APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel SKANDAL CEO MESUM

SKANDAL CEO MESUM

Axel Biantara Wijaya adalah CEO sukses PT. Wijaya Karya Reality yang dikenal karena ketampanan dan deretan skandalnya dengan model ternama. Meski mendominasi industri properti dan berita hiburan, hidup Axel yang penuh kemewahan berubah drastis saat ia bertemu Aulia Putri. Aulia adalah sosok wanita mandiri dari keluarga sederhana yang terbiasa berjuang keras sejak masa kuliah. Pertemuan ini memicu perubahan besar dalam diri Axel. Akankah sang CEO sanggup meninggalkan masa lalunya demi cinta?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ibu Aulia Putri. Silahkan masuk ke ruangan wawancara." Seorang karyawan memanggil Aulia untuk masuk ke dalam ruangan wawancara.

Dengan langkah tegap Aulia langsung masuk ke dalam ruangan wawancara.

"Silahkan duduk. Saya Bagus Prasetyo, sekretaris CEO. Karena CEO ada acara keluarga mendesak, jadi saya yang di utus untuk mewawancarai peserta yang melamar untuk mengisi posisi manajer pemasaran di perusahaan ini."

Axel memang langsung ingin turun untuk menyeleksi peserta yang melamar untuk posisi manajer pemasaran, karena menurutnya posisi manajer sangat penting, jadi harus diisi oleh orang yang layak.

Tetapi karena Axel mendapat telepon dari ibunya untuk ikut pertemuan keluarga kali ini. Jadi dia menyerahkan tugas ini kepada sekretarisnya.

"Berdasarkan CV yang anda kirim, anda memiliki pengalaman yang bagus di bidang ini."

"Apa motivasi and melamar di perusahaan ini?" Bagus bertanya kepada Aulia.

"Tentu saja karena perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, dan saya memiliki kemampuan untuk mengisi posisi yang ditawarkan. Dan saya yakin bisa meningkatkan keuntungan untuk perusahaan ini," ujar Aulia dengan mantap menjawab pertanyaan Bagus.

"Saya suka dengan orang yang optimis." Bagus tersenyum kepada Aulia.

Sesi wawancara terus berlanjut. Bagus mengajukan beberapa pertanyaan kepada Aulia. Dan Aulia selalu memberikan jawaban memuaskan yang diinginkan Bagus.

Sampai akhirnya sesi wawancara berakhir.

"Baiklah ibu Aulia. Saya rasa sesi wawancara ini sudah cukup." Bagus mengakhiri wawancaranya.

"Terima kasih pak, atas waktunya. Dan saya tunggu kabar baiknya." Aulia berdiri dan bersalaman dengan Bagus.

***

POV Aulia

Rasa dag dig dug jantung ini belum juga hilang. Semoga saja aku mendapatkan kabar baik dari hasil wawancara tadi.

Setelah wawancara selesai, aku langsung mencari restoran untuk makan siang, karena perut ini sudah meronta minta diisi. Aku pun mencari restoran terdekat yang bisa ditemukan.

Karena di sini kawasan elit, tentu saja restoran yang ada sekitar sini sangat mahal. Aku tidak akan mampu makan di restoran mahal di sekitar kantor ini. Bersyukurnya masih ada restoran kecil untuk orang-orang sepertiku.

Langsung saja kulangkahkan kaki lku menuju restoran kecil yang ingin kutuju. Dan tiba-tiba langkah kakiku terhenti menyaksikan seorang ibu menangis minta maaf kepada seorang pemuda.

Ternyata ibu itu menangis dimarahi oleh pemuda yang bajunya tertumpah oleh minuman yang di bawa sang ibu. Pemuda itu terus saja memarahi si ibu sampai melayangkan tamparan ke arah si ibu.

"Berhenti…!" Aku spontan saja berteriak menghentikan aksi sang pemuda dan langsung menghampiri si ibu.

"Siapa kau? Ikut campur urusanku." Pemuda itu melotot ke arahku.

"Apa kau tidak punya hati? Ibu ini tidak sengaja menumpahkan minuman itu dan dia sudah meminta maaf padamu. Seharusnya kau sebagai seorang yang lebih muda bisa berlapang dada. Bagaimana jika ibumu diperlakukan hal yang sama oleh orang lain hah?!" Aku menumpahkan kekesalanku pada pemuda itu.

"Beraninya kau ikut campur urusanku." Pemuda itu tambah geram mendengar kata-kataku dan bersiap akan memukulku.

"Pukul saja aku, kalau kau tidak malu melawan seorang wanita!!" Aku berteriak dan melangkah berani ke arah pemuda itu.

Keributan itu berhasil menyita perhatian orang yang berlalu lalang di kawasan perkantoran ini. Orang-orang yang menyaksikan berbisik-bisik mengumpat sang pemuda.

Melihat kondisi sekeliling yang semakin ramai membuat pemuda itu semakin terpojok mendengar bisikan di kerumunan yang mendapat dan mengurungkan niatnya untuk memukulku.

"Hari ini kau beruntung." Dia segera mundur dan melangkah pergi menjauhi kerumunan.

"Ibu tidak apa-apa?" Aku bertanya pada ibu itu.

"Ibu baik-baik saja, Neng. Terima kasih sudah membantu ibu." Ibu itu mengucapkan terima kasih padaku.

"Sama-sama, Bu." Aku tersenyum padanya.

Entah kenapa menyaksikan ibu itu menangis dan akan di pukul tadi membuatku tak tahan. Mungkin karena aku paling benci dengan kekerasan. Apalagi terhadap ibu-ibu yang sudah tua.

Ini mengingatkanku pada ibu. Ibu dulu sering bertengkar dengan ayah. Dan ayah sering ringan tangan pada ibu. Bersyukurnya itu tidak berlangsung lama. Setelah aku bekerja dan mampu memenuhi kebutuhan kami, aku meminta ibu untuk berpisah dengan ayah. Awalnya memang ibu menolak saranku itu. Tetapi aku terus meyakinkan ibu bahwa aku bisa hidup berdua saja dengan ibu. Hingga akhirnya ibu menggugat cerai bapak dan resmi bercerai.

Prinsipku untuk apa bertahan dalam satu hubungan yang dapat menyakiti diri sendiri dan melukai hati orang-orang di sekitar kita yang sayang dan peduli dengan kita.

Kejadian ini terjadi di depan restoran mahal. Mungkin pemuda tadi baru keluar dari sana.

Setelah orang-orang yang mengerumuni kami bubar urusanku membantu ibu tadi selesai, aku langsung melangkahkan kaki ke arah restoran yang ingin kutuju.

Tanpa Aulia sadari, ada seorang lelaki dalam restoran mewah itu yang memperhatikannya sambil tersenyum.

***

POV Axel

Wanita itu berani sekali. Aku menyaksikan keberanian wanita itu melawan seorang pemuda demi seorang ibu yang tak dikenalnya.

Setelah kepergian keluargaku usai pertemuan keluarga yang diadakan di restoran dekat kantorku. Aku menyaksikan kejadian yang menghibur. Seorang wanita cantik. Ya… dia cantik dengan pakaian sederhana tapi terlihat elegan dan mewah di tubuhnya. Kulitnya yang putih, rambut panjang sedikit bergelombang, serta punya tubuh yang bisa dibilang idamanku. Montok dan seksi.

Sambil menyeruput minumanku, aku menyaksikan bagaimana wanita itu mengatasi pemuda yang memarahi ibu itu. Sambil tersenyum ketika wanita itu berhasil membuat pemuda arogan itu mundur dan berlalu pergi.

Seketika senyumku hilang mengingat hasil pertemuan keluarga tadi. Mom dan Dad memaksaku untuk berhenti bermain-main dengan wanita dan meminta agar aku serius memikirkan masa depan. Mengingat umurku lebih dari cukup untuk berumah tangga.

Tentu saja aku tak bisa. Bagiku memiliki hubungan serius dengan wanita merupakan hal tak mungkin. Aku masih ingin bebas, tidak terikat dalam satu hubungan yang membosankan dengan seorang wanita.

Tiba-tiba handphoneku. Itu dari Samuel. Samuel adalah salah satu sahabatku, kami bertemu dan berteman saat kuliah di LA. Langsung saja kuangkat telepon darinya.

"Hallo, ada apa?" Ucapku langsung to the point.

"Kau tak pernah berubah ya, ketus sekali." Muel mengomel.

"Nggak perlu basa-basi, waktu berhargaku bisa hilang sia-sia mendengar ocehanmu."

"Kita kan sudah lama tidak kumpul, yang lain ngajakin di klub biasa."

"Kapan?"

"Besok malam. Bisa kan? Yang lain nanya lo terus."

"Lihat besok. Kalau nggak sibuk aku datang."

"Sebaiknya Lo datang. Kita bersenang-senang. Banyak yang baru dan itu tipe lo."

"Ya, sudah."

Telepon pun berakhir dengan kesepakatan aku akan ikut kumpul dengan yang lain.

Sudah lama juga aku nggak kumpul bersama yang lain. Terakhir tiga minggu yang lalu. Sepertinya aku juga butuh refreshing, sekalian mencari wanita baru pengganti Jenifer.

Setelah telepon berakhir aku keluar dari restoran dan menuju mobilku yang terparkir. Tancap gas kembali lagi ke kantor mengingat masih ada pekerjaan yang harus kuselesaikan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Billionare and His Secret Wife
8.8
Michelle terbiasa menjual kecantikan fisiknya demi bertahan hidup. Suatu malam, ia terjebak situasi berbahaya saat mengetahui rencana keji para kliennya. Meski dalam pengaruh obat, Michelle berhasil kabur dan menyelinap ke kamar seorang pria asing untuk menuntaskan gairahnya yang tak tertahankan. Pertemuan tak terduga itu ternyata menjadi titik balik yang mengubah garis takdirnya selamanya. Ikuti kisah penuh intrik dan gairah ini dalam balutan romansa yang membara.
Sampul Novel Cinta Dalam Skandal
9.3
Bitna, aktris berbakat asal Korea Selatan, terjerat skandal besar setelah menghadiri pesta di Indonesia. Reputasinya terancam hancur akibat insiden dengan Kenzo, bos besar penyelenggara acara tersebut. Demi menyelamatkan karier, Bitna sepakat melakukan klarifikasi publik. Namun, Kenzo justru mengejutkan dunia dengan mengumumkan pertunangan palsu tanpa persetujuannya. Mengapa Kenzo nekat berbohong? Akankah sandiwara ini menyelamatkan atau justru menghancurkan hidup Bitna?
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pernah Padam
8.3
Dua tahun Nayara terkurung dalam pernikahan tanpa cinta akibat paksaan ibu Ravian. Sebagai pemimpin perusahaan yang dingin, Ravian Aditya Maheswara hanya menganggap hubungan ini kewajiban belaka. Namun, saat Nayara menyerah dan meminta cerai, sikap Ravian berubah drastis. Alih-alih setuju, ia justru mulai mempermainkan perasaan Nayara, menjebaknya dalam teka-teki hati yang membingungkan tepat saat ia ingin pergi menjauh dari bayang-bayang pria itu.
Sampul Novel DICERAI SUAMI, DIPINANG CEO
9.0
Felicia Hera, dokter kesuburan yang dituduh mandul, dikhianati suaminya hingga bercerai. Saat mulai meniti karier kembali, ia terlibat satu malam dengan pasiennya demi membuktikan kesuburan dirinya. Felicia menghilang dan kembali lima tahun kemudian membawa seorang putri. Namun, ia terkejut saat mengetahui direktur rumah sakit barunya adalah ayah sang anak. Kini ia harus bersembunyi dari pria dingin yang telah memburunya selama bertahun-tahun.
Sampul Novel Ex-Husband Or Mr. Ceo
9.4
Pasca kegagalan rumah tangganya, Leira bertekad bangkit demi masa depan sang putra. Ia memutuskan kembali ke Chicago untuk mengejar karier di sebuah perusahaan penerbitan. Namun, situasi menjadi rumit saat ia harus bekerja di tempat yang sama dengan mantan suaminya. Di sisi lain, Leira terjebak dalam kesalahpahaman dengan sang CEO. Akankah ia mampu menjaga hatinya tetap tegar, atau justru menemukan cinta yang baru di tengah konflik ini?
Sampul Novel Jodoh Wasiat Nenek
9.4
Persahabatan masa kecil Jingga dan Davin berujung pada pernikahan karena wasiat nenek mereka. Sayangnya, Davin tak punya rasa cinta dan memilih mengejar karier di luar negeri. Saat kembali, ia membawa wanita lain dan menuntut cerai. Jingga yang terluka akhirnya setuju untuk berpisah. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka lagi. Namun, Jingga kini membawa seorang anak kecil yang wajahnya sangat mirip Davin. Siapakah sebenarnya identitas bocah itu?