APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel SENANDUNG CINTA

SENANDUNG CINTA

Kisah ini menyoroti perjuangan luar biasa seorang wanita tangguh dalam membuktikan eksistensinya kepada dunia melalui kekuatan cinta. Lia telah memantapkan hati untuk mengungkapkan seluruh perasaannya di momen yang paling sempurna. Dengan keyakinan penuh, ia merencanakan masa depan yang indah bersama Rangga. Takdir membawa langkah mereka menuju Negeri Sakura, Jepang, tempat di mana janji suci pernikahan akan mengikat cinta sejati mereka selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dari dermaga, lanjut menaiki becak menuju kediaman Resa.

Berbekalkan hanya sebuah alamat di kertas.

"Pak bisa antarkan kami ke alamat ini." Ku sodurkan secarik kertas bertuliskan alamat rumah, lelaki tua yang sedari tadi menunggu pelanggan di becak, nampak tertidur pulas di bangku penumpang.

Di dalam becak aku hanya bisa menatap jalan tanpa bisa menikmati pemandangan indahnya kota Marabahan, tatapan ku kosong. Apakah nanti aku bisa sukses di sini, mengingat ini harapan ku yang terakhir untuk masa depan kami.

"Tok. Tok. Tok. Assalamualaikum"

Ku ketuk daun pintu rumah yang nampak sangat sederhana. Rumah panggung yang dari luar terlihat sederhana. Terpampang alat dekorasi pangantin.

Baju-baju pangantin terpajang berjejer di atas tubuh patung, terlihat jelas di balik kaca.

"Waalaikum salam. Sebentar"

Ketika pintu sudah di buka, wanita dengan tubuh yang kurus tinggi. Memakai daster cantik, berdiri dengan senyum ramah menyambut kami.

"Ada perlu apa Bu.?" Ucapnya

"Saya Alifa Bu, keponakannya Tante Azizah dari desa. Resanya ada?"

"Oohhh .... Alifa. Mari Masuk."

"Resa itu saya sendiri Bu"

"Ma'af Bu. Saya enggak mengenali."

Aku hanya menunduk, ketika orang yang ku cari ternyata sudah di hadapanku.

Ku ayunkan kaki masuk ke dalam rumah. Ku hempaskan kan bokong ini di kursi yang di sediakan di ruang tamu.

Tampaknya Atha kecil sudah mulai membuka mata dalam dekapanku.

"Azizah enggak ikut yaa?"

"Tante, katanya minggu depan menyusul."

"Sebentar ku ambilkan kasur kecil dulu, untuk merebahkan anakmu. Sepertinya ia sudah sangat kelelahan."

Resa beranjak dari kursi, melangkah masuk ke dalam kamar yang tidak terlalu jauh dari ruang tamu, tempat ku duduk menunggu.

"Siapa nama adik kecil ini.?"

Resa dengan lihai, mulai menghamparkan kasur kecil khusus untuk anak-anak.

"Namanya Atha"

Resa meraihnya Atha dalam pelukan ku, lalu ia rebahkan dengan sangat hati-hati di atas kasur kecil.

"Tampaknya Azizah sudah bercerita banyak tentangku, aku harap kamu jangan sungkan di sini. Anggap saja rumah sendiri"

"Biar lebih akrab panggil aja aku Mba ya.!"

Wanita yang mengaku sudah berusia 40 tahun ini, tampak ramah dan awet muda. Kalau sekali lihat dari raut wajah, terlihat seperti baru berusia 30 tahun. Mungkin karna ia sering merawat diri makanya tampak lebih muda.

"Iya Mba." Ku jawab masih dengan menunduk malu-malu.

"Emmm hampir saja lupa, kamu pasti haus sudah menempuh jalan jauh. Kamu mau minum apa.?" Resa berdiri menyiapkan langkah pergi ke dapur.

"Terserah Mba aja mau di bikinkan apa.!"

"Tunggu sebentar, Mba ambilkan dulu."

Ku soroti se isi rumah ini, tidak ada penghuni lain, tampak sunyi. Tapi di ujung sana masih jelas terlihat, 2 kamar yang di lapisi dengan papan kayu berjejer. Rumah sederhana ini cukup luas , di depan tampak penuh dengan alat- alat dekorasi, dan berjejer lemari kaca besar yang terisi dengan kain dinding, yang terlipat dengan rapi. Di lemari kedua penuh dengan Atribut serta baju pangantin. Dan di lemari ke 3 tersusun rapi bunga-bunga yang cerah nan cantik terbuat dari plastik.

Di ruang tamu terpampang sebuah photo besar, aku kenali wanita yang berdiri dengan anggun itu adalah Mba Resa, dan laki-laki yang berseragam polisi di sampingnya pasti suaminya.

"Alifa, minum dulu"

"Iya Mba" Aku raih segelas Teh hangat dalam nampan yang di sediakan.

"Ini cemilannya, di makan ya, jangan malu-malu" Resa meraih toples kecil, berisi aneka kue kering, ia sodorkan pada ku.

"Ma'af Mbak. Dari tadi aku enggak melihat siapa-siapa di sini, suaminya kemana?" Jiwa penasaranku mulai meronta ronta, hingga aku beranikan diri untuk bertanya.

"Suamiku sudah meninggal 3 tahun lalu, dan aku tidak memiliki anak." Raut wajah yang tadi berseri, kini mulai berubah muram. Pertanya'anku mengingatkan dia dengan mendiang Suaminya.

Komisaris AKP Juanda meninggal dalam insiden penangkapan perampokan di desa Jingga Kabupaten Barito Kuala. Sa'at penggerebakan di rumah pelaku terjadi baku tembak antara perampok dan anggota kepolisian, aksi pertempuran itu berlangsung sengit.

Terjadi kejar kejaran di sungai Barito di daerah Kecamatan Kuripan, 3 perampok yang lari menggunakan speedbood. Di kejar menggunakan speed kepolisian.

Hingga para perampok itu terdesak dan hampir tertangkap, salah satu dari perampok menembak dengan senjata api berjenis pistol ke arah speed kepolisian.

Tembakan pertama meleset, rekan Juanda yang berada di depan mau tidak mau melepaskan tembakan peringatan ke atas. perampok itu tidak bergeming malah membidik kembali hingga mengenai tepat di jantung rekan Juanda.

Juanda yang panik melepaskan tembakan pula, dan mengenai mesin speedbood perampok dari arah belakang. Menyebabkan speed itu hilang kendali lalu terbalik, Akp Juanda mengira mereka telah menyerah. Lalu menghampiri speed yang sudah pontang-panting terbalik di tengah sungai Barito.

Nasib malang sudah di ujung tanduk, perampok yang tadi kembali menembak dari dalam air, tembakan ini terbidik dengan terarah tepat di kepala Akp Juanda, membuat Juanda langsung tumbang Jatuh ke dalam air.

Speedbood kepolisian itupun langsung di ambil alih oleh ke 3 perampok. Kabur ke arah Hulu Barito, 4 speedbood menyusul di belakang, langsung mengevakusi 2 polisi terbaik gugur dalam insiden ini.

Hingga sekarang pelaku perampokan itu tidak kunjung di temukan lagi, seperti hilang di telan bumi.

"Ma'af Mbak bukan maksudku mengingatkan dengan almarhum Suaminya Mbak. Tapi aku sungguh tidak tau."

Aku mulai tidak enak untuk kembali bicara, karna sebuah tetesan air mata membasahi di kedua pipi Resa.

"Sudahlah, tidak baik terlalu berlebihan mengenang masa lalu, apalagi menyesalinya." Ucap Resa yang menyapu air mata, dengan punggung tangannya

Tanpa menjawab, Sebuah anggukan kecil ku lakukan mengisyaratkan bahwa aku mengerti.

Tangisan Atha kecil pecah, menghentikan obralan kami berdua.

Aku sibuk mengendong anak ku, dan menyusuinya agar kembali tenang.

Mbak Resa beranjak dari tempat duduknya, mengayunkan langkah ke arah dapur.

Atha sepertinya sudah mulai lapar, tangisnya yang melingking kembali mengisi rumah yang sunyi. Rumah ini sudah sekian puluh tahun mengingankan suara tangis bayi.

Resa yang ramah menerima kami sebagai keluarganya sendiri, apalagi Atha juga ia anggap seperti anak kandungnya. Membuatku merasa memiliki keluarga baru, ia bisa menjadi seorang sahabat dan seorang Kaka bagiku.

aku berharap selamanya akan begini, dan sangat berharap Atha menjadi orang yang berguna bagi orang sekitar, tentunya berguna bagi Agama dan Negara.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benihku Bukan Cintamu
9.4
Aluna Callysta, pengusaha sukses yang tampak sempurna, menyimpan luka batin akibat pengkhianatan Elian Dharma. Mantan kekasihnya itu justru menikahi kakak tirinya sendiri, menghancurkan kepercayaan Aluna pada cinta. Kini ia hanya menginginkan seorang anak tanpa keterikatan emosional dengan pria. Mengandalkan kekayaan melimpah, Aluna menggelar sayembara mencari donor bibit unggul demi melahirkan pewaris. Ia pun berhasil menjadi ibu dari tiga anak tanpa harus jatuh cinta lagi.
Sampul Novel Cinta Terlarang: "Ayah Angkatku" yang Mencuri Hatiku
8.5
Di pesta ulang tahun Cathleen Kirby, sebuah momen manis terjadi saat ia menggenggam tangan Jerald Dobson, sahabat ayahnya. Namun, tragedi kebakaran hebat seketika memusnahkan keluarga Kirby, menyisakan Cathleen dan kakaknya, Gabriel. Saat kerabat serakah mengincar harta warisan mereka, Jerald muncul sebagai pelindung. Ia mengirim Gabriel ke luar negeri dan membesarkan Cathleen sendirian. Kini, Jerald menjadi satu-satunya pusat dunia bagi Cathleen.
Sampul Novel Dendam Cinta dan wanita
8.3
Zheyya hanyalah gadis sederhana, sementara Kanha dikenal sebagai pemuda playboy. Meski berasal dari latar belakang kontras, kebencian di antara mereka perlahan berubah menjadi benih cinta. Di tengah dinamika obsesi dan keikhlasan, mereka belajar tentang arti mempertahankan serta melepaskan perasaan. Kisah ini mengeksplorasi emosi mendalam layaknya hujan di gurun pasir yang gersang. Akankah cinta mereka berhasil berlabuh di muara yang sama pada akhirnya?
Sampul Novel Dunia Rinduku Adalah Dirimu
8.5
Dalam suasana mencekam, Ammad tiba-tiba memeluk tubuhku dari belakang dan membungkam mulutku dengan telapak tangannya. Aroma cendana yang khas dari bajunya tercium sangat kuat saat dia melarangku bersuara. Meski aku berusaha memanggilnya, Ammad justru semakin merapatkan dekapannya hingga tubuh kami bersentuhan tanpa jarak. Aku pun bertanya-tanya dalam hati, apakah tindakan mendadak ini dilakukan dengan sengaja atau murni karena situasi yang panik.
Sampul Novel Istri rahasia Dosen dingin
8.1
Kayra adalah mahasiswi yang terpaksa menari pole dance di klub malam demi biaya hidup. Namun, rahasianya terbongkar oleh Alvin, dosen dingin yang kemudian mengancam karier akademisnya. Kayra dipaksa menikah hanya untuk menjadi alat balas dendam Alvin terhadap mendiang mantan kekasihnya. Di tengah hubungan toksik ini, Alvin berniat membuangnya setelah satu tahun, tetapi Kayra bersumpah akan membalikkan keadaan dan mengikat Alvin selamanya.
Sampul Novel KEHIDUPAN SETELAH MENIKAH
8.9
Demi membahagiakan orang tuanya, Kanaya merelakan diri menikah dengan Bisma meski hatinya masih terpaut pada Hamdan. Namun, rumah tangga mereka diguncang kenyataan pahit saat Bisma diketahui menghamili kekasihnya, Vilia. Kanaya yang tegar justru memfasilitasi pernikahan keduanya. Ironisnya, saat Bisma mulai jatuh hati padanya, Hamdan justru kembali datang melamar. Kanaya kini terjebak dalam pusaran asmara dan dilema emosional yang rumit.