APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pacar Kedua dan Istri Rahasia

Pacar Kedua dan Istri Rahasia

Pasca insiden maut, Rafka menyembunyikan Adiva di London tanpa sepengetahuan siapa pun. Meski menyadari hati istrinya milik pria lain, Rafka tetap setia melindungi. Namun, Adiva justru merencanakan pelarian demi membalas dendam pada masa lalunya. Ia menjebak saudara kembarnya, Agatha, untuk bertukar posisi agar bisa mengecoh pengawal Rafka. Saat Agatha terjebak di London, Adiva mencuri identitas saudarinya untuk kembali menemui sang ayah dan memulai aksi balas dendam.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah beberapa hari Adiva menghilang, orang-orang suruhan Rafka mendapatkan informasi bahwa mereka melihat Adiva di salah satu hotel di pusat kota London. 

Seorang pengawal berjas hitam datang menghampiri Rafka “Kami sudah menemukannya, Tuan.” 

“Awasi apa yang dia lakukan dan bawa dia kembali malam ini!” perintah Rafka kepada para pengawalnya.

“Baik Tuan,” sahut pengawal itu lalu pergi meninggalkan ruangan Rafka.

Beberapa jam kemudian, para pengawal yang telah ditugaskan untuk mengawasi Adiva mendapati bahwa gadis itu berencana meninggalkan London.

“Saat ini Nona menuju bandara dan akan meninggalkan London, Tuan.” 

“Langsung bawa dia sekarang juga!” Rafka langsung menutup sambungan teleponnya setelah memerintahkan para pengawal itu.

Sementara, di bandara gadis berambut blonde yang sangat mirip dengan Adiva tampak kesal sambil menatap layar ponselnya. Ia menoleh beberapa kali saat merasa ada orang yang memperhatikannya. Namun, gadis itu mencoba menghiraukannya. Ketika ia melangkahkan kakinya kembali, beberapa orang pria langsung menghentikan dan membawanya masuk ke dalam mobil.

Gadis itu memberontak saat mobil itu mulai melaju meninggalkan bandara. Setelah satu jam perjalanan mereka tiba di Penthouse milik Rafka. Salah seorang pengawal membawa tubuh gadis itu yang kini tidak sadarkan diri karena dibius. 

Rahang Rafka mengeras saat melihat istrinya tak sadarkan diri. “Maaf Tuan, kami terpaksa melakukannya karena Nona terus memberontak,” ujar pengawal itu dengan kepala tertunduk, tidak berani menatap Rafka.

“Baik, terima kasih sudah menemukannya. Sekarang tinggalkan kami!” perintah Rafka yang langsung dilaksanakan oleh pengawal tersebut.

Rafka menatap gadis yang kini terbaring di kasurnya dengan seksama. Rafka memeta setiap jengkal tubuh gadis itu. Sekilas Rafka merasa gadis di hadapannya begitu berbeda dengan istrinya. Terlebih penampilan gadis ini sangatlah mencolok, rambut honey blonde dan baju seksi diatas lutut yang dikenakannya begitu berbeda dengan gaya Adiva yang ia tahu selama ini. 

Rafka segera menepis pikirannya, ia menganggap bahwa semua ini Adiva lakukan hanya untuk menyamarkan penampilannya saja. 

***

Gadis itu membuka matanya perlahan, ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang tampak begitu asing di matanya. Ia menyibak selimut yang menutupi tubuhnya dan berjalan keluar menyusuri setiap ruangan di dalam penthouse yang cukup luas itu.

Langkahnya terhenti saat melihat beberapa bingkai foto yang menampilkan seorang wanita yang terlihat mirip dengannya, hanya penampilannya saja yang tampak berbeda. Gadis di foto itu terlihat berpenampilan sederhana, dengan riasan tipis dan juga rambut coklat gelap yang terurai panjang.

Gadis itu terkesiap ketika sebuah tangan yang cukup kekar melingkar di perutnya sehingga membuatnya secara refleks menginjak kaki orang yang memeluknya. 

“Who are you?” tanya gadis itu dengan aksen inggris yang kuat.

“Hey tenang Div, ini aku,” ujar Rafka dengan ekspresi menahan sakit.

“Siapa kamu? dan kenapa membawa saya kesini?” Gadis itu langsung berbicara dengan bahasa Indonesia. 

“Aku tahu, mungkin kamu marah karena selama beberapa bulan ini aku nggak datang. Aku minta maaf Div,” ucap Rafka dengan begitu lembut.

“Kamu udah gila ya? Dav Div Dav Div, saya Agatha dan bukannya Diva or siapalah itu namanya, yang pasti saya nggak kenal dia!”

“Saya rasa kamu salah orang,” lanjut gadis yang mengaku bernama Agatha itu dengan ketus.

Tanpa menghiraukan Rafka, gadis itu segera melangkah mencari pintu keluar. Namun, Rafka langsung menghentikannya. 

“Aku akan membawa kamu pulang, kalo itu mau kamu. Tapi tolong jangan bersikap seakan kamu nggak kenal aku,” pungkas Rafka dengan tatapan bersalahnya membuat gadis itu bingung. 

“Bagus kalau kamu paham, saya cuma mau pulang,” ketus gadis itu.

Rafka membawa tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. Untuk sementara gadis itu membiarkan dirinya terbawa ke dalam hangatnya pelukan Rafka. Tak lama perut gadis itu berbunyi membuatnya tersadar dan langsung mendorong tubuh Rafka menjauh. 

Rafka tersenyum kemudian menggenggam tangan gadis itu dan membawanya ke meja makan.

“Aku sudah menyiapkan makanan kesukaan kamu,” kata Rafka sambil menunjuk beberapa menu di meja.

Gadis itu tidak terlalu menghiraukan ucapan Rafka karena sudah terlalu lapar. Ia menyantap satu persatu menu yang telah disediakan, baru beberapa suap wajahnya tampak memerah karena kepedasan. 

Melihat ekspresi gadis itu, Rafka langsung memberikannya minum. “saya nggak kuat, ini pedas banget!” ujar gadis itu masih berusaha menetralkan rasa pedas di mulutnya.

“Okay, aku akan buatkan yang baru,” ucap Rafka sebelum pergi ke dapur dan memasak makanan untuk gadis itu. Meskipun Rafka merasa ada yang berbeda dengan Adiva, karena selama ini Adiva yang dikenalnya paling menyukai makanan pedas. Rafka segera menghilangkan segala pikiran tentang Adiva yang mengganggunya dan masih menganggap bahwa gadis itu hanya mengetesnya saja. 

Rafka datang sambil membawa sepiring omelet dan menaruhnya di hadapan gadis itu. “Ini enak banget,” pungkas gadis itu dengan makanan yang masih penuh di mulutnya.

“Pelan-pelan.” Rafka tersenyum menatapnya.

Beberapa menit kemudian, gadis itu menyelesaikan makan di piring keduanya.

“Kenyang,” gumamnya sambil menepuk-nepuk perutnya.

“Oh ya, kalau boleh tahu … dimana barang-barang saya?” tanya gadis itu kemudian.

Rafka tampak memanggil salah satu orang yang bekerja di penthousenya dan tak lama orang itu kembali dengan membawa tas milik gadis itu.

Tanpa menunggu, gadis itu langsung mencari sesuatu di dalam tasnya. Wajahnya begitu panik saat tidak menemukan ponselnya. Ia langsung menepuk keningnya saat teringat kalau ia telah menjatuhkan ponselnya di bandara. 

“Ponsel saya jatuh di bandara, saya nggak mau tahu kamu harus tanggung jawab. Saya mau ponsel saya kembali,” tutur gadis itu dengan nada merajuk.

“Okay kamu tenang aja,” balas Rafka. 

***

Setelah perutnya terisi, Gadis bernama Agatha itu memutuskan untuk mandi karena ia merasa tubuhnya sudah terlalu gerah. Gadis itu masuk ke dalam kamar bernuansa monokrom yang sangat berbeda dengan kamar miliknya. 

Setelah beberapa menit, Agatha keluar dari kamar mandi dan menuju walk in closet yang ada di kamar itu. Agatha langsung membuka lemari baju milik Adiva, ekspresinya berubah menjadi kesal saat melihat selera pakaian Adiva yang menurutnya terlalu biasa dan tertutup.

“Entah siapa gadis ini, tapi seleranya sangat tidak bagus,” kesal Agatha sambil terus mencari baju di lemari Adiva.

Akhirnya ia memutuskan untuk memakai dress selutut bermotif bunga yang menurutnya cukup indah di tubuhnya. Agatha kembali menyusuri kamar itu dan menemukan beberapa bingkai foto Adiva. Ia tak habis pikir mengapa wajah gadis di dalam foto itu tampak mirip sekali dengannya. 

Agatha yang mulai penasaran lalu membuka setiap laci lemari yang ada di sana. Ia menemukan beberapa foto dimana gadis yang sangat mirip dengannya memakai gaun  pernikahan. Agatha juga terkejut saat mendapati foto gadis itu ketika sedang mengandung. 

“Siapa dia? kenapa wajahnya mirip denganku? Meskipun seleranya sangat biasa, tetapi aku akui dia cukup mirip denganku,” gumam Agatha kepada dirinya sambil memegang foto dan juga buku nikah di tangannya.

“Rafka Bagaskara dan Adiva Zea Amanda,” ucap Agatha dengan suara yang begitu pelan seperti sedang berbisik.

“Jadi mereka adalah suami-istri. Tapi tetap saja, siapa gadis ini sebenarnya?” tanya Agatha pada dirinya. 

Saat hendak mengembalikan foto dan buku itu sebuah foto terjatuh. Agatha langsung mengambilnya, ia mengernyitkan keningnya ketika melihat foto seorang pria yang sangat berbeda dengan Rafka. Di belakang foto itu terdapat tulisan “My Love” yang membuat Agatha semakin bingung.

“Tampaknya gadis ini tidak sepolos kelihatannya. Pasti dia telah berselingkuh di belakang suaminya,” gumam Agatha. 

Agatha menggelengkan kepalanya. “Masa bodo dengan hubungan mereka, yang pasti sekarang kepalaku pusing sekali,” ujar Agatha sambil memegang kepalanya. 

Agatha keluar dari kamar lalu melihat sekilas pintu kamar Rafka yang sedikit terbuka. Saat ini pria itu tengah melakukan panggilan video. Agatha terus melangkah karena tidak ingin mengganggunya. Ia berjalan menuju dapur dan menghampiri salah satu pekerja wanita yang berada di sana.

“Ada yang bisa saya bantu, Nona Adiva?”  tanya pekerja wanita itu.

“Saya ingin minum,” jawab Agatha.

“Minum apa Non? akan saya buatkan.”

Agatha membisikkan sesuatu di telinga pekerja itu. “Aduh maaf Non, tapi minuman itu nggak ada di sini. Setahu saya Non sendiri tidak suka minuman seperti itu,” ujar pekerja itu dengan ekspresi sedikit terkejut.

Agatha menghela nafasnya kasar, ia kembali teringat kalau saat ini ia tengah dianggap sebagai Adiva. 

“Selain minuman itu, apakah ada yang Non inginkan?” tanyanya kemudian.

“Tidak … tidak perlu.” Agatha langsung menggelengkan kepalanya.

“Membosankan sekali hidupnya,”gerutu Agatha dengan pelan, tetapi masih dapat didengar oleh pekerja itu. 

“Baiklah, kalau Non butuh sesuatu jangan sungkan panggil saya,” pungkas pekerja itu sebelum meninggalkan Agatha sendiri.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Terpendam: Rahasia Suamiku
9.1
Sonia terjebak tipu daya calon mertua hingga terpaksa menikahi Verdi, paman tunangannya yang lumpuh dan sakit-sakitan. Meski awalnya mengira hidupnya akan hancur, Sonia justru dihujani kemewahan dan kasih sayang. Namun, rahasia besar terungkap saat ia menyadari Verdi hanya berpura-pura sakit demi mengawasinya. Saat kedoknya terbongkar, pria yang dikenal kejam ini rela berlutut memohon ampun demi menjaga perasaan istrinya yang tengah mengandung.
Sampul Novel Dikhianati Suami, Diremehkan Mertua
9.1
Tujuh tahun lamanya Alena bersembunyi demi melindungi putranya dari jangkauan Keluarga Whitmore. Namun, ketenangannya hancur saat ia diculik dan dibawa ke kastil tua yang terisolasi. Di sana, Dorian Whitmore sang mantan suami menuduhnya menyembunyikan anak laki-laki lain. Alena bersikeras bahwa ia hanya melahirkan Julian Ezra Callahan, sementara kembaran Julian telah tiada saat persalinan. Kini, ia harus menghadapi konfrontasi dingin Dorian di tengah misteri masa lalu.
Sampul Novel Fallin Love With Jerk Billionaire
7.8
Thania Moran, gadis kaya yang naif dan ceria, mendapati hidup sempurnanya berubah saat bertemu Zachary Devon. Zach adalah pengusaha muda sukses di Amerika yang berhati dingin dan memandang rendah wanita. Meski awalnya saling benci, Thania jatuh hati pada sosok berbahaya itu. Ketegangan memuncak ketika Thania dijodohkan oleh orang tuanya dengan cinta pertamanya sendiri. Di sisi lain, pesona tulus Thania berhasil menaklukkan Zach yang selama ini dikenal sebagai playboy angkuh.
Sampul Novel Liang Hangat Sang Penari
8.7
Lisnawati, janda muda usia 16 tahun, kehilangan suaminya, Komar, akibat pembegalan tragis. Sebagai biduan dangdut keliling, pesona dan kecantikan Lisna memikat banyak pria hingga ia direkrut Tante Shinta ke dunia malam. Di sana, ia menjadi primadona dan terlibat hubungan benci tapi cinta dengan Budi Hendrajit, pengusaha kaya yang kerap menghinanya. Meski Budi sangat terobsesi pada Lisna, rencana pernikahan mereka terhalang restu sang ibu yang menentang latar belakang Lisna.
Sampul Novel Lorong Hitam Kenikmatan
7.9
Dalam keheningan malam, Haris dan Lidya terjebak dalam gairah yang membara tanpa sehelai benang pun. Di atas ranjang, Haris dengan antusias memberikan rangsangan intens yang membuat Lidya tak berdaya. Sentuhan lidah Haris pada area sensitifnya memicu sensasi luar biasa hingga Lidya mengalami orgasme hebat untuk kedua kalinya. Meski tubuhnya lemas, senyum kepuasan terpancar dari wajah Lidya. Haris pun merasa bangga telah memuaskan teman tapi mesranya tersebut.
Sampul Novel My Annoying Boss
7.9
Demi lepas dari mantan pacar yang toksik, Sina nekat mengeklaim seorang pria asing sebagai kekasih barunya di sebuah restoran. Sialnya, pria itu ternyata Abraham Prama, atasan barunya di kantor. Di sisi lain, Abraham yang terdesak tuntutan menikah dari orang tuanya melihat ini sebagai peluang. Ia pun menuntut pertanggungjawaban Sina atas sandiwara tersebut. Terjebak dalam kesepakatan tak terduga, Sina harus menghadapi tuntutan sang bos miliarder yang menyebalkan.