APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pesona Ibu Susu Anakku

Pesona Ibu Susu Anakku

Bima terkejut saat Jenny, gadis SMA yang pernah ia bantu, kini menjadi ibu susu anaknya. Meski masih muda, Jenny tengah mengandung, memicu misteri tentang masa lalunya. Pesona Jenny perlahan memikat hati Bima meski ia sudah beristri. Sebuah kesalahpahaman akhirnya memaksa mereka menikah siri. Bima berniat menceraikan istri pertamanya, Soraya, demi Jenny, namun Jenny menolak menyakiti sesama wanita. Akankah Soraya bertahan atau justru tersingkir dari posisi istri sah?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Siapa kamu?" tanya Jenny, suaranya tegang dengan kekhawatiran. Dia melangkah mundur ketika pria itu ragu-ragu di ambang pintu, tampak tidak yakin dengan langkah selanjutnya.

"Kenapa kamu panggil aku Bapak? Biasanya kan Mas?" Pria itu semakin mendekat, membuat Jenny tersandung ranjang dan terjatuh di atas kasur.

Bruk!

Jenny terbelalak kaget, matanya membulat sempurna. Pria itu langsung naik ke atas kasur dan mendekatinya. Jenny berusaha mendorongnya, tapi tubuhnya lemas karena takut.

"Jangan ...," bisiknya, suaranya terengah-engah.

Pria itu menunduk, wajahnya mendekat ke wajah Jenny. Jenny menutup matanya erat-erat, tubuhnya gemetar hebat. Rasa takut mencengkeram jiwanya, apalagi saat pria itu memaksa untuk menci*mnya.

***

"Halo, ada apa, Mbak?" tanya seorang pria dewasa yang baru saja mengangkat sambungan telepon dari babbysitter anaknya.

Dia bernama Bima Pradipta, seorang pria tampan berusia 33 tahun yang menjadi CEO sukses dibidang kuliner. Dia memiliki 5 restoran mewah diberbagai kota dan salah satunya yang paling terkenal adalah di ibu kota Jakarta.

"Pak Bima, Nona Kaila muntah-muntah lagi. Dia juga demam tinggi," papar wanita dari seberang sana yang mana membuat Bima membulatkan matanya.

"Aku akan segera pulang, Mbak." Bima menutup telepon. Lalu dia bangkit dari kursi kerjanya seraya membenarkan jas dan berlalu pergi meninggalkan kantor menuju rumahnya.

Saat tiba di rumah, Bima terkejut bukan main melihat anak semata wayangnya yang berusia 4 bulan itu tampak pucat dalam gendongan Weni, sang babbysitter.

Cepat-cepat dia pun membukakan pintu mobil untuk wanita itu masuk, kemudian masuk juga dan mengemudi.

"Apa Kaila alergi susu lagi, Mbak?" Sembari menyetir dengan kecepatan full Bima menoleh pada Weni, pria itu terlihat begitu cemas dan amat takut melihat kondisi anaknya.

"Sepertinya iya, Pak. Nona Kaila alergi lagi."

Bima mengusap wajahnya kasar. Anaknya itu memang sejak lahir alergi susu formula, mungkin sudah berbagai macam dia coba sampai dengan tadi siang itu. Tetapi nyatanya perut Kaila tak mau menerima dan berujung pada kondisinya yang sering sakit-sakitan.

Diare dan muntah selalu sering terjadi setelah dia usai menyusu.

Sebenarnya, Bima sendiri masih mempunyai istri. Dia bernama Soraya Ardiana, seorang selebgram cantik dan seksi yang memiliki follower 5 juta.

Memiliki cukup banyak penggemar pada akun media sosial membuat Soraya selalu menjaga penampilannya. Dan itu juga alasannya mengapa dia berhenti menyusui setelah seminggu melahirkan. Karena menurutnya, dengan menyusui tubuhnya akan menjadi gendut dan jelek.

Sudah cukup dulu saja ketika hamil, timbangannya naik sampai 60 yang sebelumnya hanya 50. Sekarang setelah dia berhenti menyusui, timbangan Soraya sudah 53 dan targetnya untuk kembali ke 50.

Memang bagus menjaga penampilan untuk selalu tetap cantik, tetapi tak bagus juga jika dilakukan bukan untuk suami, melainkan untuk para penggemar.

Bima sendiri tak pernah mempermasalahkan bagaimana berat badan istrinya. Jujur, ada rasa lelah di dalam hati melihat kelakuannya itu. Sering berfoto dengan pakaian seksi, membeli barang-barang yang tidak terpakai, jarang ada di rumah, dan yang paling utama dia juga jarang memuaskannya di atas ranjang.

Bima sudah capek kerja di kantor, saat pulang ingin dimanjakan oleh istrinya. Tetapi dia tak pernah mendapatkan hal itu.

Di dalam perjalanan itu mendadak turun hujan yang lumayan deras, Bima segera mengurangi kecepatan. Dari kejauhan terlihat ada seorang gadis yang memakai seragam putih abu-abu sekolah dengan jaket hitam tengah melambaikan tangan di depan.

Entah karena alasan apa, tetapi terlihat jelas gadis itu seperti meminta pertolongan. Wajahnya yang basah karena air hujan itu meringis, tangannya menyentuh perut.

Meski sedang keadaan genting, nyatanya Bima tak tega melihat seseorang kesusahan. Lantas dia pun memberhentikan mobilnya dan menurunkan kaca.

"Om ... boleh aku minta tolong?" pinta gadis itu. Setelah dilihat lebih dekat, wajahnya sangat cantik. Tetapi tampak pucat.

"Tolong apa?"

"Antarkan aku ke rumah sakit, Om. Aku mau melahirkan."

Bima terkejut dengan mata yang terbelalak, sungguh dia benar-benar tak menyangka jika gadis itu sedang hamil. Sebab perutnya tak terlihat buncit, mungkin itu efek bajunya yang besar dan jaket yang dia pakai cukup jumbo.

Sudah begitu dia juga terlihat masih belia. Bima yakin, jika gadis itu hamil pasti karena pergaulan bebas.

"Ayok cepat masuk! Aku juga kebetulan mau ke rumah sakit."

Gadis itu mengangguk, sambil menahan rasa sakit pada perutnya dia berusaha naik ke mobil, lalu duduk di kursi belakang.

***

Setelah tiba, Bima langsung turun dari mobil kemudian berteriak.

"Tolong bawakan brankar untuk wanita yang mau melahirkan!" teriak Bima pada siapa saja yang mendengar.

Sebelum itu dia sudah menyuruh Weni untuk membawa Kaila ke UGD. Nanti biar dia menyusul. Tak mungkin juga dia meninggalkan wanita hamil begitu saja.

Sayang sekali, beberapa kali meminta tolong tak mendapat respon. Perawat dan satpam pun tak terlihat di mana-mana.

"Om ... tolong aku, bayiku sudah ingin keluar," lirih gadis itu sembari mengatur napasnya naik turun. Aliran darah segar dan air kekuningan itu mengalir dari paha menuju betis, dia sudah sangat tak kuat ingin segera mengeluarkan bayi yang ada di dalam kandungannya.

Bima segera menggendongnya, lalu berlari menuju ruangan bersalin. Dia merebahkan gadis itu di atas ranjang persalinan, dan ada dokter wanita berambut pendek yang datang menghampirinya. Dia memakai masker medis, penutup kepala dan sarung tangan.

"Dok, dia mau melahirkan," ujar Bima seraya menatap gadis itu dan langsung dianggukan oleh dokter.

Baru saja Bima hendak melangkah keluar dan membuka pintu, tetapi lengannya segera dicekal oleh suster.

"Bapak mau kemana? Temani istri Anda melahirkan!"

"Tapi aku bukan suami ...." Ucapan Bima menggantung kala tiba-tiba suster itu sudah menarik kasar tangan Bima, membawanya hingga duduk di kursi kecil di samping gadis itu.

Bima terlihat bingung harus bagaimana, dia memang sudah pernah mengantar istri melahirkan tetapi dulu Soraya melakukan operasi cesar. Dan saat ini sekujur tubuhnya merinding akibat mendengar suara erengan gadis yang kini tengah berjuang melahirkan.

"Eeeuughhhh!" lenguh gadis itu sekuat tenaga, matanya mendelik ke atas menatap cahaya lampu.

Salah satu tangannya memegang besi ranjang.Tetapi yang satunya justru refleks terulur ke arah pundak Bima, lalu mencengkeram kuat hingga membuat pria itu terbelalak dan merintih.

"Aaww!" pekik Bima.

"Sakit banget, Dok!" seru gadis itu sambil menangis, sekujur tubuhnya terasa tegang dan sakit. Apa lagi pada inti tubuhnya.

"Sedikit lagi keluar Nona, tarik napas pelan-pelan ... lalu keluarkan," ujar dokter itu memberikan instruksi. Gadis itu pun langsung melakukannya.

Disisi lain, ingin rasanya Bima menepis tangan gadis itu yang sejak tadi berada di pundaknya. Selain sakit dengan cengkramannya, dia juga ingin pergi dari sana untuk melihat kondisi anaknya.

"Eeeuughhhh ... huh ... huh ... huh ... Eeuuugh!" Gadis itu mengejen lagi, dia mengatur napasnya naik turun dan kembali melakukan hal yang sama.

Dut!

Terdengar suara nyaring yang berasal dari pantat Bima yang menempel kursi, mendadak perutnya mules dan seperti ingin ikut mengejen juga.

'Sakit perut lagi, pengen berak.' Bima baru menarik tubuhnya untuk bangun, tetapi tangan gadis itu sudah berpindah pada rambut kepalanya. Dia menjambak kasar dan menjegen lagi.

"Aawww! Sakit!" teriak Bima.

"Eeeuughhhh ...!" Satu tarikan napas akhirnya dia berhasil mengeluarkan bayi itu dengan selamat.

"Alhamdulillah," ujar dokter sambil menghela napasnya dengan lega.

Bayi yang masih terlihat merah itu berada dalam gendongannya, tetapi kening dokter itu seketika mengerenyit heran sebab bayi itu terlihat diam saja dan matanya terpejam.

Bahkan saat baru keluar pun dia tak menangis.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arrogant vs Crazy
9.6
Mencari nafkah tak semudah kisah fiksi. Nesta, gadis lulusan SMA bertubuh mungil, harus berjuang keras demi menyambung hidup. Keajaiban datang saat PT Taruna menerimanya sebagai office girl. Namun, nasib sial menimpa ketika bos angkuh memecatnya di hari pertama kerja. Nesta tak menyerah begitu saja karena ia sangat membutuhkan uang halal. Strategi gila apa yang akan ia lancarkan agar bisa bertahan di sana dan menghadapi sang atasan yang sombong?
Sampul Novel Bukan Mauku Menjomlo
9.4
Menjadi wanita lajang di atas usia tiga puluh tahun membuat Hasmi Azzahra kenyang akan cibiran tetangga. Sebagai perawat di desa, ia sering dicap tidak laku, namun Hasmi memilih tetap santai menghadapi tekanan sosial tersebut. Baginya, pernikahan adalah komitmen panjang yang butuh pertimbangan matang, bukan sekadar asal pilih demi status. Meski rindu akan belahan jiwa, Hasmi tetap teguh menanti jodoh yang tepat sambil bertahan di tengah nyinyiran orang sekitarnya.
Sampul Novel Gelora Berbahaya Sang Pengacara
9.8
Demi melunasi utang orang tuanya kepada mucikari, Madona nekat menjebak pengacara bernama Ardan demi uang 500 juta rupiah. Namun, rencana tersebut berbalik menjadi petaka bagi Madona saat video skandal mereka justru membawanya ke dalam masalah besar. Alih-alih mendapatkan harta, ia justru terkurung di kediaman Ardan. Di tengah situasi penuh tekanan ini, akankah benih cinta mulai tumbuh, ataukah hanya rasa benci yang akan mewarnai hubungan mereka?
Sampul Novel Istri Sah Hanya Dianggap Pembantu
9.2
Aluna Maheswari menderita akibat sikap dingin Renandio serta pengkhianatan keluarga besarnya. Usai menggugat cerai, ia bertemu Dion Ardianata, duda kaya yang membesarkan putranya, Elvano, sendirian. Hubungan mereka bermula saat Aluna menyelamatkan Elvano dari kecelakaan. Bocah yang merindukan kasih sayang ibu itu pun mulai melekat padanya. Meski benih cinta tumbuh, masa lalu yang kelam dan orang-orang yang iri menjadi penghalang besar bagi kebahagiaan baru mereka.
Sampul Novel Kecanduan Istriku yang Bermuka Dua
9.7
Julien menyangka Kelsey adalah wanita lemah yang butuh dilindungi, namun dugaannya salah besar. Kelsey justru sangat tangguh dan kerap terlibat perkelahian fisik hingga membuat Julien kewalahan menghadapi laporan kekerasannya. Meski lelah dengan tingkah sang istri, Julien merasa kecanduan dan tak mampu melepaskannya. Situasi memuncak saat Kelsey nekat kabur membawa anak mereka. Akankah obsesi Julien pada istri bermuka duanya ini berakhir dengan kebahagiaan?
Sampul Novel Lovely Rivalry
8.5
SMA Melody menjadi saksi perseteruan Kayana Setyawan, sang Ratu Es kaya raya, dengan Naruga Indra, jenius fisika sederhana. Perbedaan kasta memicu konflik tajam hingga insiden berdarah di sekolah memaksa keduanya bekerja sama. Kayana mengandalkan hartanya sementara Ruga memakai logika murni untuk mengungkap misteri siswa koma. Di tengah rivalitas sengit, tumbuh cinta tak terduga yang menguji prinsip mereka. Mampukah integritas menyatukan dua dunia yang berbeda?