APKDock Logo
Sampul Novel Satu Talak Seribu Luka

Satu Talak Seribu Luka

8.4 / 10.0
Setahun menikah tanpa cinta, Aurelia Shanum diceraikan Damian Revan Alveric tepat setelah ayah mertuanya wafat. Dua tahun berlalu, Aurelia bertransformasi menjadi wanita sukses dan mandiri yang mengelola bisnis penyelenggara pernikahan miliknya sendiri. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi ironis. Damian muncul sebagai klien yang meminta Aurelia merancang pernikahannya. Kini, ia harus profesional menghadapi pria yang dulu menghancurkan hatinya.

Satu Talak Seribu Luka Bab 1

Suara heels beradu pelan dengan lantai marmer putih mengilap ketika Aurelia Shanum Dirgantara berjalan menyusuri lorong panjang yang menghubungkan ruang rapat utama dengan ruang kerjanya. Gaun selutut berwarna ivory yang ia kenakan bergerak anggun mengikuti langkahnya, sementara rambut hitam pekatnya dikuncir rendah, membingkai wajah tirusnya yang dihiasi riasan natural.

Setiap orang yang berpapasan dengannya tak bisa tidak untuk menoleh. Ada aura yang memancar dari dirinya-tenang, percaya diri, dan karismatik. Dua tahun lalu, bayangan itu nyaris mustahil ada. Dua tahun lalu, ia adalah wanita yang menangis dalam diam di balik pintu kamar, menahan perih hati setelah diceraikan secara mendadak oleh suami yang nyaris tak pernah benar-benar mencintainya.

Damian Revan Alveric.

Nama itu masih mampu membuat dadanya berdebar-bukan karena cinta, tapi karena luka lama yang sesekali menyeruak dari balik ketenangan yang susah payah ia bangun. Pria itu menceraikannya hanya sehari setelah kematian ayah mertuanya, sosok yang begitu baik padanya, sosok yang sebenarnya menjadi alasan mengapa mereka menikah.

Pernikahan mereka dulu bukan pernikahan yang lahir dari cinta. Damian adalah putra tunggal keluarga Alveric, pewaris sebuah konglomerasi besar yang bergerak di bidang konstruksi dan properti. Ia menikahi Aurelia bukan karena ingin, tapi karena permintaan ayahnya yang sedang sakit keras waktu itu. Ayah Damian pernah diselamatkan nyawanya oleh ayah Aurelia saat muda, dan sejak saat itu mereka bersahabat dekat.

Saat kondisi kesehatannya memburuk, ayah Damian mengungkapkan satu keinginan terakhir-ingin melihat Damian menikah sebelum ia menutup mata. Damian, yang kala itu tidak memiliki hubungan dengan siapa pun, akhirnya menurut. Aurelia, yang kala itu baru membuka studio dekorasi kecil dan sering menangani acara keluarga Alveric, menjadi pilihan.

Awalnya, Aurelia menolak. Tapi ayahnya, yang menganggap permintaan itu sebagai cara membalas budi, memohon padanya. Ia akhirnya luluh. Pernikahan itu pun berlangsung sederhana namun mewah, penuh tamu dari kalangan atas, namun tanpa cinta di antara mempelai.

Selama enam bulan, rumah tangga mereka dingin. Damian hampir selalu pulang larut malam, sibuk mengurus perusahaan, dan nyaris tak pernah berbincang hangat dengannya. Aurelia berusaha keras menjadi istri yang baik, tapi Damian memperlakukannya seperti orang asing di rumahnya sendiri. Ia hanya bersikap sopan, tidak lebih.

Sampai hari itu tiba. Hari pemakaman ayah mertuanya.

Hari di mana, di ruang kerja besar yang masih dipenuhi bunga duka, Damian menatapnya dengan mata merah dan wajah dingin, lalu melafalkan talak satu tanpa penjelasan panjang.

"Hutang budi Ayah sudah lunas. Kau boleh pergi."

Hanya itu yang ia ucapkan. Lalu pergi meninggalkannya berdiri membeku dengan air mata jatuh satu per satu.

Kini, dua tahun kemudian, Aurelia berdiri di balik dinding kaca besar kantornya, memandangi jalanan kota yang sibuk. Ia sudah jauh berbeda. Setelah perceraian itu, ia memutuskan membangun kembali hidupnya. Ia mengembangkan studio kecilnya menjadi sebuah perusahaan wedding organizer besar bernama "Étoile Weddings" yang kini dikenal sebagai salah satu WO paling eksklusif di kota.

Ia melewati tahun-tahun penuh kerja keras, lembur tanpa henti, menghadapi klien-klien rumit, menahan air mata saat harus pura-pura bahagia merencanakan pernikahan orang lain sementara dirinya hancur. Tapi semua itu terbayar. Kini ia memiliki tim solid, kantor besar di pusat kota, dan reputasi yang disegani.

Sebuah ketukan pintu membuyarkan lamunannya.

"Masuk," ucapnya pelan.

Pintu terbuka, menampakkan sosok sekretarisnya, Fina.

"Riel," panggil Fina-panggilan akrab untuk Aurelia. "Klien baru kita untuk jadwal konsultasi jam sepuluh sudah datang. Mereka menunggu di ruang rapat utama."

Aurelia mengangguk. "Baik. Sudah kau tawarkan minum?"

"Sudah. Mereka tampaknya pasangan baru, kelihatannya... sangat berkelas," ujar Fina sambil tersenyum menggoda.

Aurelia ikut tersenyum tipis. Ia memang terbiasa menghadapi klien dari kalangan atas. "Baik, aku segera ke sana."

Begitu Fina pergi, Aurelia merapikan blazer tipis yang ia kenakan, lalu melangkah ke ruang rapat. Ia membuka pintu dengan senyum profesional yang telah menjadi ciri khasnya.

Namun senyum itu perlahan membeku.

Sosok pria yang duduk bersandar santai di kursi elegan ruang rapat itu membuat seluruh udara di paru-parunya seakan lenyap. Bahunya yang lebar, rahangnya yang tegas, mata kelam yang tajam... tak mungkin ia salah. Waktu nyaris tak mengubahnya-hanya menambah kesan dewasa dan matang.

Damian Revan Alveric.

Darahnya seolah berhenti mengalir sesaat.

Pria itu menoleh, dan mata mereka bertemu.

Tatapan yang dulu pernah menelanjangi hatinya tanpa belas kasihan, kini menatapnya lagi-tapi ada sesuatu yang berbeda. Ada keterkejutan singkat di sana, lalu lenyap, berganti dingin seperti dulu.

"Selamat pagi," suara Damian terdengar rendah dan dalam, seperti dulu. "Kau... yang memimpin Étoile Weddings?"

Aurelia menegakkan tubuhnya, menutup luka lamanya rapat-rapat di balik senyum ramah yang ia latih bertahun-tahun. "Benar. Selamat pagi, Tuan Alveric. Selamat datang di Étoile."

Ada jeda hening yang tajam sebelum Damian kembali bicara. "Aku tidak tahu... ternyata ini milikmu."

"Banyak hal yang tidak kau tahu tentangku," jawab Aurelia ringan, lalu duduk di hadapan mereka. Di samping Damian duduk seorang wanita muda, cantik dengan gaun pastel dan senyum manis yang terlihat dibuat-buat. Tangannya melingkar manja di lengan Damian.

"Oh, izinkan aku memperkenalkan diri," wanita itu berkata ceria. "Namaku Clarissa Montel. Aku tunangan Damian."

Kata-kata itu menusuk telinga Aurelia seperti jarum. Tapi wajahnya tetap tenang. "Senang berkenalan, Nona Montel. Semoga persiapan pernikahan kalian berjalan lancar."

Clarissa tersenyum puas, tampaknya tidak menyadari badai kecil yang terjadi di balik dada Aurelia.

Sepanjang pertemuan itu, Aurelia memaparkan konsep-konsep pernikahan dengan suara jernih dan profesional, seolah Damian bukan siapa-siapa baginya. Ia menunjukkan katalog dekorasi, daftar vendor, hingga rundown contoh acara. Clarissa tampak antusias, terus mengajukan pertanyaan tentang warna bunga, gaun, dan lokasi resepsi.

Damian hanya diam. Sesekali ia menatap Aurelia, tajam namun penuh sorot yang sulit ditebak-antara kagum, heran, atau mungkin menyesal. Aurelia mengabaikan tatapan itu.

Setelah satu jam, pertemuan berakhir. Clarissa berdiri, meraih tas tangan mewahnya. "Terima kasih banyak, Aurelia. Kau luar biasa! Aku sudah tak sabar melihat hasilnya."

"Senang bisa membantu," balas Aurelia dengan sopan.

Damian berdiri terakhir. Ia tidak berkata apa-apa, hanya menatap Aurelia sekilas lalu berjalan keluar bersama Clarissa. Langkah-langkah mereka bergema menjauh, menyisakan ruang rapat yang hening.

Aurelia menarik napas panjang. Tangan yang memegang pulpen sedikit gemetar, tapi ia menggenggamnya erat. Ia tidak akan membiarkan Damian melihat celah dalam pertahanannya.

Tidak lagi.

Hari itu berjalan seperti biasa di permukaan, tapi Aurelia tahu ada sesuatu yang telah berubah. Malamnya, ia duduk di balkon apartemennya, menatap lampu-lampu kota yang berkelip. Angin malam mengibaskan helaian rambutnya.

Ia membiarkan pikirannya melayang kembali ke masa lalu-ke hari-hari ketika ia begitu berharap Damian akan berubah, berharap suatu pagi pria itu akan menoleh padanya dengan tatapan hangat, bukan tatapan datar yang dingin.

Tapi harapan itu tak pernah datang. Yang datang justru perpisahan.

Aurelia menyandarkan kepala ke kursi. Ia tidak membenci Damian lagi. Ia hanya... sudah selesai. Atau setidaknya ia percaya begitu.

Kini pria itu kembali muncul dalam hidupnya, bukan sebagai suami, melainkan sebagai klien-klien yang harus ia perlakukan seperti klien lainnya.

Besok, ia akan kembali bekerja seperti biasa. Ia akan menyiapkan pernikahan Damian dan Clarissa seperti profesional. Ia tidak akan membiarkan masa lalu merusak apa yang sudah ia bangun dengan susah payah.

Tapi jauh di lubuk hatinya, Aurelia tahu: kehadiran Damian akan mengguncang dunianya lagi, mau tak mau.

Dan mungkin, perang yang selama ini ia hindari... akan segera dimulai.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Satu Talak Seribu Luka

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun Jessica mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya dibalas luka mendalam. Setelah resmi menceraikan Aaron, ia bangkit secara mandiri menjadi desainer ternama dan pengusaha sukses tanpa bantuan harta keluarga. Saat Jessica menikmati puncak karier dan kebebasannya, Aaron justru datang kembali dengan penyesalan besar. Sang mantan suami memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Akankah Jessica luluh atau tetap teguh pada pilihannya?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Bobby jatuh hati pada Claudia sejak pertemuan pertama, namun reputasinya sebagai casanova membuat Claudia enggan membuka hati. Meski Claudia bersikap baik karena Bobby pernah menolong menantunya, ia tetap merasa risi akan kehadiran pria itu. Sultan, mertua Claudia, justru mendukung Bobby demi mengakhiri masa janda menantunya yang sudah lama. Saat Claudia akhirnya luluh dan menerima lamaran, kejutan masa lalu serta sosok misterius muncul menguji pernikahan mereka.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel PRIME MINISTRE'S DAUGHTER
8.2
Ken terobsesi menikahi Eleanore, putri perdana menteri yang dingin, hingga nekat memakai cara licik. Namun, setelah resmi menikah, Ken mengungkap rahasia kelam masa lalu istrinya yang memicu kebencian mendalam. Eleanore yang awalnya merasa bahagia karena cinta keponakan raja itu, kini harus menderita akibat perubahan sikap Ken yang drastis. Meski hatinya hancur disakiti sang suami, Eleanore tetap bertahan dalam cinta di tengah konflik masa lalu yang sulit dimaafkan.
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Keharmonisan rumah tangga Dewi mendadak hancur saat ia menemukan barang milik wanita lain tersimpan di dalam koper suaminya. Penemuan mengejutkan ini membawa Dewi pada serangkaian rahasia gelap dan tabiat buruk sang suami yang selama ini tersembunyi rapat. Di tengah rasa sakit hati yang mendalam, Dewi kini berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan dalam penderitaan, atau justru bangkit untuk membalas pengkhianatan tersebut?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan