APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perjalanan Melawan Dunia

Perjalanan Melawan Dunia

Shua Xie adalah gadis dari dimensi lain yang terbangun di raga Putri Langit setelah tewas tertembak. Terlempar melintasi waktu, ia kini memikul beban sebagai Ratu segala Ratu. Takdir membawanya pada misi balas dendam demi merebut kembali haknya yang dirampas. Mengandalkan kecerdasan dan pengalaman, Shua menghadapi musuh penuh tipu muslihat. Ia bukan pahlawan suci; Shua berjuang menyelamatkan dunia yang tak menghargainya dengan caranya sendiri yang dingin.
Bab
Bagikan

Bab 3

Negara Xuilin adalah negara terkecil di antara lima negara di benua tengah, tapi walaupun negara Xuilin adalah negara kecil, tingkat kesuburan tanah dan tata letak negaranya begitu eksotis dan bagus. Tidak salah jika ke empat negara besar lainnya ingin bekerja sama bisnis dalam hal ekonomi pangan dan rempah-rempah dengan negara Xuilin.

Tidak hanya wilayah ekonominya yang bagus, tingkat keamanan negara Xuilin juga lumayan baik. Bahkan demi menjalin hubungan baik dengan negara Xuilin, ke empat negara besar rela menikahkan putri mereka sebagai kontrak kerja sama antar negara, atau dengan kata lain pernikahan politik.

Namun perkembangan negara Xuilin mulai menurun beberapa tahun belakangan ini semenjak Feng Kim menjadi Kaisar. Kerja sama dengan beberapa negara besar juga mulai renggang, hasil pangan petani juga menurun karena negara Xuilin terus-menerus mengalami musim kemarau.

Kaisar Feng Kim terus berusaha menutupi kerusakan negara Xuilin dengan cara apa pun.

Suatu hari ketika permaisuri Shu Hua melahirkan seorang putri yang cantik, rakyat, dan anggota istana juga cukup bahagia beranggapan bahwa putri Shua Xie adalah lambang keberuntungan di tengah kekacauan. Namun, siapa sangka seorang peramal kerajaan mengatakan bahwa putri Shua Xie adalah sumber bencana negara Xuilin karena memiliki mata berwarna merah.

Kaisar Feng Kim juga langsung tersadar akan legenda Mata Merah pembawa bencana. Secara kebetulan juga awal bencana negara Xuilin terjadi ketika permaisuri Shu Hua mulai mengandung putri Shua Xie dan sampai sekarang kemajuan negara Xuilin semakin menurun drastis. Dari itulah rakyat dan para pejabat bahkan anggota bangsawan menganggap kehadiran putri Shua Xie adalah sumber bencana.

***

Shua Xie sekadar melihat-lihat kondisi alun-alun kota Xuilin. Walaupun kota terlihat begitu ramai seperti tidak terlihat ada bencana, tapi Shua Xie bisa melihat begitu mahalnya kebutuhan pangan dijual. Pemasaran para penjual terlalu tinggi hingga tingkat penghasilannya tidak terlalu banyak.

Menurut pandangan Shua Xie, semua kekacauan ini bisa ditangani. Sebagaimana ayahnya sebagai wali kota bisa menghadapi berbagai macam masalah, mulai dari korupsi, ekonomi, politik, hukum dan hubungan antar kota. Di dunia modern, Shua Xie sempat belajar tentang kehidupan politik dari ayahnya. Bakat ayahnya mengurus dunia politik juga menurun pada Shua Xie.

Pandangan Shua Xie tertuju pada sebuah kereta kuda kerajaan cantik yang berjalan dengan kecepatan sedang. Shua Xie dapat menebak bahwa itu adalah tamu penting yang dimaksud pelayan istana.

'Sepertinya kaisar mau melakukan hubungan dengan negara lain supaya bisa membantunya menyelesaikan masalah negara Xuilin. Huh ... dasar kaisar bodoh. Jika saja di sini ada ayah seharusnya masalah ini bukan masalah besar baginya.'

Rombongan kereta kuda itu melewati Shua Xie. Shua Xie yang memandang jendela kereta kuda itu tanpa sengaja melihat seorang pria berbaju putih juga sedang melihat ke arahnya.

'Apakah pejabat negara tetangga?' tanya Shua Xie dalam hatinya.

Untunglah Shua Xie memakai topeng dan jubah saat keluar istana, jika tidak Shua Xie bisa diamuk rakyat karena keluar dari kuil Renungan. Tidak ada rakyat yang tahu bahwa Putri Shua Xie ada di istana, hanya anggota kerajaan saja yang tahu.

Setelah kereta kuda itu sudah menjauh, Shua Xie melanjutkan perjalanannya lagi. Tidak lama berjalan, Shua Xie tertarik dengan satu paviliun yang lumayan besar. Shua Xie pun masuk ke dalam dan melihat begitu banyak para pendekar di dalamnya.

Paviliun itu adalah paviliun Serikat Bulan Sabit, tempat di mana para pendekar seperti Shua Xie bisa menghasilkan uang sendiri dengan kekuatan mereka. Para pendekar akan menerima misi dari paviliun, memburu monster spirit, dan mengambil inti monster spirit lalu dibeli sesuai kualitas barang.

Semakin tinggi kualitas inti maka semakin tinggi harga jualnya di paviliun Serikat Bulan Sabit. Cara mengetahui kualitas inti adalah melihat tingkat kekuatan monster spiritnya.

Shua Xie memandang papan besar yang terpajang di tembok. Papan besar itu adalah papan tempat nama monster spirit, tingkat level, dan harganya tukarnya. Tingkatan monster spirit dibagi menjadi tiga, pertama tingkat rendah, lalu tingkat menengah, dan yang terakhir tingkat tinggi.

'Semakin kuat hewan spirit maka semakin tinggi harganya.' Mata Shua Xie langsung tertuju pada tingkat tinggi, tidak tertarik dengan tingkat menengah atau rendah. Bagi Shua Xie semakin kuat lawan maka akan semakin menantang untuknya.

Saat sedang asyik mencari nama-nama hewan spirit yang paling kuat, tiba-tiba seorang pria berbadan besar muncul dan. sengaja menyenggol bahu Shua Xie, tapi yang terjatuh malah pria berbadan besar itu. Spontan Shua Xie melirik tajam ke pria itu.

"Kenapa kau memandangku?! Yang salah itu kau berdiri sembarangan bahkan membuatku sampai jatuh!? Cepat minta maaf padaku! Atau tidak kubunuh kau di sini!" bentak pria berbadan besar itu sangat keras sampai semua orang melihat ke arah sumber suara.

"Astaga itu kan Ogher, siapa orang bertopeng itu? Berani sekali mencari masalah dengan Ogher."

"Bahaya Ogher marah! Pasti orang bertopeng itu akan mati!"

"Kasihan sekali orang bertopeng itu. Kalau aku jadi dia, aku tidak akan cari masalah dengan Ogher, cepatlah minta maaf pada Ogher."

"Sebaiknya kau bersujud supaya Ogher memaafkanmu."

Beberapa pendekar mulai berbisik bahkan memberi saran pada Shua Xie setelah mengetahui yang berteriak tadi adalah Ogher. Di negara Xuilin, Ogher lumayan terkenal karena kuat dan memiliki kulit tubuh yang keras, bahkan pedang biasa bisa patah jika dipukulkan ke tubuhnya.

Beberapa para pengurus Paviliun juga mulai bersembunyi sebab tidak ingin ikut campur dengan masalah Ogher. Siapa pun yang berani mencari masalah dengan Ogher selalu berakhir tidak baik.

Ogher adalah pendekar tingkat Prajurit Ahli level 3, salah satu anggota dari Golden Tiger yang terkenal sebagai aliansi terkuat di negara Xuilin. Ogher juga terkenal tidak berperasaan pada siapa pun, dia tidak akan segan membunuh siapa pun yang membuatnya suasana hatinya tidak senang.

Shua Xie tersenyum kecil di balik topengnya. "Minta maaf? Seharusnya Anda yang minta maaf padaku," balas Shua Xie dingin lalu berbalik, hendak meninggalkan Ogher. Menurut Shua Xie berurusan dengan Ogher hanya akan membuang waktunya saja.

Baru selangkah Shua Xie berjalan, Ogher langsung memegang bahu Shua Xie dengan kuat. Dan refleks dengan kecepatan tinggi Shua Xie langsung menarik tangan besar Ogher dengan ke dua tangannya lalu membantingnya ke lantai.

Shua Xie juga langsung mengambil belati yang terselip di pinggang Ogher lalu meletakkannya di leher Ogher sambil menatap Ogher tajam.

Ogher terkejut hebat setelah mengetahui kehebatan orang bertopeng yang sanggup membuatnya terbaring di lantai dengan keras, bahkan membuat punggungnya menjadi sakit. Sebelumnya tidak banyak orang yang bisa melakukan ini pada Ogher. Tidak hanya itu bahkan Shua Xie juga hendak menggores lehernya dengan belatinya sendiri. Kecepatan Shua Xie barusan sangat mengejutkan Ogher. Tidak hanya Ogher yang terkejut, yang menyaksikan pun juga terkejut. Mereka tidak bisa melihat jelas kenapa Ogher tiba-tiba terbanting ke lantai.

Suasana menjadi hening, sulit bagi mereka berkata setelah menyaksikan kekuatan orang bertopeng itu. Shua Xie segera berdiri tegak lalu melemparkan belati itu ke lantai tepat di samping kepala Ogher. Ogher begitu terkejut sampai berkeringat dingin saat belati itu menancap di samping kepalanya, dan untungnya tidak tepat di kepalanya.

"Sebaiknya jangan pernah cari masalah lagi denganku. Lain kali aku tidak akan segan melukaimu," tegas Shua Xie pada Ogher. Mengancam keselamatan Ogher.

Shua Xie melangkah mendekati meja tempat pengurus Paviliun menerima tamu. Pengurus itu menatap Shua Xie takut setelah mengetahui kekuatannya lebih hebat dari Ogher.

"Berikan aku misi tingkat tinggi," ucap Shua Xie serius.

"Ba-baik, Master," jawab pengurus itu sedikit gelagapan.

Suasana yang tadinya tegang kini kembali membaik. Namun, para pendekar lain menjadi lebih berhati-hati lagi dengan Shua Xie, seolah tidak berani mencari masalah dengannya. Beberapa orang juga berbisik terkejut tidak percaya bahwa Ogher kalah dengan orang misterius yang bahkan berbadan lebih kecil dari Ogher.

'Huft ... sepertinya akan susah mencari rekan jika seperti ini. Padahal aku ingin mencari rekan dan mendirikan pasukan sendiri,' keluh Shua Xie dalam hatinya. Sedikit menyesal telah melakukan tindakan seperti tadi yang membuat suasana menjadi runyam.

***

Setelah mendapat lencana khusus dari serikat paviliun Pemburu monster Spirit. Shua Xie langsung pergi keluar hendak kembali ke istana. Shua Xie berpikir akan menjalankan misinya besok memburu hewan spirit macan Bulan Emas di hutan Kukazu sendirian. Hutan Kukazu adalah tempat berbagai jenis monster spirit berkumpul, terutama macan Bulan Emas yang akan diburu Shua Xie.

Baru saja beberapa langka menjauh dari paviliun tiba-tiba ada suara teriakan memanggil Shua Xie.

"Master Shu. Tunggu sebentar!"

Shua Xie membalikkan badannya dan melihat Ogher berdiri tidak jauh di belakangnya. Shua Xie menaikkan sebelah alisnya lalu menghela nafas pelan.

'Kenapa si bodoh ini malah mengejarku? Jangan-jangan dia masih mau melanjutkan masalah tadi. Apa aku salah terlalu baik tadi padanya? Seharusnya aku lukai saja tadi kaki atau tangannya,' keluh Shua Xie dalam hatinya sambil menatap Ogher dengan tatapan malas meladeni.

"Masih kurang peringatkan tadi?" balas Shua Xie sambil melipat tangannya di dadanya.

Ogher melangkah cepat mendekati Shua Xie lalu bertekuk lutut di hadapan Shua Xie. Semua orang yang melihat terkejut hebat, mengira bakal akan menyaksikan pertarungan seru, tapi malah sebaliknya. Shua Xie juga terkejut dengan tindakan Ogher.

"Master terimalah saya menjadi muridmu!" seru Ogher keras sambil bersujud di tanah.

Suasana semakin hening, Shua Xie terkejut hebat bahkan sampai tersedak sendiri. Semua orang menatap Ogher tidak percaya akan bersujud di hadapan orang misterius. Untuk orang yang tidak tahu masalah apa yang tadi Ogher hadapi, tentunya mereka akan sangat terkejut. Ogher yang terkenal kuat fisik akan tunduk di hadapan seorang bertubuh kecil yang terlihat begitu lemah.

"Master terimalah saya menjadi muridmu! Melihat kekuatan Master yang begitu kuat, saya begitu terkesan. Izinkan saya menjadi muridmu Master!" Sekali lagi Ogher berseru kencang.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amelia Bangkit, Balas Dendam Dimulai
9.2
Setelah delapan tahun berjuang demi kehamilan, Amelia justru mendapati suaminya, Aditya, berselingkuh dengan Nasywa yang tengah mengandung. Dorongan kasar Aditya mengakibatkan Amelia keguguran dan kehilangan segalanya. Lima tahun berlalu, Amelia bangkit menjadi sosok sukses dan berkuasa. Saat Aditya kembali dalam kondisi hancur untuk memohon pengampunan, Amelia hanya menatapnya dingin. Baginya, wanita lemah yang dulu mencintai suaminya itu telah lama mati.
Sampul Novel Bodyguard Mafia Seksi
8.4
Drystan Cordner tidak menyangka akan menjadi pengawal pribadi Avyana Burcardo, putri mafia yang gemar mengoleksi pria tampan. Di tengah godaan Avyana yang intens, Drystan berjuang keras menjaga profesionalitas meski hatinya goyah. Avyana sendiri merasa geram karena Drystan terus menekankan batasan status atasan dan bawahan di antara mereka. Akankah Avyana berhasil mengubah sosok Drystan yang polos menjadi pria yang lebih agresif dalam hubungan ini?
Sampul Novel Harga Diri Seorang Wanita
8.1
Jenna Ren berdiri di tepi atap rumah sakit dengan lengan berdarah dan hati hancur. Saat nyaris melompat, ia melihat suaminya datang bersama wanita lain. Jenna sadar bahwa kematiannya hanya akan memberi mereka kebahagiaan. Setelah menderita hingga keguguran, ia bangkit untuk membalas dendam. Jenna membatalkan niat bunuh diri dan mendatangi Tuan Besar Kim. Sambil berlutut, ia memohon kekuasaan demi menghancurkan orang-orang yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel Ibuku dijadikan pengasuh anak anak kakakku
8.9
Alih-alih dirawat dengan penuh kasih, ibu justru dipaksa menjadi pengasuh bagi kedua anak Sarah. Kakakku itu sungguh tega menyiksa ibu di saat aku sedang berjuang jauh di luar negeri. Namun, masa-masa penderitaan ibu akan segera berakhir. Kepulanganku kali ini membawa misi tunggal untuk menuntut keadilan. Aku tidak akan tinggal diam dan siap membalas setiap tetes air mata serta perlakuan buruk yang telah Sarah lakukan kepada ibu tercinta.
Sampul Novel Jebakan Utang Mafia
8.8
Evelyn Rossi terjebak utang warisan kakeknya pada Riccardo Valentini, pemimpin Kartel La Sanguina yang kejam. Bekerja di kedai pizza yang menjadi kedok transaksi ilegal, Evelyn menjadi target obsesi sang mafia. Meski sempat kabur dan dilindungi bos mafia Rusia, Nikolai Volkov, selama empat tahun, Riccardo akhirnya menculik Evelyn kembali. Kini, Evelyn terperangkap dalam persaingan berdarah antara Riccardo yang posesif dan Nikolai yang mencintainya secara mendalam.
Sampul Novel Pacarku Anak Jendral
8.0
Sam melarikan diri ke kota Malang tepat saat ujian seleksi tentara dimulai demi menghindari paksaan ayahnya. Tanpa sengaja, ia terlibat perkelahian dengan komplotan pencopet dan justru berakhir menjadi pemimpin baru mereka. Di bawah kendalinya, kelompok kriminal tersebut perlahan bertransformasi ke jalan yang benar. Di tengah perubahan hidupnya, Sam bertemu seorang mahasiswi yang seketika mencuri hatinya sejak pertemuan pertama mereka di sana.