APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perempuan Lain Di Pemakamanmu

Perempuan Lain Di Pemakamanmu

Duka Ayna atas kepergian suaminya, Afnan, berubah menjadi tanda tanya besar saat seorang wanita asing bernama Maria muncul di pemakaman. Dengan tangis yang begitu histeris, Maria mengungkap rahasia kelam bahwa ia adalah istri kedua yang dinikahi Afnan secara siri selama tiga puluh tahun. Kehadiran Maria bersama putra mereka, Riko, seketika menghancurkan kenyataan Ayna, memaksa ia menghadapi pengkhianatan panjang yang tersembunyi rapi selama ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

Apakah, satuan waktu yang berlaku bagi seorang ibu itu berbeda?

Tiba-tiba, kerutan di wajah terlihat kentara. Tiba-tiba, kulit tangan menipis, mengkerut dan telah menua. Apakah tiba-tiba? Atau karena seorang ibu tak sempat untuk berkaca? Tak sempat mematut diri berlama-lama?

Dan tiba-tiba saja, kepercayaan diri memudar, bersembunyi di dalam cangkang. Kata yang semakin kurang, pundak yang semakin merunduk, senyum yang hanya formalitas...

Sudah terlalu lama, perempuan itu kehilangan dirinya. Apa yang ia perjuangkan, pengorbanan yang ia berikan, adalah sebuah pertukaran jiwa...

Sudah tak ada lagi AKU, semua tentang MEREKA. Bahkan nama sendiripun terlupa, berganti panggilan suami atau anaknya. Begitulah ke-AKU-annya hilang tiba-tiba.

Saat kini kerutan di tangannya mengentara, baru ia terasa. 

Kilasan peristiwa yang terasa cepat ternyata berkalang tahun jua. 

***

“Ma, Hana dan mas Hamim harus kembali. Dan... Mmm... Mas Hamim katanya mau ijin dulu sama istrinya sebelum membawa mama, karena paspor dan visa juga tidak bisa dikerjakan secepatnya. Nanti kalau sudah siap dan kak Claris mengijinkan baru mas Hamim jemput mama ya?

Hana belum bisa membawa mama karena Alex sedang tidak bekerja, sementara ini mengurus kedua anak Hana di rumah. Hana tidak bisa membawa mama bareng dengan Hana. Maaf, ma.” Hana dan Hamim mendudukkanku di ruang tamu.

“Iya, ma. Apa untuk sementara mama Hamim carikan nursing home yang bagus di sekitaran sini?”

Aku menggeleng. Baru 2 hari kepergian mas Afnan, anak-anak sudah langsung menawarkanku tinggal di panti jompo. 

“Ma, jangan begini. Apa kata orang nanti lihat kami meninggalkan mama sendirian di sini? Hamim akan merasa bersalah, tapi tolonglah mama mengerti posisi Hamim juga. Hamim tidak bisa serta merta membawa mama. Banyak sekali yang harus dipertimbangkan dalam waktu singkat.”

Hatiku tersayat mendengar ucapan anak laki-laki dan perempuanku, mereka hanya melihatku sebagai beban. Hana pun sama, anak perempuan yang kusayang dan dulu kutimang kemana-mana itu pun berpikir serupa. Padahal ia juga, memiliki dua anak perempuan.

Andai, andai aku bisa mengulang waktu. 

Aku marah, tapi pada orang yang telah tiada. Dan kemarahanku tak menemukan rupa. Kepadanya telah kudedikasikan hampir seluruh hidupku. Namun berbalas pengkhianatan. Puluhan tahun pula.

Maria, nama wanita itu. Aku tak bisa bayangkan bagaimana cantik rupanya saat mas Afnan bertemu dengannya dulu hingga tega mengkhianati pernikahan kita, karena sekarangpun kecantikannya tak luntur.

Aku merasa dibohongi, malu karena selama ini percaya kala kau puji. Sementara mungkin pujian itu kau kirimkan diam-diam justru untuknya, wanita keduamu.

Selama ini, kupikir hanya aku satu-satunya.

“Ma, ayolah... Hamim yang bayar biayanya. Hamim janji akan pilihkan yang paling bagus untuk mama. Hamim gak mungkin meninggalkan mama di sini sendiri, kalau ada apa-apa sama mama mau minta tolong sama siapa? Dan ingat ma, mama sudah sering sakit. Hamim gak tenang nanti di sana.”

“Iya ma, mama jangan egois dong. Sementara saja, nanti mas Hamim jemput mama, ya?” Dukung Hana tak mendengar ucapannya sendiri.

Kutatap mereka berdua dengan seksama, mencari keseriusan di wajah mereka. Apakah semua yang kudengar dengan telinga tuaku ini bukan khayalan semata? Siapa dua orang asing ini yang begitu tega terhadap ibu mereka? Apakah aku salah mendidik mereka dulunya?

Kurangkah perhatian dan kasih sayang yang kucurahkan dulu semasa mereka tumbuh hingga mereka tak sayang padaku? 

Sebenarnya yang egois siapa? Bisa-bisanya mereka masih saja meminta setelah separuh lebih usiaku dihabiskan untuk membesarkan mereka. Tak boleh sakit, tak boleh lelah, tak boleh mengerjakan pekerjaan rumah, tugas mereka hanya belajar agar kelak dapat menggapai mimpi yang mereka inginkan seluas-luasnya. 

Biarkan aku saja yang meredam eksistensi diri, anak-anakku harus bebas terbang dengan sayap terkembang.

Hatiku membeku, tak ada kata yang keluar dari mulutku. Aku hanya ingin ditinggalkan sendiri, menyelami sepi dan sakit hati. Tolong, berikan wanita tua ini waktu untuk meresapi nelangsa yang sedang mendera.

Padahal, selama ini mereka tahu kebohongan mas Afnan yang ikut mereka tutupi, sekian puluh tahun tak ada satupun yang sudi memberitahuku. Aku dibiarkan berada di luar lingkaran. 

Benarlah jika mereka duniaku, tapi aku tak pernah menjadi bagian dari mereka. Aku mencintai mereka, yang tak mencintaiku sama besarnya. 

“Ma! Ayolah... Mama kenapa diam terus? Jawab dong ma...” rengek Hana menggerakkan lututku.

Apa yang harus kujawab? Ini sedari tadi bukannya mereka sudah memutuskan nasibku bagaimana kan? Apa aku masih berhak bersuara?

“Ma, kalau mama masih marah soal tante Maria, apa mama gak sadar kenapa papa sampai demikian? Karena mama terlalu manja! Terlalu bergantung sama papa. Dulu kalau sama mama kami pasti selalu disuruh berhemat, tapi kalau sama tante Maria apa yang kami mau pasti dibelikan.” 

Kutatap Hamim tajam. Bisa-bisanya dia berkata demikian, sementara aku tak bekerja karena dulu mengurus mereka. Dan kini tahulah aku kemana saja uang papa mereka, padaku dia hanya memberikan gaji pokoknya yang tak seberapa saja, sementara hasil dari bisnis dan proyeknya diberikan pada Maria.

Sakit... Sungguh sakit...

***

Ayna termenung melihat larik sinar matahari menyinari kulit tangannya yang telah keriput. Air mata tiba-tiba mengalir dan ia menangis begitu hebatnya. Hari ini, ia tumpahkan segala sesak.

Seminggu sudah setelah kepergian Mas Afnan, anak-anaknya yang sudah berkeluarga kembali ke belahan dunia berbeda dan menjalani rutinitas mereka masing-masing.

Di sini, di teras tempat ia dan mas Afnan biasa menghabiskan waktu, ia memberanikan diri untuk duduk. Di sebelahnya tas besar berisi pakaiannya telah disiapkannya sendiri. Menunggu taksi yang akan membawanya ke panti jompo, sesuai arahan Hamim anaknya.

Selama ini, pandangannya selalu berfokus pada orang lain, baru hari ini ia melihat dirinya sendiri. Dan di situlah ia sadar, waktu yang ternyata telah terlewat, ia kehilangan ke-aku-an, ia tak punya tujuan.

Berpuluh tahun sudah, apa yang sudah ia lakukan?

Mengapa di sini hanya ia yang berkorban? Seluruh dedikasi yang diberikan untuk keluarga, beginikah ujungnya?

Ikhlas? Setelah setua ini, ia hanya ingin berdamai dan menikmati sisa waktu yang ia punya menjemput pertemuannya dengan sang pangeran hati tercinta. Begitu pikirnya semula.

Namun mengapa harus ada peristiwa kemarin? Lapis demi lapis luka yang ia plester agar tetap melanjutkan hidup itu selama ini bisa ia acuhkan. Namun kejadian kemarin membuat tambalan itu terbuka dan lihatlah luka itu telah menjadi kaldera borok.

Pertanyaan yang takut sekali di jawab oleh Ayna adalah. 

“Apakah aku bahagia?”

“Apakah benar ini hidup yang Ayna kecil dulu inginkan?" Ayna memejamkan mata, membayang mimpi milik sang sosok kecil dirinya di masa lalu. Mimpi yang tersingkirkan dan terlupakan. Tersimpan rapat-rapat dalam kotak sepatu di rumah masa kecil yang ia tinggali dulu.

Hal baik apa yang sudah kulakukan untuk diriku sendiri? Aku seperti kuda yang diberikan kacamata, disetir oleh Pak Kusir dengan imbalan utuhnya pernikahan. 

Taik.

#Sorry for the strong word.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dipaksa Memberi Keturunan
8.1
Demi melunasi utang pengobatan ayahnya, Risa terpaksa menikahi Dhimas. Namun, suaminya itu menyimpan rahasia kelam dengan kepribadian ganda yang drastis di luar pengawasan ibunya. Risa pun terkejut saat mengetahui adanya wanita lain dalam hidup Dhimas. Di tengah tekanan mertua yang menuntutnya segera memberikan keturunan, Risa terjebak dalam pusaran konflik dan misteri. Mampukah ia bertahan dan mencari kebahagiaan di tengah pengkhianatan serta tuntutan keluarga ini?
Sampul Novel Finding A True Love
9.3
Bagi Kanaya Amelitta, cinta hanyalah luka yang harus dihindari. Ia menutup hati rapat-rapat hingga Gavin Januartha hadir membawa kehangatan. Meski merasa nyaman, Kanaya justru kabur saat Gavin menyatakan perasaan. Delapan tahun berselang, takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi rumit yang mengikat keduanya, padahal Gavin sudah memiliki komitmen lain. Di tengah rasa benci dan takut, mampukah Kanaya mengabaikan Gavin yang kini bersikap sangat keras kepala?
Sampul Novel Istri Kontrak Tuan CEO
8.4
Hidup Scarlett Piers hancur saat ayah dan ibu tirinya menjebaknya untuk dijual kepada duda tua kaya. Di tengah keputusasaan, Xanders Rilley hadir menyelamatkannya. Pengusaha dingin nan misterius itu menawarkan perlindungan, namun dengan syarat pernikahan kontrak selama satu tahun. Kini Scarlett harus memilih: menerima tawaran Xanders demi membalaskan dendam pada keluarganya, atau justru terjerumus ke dalam lingkaran masalah yang jauh lebih berbahaya.
Sampul Novel Jodoh Dari Ayah
9.2
Genta Mackenzie dikenal sebagai playboy dengan banyak kekasih sebelum dipaksa menerima perjodohan ayahnya. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu calon istrinya. Genta langsung jatuh hati pada pandangan pertama dan menyatakan cintanya dengan tulus. Kini, pertanyaan besar menghantui hubungan mereka: mampukah gadis itu membuka hati untuk pria bule pilihan orang tuanya? Akankah ia menerima perasaan Genta meski awalnya terpaksa dijodohkan?
Sampul Novel Menikah dengan kakak ipar
9.0
Hanifah yang mandul mendesak suaminya, Raihan, untuk menikahi sang adik, Nur Naila Habibah, demi mendapatkan keturunan. Naila merasa tak layak bagi Raihan, dosen agama yang religius, karena ia adalah mahasiswi nakal yang belum berhijab. Tanpa mereka sadari, Naila sebenarnya bukan saudara kandung Hanifah, melainkan anak sahabat ibunya. Akankah Naila menerima permintaan kakaknya itu atau justru menolak pernikahan tersebut karena merasa terlalu berbeda?
Sampul Novel My Crazy Teacher
8.6
Arkana Bimantara adalah guru pengganti tampan sekaligus cucu pemilik SMA ternama di Bandung. Meski digilai banyak siswi karena kemapanannya, perhatian Arka hanya tertuju pada Nayena Lim, seorang murid penerima beasiswa. Terpikat oleh pesona Naya, Arka menghalalkan segala cara untuk mendekati gadis itu. Ia tak segan melampaui batas kewajaran seorang pendidik dan memanfaatkan kekuasaannya demi memastikan Naya selalu menuruti setiap keinginannya.