APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sang Pemuas Nafsu

Sang Pemuas Nafsu

Kisah romansa dewasa 18+ ini mengikuti perjalanan seorang mahasiswa cerdas yang berkuliah di kampus ternama berkat jalur beasiswa. Meski memiliki keterbatasan ekonomi dan penampilan fisik yang biasa saja, hidupnya berubah drastis setelah kehilangan sahabat terbaiknya. Sosok pria yang semula tak menonjol ini tiba-tiba menjadi pusat perhatian banyak wanita. Perubahan tak terduga tersebut membawanya ke dalam serangkaian konflik asmara yang penuh gairah dan kedewasaan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sepulang dari kampus, aku memilih untuk langsung pulang saja, dan tak lupa untuk singgah di salah satu warteg langgananku juga. Aku memilih warteg ini karena selain harganya murah, para pelayannya juga cantik - cantik, dan setiap mereka membawakan makanan untukku pasti tersenyum. Meskipun aku sadar dia tersenyum sekedar memberikan bentuk keramahannya ke setiap para pelanggannya.

"Silahkan di nikmati, Mas !" ucapnya sembari tersenyum manis ke arahku.

"Iya, makasih !" jawabku, sambil membalas senyumannya. Namun ketika dia sudah meletakkan makanannya, dia tidak tersenyum lagi, melainkan dia langsung berbalik.

Setelah menyantap makan siang, aku langsung menuju kostku,  dan kebetulan jam sudah sangat mepet untuk istirahat, jadi setelah mengganti pakaianku, aku langsung berjalan kaki ke rumah mba Fina.

Sesampainya di depan rumahnya, aku melihat kiosnya sudah di tutup, jadi aku memilih mengetuk pintu rumahnya. Bentuk rumahnya saling menyamping dengan kiosnya.

Tok tok tok!

Tidak lama kemudian, pintu terbuka dan munculah Mba Fina yang ternyata baru selesai mandi. Inilah pertama kali aku melihatnya tanpa memakai hijab.

"Udah datang, ayo masuk, Din !" tawarnya.

"Di luar aja Mba !" jawabku.

"Jangan dong, ini masih mau pake baju, sementara kalau nunggu di teras nanti kamu tambah gosong lagi !" ujarnya.

"Hehehe, mba pasti lagi menghibur yah ?" tanyaku, tumben dia mau jujur.

"Hihihi, yaudah ayo masuk, ngga usah di masukkin dalam hati, cowok  ngga boleh baperan !" ujarnya, lalu dia masuk ke dalam, sementara aku langsung duduk di kursi yang memang di sediakan untuk tamu, karena letaknya di di ruang tamu, jadi tidak mungkin aku salah.

Bughhh, gedubrakkk! 

"Aaaaaaaaaa....., Udiiiiinn, tolongg !" teriakan dari arah dalam, aku yang mendengarnya spontan berlari ke arah suara itu, dan ternyata dari dalam kamar.

Klek! 

Saat aku sudah membuka pintu, aku tertegun melihat tubuh Mba Fina hanya tertutup dalaman, dan ternyata dia berteriak karena ada tikus yang sedang berlarian manja di lantai kamarnya. Mengetahui penyebabnya, aku mengambil inisiatif untuk menangkap tikus itu, dan sengaja membuang muka, jangan sampai aku mendapatkan teguran darinya juga.

Tap tap tap! 

Namun tikus berukuran sedang ini membuatku harus mengungkiri untuk tidak melihat tubuh Mba Fina, di sisi lain tikus itu mengitari Mba Fina yang sedang berdiri merapat dengan dinding.

"Haaaaaaa, mau lari kemana kamu ?" tanyaku seolah bertanya kepada seekor tikus yang sudah ada di genggaman tanganku.

Namun di luar perkiraanku, ternyata tikus ini malah menggeliat, dan langsung melompat ke arah tubuh mba Fina, aku yang sudah greget spontan tanganku malah memegang gumpalan daging yang begitu empuk rasanya.

Plakkkkk!

"Sekarang kamu pulang, dan aku tidak mau lagi melihatmu !"  Seketika tamparan keras mendarat di wajahku, dan Mba Fina meraih handuknya, kemudian keluar dari kamarnya.

Meskipun aku merasa tidak di butuhkan olehnya, aku masih berusaha untuk menangkap tikus, dan ketika aku sudah menangkapnya, aku langsung membuangnya di got depan rumah.

Aku yang masih mengingat kata - kata pengusiran darinya, sejenak aku berpikir untuk kembali melangkah masuk, namun sepertinya aku harus bertemu dengannya. Meskipun dia membenciku, setidaknya aku harus meminta maaf terlebih dahulu.

Akhirnya aku melangkahkan kakiku untuk mencarinya, dan ternyata dia sedang berada di ruang dapurnya. Dia masih memakai handuk, namun dia seperti memikirkan sesuatu.

"Kamu budek yah, aku tadi menyuruhmu untuk pulang, lalu kenapa kamu malah kembali ?"

"Mba saya sebelumnya mau meminta maaf karena saya telah menyentuh tubuh Mba, maka dari itu sebelum saya pergi, saya ingin bertanya, apakah mba membenci saya atau tidak, kalau mba membenci saya, itu artinya inilah terakhir kali saya menginjakkan kaki saya di rumah, Mba !" ujarku.

Dia lanjut terdiam, dan akhirnya dia melangkah perlahan kearahku.

Mba Fina seketika menangis, lalu dia mendekapku, pelukannya begitu erat, membuatku sesak dan terengah, namun di balik itu, aku tidak mempermasalahkan hal kecil ini ketimbang mendapatkan pelukan pertama dari seorang wanita yang bukan kerabatku. Inilah pertama kali aku di peluk seorang wanita, dan ternyata pelukan ini membuat anggota tubuhku langsung merinding. Aku merasa ada benda keras yang menegang di balik celanaku. Sangat terasa perkembangannya, apalagi milikku ini sebagian kelebihanku juga. Diameternya tujuh centi meter dan panjangnya dua puluh lima centi meter.

"Hiks, hiks, aku yang harusnya meminta maaf Din, saya sudah menampar kamu, padahal itu murni gerakan spontan saja, aku minta maaf, hiksss!" ujarnya.

Di sisi lain bola mataku malah naik bersembunyi di balik kelopak mataku, aku merasa melayang tinggi ketika aku mencium harumnya rambut Mba Fina.

Mungkin karena kelamaan aku terdiam, Mba Fina malah mencubitku,

"Din, punya kamu berdiri yah ?" tanya Mba Fina.

Mendengar hal itu spontan aku mendorong pelan tubuhnya, sekedar untuk melepas pelukannya. Sebelum menatapnya, aku perbaiki posisi rudalku agar tidak terlalu tercetak jelas di balik celana chinos pendekku.

"Ini spontan juga kok Mba, maaf !" ucapku.

Setelah acara maaf - memaafkan, Mba Fina kembali masuk ke dalam kamarnya, sementara aku kembali duduk di kursi ruang tamunya.

Selang beberapa menit berlalu, Mba Fina sudah selesai berpakaian, dan kami langsung tancap gas memakai mobil pickupnya. Sebenarnya dia juga tau mengemudi mobil, tapi dia mengajakku untuk membantunya mengangkut barang-barang belanjaannya naik di mobilnya nantinya.

"Din, punya kamu besar juga yah ?" tanya Mba Fina.

"Apanya Mba ?" tanyaku sekedar memastikan apakah dugaanku dan pikiranku selaras dengan mba Fina maksud.

"Punya kamu yang tegang tadi loh, masa udah lupa ?"

"Ohhh yang itu, aku sih ngga tau pasti punyaku besar atau tidak soalnya aku ngga pernah membedakan punyaku dengan punya orang lain !" jawabku.

"Tapi punya kamu lebih besar dari pada mantan suamiku, Din !" jawabnya.

Deggg!

Jawaban itu sempat membuatku kaget, dan di balik kagetku, aku merasa sedikit bangga.

"Baguslah, setidaknya aku punya sedikit kelebihan !" timpalku berusaha santai.

"Kamu punya banyak kelebihan kok, dan kamu juga nantinya akan mendapatkan wanita spesial. Karena hanya wanita yang tidak memandang fisiklah yang akan menemanimu suatu saat !" ujarnya.

"Tapi aku mau yang cantik juga, minimal sama kayak mba juga !" timpalku.

"Cieee, ternyata kamu mandang fisik juga !" ucapnya, dia kembali mendaratkan cubitannya di pinggangku.

"Kata temenku aja sih, aku harus cari pendamping yang cantik dengan alasan memperbaiki keturunan!" jawabku.

"Hahah, bener juga kata temen kamu, Din !" Mba Fina sejenak tertawa lepas, dan tidak lama kemudian kami akhirnya sampai di tempat yang kami tujuh.

Seperti biasa, Mba Fina masuk lebih duluan, sementara aku berdiri di depan mobil. Meskipun tidak keren, tapi aku menyempatkan diri untuk berselfie beberapa kali jepretan kamera ponselku, dan tak lupa langsung update status.

"Aku bukanlah pewaris melainkan perintis !" caption storyku hari ini.

Ting!

Baru beberapa detik saja sudah ada yang mengomentarinya.

"Mandi dulu sana !" komentar Anha, dia sejurusan juga denganku, dan dia memang sok akrab denganku.

"Ini udah mandi kok, cuman belum ketemu sabun yang cocok aja !" balasku.

"Ke rumah aja Din, nanti aku kasih deterjen !" balasnya.

"Hahah, sadisssss !"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta Dan Trauma
8.3
Masa lalu Adel kelam akibat kekerasan ayahnya, menyisakan trauma mendalam meski sang ibu selalu mendukung. Di sekolah, ia merasa terasing saat sahabatnya, Dara, mulai menjauh demi Farhan. Hubungan asmara Adel dengan Vero pun penuh kekecewaan, memaksanya mempertanyakan kesempatan kedua. Demi pulih, Adel memilih mengikuti pelatihan di Surabaya untuk menata masa depan. Di tengah luka dan bayang-bayang masa lalu, mampukah ia menemukan kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku
7.8
Davina menemukan bukti perselingkuhan suaminya, Fathan, melalui catatan rahasia milik Lulu. Namun, situasi berubah mencekam saat Lulu, yang merupakan sekretaris sekaligus sahabat dekatnya, ditemukan tewas terbunuh secara misterius. Siapakah dalang di balik kematian tragis tersebut? Akankah pernikahan Davina dan Fathan bertahan di tengah badai pengkhianatan dan teka-teki pembunuhan ini? Ungkap kebenaran di balik setiap rahasia kelam dalam kisah ini.
Sampul Novel Cinta Terlarang Sang Janda
8.7
Rio Darmawan adalah CEO muda sukses yang jenuh dengan tekanan perjodohan dari orang tuanya. Selama ini ia selalu menolak setiap calon pilihan keluarga karena merasa tidak ada yang serasi. Namun, pendiriannya goyah setelah bertemu Denanda Kusuma, seorang ibu tunggal yang tangguh dan memikat. Meski mendapat tentangan keras dari keluarganya, Rio bertekad memperjuangkan cintanya pada Denanda. Kini ia terjebak dalam dilema antara mengikuti kata hati atau patuh pada kewajiban keluarga.
Sampul Novel Hasrat Nikmat Perselingkuhan
9.7
Zhea merintih dalam gairah yang memuncak, meremas dadanya sendiri sambil menanti penetrasi dari suaminya, Muchlis. Meski kulit putih dan tubuhnya sudah siap menerima sentuhan intim, Muchlis yang berusia 34 tahun justru mengalami kendala seksual. Alat vitalnya tak kunjung menegang meski Zhea sudah sangat mendamba. Dalam kekecewaan yang tertahan, Zhea akhirnya hanya bisa pasrah dan membiarkan suaminya sekadar bergesekan demi mencapai kepuasan sepihak di ranjang mereka.
Sampul Novel Jalan Jodoh Sang Koki
8.1
Max, koki ternama, mendadak jadi buronan setelah masakannya tak sengaja menewaskan perdana menteri. Saat pelarian, jiwanya berpindah ke tubuh seorang wanita yang tenggelam di lokasi berbeda. Dalam raga barunya, Max justru jatuh cinta pada Wulan, sahabat dari Nadia. Begitu berhasil kembali ke tubuh aslinya, Max bertekad mencari dan menikahi Wulan. Namun, meyakinkan wanita itu bukanlah perkara mudah. Akankah cinta sang koki berakhir manis?
Sampul Novel Kehancuran Yang Direncanakan
8.9
Nayla hancur saat memergoki tunangannya berselingkuh dengan sepupunya sendiri. Di hari yang sama, orang tuanya tewas dibunuh secara keji. Sebagai saksi kunci yang kini diburu, ia melarikan diri hingga nyaris tertabrak mobil milik pria asing bernama Reza. Demi bertahan hidup, Nayla menyembunyikan identitas aslinya dari Reza saat berlindung bersamanya. Namun, ia tak menyadari bahwa pria penolongnya itu juga menyimpan rahasia gelap yang sangat berbahaya.