APKDock Logo
Sampul Novel Penjara Cinta Sang CEO

Penjara Cinta Sang CEO

9.6 / 10.0
Akibat rumor ceroboh mengenai kesehatan Trey Vallois, dr. Shan terjerat kontrak tak terduga dengan sang CEO angkuh demi memulihkan reputasinya. Namun, berperan sebagai kekasih palsu pewaris tunggal Vallois justru mengacaukan hidup Shan sepenuhnya. Meski berupaya keras untuk menjauh, ia kian terhisap dalam pusaran hubungan benci tapi cinta yang rumit. Di tengah konflik ego dan perasaan, sanggupkah mereka bertahan tanpa terus saling menyakiti?

Penjara Cinta Sang CEO Bab 1

Sesosok wanita cantik tergolek dengan pose indah menggoda di atas ranjang, pemanasan itu sudah dilakukannya sejak tadi. Menunggu terlalu lama tentu tidak menyenangkan, beberapa hari harus menahan karena ada sesuatu, dan malam ini Trey harus bisa menumpahkan hasrat libidinalnya atau kecebongnya itu bakal menumpuk kadaluarsa. Senyum wanita itu menggoda, siapa yang bisa menahan diri lagi kalau sudah begini. Ikat pinggangnya dilonggarkan secara perlahan.

Kencan singkat, mereka bertemu di club dan meminum beberapa shot minuman hingga tipsy. Bisik sana-sini juga diawali dengan sebaris cumbu pasangan itu memutuskan untuk berkolaborasi dalam sebuah one night stand, entah tadi sudah berkenalan atau belum. Tapi bukankah nama itu tidak penting? Baik Trey dan wanita itu hanya punya satu tujuan, yakni menuntaskan hasrat. Dan aroma pheromones ini sangat kental tercium merebak di ruangan ini.

Baru saja helm pengaman beraroma strawberry itu mau dipasang, erang pelan keluar dari bibirnya, kenapa rasa tak nyaman ini kembali lagi. Bahkan untuk bermain solo saja dia kerap merasa nyeri. Dengan sedikit emosi dia melemparkan benda dengan aroma menyenangkan itu ke tempat sampah, sementara wanita itu menatapnya keheranan. Ayolah dia juga sudah lebih dari siap untuk menyatukan tubuh, hanya tubuh saja, bukan hati. Tidak ada yang aneh di sini, hanya dua manusia biasa yang sedang berbalut nafsu, tapi sepertinya semua tidak berjalan dengan baik.

"Kenapa?" tanya wanita itu mengatupkan lagi kakinya.

Pura-pura Trey menunjuk smartwatch yang berada di pergelangan tangannya, "Ada urusan penting, aku harus pergi," ucapnya mengelak.

"Itu, mengecewakan," gumam wanita itu, bagaimana lagi, sudah terlanjur on.

"Aku minta maaf, kencan ini mungkin bisa digantikan dengan lain kali. Sungguh aku harus pergi," ucap Trey memakai lagi celananya, sial memang.

Wanita itu mendesah kecewa dan meraih kembali pakaian yang sempat tercecer entah di mana saja, harusnya dia menikmati malam dengan seorang pria tampan dan bertubuh tegap ini. Permainan jarinya tadi lumayan menyenangkan, masih membayangkan bagaimana aksinya ketika mulai menggerakkan pinggang tapi sudah keburu pamitan. Menjengkelkan, urusan apa itu sampai dia terburu-buru. Jangan saja dicari oleh anaknya. Kesal.

"Aku pergi, Oya kamu bisa memesan apapun kalau kamu lapar. Aku bayar  semua, sampai bertemu lagi," pamit Trey yang hanya menyentuh sekali pipi lembut wanita yang mau tak mau membalasnya dengan senyum itu.

Trey melenggang pergi, beberapa waktu belakangan memang sepertinya dalam tubuhnya ada yang berbeda. Semalam ada demam menyerang dan sariawan ini kenapa setelah sembuh malah berpindah tempat, belum lagi di beberapa bagian tubuhnya juga seperti muncul luka kecil yang tidak terasa sakit dan akhirnya sembuh sendiri berganti bercak aneh yang dia sendiri tak paham, baiklah lokasinya juga termasuk di adik kecilnya. Dia terlalu malas untuk periksa ke dokter, mau menghubungi dokter keluarga, jelas itu pilihan terakhir. Kalau sampai bocor ke telinga emaknya bisa bahaya, bisa-bisa wanita tua itu akan berkampanye seperti calon presiden, sudahlah.

Tidak tahu harus kemana, Trey mengunjungi Vano. Hanya dia sahabat sejati yang benar-benar sejati. Sebaiknya memang kesitu saja, karena dia tidak tahu siapa lagi yang bisa ditanyai untuk urusan itu. Vanno bukan dokter, tapi setidaknya punya otak. Menjawab beberapa pertanyaan mungkin bisa, atau kali saja dia juga pernah mengalami. Kan cakep. Dengan perlahan Trey memencet tombol dan suara Vanno segera nyaring terdengar.

"Lho Bro, katanya ngamar?" tanya Vanno dengan wajah polos.

"Ngamar kepalamu, minggir," usirnya kesal.

"Itu tampang kenapa?" tanya Vanno terheran, si Trey badjingan wanita bisa juga bertampang lesu seperti itu. Dia paham, tidak mungkin juga sahabatnya ini kekurangan uang. Kartu kredit miliknya itu unlimited, mana dia adalah cucu kesayangan mbahnya yang mana adalah pemilik saham mayoritas dari sebuah holding company. Sebut saja dia adalah The Perfect Bastard.

"Nganu," gumam Trey meraih sebotol minuman dingin dari dalam lemari es.

Dia akhirnya bercerita. Belakangan badan sepertinya agak nganu, mau periksa tapi nganu. Mencari informasi browsing yang keluar malah iklan obat raja singa, yang sakit manusia kenapa malah binatang yang keluar. Trey menenggak minumannya tapi Vano melongo, mau mengatai Trey agak bodoh tapi tidak tega. Karena sepertinya kawannya ini sedang tertekan. Apalagi ketika sampai dicerita tadi hampir saja bercocok tanam tapi cangkul sedang tidak available. Batal.

"Kasian amat anak orang, aku anterin ke dokter, jangan saja kena penyakit kelamin," kata Vanno jujur menyakitkan.

"Buset penyakit kelamin, emang ini gejalanya penyakit kelamin?" tanya Trey mendelik.

"Bisa jadi, kan gak tau juga aku bukan dokter, makanya ayoklah kuantar. Deket sini ada klinik bagus, ku setirin dah. Gak tega aku," ujar Vanno segera meraih kunci mobilnya.

Ya sudahlah, ke dokter sajalah.

***

"Tuh kliniknya, kayak bayi aja ke dokter minta antar," gerutu Vano.

"Kan kamu yang mau nganterin sendiri, astaga minta ditampol emang ni orang," umpat Trey turun dari mobil.

"Udah buruan keburu tutup," usir Vanno gemas.

Trey menoleh lagi, "Ke dokter apaan?" tanyanya bingung.

"Ya mana tau, ke dokter manusia lah masa ke dokter hewan. Tapi kalo gak ngerti mending ke dokter umum aja dulu, toh nanti kalo nganu dirujuk tuh ke spesialis," saran Vanno.

Trey menunjuk plakat yang berada di depan klinik, ada banyak nama dokter tertera di sana. Kebetulan ada beberapa nama dokter umum yang bertugas malam itu, dr. Sania M, dr. Joko S, dan yang terakhir dr. Shan. Sebisa mungkin dia menghindari dokter yang perempuan karena Vanno tadi bilang kemungkinan dia terkena penyakit kelamin. Kalau yang periksa dokter perempuan apa kabar, belum kalau dia sensi. Tidak, pokoknya tidak.

"Sania dan pasti ciwi Bro, dr. Joko keknya laki, tapi pastinya dah tua kalo liat dari namanya. Baru masuk bilang keluhan apa udah kena ceramah kau, bukan sembuh malah setres." Vanno mengurai konspirasi aneh.

"Nah tuh," balas Trey.

"Si dr. Shan keknya laki Bro, namanya modern bener, masih muda keknya. Pasti paham umpama kamu bilang jangan-jangan kena penyakit kelamin," ujar Vanno.

"Jangan keras-keras busettt ... !" umpat Trey kesal, teman tidak ada akhlak.

"Kuy kutemani, teman sejati akutu," kata Vano dengan ramah merangkul temannya dan sesekali mengedipkan mata kepada perawat cantik yang kebetulan lewat.

Ada lega terasa ketika akhirnya sudah sampai di sini, keluhan itu dikatakan hanya sariawan saja kepada wanita berseragam pink itu. Sisanya nanti kalau ketemu sama dokternya saja, untung saja Vano tadi malah sibuk menggoda perawat sebelah, jadi tidak ikut bicara. Terbayang kalau dia ikut meracau. Bubar jalan, segala rahasia bakal bocor seketika. Seorang Trey Vallois terkena penyakit kelamin.

"Pak Trey, silahkan saya antar," panggil seorang perawat dengan senyum merekah di bibir itu.

Trey pergi meninggalkan temannya yang masih keganjenan menebar umpan mencari mangsa. Sejak tadi Vano berceloteh mungkin menyenangkan bisa mengencani perawat atau dokter, nanti di kamar mereka bisa roleplay antara dokter dan pasien dan kelanjutannya, you know lah. Koridor itu terasa begitu panjang, hingga akhirnya mereka sampai di sebuah pintu bertuliskan dr. Shan H. P. Baguslah, laki.

"Silahkan Pak Trey, dr. Shan sudah menunggu anda," kata perawat itu membukakan pintu.

Trey membalasnya dengan anggukan kepala dan senyum sebagai ganti ucapan terimakasih, dan begitu memasuki ruangan dan menebarkan pandangan ke sekelilingnya sebelum.matanya tertumbuk sesuatu dan dia melongo. Seorang wanita cantik memakai jas putih lengan pendek berkalung stetoskop warna magenta itu sedang duduk di belakang meja.

"Buset, kenapa dokternya cewek?"

Vano sesat.

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi Penjara Cinta Sang CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Mafia In The Night
8.0
William, putra mafia kejam, rela menempuh cara apa pun demi ambisinya. Namun, pengkhianatan fatal merenggut nyawa ayahnya, Ferdinand, dalam insiden tragis. Rosemary yang selama ini tidak tahu sisi gelap suaminya mulai menyadari rahasia tersembunyi. William kini bertekad membalas dendam dan membersihkan nama baik ayahnya dari fitnah keji. Meski seorang polisi wanita terus menghalangi langkahnya, William takkan berhenti hingga peluru terakhir menentukan segalanya.
Sampul Novel SCANDAL WITH PRIVATE DOCTOR
8.3
Eliza terjebak dalam pernikahan toksik dengan Karan, pria yang hanya memanfaatkannya demi pemuasan nafsu. Malam pertama yang seharusnya indah berubah menjadi trauma mendalam hingga mengganggu kesehatan mentalnya. Keadaan kian memburuk saat Karan berselingkuh dengan banyak wanita lain. Di tengah penderitaan itu, Eliza bertemu Sean, dokter tampan sekaligus teman baiknya. Kehadiran Sean tidak hanya memulihkan luka batinnya, tapi juga menjadi sosok sandaran hati yang baru.
Sampul Novel Sentuhan Ayah Tiri
8.2
Kehidupan seorang gadis berubah drastis saat Hunter Oragle memergokinya tengah mengintip kemesraan intim pria itu bersama sang ibu. Bukannya marah, ayah tirinya justru memberikan tawaran provokatif untuk mengajarinya secara langsung. Hubungan yang seharusnya murni kini terjebak dalam pusaran gairah terlarang yang berbahaya. Segalanya menjadi kian rumit dan penuh tekanan ketika fakta-fakta masa lalu mulai terungkap ke permukaan, mengancam batas moral mereka.
Sampul Novel SEPENGGAL KISAH TANPA JUDUL
8.9
Jeany, gadis Minang yang pendiam, terjebak dalam pusaran luka mendalam. Setelah diselingkuhi kekasihnya, ia harus menyaksikan kehancuran keluarganya. Sang papa pergi demi wanita lain, bahkan selingkuhannya tega mengirimkan video asusila yang membuat mama Jeany depresi berat. Trauma pernikahan kini menghantui Jeany. Bersama Jeje, saudara perempuannya, ia berjuang menghadapi teror pelakor dan cobaan hidup yang seolah tak kunjung usai. Sanggupkah Jeany bertahan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan