APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel SALAHKAH  BERPOLIGAMI

SALAHKAH BERPOLIGAMI

Bian terjebak dalam pernikahan yang penuh tekanan batin akibat perbedaan usia, pendidikan, dan gaya hidup mewah istrinya, Wiwit. Demi menghindari pertengkaran, ia memilih memendam kekesalan atas sikap boros sang istri. Namun, ketenangan semu itu terusik saat Bian mengunjungi cabang tokonya di luar kota dan bertemu Alma, sosok dari masa lalu yang belum terlupakan. Pertemuan ini memicu gejolak baru yang menguji kesetiaan serta prinsip hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Drttt... drrrttt nada pengingat pesan whatupp ku bergetar. Ternyata dari Wiwit.

[Ayah , kok lama banget padahal beli sotonya dekat saja kan? Nilam dan aku udah laper banget nih]

[Warung sotonya tutup, aku beli nasi goreng di dekat toko laptop. Kamu sabar dulu ya ]

[ Ya sudah , buruan!]

Bah menyebalkan, asal main perintah doang. ia pikir menyajikan tiga porsi nasi goreng hanya satu menit saja.

Kejutan lain menungguku di rumah, Sofie , Putri sulung kami sudah tiba di rumah, diantar oleh Pak Bas, sopir keluargaku. Tumben dia pulang siang-siang biasanya sore. Aku geleng-geleng kepala dan mengalah. Memberikan jatah nasi gorengku pada Sofie setelah ia merajuk dan cemberut. Aku berinisiatif membuat mie goreng instan dan membiarkan keluarga kecilku menikmati nasi goreng yang dengan susah payah kubeli tadi.

Untung pak Bas langsung kembali ke rumah orang tuaku, jadi aku tak perlu menyajikan menu mie instan untuknya. Tidak etis.

"Bunda , kenapa nggak kasih tau ayah kalo Sofie sudah pulang sih? " snentakku. Aku sudah Lelah dengan riwehnya hari ini.

" Ayah bagaimana sih , bunda juga udah kirim pesan ke ayah tapi ayah belum baca" jawab Wiiwit balas nyolot.

Begitu kulihat gawaiku,,, lhaa pantas. Dia mengirim pesan ketika aku on the way home alias dalam perjalanan pulang sehingga luput dari perhatian.

Sore yang kuharapkan akan santai tapi ternyata istriku memintaku menggendong si Bungsu Nizam yang sedang aktif-aktifnya berceloteh mengenal kata-kata yang di kenalnya.

"Yahh,,, yahhh,,, tuu..tuu cing,,,cing" katanya sambil menunjuk Sissy,kucing kampung kesayangan Sofie yang sedang bermain di halaman rumah.

Hanya sebentar tenang, tapi kemudian ia menjerit-jerit ketakutan melihat Sissy yang menggeram -geram dan mendesis keras karena berhadapan dengan kucing liar.

Mendengar tangisan Nizam, istriku tergopoh-gopoh menghampiri kami dan mengambil Nizam, "Yah, ayah baru sebentar ngasuh anak, kok malah udah nangis sih. Bunda lagi sibuk bikin the anget juga" gerutunya

"Makanya lain kali lebih sering sempatkan waktu main sama anak biar terbiasa liat tampang ayahnya...." Dugh omelan Panjang lebar istriku benar-benar memukul batinku yang memang jarang mengasuh si bungsu.

"Bun, ayah mau nanya yang tadi siang ya soal arisan-arisan yang bunda ikutin" aku mencoba mengorek berapa budget yang istriku keluarkan hanya untuk kegiatan yang amat dinikmati oleh para wanita.

"Kenapa lagi sih yah,,,,tadi kan bunda udah kasih tau kalau hanya tiga arisan yang bunda ikuti. Masa bunda harus ngurus anak dan rumah terus. Bunda juga mau dong bergaul dengan orang luar biar ap tu det dan nggak terkucil karena sendiri nggak mau ikut kumpul-kumpul" Kentara sekali wiwit jengah.

Mencoba sabar aku merangkul dan menenangkan istriku yang duduk di sisi ranjang bisa gawat kalau dia ngambek.

"Gini bun, bukannya ayah melarang.. tapi wajar kan sebagai suami, ayah juga ingin tahu kegiatan bunda dengan circle pergaulan di luar. Itu tandanya ayah peduli dan masih sayang rayuku"

Begitu senyum Wiwit terbit lagi. Aku pun menanyakan berapa urunan dana yang dipakai di tiap-tiap arisan. Mataku terbelalak mendengar penuturan Wiwit bahwa ia mengeluarkan dana sejuta untuk arisan dengan ibu-ibu kompleks perumahan, serta masing-masing dua ratus ribu untuk arisan antar wali kelas dan arisan keluarga. Ternyata sejuta empat ratus uang melayang karena arisan. Arisan ibu -ibu kompleks memang mahal karena hampir semua wanita di sekitar rumah berprofesi sebagai pengusaha, anggota legislative dan content creator dengan ratusan ribu atau jutaan follower.

"Trus Bun, besok kan ada arisan keluarga. Berapa orang yang mau kesini dan jam berapa mulainya"?

"Rencana besok yang dateng 30 orang dan datengnya jam 11 setelah itu makan siang dan setelah makan siang kami mulai arisan. Tapi Bunda pesen porsi menu lebih untuk jaga-jaga"

Bah jam sebelas, itukan jam kerja ya? Tapi aku tidak heran keluarga besar istriku dikampung memang tak ada yang bekerja di sektor formal dengan jam kerja yang tertata. Mereka bekerja sebagai petani, peternak ayam dan pemilik toko kelontong yang tentu saja mereka lebih fleksibel mengatur waktu. Apa katanya tadi porsi menu lebih??

"Tapi masalah konsumsinya bagaimana bun, beres?"

Wiwit menjawab bahwa ia sudah memesan lima puluh porsi bakso komplit pada pak Mardi penjual bakso langganan kami supaya praktis, risoles, biscuit, serta kue lumpur untuk konsumsi sedangkan hidangan pencuci mulut dari sirup dan rambutan yang ia beli tadi pagi.

Bakso saja harus pesen, kenapa nggak bikin sendiri saja sih. begini nih punya istri nggak doyan masak. Nggak mau repot gerutuku dalam hati. Akhirnya setelah drama satu hari full aku tidur meski dengan pikiran letih setengah mati.

"Ayah,, ayah nanti mau pergi ke toko laptop nggak?' tanya wiwit begitu melihatku rapi berpakaian batik formal.

Belum lagi aku menjawab, ia sudah memintaku mengambil risoles dan kue lumpur di rumah bu Siti karena searah dengan tempat kerjaku. Hufft,, kuiyakan perintahnya agar masalah tak jadi panjang. Biasanya kalau kutolak ia akan beralasan capek dan menyebut semua tugasnya dari mengasuh anak, menemani Sofie dan Nilam belajar, beres-beres rumah, dan mengatakan aku suami tak peka.

Sesampai di toko, aku memasuki ruangan khusus yang tiap hari menjadi saksi bisu aku mengelola toko laptop dan hand phone yang kuberi nama" techno sejahtera "hingga menjadi besar dan memiliki dua cabang selain toko utama.

Kamal , wakilku masuk setelah lebih dulu mengetuk pintu.

" Boss, jadi nggak kamu hari ini ngecek cabang yang di telogo rejo. Udah lama lho kamu nggak kesana. Bayangin sebulan. Nanti kalo nggak diawasin bisa seenaknya saja mereka kerja" Kamal mengingatkan tugasku.

"Tadinya aku berniat ke telogorejo Mal, tapi hari ini ada arisan keluarga istriku di rumah. Jadinya aku juga harus hadir juga sebagai tuan rumah"

" please bro, yang arisan kan istrimu,,, ayolah bujuk dia supaya menghandle acaranya sendiri hari ini. Ini menyangkut bisnis dan janji kita bro... bukannya kamu udah janji ke Soni untuk datang hari ini. Mereka pasti udah nyiapin meeting dengan bossnya hari ini" Kamal menyentak kesadaranku bahwa janji harus ditunaikan.

Akhirnya setelah menimbang-nimbang aku memutuskan untuk mengunjungi cabang ketiga, untuk itu aku minta izin pada Kamal untuk mengantarkan pesanan risol dan kue lumpur istriku ke rumah setelah itu baru meluncur ke kabupaten Telogorejo.

" Ayah,, yang benar saja masa nggak mau hadir di arisan perdana ini. Kan ini pertemuan keluarga. Nggak enak kalo cuman aku doang yang keliatan" wajah Wiwit Nampak memelas dan berair.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Dua Pilihan
8.2
Sabrina percaya jodoh adalah rahasia Tuhan. Selama ini, ia konsisten melangitkan satu nama dalam doanya, berharap pria itu menjadi pendamping hidupnya. Namun, harapan itu pupus saat sang ayah menjodohkannya dengan Agam, pria asing yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Terjebak dalam pernikahan tanpa dasar cinta, Sabrina kini berada di persimpangan jalan. Sanggupkah ia menghapus bayang masa lalu dan membuka hatinya untuk mencintai Agam dengan tulus?
Sampul Novel BALASAN SETIMPAL UNTUK PENGKHIANATAN SUAMIKU
8.0
Kehadiran orang ketiga dalam sebuah rumah tangga sering kali muncul dari arah yang tidak pernah diduga sebelumnya. Bahkan, sosok yang selama ini dipercaya untuk bekerja dan membantu urusan domestik di kediaman pribadi pun bisa menjadi ancaman nyata bagi keutuhan pernikahan. Kisah ini mengungkap pengkhianatan menyakitkan yang dilakukan oleh suami bersama orang terdekat di rumah sendiri, memicu sebuah pembalasan yang setimpal atas segala luka tersebut.
Sampul Novel Bangkitnya Istri yang Terbuang
8.2
Dian terhenyak saat Radit mengusirnya dengan kasar dan melemparkan tas pakaian ke arahnya. Perubahan sikap suaminya yang mendadak terasa menyakitkan, apalagi ada wanita lain yang menatapnya sinis di sana. Meski tengah mengandung delapan bulan, Dian harus menghadapi kenyataan pahit dibuang begitu saja. Ia mencoba memohon belas kasihan demi janin di rahimnya, namun Radit tetap tega mengusir istrinya sendiri tanpa memikirkan nasib calon anak mereka.
Sampul Novel ID-PD76
9.0
Selama tiga tahun, Evelyn merawat Aidan yang amnesia dan menjadi kekasih rahasianya. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa Aidan hanya berpura-pura lupa ingatan. Lebih tragis lagi, Aidan dan cinta masa lalunya ternyata terlibat dalam kematian ayah Evelyn. Tak tinggal diam, Evelyn mengumpulkan bukti dan menjebloskan mereka ke penjara tepat di hari pernikahan. Saat Aidan menyadari cinta sejatinya, Evelyn sudah menutup hati dan memilih pergi selamanya.
Sampul Novel Istri Pertama Dengan Jendela Kaca
9.5
Lima tahun dipoligami, Elsa berpura-pura tegar demi biaya sekolah adik-adiknya. Di mata Delon dan madunya, Ika, Elsa adalah sosok ikhlas yang sempurna. Namun, di balik senyum itu, ia memendam luka akibat kemandulan dan rasa sakit melihat kebahagiaan suaminya dengan wanita lain. Lebih tragis lagi, Elsa menyembunyikan kanker mematikan yang perlahan menghancurkan tubuhnya. Ia bagai jendela kaca yang tampak utuh namun rapuh, menunggu waktu hingga segalanya pecah berkeping-keping.
Sampul Novel Jerat Cinta Lelaki Muda
8.6
Rafka Mahendra, playboy kampus yang gemar menaklukkan wanita, menerima tantangan teman-temannya untuk memacari dosen baru yang dingin dan tegas, Sarah Adisty Mahira, dalam sebulan. Meski terus diabaikan, Rafka nekat melakukan segala cara, termasuk menyewa mata-mata demi menyelidiki rahasia masa lalu Sarah. Saat menemukan titik lemah sang dosen, Rafka memanfaatkannya sebagai ancaman. Akankah intrik ini memaksa Sarah tunduk, ataukah permainan cinta Rafka justru berujung di luar kendali?