APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Random Husband

Random Husband

Fransisca, atau Caca, terjebak dalam kebohongan besar setelah rencana pernikahannya dengan pebisnis asing gagal total. Karena terlanjur sesumbar, ia merasa sangat malu untuk mengakui kebenaran di depan teman-temannya. Saat didesak dalam sebuah pesta, rasa panik membuatnya melakukan aksi nekat. Tanpa berpikir panjang, Caca menunjuk seorang pria asing secara acak dan mengklaimnya sebagai calon suaminya demi menyelamatkan harga dirinya saat itu.
Bab
Bagikan

Bab 1

Jalanan kota terlihat begitu macet dipadati berbagai jenis kendaraan. Mulai dari yang harga dibawah rata-rata hingga mampu meratakan dompet sampai tak berbekas telah berjajar rapi. Gedung-gedung yang menjulang menantang langit tak pernah lelah untuk bekerja. Manik mata wanita berbalut setelan kerja yang elegan tampak panik menatap jamnya karena waktu terus bergulir, sementara dirinya harus sudah sampai di pagelaran busana.

Rasa penantian menunggu celah jalan untuk sampai ke tempat tujuan, akhirnya telah berada diambang batas. Gadis bermata hazel yang tajam itu memutuskan meninggalkan taksi yang ia tumpangi. Pandangannya merajalela ke mana-mana mencari suatu kendaraan yang bisa membawanya pergi secepat mungkin. Namun, hasilnya tetap nihil. Ditekannya keyword ponselnya untuk menulis pesan kepada asistennya bahwa dirinya tak bisa datang.

Kaki jenjang itu memutuskan berjalan ke arah sebuah restoran khas Italia yang lumayan jauh dari tempat ia berdiri. Di bawah terik sang raja siang gadis itu melangkah sambil mengibas-ibaskan kipas lipat yang selalu dibawa ke mana-mana. Tak lupa kacamata hitam ia kenakan sebagai milineris.

Meski menggunakan hak tinggi perempuan itu tetap bisa  berjalan dengan cepat. Namun, tetap anggun. Dibukanya pintu restoran sambil menyelipkan anak rambutnya yang menjuntai terbawa angin. Setiap pandangan mata tertuju padanya. Tidak hanya pria, tetapi juga para wanita. Jika pria memandang gadis itu dengan tatapan memuja sementara para wanita akan iri dengan kecantikannya. Wajah tirus dengan mata sipit dan hidung mancung serta bibir alami merah menggoda membuat siapa pun langsung terkesima, kecuali seorang pria yang sedang asyik menikmati pizza-nya.

Gadis bermata hazel itu kebingungan tatkala melihat kursi-kursi telah penuh. Akhirnya, netranya menangkap sebuah meja yang masih menyisakan bangku kosong. Ia langkahkan kakinya ke tempat itu dengan senyum mengembang.

"Permisi," ujarnya halus pada pria yang menempati salah satu kursi di meja itu.

"Ya."

"Maaf, bolehkah saya duduk di sini? Meja lain bangkunya sudah terisi semua," pintanya dengan diakhiri senyuman manis.

Pria itu hanya mengangguk. Setelah diperkenankan duduk gadis bermata hazel itu langsung memesan chicken parmigiana. Sementara untuk minuman dirinya memesan segelas jus jeruk.

"Ngomong-ngomong perkenalkan nama saya Fransisca." Gadis bermata hazel itu mengulurkan tangannya, tetapi pria di depannya tak ujung menjabat tangannya. Fransisca dengan senyum dipaksakan menarik tangannya perlahan. Dirinya kesal sebelumnya tak ada pria yang sanggup menolak pesonanya, tetapi hari ini kehormatannya merasa direndahkan.

"Aku sudah tahu." Akhirnya, lelaki itu membuka suaranya yang masih sibuk dengan ponsel di tangannya.

"Pasti Anda pernah melihat saya di televisi atau majalah," ujar Fransisca dengan nada yang rendah dan sopan meski batinnya kesal.

"Apakah kau seterkenal itu?" Terdengar jelas nada mengejek di sana. Benar-benar kesabaran Fransisca sedang diuji. Untungnya itu tempat umum dan berkelas sehingga tak mungkin gadis berhazel itu meluapkan amarahnya di sana.

"Lalu, Anda tahu dari mana?" tanya Fransisca dengan nada seramah mungkin dan tatapan lembut.

"Aku mengenalmu, makanya tahu," jelasnya dengan nada sinis.

Fransisca mengernyitkan dahinya. Mencoba mengingat-ingat siapa lelaki tampan nan menyebalkan di depannya. Namun, hasilnya nihil.

"Benarkah? Anda siapa, ya?" Ditatapnya lelaki itu lekat.

"Sepuluh tahun tak berjumpa ternyata penyakit pikunmu sudah bertambah parah. Dasar, Permen!" Suara lelaki ini begitu terdengar tak bersahabat.

Fransisca mengingat betul hanya satu makhluk yang memanggilnya dengan sebutan 'Permen' karena nama panggilannya adalah Caca, tetapi pria itu memplesetkan menjadi Permen Chacha. Dialah Arvano, salah satu pemuda idaman di sekolahnya sewaktu SMA.

"Oh, kau Vano." Tunjuk Caca kepada pemuda di depannya. Pria itu hanya tersenyum masam.

"Aku tak menyangka bisa bertemu lagi dengan pangeran sekolah yang paling menyebalkan. Kau bekerja di mana, Van?" tanya Fransisca sambil mengamati apa saja yang dikenakan pria itu. Ditatapnya jam rolex yang melingkar di pergelangan Vano yang harganya pasti sangat mahal. Dapat disimpulkan lelaki di hadapannya memiliki penghasilan yang luar biasa.

"Kenapa aku harus memberi tahumu? Emang itu penting?"

"Emh, tidak. Kau terlihat sangat mapan sekarang. Pastinya kau bukan pegawai biasa, tetapi aku tidak melihat cincin pernikahan di jemarimu. Bukankah akan mudah mendapatkan istri jika kau tampan dan mapan?"  ujar Fransisca tanpa basa-basi. Dirinya memang suka berbicara pada intinya.

"Itu bukan urusanmu. Seperti kau sudah menikah saja." Vano menatap Fransisca dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Ya, aku memang belum menikah karena aku tak percaya cinta. Kalau kau kan beda."

Vano terkekeh.

"Wanita sepertimu memang tidak akan pernah menikah. Kau hanya suka harta dan takhta. Mana mungkin kau mau mengurus suami dan anak-anak,"

ujar Vano dengan tatapan mencemooh.

Fransisca menggeleng sambil mengiris dagingnya, lalu melumurinya dengan saus.

"Tidak-tidak. Itu tak benar. Tentu saja aku ingin menikah meski ada atau tanpa cinta. Ya, kau benar aku sangat menyukai uang makanya aku ingin menikah dengan lelaki tampan dan mapan tapi setiap pria yang kukenal yang telah memenuhi kriteriaku itu brengsek."

Fransisca memang tak pernah sungkan untuk mengatakan keburukannya yang sangat mencintai takhta dan harta. Dirinya memang besar di lingkungan para konglomerat yang saling jatuh-menjatuhkan hanya untuk setiap posisi. Siapa yang kuat dia yang bertahan, itulah yang menjadi acuan hidupnya.

"Jelas saja kau mencari calon suami di diskotik. Mana ada yang tak berengsek."

"Jangan sok tahu, Van. Aku mencari calon suami ya di tempat-tempat orang kaya raya berada. Seperti ladang bisnis."

"Mungkin kau harus merubah penampilanmu itu kalau kau seperti itu hanya pria mata keranjang yang tertarik dengan wanita yang memakai pakaian kekecilan," ejek Vano tanpa melihat wajah Fransisca yang telah ia pastikan sangat kesal.

"Terserahlah, memang bentuk tubuhku yang bagus bukan kekecilan. Kadang aku senang ada yang memuji bentuk tubuhku yang indah dan kadang aku juga sebal dengan orang-orang sepertimu yang merendahkanku. Apa aku harus pakai pakaian mumi saja baru orang-orang bisa diam tak menghujatku lagi?" tanya Fransisca sebal.

Notes:

Hazel: Mata cokelat khas Asia

Milineris: Pelengkap Busana

Tbc ...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Godaan Berdosa: Tuan Playboy Miliuner Memohon Kembali Padaku
9.3
Iris diadopsi keluarga Stewart sejak kecil dan berakhir menjadi kekasih rahasia Vincent, pamannya sendiri. Di balik citra playboy sang CEO, Iris merasakan sisi dingin pria itu secara langsung. Harapan Iris hancur saat lamaran tulusnya ditolak mentah-mentah oleh Vincent yang lebih memilih pertunangan bisnis. Demi mengakhiri penderitaan, Iris nekat menerima lamaran seorang pengacara. Namun, saat hari pernikahan tiba, Vincent justru datang bersimpuh memohon agar Iris tidak pergi darinya.
Sampul Novel Cinta Tersayat Dendam
9.5
Arta adalah wanita tangguh yang fokus pada karier meski sering diremehkan karena penampilannya yang bersahaja. Pernah dicampakkan akibat perbedaan kasta, ia bertekad membuktikan nilainya tanpa banyak bicara. Kehidupannya berubah saat bertemu Evan, seorang pengusaha duda sukses. Kini, mereka harus bersatu menyelidiki dalang di balik kekacauan perusahaan masing-masing, sembari berjuang mempertahankan cinta yang terus diterjang badai dan dendam masa lalu.
Sampul Novel Cinta yang Membara: Tidak Bisa Melupakanmu
8.1
Diana, seorang yatim piatu, berhasil menikahi pria paling berkuasa di kota meski tanpa landasan cinta. Setelah tiga tahun, kehamilannya justru disambut dengan surat perceraian karena kesalahpahaman tentang kesetiaan masing-masing. Saat Diana bersiap pergi, sang suami justru berubah pikiran dan menyatakan perasaan aslinya. Kini Diana terjebak dalam dilema antara benci dan kasih sayang. Haruskah ia bertahan demi masa depan anaknya atau pergi selamanya?
Sampul Novel Gadis Perawan Untuk CEO
8.6
Devanka hampir kehilangan kesuciannya akibat ulah tetangganya, sebuah tragedi yang bisa mendatangkan kutukan karma bagi keluarganya. Di tengah kemelut itu, ia bertemu CEO arogan yang sedang mencari istri perawan. Pria kaya tersebut harus memenuhi wasiat sang kakek di ulang tahun ke-80. Bagi keluarga besar Hamzah yang berkuasa, menikahi gadis yang masih suci adalah kehormatan mutlak. Kini, nasib Devanka terikat pada ambisi keluarga konglomerat tersebut.
Sampul Novel Gairah Liar Tuan Xavier
8.5
Bella terjebak dalam situasi yang sangat mencekam saat ia berusaha keras menolak klaim sepihak dari Tuan Xavier. Meski Bella berteriak menentang takdir yang dipaksakan kepadanya, pria berkuasa itu dengan tegas menyatakan bahwa Bella kini menjadi miliknya sepenuhnya. Xavier tidak memberikan ruang sedikit pun bagi Bella untuk melarikan diri atau memberikan bantahan. Kini, Bella harus menghadapi obsesi liar sang tuan yang tidak mengenal kata penolakan.
Sampul Novel Kesalahan Cinta CEO: Balas Dendam Manisnya
8.2
Dunia Dayna runtuh saat Jon, pria yang ia cintai dalam diam, bertunangan dengan wanita lain. Enggan terpuruk, ia bangkit demi kebahagiaan sendiri. Karier Dayna pun melesat hingga menarik banyak pengagum baru. Jon yang menyesal berusaha kembali, namun Dayna hanya melempar senyum penuh teka-teki. Sebagai balasan, ia mengumumkan pencarian istri bagi sang CEO di internet dan menyebar nomor Jon ke berbagai situs kencan untuk mengacaukan hidupnya.