APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Setelah Kita Bercerai

Setelah Kita Bercerai

Vina harus menghadapi pahitnya perceraian di usia 22 tahun. Perkawinannya dengan Radit hancur karena pengaruh buruk sang ibu mertua yang sejak awal tidak merestui mereka. Merasa dikhianati oleh sikap lemah mantan suaminya, Vina memutuskan untuk membalas dendam. Selama ini ia dianggap rendah sebagai anak janda miskin, namun Vina memilih momen pernikahan baru Radit untuk membongkar identitas aslinya yang mengejutkan di hadapan semua orang.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Vin, kamu yakin mau menghadiri pernikahan mantan suami kamu?" tanya seorang wanita paruh baya yang umurnya mungkin dua kali lipat dari wanita muda yang sedang diajaknya bicara.

Yang mana wanita muda itu adalah Vina. Wanita paruh baya itu sedang menyisir rambut hitam sebahu milik Vina. Vina yang sedang duduk di kursi depan meja rias itu pun melihat ke depan. Menatap wanita paruh baya dari pantulan kaca, yang ternyata wanita paruh baya itu adalah ibunya.

"Yakin Bunda. Vina kan diundang. Jadi, tidak ada salahnya kan Vina hadir di pernikahan mantan suami Vina?" tanya balik Vina.

"Kamu yakin Vin? Kamu tidak akan sakit hati? Bunda hanya tidak mau kamu nanti pulang dengan goresan luka lama yang terbuka kembali," ucap Bunda Anna, ibu dari Vina.

Vina yang melihat kekhawatiran di wajah bundanya pun memegang tangan bundanya itu. Secara otomatis pergerakan tangan Bunda Anna yang sedang menyisir rambut itu terhenti.

"Percaya sama Vina Bunda. Vina sudah bisa mengikhlaskan itu semua. Mungkin memang Mas Radit itu bukan jodoh Vina," kata Vina penuh keyakinan. Mencoba untuk menyakinkan bundanya. Memperlihatkan senyum secerah mentari pagi.

"Walaupun Mas Radit itu jodoh Vina, bila Vina boleh meminta, Vina akan berdoa supaya Tuhan menggantikannya dengan yang lebih baik lagi dari Mas Radit. Yang paling utama harus setia di kala suka maupun duka. Itulah permintaan Vina untuk saat ini," ujar Vina.

"Iya. Bunda percaya kalau kamu itu wanita kuat. Kamu jaga sikap di sana. Jangan terlalu dekat-dekat dengan keluarga Radit. Karena, pastinya bila kamu dekat-dekat dengan keluarga Radit, kamu hanya akan menjadi topik pembicaraan dan juga ditanya-tanya saja nantinya," pesan Bunda Anna pada putrinya.

"Mbak, Mbak beneran mau datang ke pernikahannya Mas Radit? Ngapain juga datang ke sana Mbak? Mending di rumah aja temenin Dika nonton bola. Dari pada Mbak datang ke sana yang ada nanti Mbak makan hati." Seperti tamu yang tidak diundang, tiba-tiba saja ada remaja laki-laki yang masuk ke kamar Vina.

"Dek, kalau masuk kamar perempuan itu di ketuk dulu. Nggak sopan kalau asal masuk. Kamu ini sudah besar, jangan asal masuk saja!" kata Bunda Anna. Memperingati anak bungsu nya, yang bernama Dika. Itu artinya, Dika adalah adik dari Vina.

"Kan kamar Mbak Vina, Bun. Nggak apa-apa kan?" tanya remaja laki-laki yang bernama Dika itu dengan ekspresi wajah polosnya.

"Tetap nggak boleh, Dek! Kamu itu bukan anak kecil lagi. Kamu itu laki-laki yang sudah beranjak dewasa. Tidak sopan saat laki-laki masuk kamar perempuan tanpa diketuk terlebih dahulu pintunya. Walaupun toh itu Mbak kamu sendiri, tetap nggak boleh. Kalau misal nih, Mbak tadi pas ganti baju gimana? Kan nggak lucu, kalau tiba-tiba kamu masuk" kata Vina. Membenarkan ucapan bundanya.

"Itu namanya Dika dapat rezeki, Mbak. Kan kata Mbak di luaran nggak boleh tuh kayak begitu, berarti kan kalau di rumah boleh" ucap Dika tanpa dosa. Memasang raut wajah datar, namun detik kemudian tersenyum kuda karena melihat perubahan raut wajah kakak perempuannya yang tampak marah.

Bugh

Bugh

Bugh

"Sakit kak!" pekik Dika saat mbaknya alias Vina melemparinya body lotion sampai tiga kali ke arah adiknya itu.

"Rasain! Makanya punya mulut itu dijaga. Jangan asal keluar aja tuh kata-kata." Kesal Vina. Memasang wajah marah.

"Makanya Dek, kalau ngomong itu dipikirin dulu. Jangan asal keluar aja. Kamu sudah nggak sopan sama Mbakmu," kata Bunda Anna.

"Maaf Bun. Niat Dika kan cuma bercanda. Tapi Mbaknya aja yang terlalu sensitif." Kata Dika. Namun, nyalinya langsung menciut saat mendapat sorot mata tidak mengenakan dari Vina.

"Iya Mbak, iya. Dika minta maaf. Sebagai gantinya Dika bakalan pergi ikut Mbak ke nikahannya Mas Radit. Tenang aja. Dika bakal jadi pengawal Mbak kalau sampai ada yang berani macam-macam sama Mbak," kata Dika. Mencari solusi supaya dimaafkan oleh mbaknya itu.

"Nah begitu baru Mbak beri maaf. Sekali-kali pergunakan sabuk hitam kamu itu. Bukan hanya untuk pamer sama Mbak dan Bunda." Kata Vina tersenyum manis. Karena strategi yang dibuatnya untuk Dika, supaya Dika mau ikut ke acara nikahan tepat sasaran.

Dika memang sangat menguasai bela diri jenis Taekwondo. Bahkan dengan waktu yang sangat singkat dia sudah bisa mencapai sabuk hitam. Yang artinya sudah tingkatan yang paling tinggi. Maka dari itu Vina ingin adiknya itu ikut. Selain untuk menjaganya dari orang-orang yang berniat macam-macam, juga sebagai teman alias gandengan untuk Vina. Vina memang kakak, tapi karena adiknya itu laki-laki, jadi tubuhnya lebih besar dan tinggi dari Vina. Wajar saja kalau badan Dika sudah besar, karena Dika sudah duduk di bangku kelas dua belas sekolah menengah atas.

***

Di kediaman rumah Radit.

Sudah terdapat tenda yang sudah didekorasi sedemikian rupa. Menambah kesan elegan tapi tetap saja termasuk mewah bagi para warga yang tinggal satu komplek dengannya. Bisa dikatakan, keluarga Radit itu keluarga paling kaya di komplek perumahannya.

Setelah menengok tenda, tidak lupa dengan mini pelaminan yang sudah terdapat sepasang pengantin di sana. Radit dan juga istri barunya Diana berdiri di atas pelaminan menyalami tamu satu-persatu yang menaiki pelaminan untuk sekedar memperlihatkan diri. Seperti sedang berkata,

"Nih, aku datang menghadiri undanganmu."

Begitu Lah kira-kira maksudnya. Semua warga komplek terkejut saat mendapat undangan pernikahan dari Radit. Tidak ada yang tahu kalau ternyata Radit itu sudah bercerai dari Vina.

Di tengah-tengah keramaian tamu yang sedang menikmati jamuan makan. Ada satu tamu undangan yang mencuri perhatian para tamu-tamu itu.

Bila tamu jauh yang membawa mobil, biasanya akan memarkirkan mobilnya itu jauh dari tempat acara. Tapi, beda halnya dengan tamu yang satu ini.

Dengan percaya dirinya, satu tamu yang menjadi pusat perhatian itu memarkirkan mobil yang bermerek Alphard berwarna putih itu di ujung red karpet tempat pintu utama masuk ke tenda. Yang posisinya itu, bila pintu mobil terbuka, si penumpang akan menginjakan kaki di atas red karpet yang menuju pelaminan.

Mata Radit dan Diana ikut memandang ke arah mobil. Sama seperti banyaknya tamu yang hadir di acara pernikahan itu, mereka berdua dibuat penasaran akan siapa yang yang menjadi tuan di dalam mobil Alphard berwarna putih itu.

Saat si pemilik mobil keluar dari mobilnya, semua tamu terkejut. Termasuk Diana istri baru Radit dan Ibu Saras ibu dari Radit. Sedangkan Radit yang melihat itu hanya bersikap biasa saja.

"Dit, itu bener Vina? Kok dia bisa pakai mobil Radit Dit? Terus itu si Dika kak? Mantan adik ipar kamu. Itu mereka keren banget Dit, turun dari mobil mewah. Mana mereka turunnya pas di depan red karpet lagi. Bikin semuanya terpesona sama mereka." Kata ibu Saras tanpa sadar. Menggoyang lengan Radit yang berdiri di sampingnya itu.

"Dit, jawab Dit! Itu bener Vina Dit?"

"...."

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta dan Benci
8.2
Hera terpaksa memenuhi wasiat mendiang ayahnya untuk menikahi Gama Dirgantara, seorang duda dingin yang masih terjebak bayang-bayang masa lalu bersama Karin. Meski telah resmi menikah, Gama menegaskan tidak akan pernah mencintai Hera. Namun, sebuah insiden di malam saat Gama mabuk mengubah segalanya secara drastis. Di tengah kebencian dan penolakan, mampukah Hera mempertahankan rumah tangga mereka yang penuh luka dan menemukan celah di hati Gama?
Sampul Novel Cinta yang Tersulut Kembali
8.0
Pasca persalinan tragis yang hampir merenggut nyawanya, Selina memilih menghilang demi melindungi anak-anaknya dari Raditia yang menuntut hak asuh. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Raditia yang hancur oleh kabar kematian palsu Selina di masa lalu, kini berupaya keras mengejarnya meski Selina telah memiliki kehidupan baru. Di tengah luka lama dan keributan yang dipicu Raditia, Selina harus memilih antara memaafkan atau terus melangkah.
Sampul Novel Kontrak Cinta - Love Contract
7.8
Demi melunasi utang dan membiayai pengobatan sang ayah, Mahesa rela menunda skripsinya untuk bekerja sebagai pelayan kelab malam. Di sana, ia bertemu wanita mabuk yang baru saja patah hati. Tak disangka, wanita itu tiba-tiba menawarkan pernikahan kontrak sebagai solusi finansial bagi Mahesa. Meski sempat ragu, Mahesa akhirnya menerima tawaran tersebut demi keluarganya. Kini, dimulailah kehidupan penuh sandiwara antara Mahesa dan istri barunya tersebut.
Sampul Novel Lima Tahun, Cinta yang Memudar
8.3
Lima tahun Aruna mengabdi sebagai asisten Brama demi wasiat Yudha, pria yang ia cintai. Setelah kontrak usai, ia justru dituduh mencari perhatian meski telah mempertaruhkan nyawa dalam balapan maut demi Brama. Kekejaman Brama memuncak saat ia membiarkan Aruna disiksa Cheryl hingga menjualnya di lelang amal. Merasa pengabdiannya dibalas kehinaan, Aruna memilih mengakhiri hidup di jembatan kenangan Yudha, meninggalkan pesan terakhir yang menghancurkan.
Sampul Novel Love with my penyiarku
8.7
Muhammad Ghifarial Siregar, seorang pria flamboyan yang sangat populer, menambatkan hatinya pada sosok Ariana Martha. Meski perjalanannya dipenuhi luka mendalam dan jiwa yang rapuh, ia tetap teguh meyakini kehadiran cinta sejati. Baginya, perasaan tulus adalah takdir Tuhan yang harus diikhlaskan layaknya suara merdu di angkasa. Ia bertekad menjaga rasa yang tumbuh di relung hati agar terus mekar selamanya, hingga maut datang memisahkan mereka berdua.
Sampul Novel Melody Cinta Tuan Muda
8.9
Niat tulus Melody menyelamatkan seorang kakek dari aksi bunuh diri justru menyeretnya ke lingkaran keluarga konglomerat pemilik perusahaan raksasa. Di sana, ia menyaksikan persaingan licik antaranggota keluarga yang haus kekuasaan. Sagara, sang cucu yang merupakan pewaris sah, justru menjadi sasaran manipulasi karena sifatnya yang terlalu lugu. Melody kini terperangkap dalam intrik perebutan harta dan siasat kejam demi takhta tertinggi perusahaan tersebut.