangan ini. Berusahalah melakukannya, Amanda."

"KAU BENAR-BENAR BAJINGAN, ORIAGA!!!"

Kesadaran Amanda hilang setelah menjerit, wanita itu tak lagi bersuara dan memancing kepanikan di wajah Oriaga.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Gadis Simpanan
9.2
Sejak kecil, Carl Davidson gemar menjahili Samantha Walker dengan mendudukkannya di meja tinggi hingga ia menangis ketakutan. Kebiasaan unik ini terus berlanjut hingga mereka dewasa. Carl kini menjadi miliuner otomotif sukses yang tetap melakukan hal serupa, namun ia akan membawa Samantha dari meja ke ranjangnya. Meski dunia melabeli Samantha sebagai gadis simpanan, mampukah ia meraih kehormatan dan melangkah ke pelaminan bersama Carl di tengah stigma tersebut?
Sampul Novel Devil Beside You
8.1
Sergio Blanco menganggap nyawa manusia tak berharga hingga ia ditugaskan membunuh putri seorang miliarder. Rencana sang pembunuh bayaran goyah saat bertemu Hazel Afford, wanita bermata indah yang memikat hatinya. Meski Hazel awalnya jatuh cinta, ia kini muak dan berusaha kabur setelah tahu identitas asli Sergio. Namun, Hazel justru terjebak dalam permainan gairah yang berbahaya. Akankah Sergio menuntaskan misinya atau justru menyerah pada perasaan?
Sampul Novel GAIRAH LIAR PLAYBOY TAJIR
8.0
Leon Indrajaya, pewaris tunggal kerajaan properti yang kaya raya, dikenal sebagai playboy penakluk wanita. Di balik pesonanya, trauma masa kecil membuatnya menjadi sosok temperamental dan dingin. Saat dipaksa ayahnya menjalani terapi, ia bertemu psikiater cantik, Evita Caroline. Meski Eve telah bertunangan dengan CEO Young Entertainment, Belvin Alexander, Leon justru terobsesi padanya. Akankah Leon nekat merebut Eve dan memicu konflik besar antar konglomerat?
Sampul Novel Husband billionare
8.3
Arkhana Jason, bos besar Grup Jason, hilang ingatan usai upaya pembunuhan oleh pamannya, Wira. Ia diselamatkan Nina di desa dan mereka pun menikah. Saat ingatannya pulih, Arkha menyamar demi membongkar kejahatan Wira, termasuk nasib orang tuanya. Setelah membalas dendam dan bersatu kembali dengan keluarganya, Arkha mendapati rumah Nina hancur akibat ulah istri Wira. Ia segera menyelamatkan Nina, mengungkap identitas aslinya sebagai miliarder, lalu memboyong mereka ke kota.
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Muda!
7.8
Anna terjebak dalam skenario licik keluarganya untuk menggantikan sang kakak yang kabur dari pernikahan. Kini, ia resmi menjadi istri Zain, tuan muda tampan namun berkepribadian dingin yang harus duduk di kursi roda. Meski awalnya penuh penekanan dan peringatan keras, Zain menjanjikan perlakuan baik jika Anna patuh padanya. Sebagai wanita yang lama terasing, Anna harus beradaptasi dengan status barunya sebagai istri dari pria yang menuntut pengabdian penuh tersebut.
Sampul Novel Mencari Seorang Gadis Selama 20 Tahun
8.0
Axel Narendra, CEO tampan berdarah campuran, kembali ke Indonesia demi mencari gadis yang memikat hatinya dua puluh tahun lalu. Namun, misinya terhambat saat ia dikhianati dan ditawan oleh anak buahnya sendiri. Kini, Axel harus berjuang menyelamatkan diri di tengah konspirasi besar. Akankah ia berhasil membasmi pengkhianat di seluruh jaringan perusahaannya yang menggurita ke mancanegara sekaligus menemukan cinta masa kecil yang dicarinya?