APKDock Logo
Sampul Novel Pemuas Ibu tiri KEMBAR

Pemuas Ibu tiri KEMBAR

8.7 / 10.0
Kehidupan Rey yang tenang berubah drastis setelah ayahnya memutuskan untuk menikah lagi. Kehadiran dua ibu tiri kembar yang memiliki kecantikan luar biasa dan bentuk tubuh memikat mulai memicu gejolak gairah dalam diri pemuda berusia dua puluh tahun tersebut. Terpikat oleh pesona mereka, Rey pun mulai menyusun rencana demi menyalurkan hasrat terpendamnya. Ia terus mencari celah dan kesempatan tersembunyi di dalam rumah untuk mendekati kedua wanita itu.

Pemuas Ibu tiri KEMBAR Bab 1

Kenakalan namaku Rey, aku masih duduk di bangku kelas tiga SMA, usiaku saat ini 20 tahunan. Sore itu seketika jam tiga, ketika aku pulang sekolah menggunakan motor sport, ketika masuk halaman rumahku tiba-tiba saja aku berhenti sejenak ketika melihat ada sebuah mobil asing yang terparkir di halaman rumah.

"Pak. Ada tamu yah?" tanyaku kepada pak Maman, seorang satpam di rumahku.

"Iya, Den. Sebentar lagi pasti bos muda akan mempunyai ibu baru," ucap pak Maman yang seketika membuat aku kebingungan.

Aku terdiam memikirkan maksud dari perkataan pak Maman. Karena penasaran akhirnya aku segera untuk masuk ke dalam rumah, sesudah memasukan motor di garasi rumah, dengan perasaan yang sedikit gugup aku berjalan perlahan untuk segera masuk kedalam.

"Permisi," ucapku dari luar pintu.

Terlihat ayahku tersenyum ketika melihat aku datang, ia nampak menyambut dengan hangat. O iya, ayahku bernama Hardi, usianya sekitar empat puluh tahunan. Beliau sudah lama menduda, setelah bercerai dengan ibu sepuluh tahun lalu, beliau tidak pernah menikah lagi. Namun entah kenapa kali ini aku dibuat kaget ketika ayahku mengenalkan aku kepada dua orang perempuan cantik, dan terlihat masih muda. Setelah aku lihat baik-baik wajah dari kedua perempuan itu sangat mirip.

"Ini kenalin, Tante Aina dan Aini," ucap ayahku sambil menunjuk kearah mereka.

Aku pun langsung menyalaminya dan memperkenalkan namaku. Entah kenapa aku benar-benar gugup ketiga ada orang baru di dalam rumah ku.

"Ini Rey. Dia anak aku satu-satunya," ucap ayahku memberitahu mereka.

Kedua perempuan itu tersenyum senang. Meski dalam keadaan gugup, aku benar-benar kagum melihat Tante Anini dan Aina, wajahnya benar-benar cantik dan benar-benar sama persis, Hingga sulit untuk membedakannya. Saat itu ayahku menjelaskan kepadaku tentang kedua perempuan itu. Ayahku ternyata ingin menikahi mereka berdua dan menjadi ibu buat aku.

Aku kaget mendengar penjelasan yang dikatakan oleh ayah. Aku merasa keberatan untuk mempunyai ibu tiri. Namun disamping itu aku juga merasa kasihan dengan ayahku, yang memang membutuhkan peran seorang istri. Disitu pikiranku benar-benar bingung untuk memutuskan.

"Jika kamu masih bingung, kamu bisa pikir-pikir dulu, Rey. Papah juga tidak akan memaksa kamu buat menerima tante Aina dan tante Aini menjadi ibumu," ucap ayahku terlihat serius menatap ke arahku.

Aku hanya diam, aku merasa kasihan melihat ayahku yah terlihat ingin sekali mempunyai istri pengganti setelah lama menduda. Tapi saat itu aku berfikir, betapa hebatnya ayahku bisa mendapatkan perempuan kembar berparas cantik dan usianya sekitar 25 tahunan, jauh lebih muda dibandingkan ayahku. Sedangkan usiaku haya terpaut lima tahun saja dengan mereka berdua.

"Begini, Ren. Tante sama tante Aini sudah siap untuk dinikahi oleh papah kamu, kami berdua juga pasti akan mengurus beliau dan akan menganggap kamu anak kami sendiri," ucap tante Aina tersenyum.

Dari cara bicara dan wajahnya memang mereka berdua terlihat dewasa, dan tidak memandang fisik dan usia. Terlihat jelas jika kedua perempuan itu tulus untuk menjadi orangtuaku. Aku belum bisa memberikan jawaban, aku perlu memikirkannya baik-baik untuk benar-benar bisa menerima mereka berdua menjadi ibu ku.

"Pah. Aku minta waktu yah, nanti aku pikirkan dulu, kalo untuk sekarang aku belum bisa memberikan jawaban," ucapku.

"Iya, Rey. Papah mengerti kok," jawab ayahku tersenyum.

Setelah mengobrol, kita kemudian maka bersama. Saat itu yang aku lihat tante Aina dan tante Aini terlihat tidak malu-malu untuk membantu pekerjaan pembantuku yang bernama mbak Eni. Sedikit demi sedikit aku mulai merasa yakin dengan mereka berdua. Kedua perempuan itu terlihat sangat perhatian terhadapku, dan aku merasakan betul setelah cukup lama aku tidak mendapatkan perhatian seorang ibu akibat perceraian.

Aku tidak tahu persis kenapa ayahku dulu bisa bercerai dengan ibuku, namun setelah aku sering mendengar dari ayahku, ternyata mereka bercerai karena waktu itu usaha ayahku bangkrut hingga munculah pertengkaran karena ekonomi yang berujung perceraian. Beruntungnya kini ayahku bisa kembali menjalani bisnisnya dan bahkan lebih sukses dari beberapa tahun yang lalu, Hinga kehidupan ku berubah drastis.

"Makan yang banyak, Rey. Tante tambahin ya nasinya," ucap tante Aini tersenyum.

"Boleh, Tante," jawabku tersenyum.

Aku mulai yakin terhadap mereka berdua yang memang terlihat perhatian terhadap ayahku dan juga aku sendiri. Setelah cukup lama kita makan bersama ngobrol-ngobrol, akhirnya ayahku pamitan untuk mengantarkan mereka untuk pulang dan aku langsung bergegas menuju kamar.

***

Malam itu pukul 19:30 Aku masih sibuk memikirkan tentang kedua perempuan itu yang akan menjadi ibuku. Aku benar-benar kagum dengan kecantikan mereka, hingga aku merasa kagum dengan ayahku yang bisa mendapatkan perempuan kembar yang memiliki paras yang cantik dan bertubuh molek.

Aku yang tidak pernah memiliki pikiran aneh, tiba-tiba saja pikiran seperti itu datang merasuki pikiranku. Setelah berfikir dan menimbang-nimbang akhirnya aku merasa mantap untuk mengiyakan keinginan ayahku untuk menikah lagi. Ketika aku terdiam, tiba-tiba saja aku dikagetkan dengan suara ketukan pintu.

TOK

TOK

TOK

"Masuk aja ... Enggak dikunci kok," ucapku sedikit mengeraskan suara.

Pintu itu pun dibuka, ternyata mbak Eni yang datang sambil membawakan minuman coklat hangat kesukaanku.

"Ini minumannya, Den," ucap mbak Eni sambil meletakan minuman itu di atas mejaku.

"Makasih, Mbak," ucapku tersenyum.

Hadirnya mbak Eni, akhirnya aku mencoba untuk meminta pendapatnya tentang kedua perempuan yang akan menjadi istri ayahku.

"Mbak, aku mau nanya nih," ucapku menghentikan mbak Eni yang akan keluar kamarku.

"Nanya apa, Den?" tanya mbak Eni kebingungan.

"Duduk dulu sini, Mbak. Ada hal serius yang mau aku tanyakan," pintaku kepada mbak Eni.

Akhirnya mbak Eni pun duduk, saat itu aku langsung menanyakan perihal kedua perempuan itu.

"Menurut mbak sih bagus lah, Den. Kan kasihan juga tuan udah lama gak ada yang nemenin tidurnya, terus juga kan Den Rey ini kan nantinya dapat perhatian dari seorang ibu," ucap mbak Eni berpendapat.

"Iya sih, Mbak," ucapku pelan.

"Udah setuju aja, Den. Kasihan papah kamu." Mbak Eni terlihat sangat setuju jika ayahku menikah lagi.

Aku memanggut-manggutkan kepala mengerti dengan apa yang dikatakan oleh mbak Eni. Setelah mendapatkan pendapat dri mbak Eni, aku semakin mantap untuk mempersilahkan papah untuk menikahi kedua perempuan itu.

Setelah mbak Eni keluar kamar, aku langsung merebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Aku merasa plong dan tinggal bilang sama papah jika aku setuju.Namun aku masih kebingungan, dan merasa tidak yakin dengan papah ku yang memang sudah berusia bisa dibilang tua, apakah nanti akan memiliki anak lagi atau tidak.

Saat itu pikiran kotorku muncul, terlebih lagi ketika membayangkan lekuk tubuh tante Aina dan tante Aini yang benar-benar sangat montok, hingga tak sadar batang kemaluanku berdiri.

"Wah bahaya, kenapa pikiranku kotor sih? Aneh," ucapku meras kesal dengan diriku sendiri.

Namun aku tidak bisa membuang jauh-jauh pikiran itu. Wajah cantik kedua perempuan itu masih terus terbayang di kepalaku, hingga membuat batang kejantananku semakin mengeras. Entah kenapa pikiran seperti ini tidak pernah datang sebelumnya, namun anehnya setelah melihat kedua perempuan itu otakku menjadi kotor.

*****

Lanjut Membaca

Daftar Isi Pemuas Ibu tiri KEMBAR

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Niat hati memberi kejutan ulang tahun, aku justru menyaksikan pengkhianatan kekasihku dengan pria kaya. Dihina karena miskin, hidupku berubah saat pelayan keluarga terkaya mengungkap identitas asliku sebagai pewaris Grup Nelson. Kini dengan kekayaan tak terbatas, aku kembali untuk membalas dendam. Mantan kekasihku bersujud memohon ampun, namun aku hanya berlalu menuju kemewahan. Bagiku, uang hanyalah angka dan aku sangat menikmati cara menghabiskannya.
Sampul Novel Membawa Kabur Benih Presdir
8.8
Kebahagiaan Aurora Winters berubah menjadi dilema besar saat ia menyadari dirinya tengah mengandung. Di sisi lain, sang suami, Julian Ryder, telah menegaskan bahwa ia tidak menginginkan kehadiran seorang anak dalam pernikahan mereka. Terjepit di antara cinta pada janinnya dan sikap dingin suaminya, Aurora menolak keras ide untuk menggugurkan kandungannya. Kini, ia harus menyusun rencana rahasia demi melindungi sang buah hati dari pengetahuan Julian.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Mira Aditya terjebak dalam perjodohan orang tuanya dengan Rafiq Jaya. Alih-alih bahagia, ia justru menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah menikahi kekasih lamanya, Elena Faris, secara rahasia. Menjadi sosok yang terpinggirkan dalam rumah tangganya sendiri, Mira harus menanggung luka batin yang mendalam. Di tengah kehampaan dan rasa kecewa yang kian menggunung, Mira kini dihadapkan pada pilihan sulit antara terus bertahan atau pergi mencari kebebasan.
Sampul Novel Pengantin Pengganti, Hati Pendendam
8.8
Upacara janji nikah yang seharusnya menjadi ajang kampanye Baskara berubah jadi pengkhianatan. Aku dibius dan melihatnya menikahi selingkuhannya di depan para elite. Setelah tujuh tahun pengorbananku membangun kariernya, dia justru menyebutku tidak berguna. Namun saat perceraian tiba, Baskara berpura-pura amnesia akibat kecelakaan dan memohon agar aku tidak pergi. Dia ingin bermain sandiwara, maka aku akan memastikan dialah yang hancur dalam permainan ini.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara memaksaku mendonorkan sumsum tulang demi tunangannya, Rania. Meski tumbuh bersama, dia kini membenciku. Rania menjebakku hingga Baskara menyiksaku dengan kejam, bahkan menculik orang tuaku akibat fitnah video asusila. Aku dipaksa menonton mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah sakit parah yang kurahasiakan, Baskara justru menyuruhku mengakhiri hidup. Tanpa ragu, aku menyanggupi permintaannya dan melompat menuju kehampaan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan